NovelToon NovelToon
TIDAK ADA MAAF

TIDAK ADA MAAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis Ringkas

Kayla selalu menjadi wanita sempurna—cantik, pintar, dan selalu juara sejak kecil. Namun setelah menikah muda dengan pria yang dicintainya, Adrian, hidupnya perlahan berubah. Demi menjadi istri yang baik, Kayla mengorbankan impian, penampilan, dan dirinya sendiri.

Sayangnya, semua pengorbanan itu justru membuat Adrian bosan.

Saat Adrian mulai berselingkuh dengan Bianca, Kayla tetap bertahan… sampai akhirnya ia lelah menjadi satu-satunya orang yang memperjuangkan pernikahan mereka.

Setelah dua tahun penuh luka, Kayla memilih bercerai.

Tak ada yang menyangka bahwa setelah pergi dari Adrian, Kayla kembali bersinar. Ia melanjutkan kuliah, meraih karier impian, dan berubah menjadi wanita yang begitu mempesona.

Di saat Adrian mulai menyesal dan mati-matian ingin mendapatkannya kembali, hadir Julian—CEO muda sekaligus kakak senior kampus yang diam-diam telah lama mencintai Kayla.

Namun hati Kayla sudah terlalu hancur untuk percaya pada cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki yang Mulai Menyesal

Malam semakin larut.

Lampu-lampu gantung di atap kafe itu memancarkan cahaya hangat, memantulkan kilau lembut di wajah-wajah orang-orang yang masih tertawa dan bersorak sambil bernostalgia. Suasana terasa begitu akrab dan ceria.

Namun di tengah keramaian dan kehangatan itu… Adrian justru semakin tidak tenang.

Karena matanya seemakin tertuju pada satu orang saja.

Kayla.

Wanita itu terlihat sangat berbeda malam ini. Bukan hanya karena penampilannya yang anggun dan cantik, bukan hanya karena riasan yang pas di wajahnya. Tapi karena caranya tersenyum.

Senyum itu begitu lepas, begitu tulus, dan begitu bersinar.

Sudah lama sekali Adrian tidak melihat senyum setulus itu di dalam rumah mereka. Sudah lama sekali ia tidak melihat istrinya bahagia tanpa beban seperti ini.

 

“Kayla masih sama ya,” ujar salah satu teman kampus wanita sambil tertawa kecil, memecah obrolan kelompok itu.

“Maksudnya gimana?” tanya yang lain penasaran.

“Kalau ngomong soal akademik, soal kuliah, atau hal yang dia suka… matanya langsung nyala banget. Gak berubah deh pokoknya.”

Semua orang di sana ikut tertawa mendengar ucapan itu. Termasuk Kayla yang hanya tersenyum malu sambil menundukkan wajahnya.

Dan Julian, yang duduk tepat di sebelah wanita itu, hanya memperhatikan Kayla dengan tatapan yang tenang, lekat, dan penuh kekaguman. Tatapan yang terlalu hangat, terlalu dalam, dan terlalu berarti bagi siapa pun yang melihatnya.

Dan Adrian membencinya.

Ia membenci tatapan itu. Membenci cara Julian melihat istrinya seolah wanita itu adalah satu-satunya cahaya di ruangan itu.

 

“Kamu sekarang kerja di mana, Kay? Masih di bidang penelitian atau pindah haluan?” tanya seseorang lagi, membuka topik baru.

Kayla sedikit terdiam. Tangannya meremas ujung gaun pelan.

Karena sebenarnya… sampai saat ini ia belum punya jawaban yang membanggakan. Ia hanya ibu rumah tangga. Ia belum berkarier. Ia belum melakukan apa-apa yang besar.

“Aku masih—”

“Dia lagi siap-siap buat lanjut karier lagi. Mau ambil pendidikan lanjut sekaligus kembali ke dunia riset,” suara Adrian tiba-tiba memotong pelan namun jelas.

Semua orang di meja itu langsung menoleh serentak ke arah Adrian yang baru saja berbicara. Termasuk Kayla sendiri yang terlihat sedikit kaget dan bingung.

Adrian melanjutkan kalimatnya dengan nada tenang, tegas, dan penuh penekanan, seolah sedang menceritakan kebanggaan terbesarnya.

“Kayla dulu kan salah satu yang paling hebat di kampus ini. Bakatnya, kemampuan berpikirnya, semua luar biasa. Sayang banget kalau hal sehebat itu berhenti cuma kayak gitu aja.”

Untuk beberapa detik yang terasa lama… Kayla hanya bisa menatap suaminya dalam diam. Hatinya bergetar hebat.

Karena sudah lama sekali Adrian tidak pernah membanggakannya di depan orang lain. Sudah lama sekali Adrian tidak menganggap kemampuannya itu sesuatu yang berharga.

Dan entah kenapa… hal kecil itu, kalimat pendek itu, membuat dadanya terasa sangat hangat, penuh rasa haru yang tertahan di tenggorokan.

Namun bersamaan dengan itu, Julian yang duduk tidak jauh dari mereka justru terdiam lebih lama. Tatapannya beralih dari Kayla ke arah Adrian.

Karena ia tahu persis: kalimat Adrian tadi bukan sekadar pujian atau basa-basi sopan.

Pria itu mulai sadar nilai Kayla. Pria itu mulai sadar apa yang hampir ia hilangkan selama ini.

 

Acara semakin ramai dan meriah.

Beberapa alumni mulai bergerak maju ke tengah ruangan, saling meminta foto bersama, berkelompok, dan tertawa riang.

Dan tentu saja… Kayla jadi salah satu orang yang paling dicari.

“Kayla sini dulu!”

“Foto bareng dong, jarang ketemu!”

“Ya ampun, kamu makin cantik dan berkilau aja sih!”

Kayla langsung tertawa malu, mengangguk patuh sambil berjalan mendekati teman-temannya.

Sedangkan Adrian berdiri beberapa langkah di belakang, bersandar di tiang penyangga, sambil memperhatikan semuanya dalam diam.

Dan untuk pertama kalinya malam itu… ia benar-benar melihat sesuatu yang selama ini ia abaikan, sesuatu yang selama ini ia anggap biasa saja:

Istrinya memang bersinar.

Sangat bersinar. Dan yang paling menyakitkan… ia bisa bersinar begitu terang bahkan tanpa dirinya.

 

“Kamu beruntung banget sih, Mas,” ucap salah satu pria yang berdiri di dekat Adrian tiba-tiba sambil tertawa kecil, menyikut lengan Adrian pelan.

Adrian sedikit menoleh dengan dahi berkerut bingung. “Maksudnya?”

“Bisa dapetin Kayla Ardelia lho. Dulu banyak banget yang naksir, banyak banget yang pengen deketin, tapi semuanya ditolak halus.”

Pria itu melirik sekilas ke arah Julian yang sedang berdiri agak jauh, lalu tersenyum kecil penuh makna.

“Apalagi sama salah satu senior terkenal itu lho. Katanya dulu ada yang nungguin dia lama banget.”

Kalimat itu langsung membuat Adrian menegang kecil di tempat. Urat di lehernya sedikit menonjol.

Tatapannya otomatis mencari sosok Julian.

Dan pria itu… hanya berdiri diam sambil tersenyum tipis. Senyum yang tidak menyangkal apa pun. Senyum yang seolah mengiyakan semua dugaan itu.

Dada Adrian langsung terasa panas. Ada rasa sesak dan marah yang bercampur aduk menjadi satu.

 

Tak lama kemudian, musik dengan irama yang lebih pelan dan romantis mulai diputar. Alunan melodinya terdengar lembut memenuhi seluruh ruangan.

Beberapa pasangan muda atau teman lama mulai maju ke area kecil kosong di dekat tengah atap itu.

“Dansa! Dansa dong!”

“Ayo yang jomblo cari pasangan, yang berpasangan makin lengket aja!”

Orang-orang mulai bersorak menggoda satu sama lain dengan suara riuh.

Kayla yang sedang minum air langsung tertawa kecil sambil menggeleng kuat-kuat. “Nggak banget deh, aku mah jadi penonton aja.”

Namun seseorang tiba-tiba mendorong punggung Julian pelan ke arah Kayla.

“Julian tuh dari dulu nggak pernah mau dansa sama siapa pun! Kecuali sama orang tertentu aja lho!”

“WOYYYY! Asikkk!”

Suasana langsung makin ramai oleh tawa dan sorakan jahil.

Kayla ikut tertawa malu sampai menutup wajahnya dengan tangan.

Sedangkan Adrian… rahangnya perlahan mengeras lagi. Giginya bergemeretak pelan.

Karena untuk pertama kalinya… ia sadar satu hal besar yang membuatnya makin gelisah:

Julian mungkin sudah menyukai Kayla sejak lama. Mungkin bahkan sejak sebelum mereka menikah. Dan perasaan itu tidak pernah hilang.

 

“Kayla.”

Adrian tiba-tiba berjalan maju dan berdiri tepat di depan istrinya, memotong kerumunan orang yang menggoda itu.

“Hm?” Kayla menoleh kaget.

“Ayo dansa sama aku.”

Kayla langsung membeku kecil di tempat. Matanya membelalak tak percaya.

Karena sudah sangat lama Adrian tidak pernah melakukan hal seperti ini. Hal yang romantis, hal yang manis, hal yang dilakukan pasangan kekasih. Bahkan saat awal-awal menikah pun, momen seperti ini sangat jarang terjadi.

“Kamu bisa dansa?” godanya kecil berusaha mencairkan suasana, meski jantungnya sudah berdegup kencang.

Adrian mengangkat sebelah alisnya dengan percaya diri. “Cuma sama istri sendiri aku bisa.”

Sorakan dan tepuk tangan langsung terdengar riuh dari sekitar mereka.

Dan sebelum Kayla sempat menolak atau memberi jawaban apa pun, Adrian sudah menggenggam tangan wanita itu pelan namun tegas.

Genggaman itu hangat. Genggaman itu kuat.

Seolah pria itu sedang mengatakan sesuatu tanpa kata-kata, sesuatu yang ingin didengar semua orang di sana: Dia istriku. Milikku.

 

Di bawah kerlap-kerlip lampu kota dan langit malam yang bersih itu, Adrian memeluk pinggang Kayla perlahan saat musik lembut terus mengalun. Gerakan mereka pelan dan sederhana, mengikuti irama lagu.

Kayla sedikit gugup. Tubuhnya kaku. Jantungnya berdetak cepat sekali sampai ia takut Adrian bisa mendengarnya.

Karena kedekatan seperti ini sudah terlalu lama hilang dari hubungan mereka. Rasanya asing namun begitu dirindukan.

“Aku nggak nyangka kamu bakal ikut-ikutan beginian,” bisik Kayla pelan, memecah keheningan di antara mereka berdua.

Adrian menatap lekat-lekat wajah istrinya beberapa detik, meneliti setiap sudut wajah yang sangat ia cintai itu.

Lalu menjawab dengan suara lirih, rendah, dan penuh rasa sesal yang mendalam,

“Aku juga nggak nyangka bakal sedemikian rupa takut kehilangan kamu, Kay.”

1
falea sezi
laki serakah dikira pusat dunia istrimu cm. kamu🤣 wahai tukang selingkuh
Agus Tina
Baru sadar kau Adrian, memang orang akan selalu menggebu2 ketika mengejar sesuatu tapi akan lupa setelah mendapatkannya, bahkan terkadang malah menyia2kan yg sudah m3njadi miliknya bahkan ada yg berusaha untuk menggapai lagi sesuatu yg berbeda ...
Agus Tina
Ceritanya bagus ...
Titien Prawiro
Tinggal kabur sono k Luar Negri biar suamimu klabakkan. apa mungkin tambah senang klo kamu tinggal.
wiwi: sabar sabar🤭
total 1 replies
Titien Prawiro
Balas omongan Suamimu Kayla, kamu juga jgn dekat2 sama Bianca
wiwi: iya kak🤣
total 1 replies
Uthie
Penasaran bagaimana keputusan Kayla . apakah akan tetap mempertahankan.... atau kah.. melepaskan 😏😏😏😏
wiwi: ikuti terus yah Kak, ini update tiap hari kok
total 1 replies
Uthie
Laki egois 😡
harus nya lebih banyak lagi tadi di balikin kata-kata soal kedekatan antara laki dan perempuan kepada si Adrian yg kemarin dia lebih parah deketnya sama si ulet Bianca itu 😡😡👍
Titien Prawiro
Kasih gebrak kan untuk Kayla thor, melawan Adrian gitu atau diemin jgn diajak bicara. meremehkan istri penurut.
Titien Prawiro
Kamu masih muda Kayla, sebelum terlambat mending selidiki suamimu, kalau dia selingkuh lepaskan, dan raihlah cita2mu. jgn mengharap suami gk jujur.
Titien Prawiro
Lelaki klo sdh berubah pasti ada sesuatu. gercep gitu lho.
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
Titien Prawiro
Selidiki jgn lemot gitu, nanti menyesal.
wiwi: makasih udah mampir🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
Kalau aku suami seperti itu diemin saja, jgn diladeni apapun itu sarapan minum bahkan jgn diajak bicara, diamkan saja. pengumuman tahu reaksinya.
Titien Prawiro: pengin tahu kok jadi tulisan bisa pengumuman.
total 1 replies
Titien Prawiro
coba selidiki, cobalah intai di kantornya, atau sewa detektif swasta, biar lekas tahu kelakuan suamimu. punya perempuan lagi.
falea sezi
bukti uda ada ss sebagai bukti cerai🤣
falea sezi
cerai aja kay laki mu paleng jg selingkuh
wiwi: iya nih kak🤭
total 1 replies
Agus Tina
Mampir dan di awal cerita bagus ... lanjjut
Uthie
lanjuuttttt lagiiiii Thor 🔥🔥🔥
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
Uthie
Kadang seseorang itu gak nyadar, kalau diri nya juga melakukan hal yg sama😡

dan saat hal tsb di lakukan oleh pasangan nya, dia gak terima..dan merasa sakit!!
tapi sebenarnya jauhh sebelumnya, dia sendiri melakukan hal tsb jauhhh lebih menyakitkan 😡😡
wiwi: betul banget itu kak😄
total 1 replies
Santi Seminar
kesuwen
wiwi: makasih udah mampir kak😍
total 1 replies
Uthie
Ayooo Kayyy... lebih tegas ambil langkah mu 💪😡

biar si Adrian benar2 sadar dia...bahwa telah menyia-nyiakan cinta tulus dan pengabdian kamu selama menjadi istrinya 💪😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!