NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:57.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34 Bisa Dilihat Tak Bisa Disentuh

"Ehem, jadi... mengingat situasi di luar sana masih sangat berbahaya dan surat cerai baru saja dikirim, apakah boleh malam ini aku menginap di sini?" tanya Dante dengan nada yang dibuat sedatar mungkin, seolah itu adalah permintaan bisnis yang sangat logis.

Venus dan Sean yang sedang merapikan kabel laptop sontak menoleh ke arah pria itu dengan sinkronisasi yang sempurna.

"Tidak!" jawab mereka bersamaan, sangat kompak hingga Dante tersentak kaget dan berdiri dari duduknya.

"Kenapa? Rumah ini punya sistem keamanan yang... yah, cukup lumayan, tapi aku bisa membawa tim pengawalku untuk berjaga di luar

Lagipula, aku tidak mungkin kembali ke mansion dan melihat wajah Bianca setelah menonton rekaman itu. Aku bisa saja mencekiknya saat dia tidur." Dante beralasan dan mencoba mencari simpati.

Sean melipat lengannya di depan dada, menatap ayahnya dengan tatapan menghakimi.

"Paman, ini rumah tipe tiga kamar. Bukan hotel bintang lima. Tidak ada ruang untuk ego besar mu di sini. Dan lagi, siapa yang menjamin kau tidak akan bertingkah aneh pada mamaku?"

"Sean, aku ini ayahmu! Dan Venus adalah istri sah ku. Tentu saja aku bisa melakukan apapun padanya!" bela Dante. Ia menoleh pada Venus, memberikan tatapan memelas yang biasanya tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.

"Venus, di luar sana ada tiga SUV hancur yang mungkin saja dikirim oleh Eduardo. Kau ingin aku mati tertembak di jalan tol?" rengeknya manja.

Venus memijat pelipisnya. Ia tahu Dante hanya sedang menggunakan jurus manipulasi tingkat tinggi.

"Dante, kau punya puluhan hotel di kota ini. Kau bisa menyewa satu lantai kalau kau mau."

"Di hotel tidak ada kalian berdua," sahut Dante cepat. "Hanya malam ini. Aku akan tidur di sofa."

"Sofa itu terlalu pendek untuk kakimu yang panjang itu, Paman. Nanti kau mengeluh sakit punggung dan malah minta dipijat mama," celetuk Sean pedas.

"Aku tidak akan mengeluh!" janji Dante.

Venus melihat jam di dinding. Sudah pukul dua pagi. Benar-benar tidak bijaksana membiarkan Dante berkeliaran di jalanan Amsterdam yang sedang panas.

"Baiklah. Kau boleh menginap."

Wajah Dante berbinar. "Terima kasih, Sayang—"

"Tapi," potong Venus dengan telunjuk terangkat, "Kau tidak tidur di sofa. Dan kau pasti tidak tidur di kamarku. Kau akan tidur di kamar sebelah, bersama Leo."

Senyum Dante langsung luntur. Wajahnya berubah pucat pasi, lebih pucat daripada saat ia melihat hantu.

"Dengan... Leo?"

"Leo pria yang bersih dan tidurnya tenang. Itu keputusan final. Kalau tidak mau, silakan hubungi sopir mu," ucap Venus tegas sembari berbalik menuju dapur.

Sean terkekeh penuh kemenangan. Ia menepuk bahu Dante yang mendadak lemas.

"Semoga beruntung. Paman Leo biasanya mengigau tentang teknik bela diri. Jangan kaget kalau besok pagi kau bangun dengan memar karena dia tidak sengaja mempraktekkan jiu-jitsu saat tidur."

Dante hanya bisa pasrah. Ia jelas tahu seperti apa kebiasaan lama adik kandungnya itu. Ia bergegas menuju kamar, dimana Leo sudah menunggu dengan wajah masam.

Dua jam kemudian, suasana apartemen sudah sunyi senyap. Hanya terdengar suara dengkuran halus Leo dari balik pintu kamar. Namun, di dalam kegelapan, sebuah bayangan bergerak perlahan sambil mengendap.

Dante Carson, sang penguasa bisnis yang ditakuti, kini sedang berjinjit seperti pencuri kelas teri. Ia tidak tahan tidur di sebelah Leo yang aromanya sangat maskulin dan penuh dengan keringat latihan. Ia merindukan aroma lili putih milik Venus.

Dengan sangat hati-hati, Dante memutar kenop pintu kamar Venus. Yang ternyata tidak di kunci.

Ceklek!

Pintu terbuka tanpa suara. Dante tersenyum puas. Ia merangkak masuk ke dalam kegelapan, bermaksud untuk sekadar duduk di pinggir ranjang dan menatap wajah istrinya.

Saat ia baru saja akan melangkah menuju tempat tidur, sebuah cahaya senter yang sangat terang mendadak menyorot tepat ke wajahnya.

"Astaga!" Dante memekik pelan, menutup matanya yang silau.

"Sedang melakukan survei lokasi untuk perampokan, Paman?"

Dante menurunkan tangannya dan melihat Sean duduk tegak di sebuah kursi kecil di sudut kamar, lengkap dengan tablet di tangan dan kacamata anti-radiasi. Bocah itu nampak seperti detektif kecil yang sedang menginterogasi buronan.

"Sean?! Kenapa kau ada di sini?!" bisik Dante panik.

"Aku sudah memprediksi ini," sahut Sean dingin. Ia mematikan senter dan menyalakan lampu tidur yang redup. "Kau punya kecenderungan impulsif jika menyangkut mama. Aku sudah memasang sensor gerak di depan pintu kamar paman Leo. Begitu kau keluar, ponselku bergetar."

Dante berdehem, mencoba memperbaiki harga dirinya yang sudah hancur berkeping-keping karena ketahuan oleh putranya sendiri.

"Papa hanya ingin memastikan mamamu tidak kedinginan. AC di rumah ini sepertinya terlalu rendah."

"AC nya diatur di suhu 24 derajat, Paman. Sangat ideal," balas Sean tanpa ekspresi. "Sekarang, kembali ke kamar paman Leo sebelum aku berteriak dan membangunkan semua orang."

"Sean, ayolah. Papa hanya ingin bicara sebentar dengan mama," rayu Dante.

"Bicara pukul empat pagi? Di dalam kamar yang gelap? Paman pikir aku bodoh?" Sean berdiri, menunjuk ke arah pintu dengan tegas. "Kembali. Sekarang. Atau aku akan meretas akun media sosial Carson Group dan mengunggah foto kau sedang memakai piyama bermotif beruang yang kau pinjam dari paman Leo itu."

Dante menatap piyama pinjamannya yang memang bermotif beruang kutub lalu menatap Sean. Ia tahu bocah ini tidak main-main.

"Kau benar-benar tidak punya rasa kasihan pada ayahmu sendiri," gumam Dante sedih.

"Kasihan adalah untuk mereka yang lemah. Dan kau, Paman, adalah pria yang tadi bilang ingin memberi kiamat pada keluarga Rodriguez. Mana harga dirimu?"

Dante menghela napas panjang, berbalik dengan bahu lunglai. Namun, sebelum ia benar-benar keluar, ia mendengar suara tawa kecil dari arah tempat tidur. Venus ternyata sudah terbangun sejak tadi.

"Tidur, Dante. Kau butuh energi untuk menghancurkan Bianca besok pagi, bukan untuk berdebat dengan anakmu sendiri," ucap Venus dengan suara parau yang sialnya terdengar seksi di telinga Dante.

Dante menoleh, memberikan ciuman jarak jauh pada Venus yang hanya dibalas dengan lemparan bantal.

"Bisa dilihat tapi tidak boleh disentuh. Nasibmu tragis sekali, Paman," ejek Sean sembari mengiringi Dante keluar kamar seperti sipir penjara yang sedang menggiring narapidana kembali ke sel.

Dante kembali ke kamar Leo dengan perasaan campur aduk. Ia memang belum bisa tidur di samping Venus, tapi mendengar tawa istrinya dan melihat betapa protektifnya Sean, ia merasa jauh lebih bahagia daripada tujuh tahun terakhir di mansion mewahnya yang dingin.

"Awas kau, Sean. Papa akan mengiri mu ke sekolah paling ketat di dunia!" ancam Dante saat sudah sampai di depan kamar Leo.

"Silakan coba, Paman. Aku akan meretas sistem absensinya dalam lima menit," jawab Sean sembari menutup pintu kamarnya sendiri.

1
Rita Juwita
selalu seru thor.. /Good//Good/
Sri Rahayu
cerita yg bagus, ada serunya ada lucunya...akhir nya happy ending...skrg uda masuk cerita Sean Carson makasih Thorr😘😘😘
vita
suka ceritanya
🇧🇬
ga ada plok2 😭
🇧🇬: al tidak punya paijo 😭
total 2 replies
Itin
satu kata...

amazing 🤩
Sri Rahayu
wkwkwk...kirain uda blh nginep ya Dante...ternyata Venus dan Sean ttg melarang mu menginap 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Mei TResna Rahmatika
wahh happy end😍 gak sabar nunggu cerita leo thor tp plis jangan sama bianca
Dew666
💜💜💜💜
Opi Sofiyanti
leo mo di bikinin kamar jg kyk sean g kak????
kasian lho dia.... 😁😁😁
Senja: Nanti cari ide dl kak hehe
total 1 replies
Carini
bagus
Susi Sayadi
ada bonus chapter x kak😍😍😍
Tiara Bella
happy ending mksh ceritanya Thor menghibur sekali .../Kiss/
Senja: Sama2 kakk🙏
total 1 replies
Nice1808
wahhh tamat kak🤣🤭
Nice1808: 🤣🤣🤣blom baca kak biar bnyk bab nya dulu🤭
total 2 replies
TRI SRI SULANJARI
beneran tamak kak.......leo gimana......./Sob//Sob//Sob/
Senja: Itu dia memutuskan menjomblo kak😅
total 1 replies
tinie
woa tamat
Senja: hehehe iyaa
total 1 replies
Tiara Bella
akhirnya Dante sm venus mw menikah lg ya....
🇧🇬
yeye hepi ending ☃️
Nice1808
licik juga si dante pindah kamar biar bisa buat anak perempuan🤣🤭
tia
lanjut thor
Tiara Bella
apakah msh ada musuh .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!