NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perintah Ki Kawi

"Lelembut sing kebek dendo, sing keiket getih… metu… metu…" Gumamnya lirih, namun terasa menggema di dalam ruangan.

Suasana langsung berubah.

Angin yang tadi hanya berhembus pelan. tiba-tiba, bertiup kencang.

Brakkk!

Pintu rumah yang setengah terbuka mendadak terbanting keras.

"Astaghfirullah!" teriak beberapa warga.

Lampu gantung di tengah ruangan bergoyang hebat.

Bayangan di dinding menari-nari liar.

Wussshhh…

Angin masuk dari segala arah, seolah tidak lagi berasal dari luar saja. Debu dan daun kering ikut berputar masuk ke dalam rumah.

Beberapa warga langsung menutup wajahnya.

"Apa ini…?" Teriak seseorang panik.

Namun Ki Kawi tetap duduk diam.

Tubuhnya sedikit bergoyang mengikuti irama bacaan yang semakin cepat.

Tangannya kini mencengkeram rambut panjang yang tadi ia keluarkan.

"Kowe sing kesiksa… sing ora tentrem… aku panggil…" suaranya kini lebih berat.

tok! tok! tok!

Tongkat kayunya menghantam lantai tiga kali.

Dan dalam sekejap, angin berhenti.

Beberapa warga saling berpandangan.

"Sudah selesai, Ki…?" tanya Pak Yuda pelan.

Namun Ki Kawi tidak menjawab. Matanya masih terpejam.

Lalu perlahan, kepalanya terangkat. Dan, senyumnya muncul.

"Wis teka." Bisiknya.

Deg!

Semua orang langsung menegang.

"Si… siapa, Ki?" Suara Pak Warsito hampir tak terdengar.

Ki Kawi membuka matanya perlahan. Tatapannya tidak lagi seperti tadi.

"Sing tak undang."

Hembusan angin dingin kembali terasa, meski tidak ada satu pun daun yang bergerak.

Lampu tiba-tiba meredup.

Krekk…

Suara kayu di atas plafon berderit panjang.

Lalu, dari sudut ruangan. terdengar suara pelan.

Srrrkk…

Seperti sesuatu, diseret.

"Itu… itu suara apa…?" Tanya seorang ibu.

Semua mata perlahan mengarah ke satu titik.

Sudut ruangan.

Dan di sana, seolah ada sesuatu.

Ki Kawi berbisik pelan.

"Ojo wedi."

Tapi justru kata-katanya membuat suasana semakin mencekam. Karena, perlahan, dari kegelapan itu muncul bayangan memanjang di lantai.

Bayangan di sudut ruangan itu semakin jelas. Seperti seseorang sedang berdiri menghadap Ki Kawi. Namun bentuknya tidak utuh.

Beberapa warga mundur ketakutan.

"Astaghfirullah…" ucap salah satu warga seseorang dengan suara gemetar.

Pak Warsito bahkan sampai berdiri perlahan, tubuhnya menjadi kaku.

"Ki… itu… itu apa…?" Tanyanya terbata-bata.

Ki Kawi tidak menoleh. Tatapannya tetap lurus ke arah bayangan itu. Matanya menyipit, seolah dia bisa melihat lebih jelas daripada yang lain.

Kemudian, dengan suara rendah dan berat, dia mulai berbicara.

"Kowe." ucapnya pelan.

Bayangan itu sedikit bergerak. Seperti merespons.

Ki Kawi mengangkat tongkatnya sedikit, menunjuk ke arah bayangan itu. Suasana semakin tegang, semua orang menahan napas.

"Goleki sing nglakoni iki kabeh." Suara Ki Kawi kini lebih tegas.

Warga saling berpandangan. Jantung mereka berdegup kencang.

"Sing ngirim santet."

Ki Kawi lalu menghentakkan tongkatnya ke lantai.

Tok!

"Datangi dheweke."

"Jupuk nyawane!"

"Astaghfirullah!!" Pak Yuda sampai mundur dua langkah.

"Ki… jangan…!"ucapnya panik.

Namun, terlambat. Bayangan itu tiba-tiba bergerak cepat.

"Ki, itu... apa yang panjenengan lakukan." Pak Warsito menatap Ki Kawi dengan wajah pucat.

Ki Kawi perlahan menurunkan tongkatnya.

Ki Kawi hanya tersenyum tipis.

Dia lalu menatap satu per satu wajah warga.

"Bukankah kalian mengundangku untuk membasmi orang itu?" Ujarnya dengan logat Jawa yang kental.

Suasana langsung berubah.

"Ki bukan ini yang kamu maksud, kamu tidak meminta untuk panjenengan membunuh orang itu." Ujar Pak Warsito yang sudah mulai tidak sedang dengan keputusan sepihak dari Ki Kawi.

"Lho… Bukankah kalian sendiri yang bilang, ingin semua ini dihentikan?"

Pak Warsito menggeleng cepat.

"Iya, Ki… tapi bukan dengan cara seperti itu." Suaranya mulai tegas.

"Kami hanya ingin tahu siapa pelakunya. Bukan, bukan meminta panjenengan untuk membunuh."

"Iya, benar itu. Kami cuma ingin desa ini aman." Beberapa warga langsung mengangguk setuju.

Namun Ki Kawi justru tertawa kecil. Tawanya pelan.

"Naif…" gumamnya.

"pa maksud panjenengan, Ki?" Pak Yuda mengernyit.

"Kalau dia bisa mengirim santet, membunuh satu per satu." Ki Kawi menatapnya.

Dia berhenti sejenak. Lalu melanjutkan dengan nada lebih rendah.

"Menurut kalian, dia akan berhenti kalau hanya diperingatkan?"

Tidak ada yang menjawab.

Semua terdiam.

Ucapan itu, masuk akal. Namun tetap saja menyeramkan.

Pak Warsito menggenggam tangannya.

"Ki, tetap saja itu bukan hak kita."

Ki Kawi menyipitkan mata. Dia lalu berdiri perlahan.

"Terlambat." Katanya datar.

Deg!

Ki Kawi menoleh sedikit ke arah sudut ruangan.

"Sing tak undang… wis mangkat."

"Pergi ke mana?!” “Ki, jangan menakut-nakuti!"

Ki Kawi menatap mereka satu per satu.

"Nyambut gawe."

Belum sempat suasana mereda, tiba-tiba dari luar rumah terdengar teriakan panik.

"Hei! Lihat itu!!" Salah satu warga menunduk keatas.

"Astaghfirullah…!!" Warga yang berada di halaman langsung ricuh.

Beberapa berdiri tergesa, menunjuk ke arah langit dengan wajah pucat.

Pak Warsito dan yang lain refleks berlari ke ambang pintu.

Dan saat itulah, semua melihatnya.

Di atas langit desa yang gelap, sebuah api melayang.

Api berbentuk bulat, sebesar kepala manusia.

Dan yang paling menyeramkan, api itu terbang rendah. Melayang pelan di antara atap rumah dan pepohonan.

Suara seperti angin tipis terdengar setiap kali api itu bergerak.

"Astaghfirullah, itu… itu apa…" Beberapa warga langsung mundur ketakutan.

Ada yang berlari masuk ke dalam rumah Pak Warsito.

Ada yang menutup kepala sambil berdoa.

Pak Yuda sampai tertegun. Matanya terpaku.

Api itu bergerak perlahan. Kadang berhenti di satu titik, lalu bergeser lagi.

Warga yang melihat semakin ketakutan dan kebingungan mencerna apa yang terjadi.

1
Gadis misterius
Pantesan anak2nya bejat ternyata orang tuanya juga biadap ,jngn biarkan kejahatan menang kasih blasan untuk orang2 jht itu biar tdk seenaknya
Gadis misterius
Ayo jaka bntu bu darsia km hrpan satunya2 yg bisa menolong.....mlam jum'at kliwon kpn agar bu darsia membunuh mereka smua
Gadis misterius
Jaka dan udin yg pnya rasa kemanusiaan lainya pd gk pnya hati ....hati2 jngn smpai ketahuan...semoga ada keajaiban bu darsia bisa kbur dan tdk knpa2
Mega Arum
bu darsia sebaiknya cerita ke jaka dan udin, biar mereka tau tntg kematian anaknya
Mega Arum
semakin seru...
Santi
salah satu cerita horor yang menarik untuk di baca
Cut Atika
Seru wae ceritanya
Mega Arum
semakin seru juga Thor
Mega Arum
kenapa kurang nyambung ya alurnya
Gadis misterius
Ya Allah Q melu deg2n rek....perjuangan seorang ibu yg ingin bls dendam krn tdk dpt keadilan
Gadis misterius
Jahatnya mereka....ayo aning blas mreka jgn smpai ibumu jd korban kebiadapan mereka cukup km aza'yg jd korban aning
Gadis misterius
Knp harus ada marzuki hedeh bikin emosi wae
Agus Tina
Bu Darsia jangan ku habisi semua pembunuh anakmu, sisakan buat dia mengaku apa yv telah mereka perbuat pada Aning ... agar mereka malu dan menyadari bahwa apa yg kau lakukan juga akibat dari perbuatan mereka.
Gadis misterius
Siapa yg mau menolong darsia kok Q tg dega2n
Gadis misterius
Jngn smpai bu darsia ketahuan thour kasian krn para pelaku blom mati smua ....bu darsia hati2 tdk ikhlas rsanya klu smpai terjadi apa2.... marsuki dan bpknya daud cari mati kau
Gadis misterius
Balasan dr seorang ibu yg sdh begitu sabar krn miskin dia tdak mendapatkan keadilan ,sdh lelah mencari ke adilan untuk anaknya dan dngn caranya sendiri dia mencari keadilan...apa kau marsuki jngn smpai kau yg jd daud berikutnya ....jaka udin pkoknya pling kenyang melihat kejadian yg bnr2 diluar nalar dan yg paling akitifff menolong semoga kalian brdua tdk terlibat iya
Gadis misterius
Mangakulah daud akhiri smuanya kuncinya ada pdamu klu kau ingin selamat
Agus Tina
Sudah kuduga kalau ibu Aning menggunakqn kekuatan hitam utk membalaskan kematian anaknya ... tapi bagaimana dia bisa tahu para pemuda yg audah melecehkan putrinya?
Gadis misterius
Untung ada jaka dan udin walaupun penakut tp mereka berdua yg paling aktif menolong....darsia mencari keadilan dngn caranya mereka semua abai dan tdk perduli dtmbh pr pelaku tdk ada yg menyesal...bertmbh pusing tuh pk rt gra2 dukunya mati
Gadis misterius
Knp pd diem tolong tuh dukun kasian dipanggil hny biar mati dasar manusia munafik sdh dikandani jngn manggil dukun ngeyel ....duh sidukun nyebut nama lg tmbh runyam nich klu didengar orang2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!