NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:690
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Fallen bagian 5

Para Fallen memiliki kekuatan tempur yang melebihi manusia biasa, bahkan ketika mereka adalah seorang manusia biasa, beberapa ras monster dapat mengubah mereka menjadi seorang Mage menggunakan darah mereka. Dengan darah ras monster yang ada di dalam tubuh mereka, para Fallen menjadi tidak dapat melanggar perkataan dari ras monster tuan mereka.

Terlebih lagi manusia yang memiliki darah monster di dalam tubuh mereka, akan kehilangan kewarasannya, dan bahkan mereka akan menganggap monster yang mereka layani sebagai dewa mereka dan melakukan apapun untuk mereka, termasuk membunuh keluarga dan anak mereka sendiri. Ada beberapa kasus di mana para Fallen menumbalkan keluarga mereka sendiri untuk menunjukkan kesetiaan mereka pada monster tuan mereka, semua itu demi kekuatan dan kekayaan yang di janjikan oleh ras monster.

Namun walaupun para Fallen pandai untuk menyembunyikan diri mereka, ada beberapa celah yang di temukan asosiasi penjelajah pada para Fallen, dan hal itu adalah mereka tidak bisa mengutuk ras monster. Para monster yang dapat merasakan kata-kata dari pengikut manusia mereka, akan langsung menghabisi pengikut mereka yang mengatakan hal buruk akan ras monster.

Lalu pada saat itu, para prajurit militer di kumpulkan semuanya di lapangan, dan di sana Saundra berdiri di depan mereka semua dengan wajah terlihat kesal, dan dengan nada keras dia berkata.

“Semuanya kali ini kami mengumpulkan kalian semua di sini untuk memeriksa adanya para pengikut monster di antara kalian semua, karena hal itulah kalian para prajurit Kerajaan Nera harus membuktikan diri kalian”

Saat itu seorang ajudan dari Saundra membawa sebuah papan besar yang bertuliskan hinaan-hinaan terhadap ras monster, dan kata-kata yang di tuliskan tersebut langsung di baca dengan keras oleh para prajurit yang ada di sana. Setelah 30 detik membaca teks panjang akan penghinaan untuk para monster tersebut, orang-orang dari pihak asosiasi kemudian mulai memeriksa para prajurit yang ada, namun mereka tidak menemukan satupun prajurit yang terlihat kesakitan atau terluka setelah membaca teks tersebut.

Melihat hal tersebut Saundra merasa lega, dan dia berbalik melihat kearah Rose, dengan tatapan penuh percaya diri dia berkata.

“Lihat, sudah aku bilang tidak akan ada Fallen diantara para prajurit ku… mereka adalah pasukan setia Kerajaan Nera, tidak mungkin ada salah satu diantara mereka yang menjadi bawahan para monster rendahan itu”

“Yah… nampaknya kau benar” balas Rose yang terlihat tidak terkejut.

Setelah itu Rose dan para bawahannya kembali ke tenda mereka, dan di sana Rose bertemu dengan Merlin. Dengan senyuman di wajahnya Merlin melihat kearah Rose dan berkata.

“Bagaimana… benar bukan perkataanku”

“Yah… kau memang benar, para Fallen itu bersembunyi dengan sangat baik… jadi apa rencana selanjutnya” kata Rose.

Para Mage dari pihak asosiasi kemudian mulai berdatangan, dan mereka terlihat memandang hormat kearah Rose dan juga Merlin, dan pada saat itu Merlin dapat merasakan adanya aura kebencian yang diarahkan kepada dirinya. Itu semua karena kebenaran akan pihak militer yang menyerang Mage dari asosiasi berasal dari dirinya, dan karena hal itulah banyak prajurit yang menunjukkan rasa ketidaksukaan mereka kepada Merlin.

Namun Merlin bersikap seolah tidak perduli dan hanya tersenyum kearah mereka, sebuah senyuman palsu yang memperlihatkan aura kuat yang aneh, dan membuat para prajurit militer tidak berani bertindak kepada dirinya. Kemudian setelah 3 hari berada di markas militer sementara tersebut, salah satu dari Mage asosiasi mulai tersadar, karena kejadian tersebut para Fallen yang bersembunyi di dalam markas militer tersebut mulai panik.

“Bagaimana mungkin mereka bisa sadar, aku sudah menaruh racun dosis tingkat tinggi ke dalam tubuh mereka… seharusnya dalam waktu 1 minggu lagi mereka akan tewas” pikir Fallen tersebut.

Takut akan hal tersebut, Fallen itu kemudian mulai memeriksa kemah dari pihak asosiasi, dan pada saat itu, sosok Fallen itu menggunakan tehnik sihir aneh untuk menyamarkan dirinya dengan area sekitar sehingga dia tidak dapat di deteksi oleh pihak manapun. Dari luar tenda milik Rose, dia mendengar Rose sedang berbicara dengan sosok pria yang terlihat mirip seperti Merlin.

Dengan santai Ros berbicara pada Merlin.

“Jadi ini rencanamu sebenarnya, kau dengan sengaja mengalihkan perhatian para prajurit itu dengan kata-kata aneh tersebut… namun tujuanmu sebenarnya adalah untuk menyembuhkan para Mage yang terluka itu”

“Benar sekali, dengan elemen unik milikku… aku dapat menyembuhkan mereka dengan cepat, tidak hanya itu saja aku juga bisa mengintip kedalam ingatan mereka… sehingga dari sana kita bisa mencari tahu sosok Fallen yang menyerang mereka” balas Merlin.

Fallen itu tidak melihat dengan jelas sosok dari Merlin, akan tetapi dia memiliki beberapa informasi yang dia dapatkan dari militer yang menyatakan kalau Merlin memiliki Grimoire elemen unik.  Dan khawatir akan kata-kata dari Merlin, “Wushh…” Fallen tersebut langsung berlari pergi meninggalkan tenda milik Rose tampa menyadari kalau dirinya telah masuk kedalam perangkap.

Pada saat itu Fallen tersebut telah memasuki tenda pengobatan, dan di sana dia dapat merasakan nafas dari pasien yang terlihat sehat, berbeda dengan yang lainnya, nafasnya terlihat lancar dan tenang. “Sringgs…” dengan cepat Fallen itu mulai mengambil sebuah cakar monster besar dari tas pinggang miliknya, menggunakan cakar monster itu dia menyerang dengan melancarkan serangan tusukan kearah pasien yang terlihat sehat tersebut.

Namun secara tiba-tiba “Frushkk…” pasien tersebut bangun dari tempat tidurnya dan “Tringgs…” cahaya kehitaman langsung keluar dari telapak tangannya, cahaya kehitaman itu langsung membuat tubuh Fallen tersebut kaku dan tak berdaya. Dengan cepat “Frushkk…” para Mage dari pihak militer langsung menahan Fallen tersebut, dan tidak hanya itu saja Saundra dan juga Rose terlihat telah berjaga di sekitar area tenda perawatan itu.

Dan pada saat Fallen tersebut di bawa keluar dari tenda perawatan, di sana Saundra terlihat terkejut karena Fallen itu adalah salah satu bawahan langsungnya yang mana adalah putra angkatnya. Melihat Fallen itu di bawa kearah Saundra, dengan nada dingin Saundra bertanya kepada Fallen itu.

“Riki putraku, apa yang sebenarnya kau lakukan… kenapa kau melakukan semua ini…??”

“Kenapa, yah mau bagaimana lagi… aku sudah kehilangan kepercayaanku kepada umat manusia, jadi hanya ini satu-satunya hal yang bisa aku lakukan untuk bertahan hidup sebagai manusia biasa yang tidak terpilih oleh Grimoire” balas Riki yang adalah seorang Fallen.

“Kalau begitu, semua yang kau katakan adalah kebohongan… termasuk kata-katamu akan putraku…??” tanya Saundra.

“Aaah… kalau itu memang benar adanya, karena kata-kata terakhir itu aku dengarkan langsung darinya saat aku membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri, Hahahah…. kenapa kau melihatku seperti itu, kau tidak menyangka bukan… orang yang kau anggap sebagai anak sendiri adalah pembunuh anak kandungmu” balas Riki.

Marah dengan apa yang dia dengar, “Frushkk…” Saundra langsung menyerang Riki dengan tinju kanannya, dia memadatkan energi force ke tinju kanannya untuk memperkuat kekuatan serangannya, akan tetapi pada saat itu Riki hanya tersenyum dan terlihat sangat menantikan serangan tinju itu.

“Dasar bodoh…” bisik Riki.

.

.

.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!