Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Malam ini, Dirga merasa haus dan dia pergi ke dapur. Tapi saat dia ingin kembali ke kamar nya, dia tidak sengaja melihat bapak nya pergi keluar rumah dengan cara mengendap - endap.
Lampu yang berada di ruang tamu sudah di matikan, keadaan menjadi remang - remang. Tapi Dirga masih bisa melihat bapak nya.
'Mau kemana bapak malam - malam begini? Ini kan sudah larut malam!" Batin Dirga di dalam hati.
Pak Johan menyelinap keluar, lalu dia kembali menutup pintu dengan sangat pelan agar tidak ada yang mendengar nya. Dirga semakin heran dengan bapak nya, dia pun mulai mengikuti langkah kaki bapak nya.
'Gerak - gerik nya mencurigakan, aku akan selidiki apa yang akan bapak lakukan!' Guman Dirga di dalam hati.
Dirga mulai mengikuti langkah kaki bapak nya dengan sangat hati - hati, pak Johan berjalan ke belakang rumah. Padahal di belakang rumah keadaan nya cukup gelap, di belakang adalah perkebunan milik keluarga mereka.
"Ada yang tidak beres sama bapak, apa yang akan di lakukan di tengah kebun malam - malam begini?" Dirga mulai mengikuti langkah kaki bapak nya.
Pak Johan menyusuri bagian tepi kebun nya, dan Dirga pun mengikuti nya. Keadaan tidak terlalu gelap, karena sebagian cahaya lampu dari bagian belakang rumah warga cukup terang. Dirga mengambil jarak yang lumayan jauh agar tidak ketahuan, tapi dia masih bisa melihat kemana bapak nya pergi.
Pak Johan berhenti di belakang salah satu rumah warga, dan Dirga mengenali pemilik rumah itu. Rumah itu adalah rumah milik almarhum pak Toni, yang baru saja meninggal beberapa hari yang lalu.
"Kenapa bapak pergi ke rumah pak Toni? Lewat pintu belakang lagi, benar- benar mencurigakan!" Guman Dirga dengan lirih.
Pak Johan lalu mengetuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka dan pak Johan langsung masuk ke dalam. Tapi Dirga tidak bisa melihat siapa yang membuka pintu, karena jarak nya cukup jauh.
"Bukan kah pak Toni sudah meninggal? Lalu kenapa bapak datang ke rumah nya, di malam hari dan lewat pintu belakang. Ada yang tidak beres sama bapak!" Dirga mulai curiga akan hubungan bapak nya dan juga bu Sari, istri dari almarhum pak Toni.
Dirga ingin pergi ke sana, tapi dia tidak punya alasan sama sekali untuk datang ke rumah itu malam - malam seperti ini. Akhir nya Dirga kembali ke rumah nya, dia termenung dan dia masih memikir kan sesuatu tentang bapak nya dan juga bu Sari.
"Aku tidak akan memaafkan bapak jika dia sampai punya hubungan dengan bu Sari, jika memang benar memang seperti itu, berarti aku punya bukti kuat bahwa Anin tidak bersalah!" Dirga berkata pada diri nya sendiri sambil mengepal kan tangan nya.
Tok, tok, tok.
"Permisi,,,, bu Ela!" Tiba - tiba Dirga di kaget kan dengan ketukan di pintu depan dan suara orang memanggil nama ibu nya.
"Siapa yang datang malam - malam begini?" Dirga heran sendiri.
Dirga langsung membuka pintu dan ada 2 orang bapak - bapak di depan pintu rumah nya.
"Ada apa pak?" Tanya Dirga dengan heran.
"Dirga, kami para warga menangkap basah pak Johan dan bu Sari. Mereka sedang berbuat mesum di rumah nya!" Ujar salah satu laki - laki yang bernama pak Deni.
Dirga sangat terkejut mendengar penuturan pak Deni, dan pada saat bersamaan bu Ela keluar karena mendengar keributan dari depan.
"Ada apa nak?" Tanya Bu Ela pada putra nya.
"Bapak bu, dia di grebek warga karena berbuat mesum bersama bu Sari di rumah nya!" Dirga menjelaskan pada ibu nya.
Dirga merasa tidak ada guna nya menyembunyikan semua ini dari ibu nya, lambat laun sang ibu pasti akan tahu kebenaran nya.
"Astagfirullah hal adzim, kapan kejadian nya nak?" Tanya bu Ela dengan nada tak percaya.
"Baru saja bu, dan sekarang ke dua nya sudah di bawah ke kantor lurah!" Pak Deni menjelaskan pada bu Ela.
"Ibu dan Dirga sekarang di minta datang ke kantor Lurah!" Teman nya pak Deni berkata.
"Baik pak, kami akan datang segera. Saya aka. panggil Atar dan juga Andri dulu!" Bu Ela berkata sambil mengangguk kan kepala nya.
"Kami pergi dulu bu, Dirga. Kami tunggu di Kantor Lurah!" Pak Deni dan teman nya pamit.
"Baik pak, kami akan segera menyusul!" Ujar Dirga lagi.
Setelah pak Deni dan teman nya pergi, bu Ela tidak bisa lagi menyimpan kesedihan nya. Air mata nya tumpah tanpa bisa dia tahan lagi, Dirga memeluk tubuh kurus ibu nya untuk menguat kan diri nya.
"Ibu yang sabar bu, aku ada di sini!" Dirga menenangkan ibu nya.
"Bapak mu selalu mengulangi kejadian yang sama, ibu sudha tidak kuat lagi!" Bu Ela berkata sambil berurai air mata.
"Mengulangi kejadian yang sama? Apa maksud ibu?" Dirga mengurai pelukan ibu nya.
"Dirga, sekarang ayo kita ke kantor Lurah. Ibu tidak bisa cerita malam ini, tapi ibu janji ibu akan menceritakan semua nya pada mu besok!" Bu Ela berjanji pada putra nya.
"Baik lah bu, kita akan ke sana. Tapi aku panggil mas Atar dan mas Andri dulu!" Dirga berkata pada ibu nya.
"Iya nak!" Jawab bu Ela di sertai dengan anggukan kepala nya.
Dirga segera pergi ke rumah kedua kakak nya untuk memberi tahu kejadian ini, sementara itu bu Ela bersiap dan dia langsung memakai hijab instan nya yang cukup lebar.
"Mungkin ini lah saat nya anak - anak mu tahu semua kebusukan mu pak, selama ini aku selalu menutupi semua nya agar mereka tidak malu punya bapak seperti mu. Tapi rupa nya Allah punya rencana lain, kebusukan mu akhir nya terbongkar juga di depan semua orang!" Bu Ela berguman sendirian di rumah nya.
Tidak lama kemudian, Dirga muncul kembali bersama kedua kakak nya. Bu Ela memandangi wajah ketiga putra nya secara bergantian, dari sorot mata nya jelas dia menyimpan luka yang begitu dalam.
"Ibu,,,!" Andri langsung menghambur ke dalam pelukan sang ibu sambil menangis terisak.
Andri memeluk tubuh tua dan kurus milik sani ibu, dia tidak kuasa lagi menahan kesedihan nya. Begitu pula dengan Atar dan Dirga, kedua nya ikut memeluk tubuh bu Ela yang tengah bersedih.
"Ibu, ibu jangan sedih lagi, kami ada ada di sini dan akan melakukan apapun untuk ibu!" Dirga menghapus jejak air mata di pipi keriput sang ibu.
Bu Ela hanya bisa mengangguk kan kepala nya, dia tahu ketiga putra nya sangat menyayangi diri nya.
"Aku ikut ke kantor Lurah!" Tiba - tiba keempat orang itu di kaget kan dengan suara Tika yang sudah berada di depan pintu.
"Ayo kita pergi sekarang, jangan biarkan. orang - orang terlalu lama menunggu kita!" Bu Ela berkata pada ketiga anak nya.
Akhir nya, bu Ela beserta ketiga putra nya dan juga Tika pergi ke kantor Lurah. Mereka ingin melihat sendiri pasangan mesum yang berhasil tertangkap basah olah warga kampung itu.
ndang dihajar Tika ini Thor gemesnya minta ampun deh 🔥