Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batas kesabaran Aylin.
Tangisan anak-anak itu langsung menyita semua perhatian orang-orang yang masih tersisa di ruang pesta tersebut. Aylin yang mengenali suara Ilaida segera berlari ke arah kolam dan di ikuti oleh Levent dan Edward.
Dorothea dan Albert serta kedua orang Ilaida segera Ikut menyusul. Aylin terkejut setengah mati, melihat Kaiden yang ke sakitan dengan Ilaida yang menangis kencang. "Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Aylin hawatir.
Ilaida menunjuk ke arah Arabella yang masih menangis, Aylin mengikuti arah telunjuk Ilaida yang mengarah pada Arabella. Ke adaan Arabella juga terlihat buruk. Membuat Aylin kebingungan.
"Kenapa kau bingung, jelas saja ini perbuatan Arabella lah nona, jangan tertipu dengan penampilan seseorang nona!" kata Sistem mengingat kan.
Barulah Aylin tau, bahwa Arabella lah dalang dari semua insiden ini. Aylin mencoba menenangkan Ilaida. "Katakan lah sayang, pelan-pelan aunty di sini."
Albert tertegun dengan keadaan Kaiden yang kesakitan dan ingin menonton Kaiden. dia melangkah ke arah Aylin berada. Tetapi baru beberapa langkah. Dorothea sudah berteriak histeris terlebih dulu.
"Ya ampun !!! Bella sayang!!! Apa yang terjadi pada mu?" Teriak Dorothea heboh, dan langsung memeluk tubuh putri nya. Airmata nya pun keluar dengan derasnya.
Aylin yang melihat itu langsung memutar bola matanya. Dorothea selalu mempunyai cara untuk memonopoli Albert. Dan Albert terlalu bucin hingga tidak bisa memilih Nana yang seharusnya lebih di utamakan.
Seperti dugaan Aylin, Albert tidak jadi menghampiri Kaiden. Dia kembali berbalik untuk menghampiri Arabella yang menangis bersama Dorothea.
"Mereka ingin menyakiti ku Mommy!!" Kata Arabella berbohong, dengan tangisan seolah-olah dia adalah korban nya.
Albert memandang tajam Albert yang kesakitan dan Ilaida yang bersama nya. Namun ketika pandangan Albert bertemu dengan pandangan kebencian dari Aylin. Albert segera menunduk, menurunkan pandangan nya.
"Bohong!! Dia bohong Aunty, jelas-jelas Arabella yang sudah mendorong ku hingga hampir terbentur. Sedangkan Kaiden hanya berniat menolong ku!!" Teriak Ilaida tak terima di tuduh oleh Arabella.
Aylin segera mengenakan Ilaida. "Aunty percaya padamu." kata Aylin dengan menggendong Kaiden dalam dekapan nya.
Dorothea memandang tajam Aylin. "Apa maksud mu berkata seperti itu? Kau menuduh putri ku berbohong? Lihat saja penampilan putri ku saat ini!" kata Dorothea tak terima.
Albert jadi bingung sendiri. Dia tidak tau harus memihak siapa. Satu sisi putra dan istri sah nya. Dan sisi yang lain sahabat sedari kecil dan cinta pertama nya.
"Albert !!! Bawa Kaiden ke rumah sakit sekarang, sebelum ke adalah Kaiden lebih parah lagi!" Kata Aylin, tak menghiraukan perkataan Dorothea. Aylin hanya menganggap perkataan Dorothea seperti gonggongan anjing.
Baru Albert ingin mendekati Aylin. Dorothea sudah menarik lengannya. "Arabella yang lebih membutuhkan pertolongan mu saat ini! lihat Kaiden sudah banyak orang yang bisa membantu nya. Sedangkan putri ku hanya memiliki ku seorang. Demi persahabatan kita. Tolong bantu Bella Albert."
Membuat Albert kembali bimbang. Tapi apa yang di katakan Dorothea benar. Arabella dan Dorothea seorang diri. Sedangkan Kaiden masih ada Levent dan pengawal Ilaida dan yang lainnya. Akhirnya Albert memilih menggendong Arabella.
Levent pun yang peka, segera mengambil Kaiden dari gendongan Aylin. Dan langsung berlari untuk membawanya ke dokter. Aylin dan yang lain pun langsung mengikuti arah Leven pergi.
Namun saat Aylin melewati Albert yang menggendong Arabella. Aylin tertawa getir. " Kau sudah menentukan pilihan mu Albert. Dan kuharap kau tidak akan kecewa." Kata Aylin, sambil berlalu begitu saja.
Albert mematung sambil menggendong Arabella. Entah kenapa hati nya menjadi gelisah tak menentu. Ada rasa asing yang seolah menghantam dada nya.
Sedangkan Dorothea tersenyum sinis. Tanpa ada yang mengetahui nya. Dia merasa telah menang dari Aylin. Dorothea bertekad kuat, akan terus mengikat Albert di sisi nya, dan tidak akan membiarkan orang lain mengambil Albert dari nya.
*
*
*
Beruntung Kaiden segera di larikan ke rumah sakit. Lengan Kaiden terkilir dan sedikit membengkak. Aylin yang berada di samping ranjang Kaiden terlihat sangat hawatir. Di luar ruangan Ilaida masih terus menangis di dalam gendongan pengasuh nya. Suasana sangat kacau saat ini.
keadaan Kaiden sudah di tangani dokter. Dan dokter berkata tidak ada hal serius yang terjadi, hanya cidera ringan. Karena Kaiden segera di atasi. Sehingga pembengkakan tidak semakin parah. Akhirnya Aylin dapat bernafas lega.
Levent menyentuh pelan pundak Aylin. "Dia sudah tidak apa-apa Aylin. Kaiden anak yang kuat. Dia beruntung bisa memiliki ibu sambung seperti mu. Aku juga tidak menyangka Albert tega mengabaikan putra kandung nya sendiri."
Aylin tersenyum masam."Kau salah Levent , seharusnya akulah yang beruntung memiliki Kaiden di sampingku. Dulu aku banyak salah pada nya.tapi aku sadar Kaiden sama sepertiku, dia sendirian dan kesepian dan tidak di inginkan."
Levent menatap lama wajah sendu Aylin. Semakin lama ia mengenal Aylin. Semakin Levent kagum dengan istri dari sahabatnya ini. Dia begitu dewasa dan kuat. Meski keadaan memaksa nya untuk menyerah. Tanpa ada yang tau Levent menyelidiki semua tentang Aylin.
Awalnya Levent berfikir Aylin sengaja memindahkan Kaiden ke sekolah yang sama dengan Edward karena ingin mendekati nya. Karena Rumor yang beredar bahwa Aylin ini sangat sombong,dan gaya hidup Hedon. Banyak rumor mengatakan Aylin menikah dengan Albert karena harta Albert.
Tapi setelah Levent menyelidiki nya. Ternyata semuanya salah besar. Itu hanya lah pendapat publik saja, yang tidak mengetahui kehidupan Aylin yang sesungguhnya. Aylin terlihat sombong karena tidak ingin terlalu dekat dengan orang lain, akibat penghianatan sang ayah pada ibu kandungnya. jadi Aylin memberontak menjadi pribadi yang tertutup dan anti sosial.
Dan tentang Aylin yang mengejar-ngejar Albert. Levent belum bisa menyimpulkan nya. Tapi Levent rasa Aylin bukan lah tipe wanita materialistis seperti yang di kabarkan. Malahan Levent menilai julukan wanita matre lebih cocok di berikan pada Dorothea.
*
*
*
Albert termenung sendirian di ruang kerjanya. Ada perasaan bersalah yang sangat besar pada Kaiden dan Aylin. Tapi egonya terlalu tinggi untuk mengakui itu. Seseorang telah mengirimkan rekaman cctv kejadian di hotel tersebut. Entah siapa pengirimnya, Albert pun tidak dapat melacak keberadaan orang yang mengirimkan rekaman tersebut.
Albert tidak menyangka Arabella bisa begitu tega memfitnah Kaiden dan Ilaida. Tetapi dirinya yang paling bersalah disini. Seharusnya dia lebih mengutamakan putranya bukan anak dari orang lain. Meskipun dia dan Dorothea sudah berteman sejak kecil.
Langkah kaki terdengar di pendengaran Albert. Dia segera membuka ruang kerjanya sedikit dan dapat ia lihat Aylin yang sedang menggendong Kaiden menuju ke dalam kamar Kaiden. Aylin terlihat sangat kelelahan. Albert ingin mendekat tapi rasa bersalah membuat nya mengurung kan niat nya.
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin