NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

Pagi itu, ruko A.R Design nampak tenang dari luar, namun di lantai dua, suasananya menyerupai pusat komando.

Arumi tidak sedang memegang jarum jahit. Di depannya terbentang papan tulis besar yang penuh dengan guntingan berita bisnis, grafik fluktuasi harga komoditas, dan diagram alur distribusi tekstil yang rumit.

Setelah memastikan Pasukan Jarumnya sibuk dengan pesanan The Royal Grand Hotel, Arumi memfokuskan seluruh energinya pada satu target. PT. Tekstil Sejahtera, raksasa yang dikelola oleh Reza.

Madam Ling masuk membawa secangkir kopi hitam tanpa gula, aromanya yang tajam memenuhi ruangan. "Seorang penjahit yang tahu cara menjahit kain adalah pengrajin. Tapi penjahit yang tahu dari mana benang itu berasal adalah seorang penguasa," ucapnya sambil meletakkan kopi itu di samping laptop Arumi.

Arumi menunjuk ke sebuah grafik yang menukik tajam. "Nyonya, lihat ini. PT. Tekstil Sejahtera selama sepuluh tahun terakhir menguasai pasar karena mereka memonopoli pasokan Linen dan Katun Mesir kualitas satu di wilayah ini. Mereka mengikat suplayer dengan kontrak eksklusif yang sangat ketat."

"Lalu, di mana letak retakannya?" tanya Madam Ling.

"Letaknya ada pada keserakahan Reza," Arumi membuka sebuah dokumen laporan tahunan yang ia peroleh dari akses publik. "Demi menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan setelah skandal gaun Dinda yang luntur, Reza mulai beralih ke suplayer bahan kimia murah untuk proses finishing kainnya. Dia memutus kontrak dengan pabrik pengolahan limbah yang legal dan mulai menggunakan zat pewarna sintetis ilegal yang tidak ramah lingkungan."

Arumi mengambil selembar kain sampel dari pabrik Reza yang ia dapatkan melalui Pak Tora. Ia meneteskan sedikit cairan asam ke atasnya. Dalam hitungan detik, serat kain itu merapuh dan warnanya berubah kusam.

"Ini kelemahan mereka. Mereka memproduksi kain yang terlihat mewah di bawah lampu toko, tapi akan hancur jika terkena panas matahari atau pencucian berulang. Mereka menjual kebohongan yang dibungkus sutra," desis Arumi.

Arumi menyadari bahwa cara tercepat menjatuhkan PT. Tekstil Sejahtera bukan dengan menyerang tokonya, tapi dengan memutus napas bahan bakunya.

"Reza berencana melakukan kunjungan ke sini hari Jumat," Arumi menatap papan tulisnya. "Dia ingin akuisisi atau kerjasama. Dia butuh citra 'Eco-Design' milik A.R Design untuk menutupi busuknya kualitas kain mereka sendiri. Dia ingin menjadikan kita sebagai topeng untuk menipu pasar internasional."

"Dan apa langkahmu?" Madam Ling mengangkat alisnya.

"Saya telah menghubungi suplayer kapas organik terbesar di Jawa Tengah, perusahaan yang dulu pernah dikhianati oleh keluarga Reza," Arumi tersenyum tipis. "Mereka punya stok Raw Material terbaik yang selama ini ditolak oleh Reza karena harganya dianggap terlalu mahal. Saya akan membeli seluruh sisa stok mereka untuk setahun ke depan menggunakan dana putaran saham yang kita tarik kemarin."

Madam Ling tertegun. "Jika kamu mengambil semua stok kapas organik itu, maka perusahaan besar yang mulai beralih ke tren 'Sustainable Fashion' tidak akan bisa memesan dari Reza. Mereka harus datang ke satu-satunya pemegang lisensi bahan tersebut..."

"Yaitu A.R Design," potong Arumi. "Saya akan membuat Reza memiliki pabrik raksasa, mesin-mesin mahal, dan ribuan buruh, tapi tanpa satu helai pun bahan baku berkualitas untuk diolah. Dia akan memiliki kerangka tanpa nyawa."

Di tengah risetnya, pintu lantai dua diketuk. Shinta masuk dengan wajah sedikit cemas. "Ibu Arumi... ada kiriman sampel kain dari PT. Tekstil Sejahtera. Kurirnya bilang ini 'hadiah perkenalan' dari Bapak Reza sebelum kunjungan hari Jumat."

Arumi menerima kotak mewah berwarna hitam dengan logo emas tersebut. Saat dibuka, di dalamnya terdapat gulungan kain sutra satin yang berkilau. Di atasnya terselip kartu nama.

"Untuk Sang Desainer Jenius. Mari kita bicarakan masa depan yang lebih cerah. -Reza."

Arumi meraba kain itu. Matanya yang kini terlatih langsung bisa merasakan teksturnya. "Kain ini mengandung zat Formaldehida tinggi agar terlihat mengkilap," gumam Arumi pada dirinya sendiri.

Ia mengambil gunting besarnya, lalu di depan Shinta, ia memotong kain pemberian Reza itu menjadi potongan-potongan kecil tanpa ragu sedikit pun.

"Shinta, ambil potongan kain ini. Berikan pada tim. Gunakan sebagai kain lap lantai di ruko ini. Jangan biarkan kain beracun ini menyentuh kulit pelanggan kita," perintah Arumi.

Shinta terkejut, namun ia melihat ketegasan yang tak tergoyahkan di mata bosnya. "Baik, Bu."

~~

Malam harinya, Arumi berdiri di depan jendela besar rukonya, menatap ke arah pusat kota yang gemerlap. Di sana, gedung PT. Tekstil Sejahtera berdiri angkuh. Ia tahu, Reza sedang merasa di atas angin, berpikir bahwa ia sedang mendekati seorang desainer berbakat yang butuh uangnya.

Arumi mengeluarkan sebuah buku kecil, daftar nama-nama suplayer yang selama ini ditindas oleh Reza. Ia mulai mencoret nama-nama itu satu per satu, menggantinya dengan kontrak kerjasama baru atas nama A.R Design.

Ia bukan lagi Arumi yang menangis di pojokan kamar saat Reza membentaknya. Ia adalah arsitek kehancuran bagi pria itu.

"Kamu ingin tahu siapa aku, Reza?" bisik Arumi pada angin malam. "Kamu akan tahu hari Jumat nanti. Tapi saat kamu menyadari siapa aku, semuanya sudah terlambat. Kapas-kapasmu akan habis, suplayermu akan pergi, dan perusahanmu akan menjadi monumen kegagalanmu sendiri."

~~

Di kantornya, Reza sedang menyesap wiski sambil melihat profil media sosial A.R Design yang terus meroket. "Desainer ini punya selera yang luar biasa," gumamnya pada Dinda yang sedang asyik mencoba perhiasan baru. "Jika kita bisa membelinya, perusahaan kita akan selamat dari audit lingkungan bulan depan."

Dinda mengangguk antusias. "Pastikan dia tidak sombong, Mas. Tawari dia harga yang tidak bisa dia tolak. Orang-orang seperti dia biasanya haus akan pengakuan."

Reza tersenyum meremehkan. "Semua orang punya harga, Dinda. Aku hanya perlu tahu di mana titik lemahnya."

Reza tidak tahu, bahwa titik lemah yang ia cari adalah dirinya sendiri. Dan desainer yang ia puji-puji adalah wanita yang pernah ia buang ke jalanan tanpa alas kaki.

Arumi menutup laptopnya dengan dentuman pelan. Risetnya selesai. Kelemahan Reza sudah di tangannya. Krisis Suplai Bahan Baku. Hari Jumat bukan lagi sekadar kunjungan bisnis, itu adalah hari di mana Arumi akan menarik tali jerat yang telah ia pasang dengan begitu rapi di seluruh jalur distribusi Reza.

"Sampai jumpa hari Jumat, Reza," gumam Arumi dengan sorot mata yang mendingin. "Bawa semua kesombonganmu, karena itu akan menjadi beban terberat saat kamu jatuh nanti."

...----------------...

To Be Continue ....

1
Patrish
ayoookk...cerdas Arumi
Patrish
yaakkk....aku sukaa...mulai penghancuran...madame Ling...proud of you
Patrish
Kirana umur berapa ya...sepertinya masih berat menerima pembelajaran Arumi
Patrish
owalaahhh..ini hidup Aruni kok malang banget..apa tidak ada pertolongan buat dia....dari part awal sampai sini kok ga ada enaknya
Patrish
thor.jangan terlalu tega dong..habis nih tissue
Patrish
sampai di sini..aku kok merasa lelah dengan perjuangan Arumi...
THAILAND GAERI
👍👍kpn up thor
Dew666
💎💎💎💎
Enny Suhartini
semangat Arumi
Dyas31
bagus cerita nya KK, mengandung konflik berat, tetep semangat KK kuuuu 😘😘😘😘
Enny Suhartini
ayo Arumi semangat 💪
Sulfia Nuriawati
kok ni crta keterlaluan skali konflik nya, dlm dunia nyata bs d siksa tu yg sk fitnah knp jatuhnya arumi sampai sdh bangkit jd kesel bc nya
Enny Suhartini
semangat ya Arumi
Enny Suhartini
Miss Ra kenapa kok kejam banget
Enny Suhartini
kok kejam sekali sih
Enny Suhartini
sabar dan kuat ya Arumi 💪
Enny Suhartini
ayo semangat Arumi💪
Enny Suhartini
cerita penuh perjuangan
semoga kuat dan sabar Arumi
Dew666
☀️☀️
Dew666
🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!