NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Setelah kejadian malam mencekam itu, seluruh negeri diguncang kekacauan. Kaisar mengeluarkan dekrit kerajaan, memerintahkan seluruh pejabat dan pasukan untuk menyelidiki setiap sudut kota, bahkan sampai ke pelosok desa.

Orang-orang yang dicurigai ditangkap, diinterogasi dengan cara kejam, dan banyak yang harus menanggung hukuman meskipun tidak bersalah. Suasana menjadi mencekam, orang-orang takut bicara sembarangan, seolah setiap dinding punya telinga.

Namun di tengah kegelisahan itu, ada satu orang yang hidup dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

Shen Yu kembali ke rumahnya yang sederhana namun nyaman di pinggiran kota, jauh dari hiruk-pikuk istana dan pasukan kerajaan.

Baginya, masalah percobaan pembunuhan itu bukanlah urusannya. Ia hanya bertindak karena tidak tahan melihat orang lain dibunuh dengan kejam di depan matanya. Itu saja. Setelah kejahatan dihentikan, tugasnya selesai.

Hari-harinya berjalan seperti biasa. Pagi-pagi ia bangun, memasak makanan lezat dengan bahan-bahan segar yang ia ambil dari supermarket miliknya.Ia suka memasak sendiri—sup ayam rempah, ikan bakar dengan bumbu khusus, atau sayuran tumis yang renyah.

Saat makan, ia menikmati setiap suapan dengan tenang, tanpa memikirkan siapa yang sedang diburu atau siapa yang sedang merencanakan kejahatan baru.

Setelah makan, ia akan duduk di teras sambil membaca buku. Buku sejarah, cerita perjalanan, sampai tulisan tentang ilmu pengobatan—semua ia baca dengan santai, sesekali tertawa atau mengangguk setuju dengan apa yang tertulis.

Kadang ia juga melatih gerakan tubuh atau membersihkan ketapel besi yang masih dia simpan untuk berjaga-jaga.

Siang sampai sore ia sering berjalan-jalan ke sungai atau hutan kecil di dekat rumah, memancing atau hanya duduk melihat air mengalir.

Malamnya ia tidur nyenyak, tidak terganggu oleh mimpi buruk atau rasa khawatir. Ia tidak peduli jika Kaisar menghabiskan banyak tenaga dan emas untuk mencari dalang kejahatan itu. Ia juga tidak peduli apakah kebenaran akan terungkap atau selamanya tersembunyi.

Suatu hari, saat ia sedang makan mie panas di warung kecil, ia mendengar orang-orang di sekitarnya berbicara:

"Kabarnya Kaisar sudah menangkap lebih dari seratus orang, tapi masih tidak ada yang mengaku!"

"Katanya dalangnya orang yang sangat berkuasa, berani sampai membunuh bawahannya sendiri supaya tidak ketahuan!"

"Benar-benar dunia yang kacau, siapa yang berani melindungi kita kalau bahkan Putra Mahkota pun bisa diserang?"

Shen Yu hanya mendengar sambil mengunyah makanan, lalu membayar dan pergi.

Tidak ada sedikit pun rasa tertarik atau ingin membantu. Ia sudah melakukan apa yang menurutnya benar. Sisanya, biarlah menjadi urusan mereka yang memegang kekuasaan.

Hidupnya tetap berjalan santai, seperti air sungai yang mengalir tanpa terganggu oleh badai yang terjadi di tempat lain.

Di tengah hiruk-pikuk kota ibu kota yang kini masih diliputi ketegangan akibat insiden penyerangan Putra Mahkota, ada satu orang yang hidupnya berjalan bagaikan air tenang di tengah badai.

Shen Yu, seorang penjelajah waktu yang datang dari masa beribu tahun ke depan, telah menetap di zaman Dinasti ini selama beberapa waktu.

Ia membawa serta sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun: sebuah ruang penyimpanan dimensi yang isinya persis seperti sebuah supermarket lengkap. Mulai dari makanan, minuman, barang elektronik, alat rumah tangga, hingga bahan-bahan langka, semuanya tersedia di sana.

Namun meskipun memiliki segalanya, karakter aslinya tidak pernah berubah. Ia adalah orang yang sangat mencintai uang, bahkan bisa dibilang agak pelit, dan hasrat terbesarnya hanyalah hidup santai, bermalas-malasan sepuas hati, tanpa perlu memikirkan urusan orang lain atau masalah negara.

Beruntungnya, otak cerdasnya dan barang-barang unik dari masa depan membuatnya cepat kaya. Dua kali ia mengadakan lelang, menjual kelereng kaca bening yang berkilau bagaikan permata. Bagi orang zaman ini, benda itu adalah harta langka yang tak ternilai.

Setiap butirnya laku terjual dengan harga ribuan tael, membuat kekayaannya terus menumpuk.

Sekarang, saldo uangnya telah mencapai 63.000 tael emas—jumlah yang cukup untuk membuatnya hidup mewah selama tujuh turunan sekalipun.

Meski sudah punya uang sebanyak itu, Shen Yu bukan tipe orang yang boros atau membuang-buang harta. Ia tetap hidup hemat dan wajar. Makan tetap porsi cukup, pakaian tidak perlu terbuat dari sutra termahal, dan barang-barang yang dibeli hanya yang benar-benar dibutuhkan.

Baginya, melihat angka kekayaannya terus bertambah jauh lebih menyenangkan daripada menghamburkannya untuk hal-hal sia-sia.

Pagi ini, cuaca cerah dan angin berhembus sejuk—hari yang sempurna untuk bermalas-malasan. Namun karena ada urusan yang bisa menghasilkan uang, Shen Yu rela keluar dari rumahnya yang nyaman.

Tujuannya adalah Bao Qing Tang, tempat pegadaian sekaligus pusat perdagangan barang berharga dan bahan dagang paling terpercaya di kota.

Begitu ia melangkah masuk, para petugas yang sedang melayani pelanggan lain langsung menghentikan pekerjaannya. Wajah mereka berseri-seri, menyambutnya dengan sikap sangat hormat dan penuh rasa takzim.

"Selamat datang, Tuan Shen! Silakan masuk, silakan masuk!" seru kepala petugas sambil membungkuk dalam-dalam.

Reputasi Shen Yu sebagai pemilik barang-barang ajaib dan berharga sudah tersebar luas. Setiap kali ia datang, pasti ada barang baru yang bisa mendatangkan keuntungan besar bagi toko itu.

Ia langsung diantar melewati lorong khusus, menaiki tangga kayu yang rapi, menuju ruang kerja pribadi pemilik toko yang berada di lantai atas.

Begitu pintu dibuka, terlihat seorang pria 30 han dengan pakaian yang rapi dan berwibawa sedang duduk di balik meja besar. Itu adalah Tuan Zhao, pemilik Bao Qing Tang yang juga termasuk salah satu saudagar terkaya di ibu kota.

Begitu melihat sosok Shen Yu muncul di ambang pintu, wajah Tuan Zhao segera berubah cerah. Ia berdiri cepat dan berjalan menyambutnya dengan senyum yang sangat menyanjung, sampai matanya menyipit seperti bulan sabit.

"Wah, Tuan Shen! Lama tidak berkunjung, kami sampai rindu berat! Apakah kali ini Tuan membawa barang baru lagi yang bisa membuat kami tercengang?" tanyanya ramah, suaranya terdengar manis bagaikan madu.

Shen Yu hanya tersenyum tipis di balik topeng berbentuk kepala rubah yang selalu ia pakai saat bertransaksi penting. Topeng itu membuatnya terlihat misterius, namun juga membuat senyum kecilnya terasa lebih sulit ditebak maknanya.

Tanpa banyak bicara, ia melangkah mendekati meja, lalu mengeluarkan sebuah wadah keramik kecil berwarna putih polos dari dalam lengan bajunya. Dengan gerakan santai, ia meletakkannya tepat di tengah meja, di hadapan Tuan Zhao.

"Lihat saja dulu," ucap Shen Yu dengan nada datar namun penuh keyakinan.

Tuan Zhao segera membuka tutup wadah itu dengan hati-hati. Begitu isinya terlihat jelas, matanya langsung membelalak lebar, napasnya tertahan sejenak.

Di dalamnya terdapat butiran-butiran garam yang sangat halus, bersih, dan berwarna putih bersih seperti salju.

Tidak ada kotoran, tidak ada pasir, bahkan kilauannya di bawah cahaya lampu membuatnya terlihat lebih murni dibandingkan garam terbaik yang diproduksi oleh istana sekalipun.

Ini adalah garam meja biasa yang Shen Yu ambil begitu saja dari rak supermarket di ruang penyimpanannya. Namun di zaman ini, garam halus semurni ini adalah barang mewah yang harganya bisa melambung tinggi.

Tuan Zhao menatap garam itu, lalu menatap kembali sosok Shen Yu yang sedang bersandar santai di kursi, dan dalam hatinya ia berteriak: Pria ini benar-benar sumber emas berjalan!

Shen Yu segera menentukan harganya.

Tuan Zhao terkejut."5 tael perak per gram? Itu harga yang jauh lebih tinggi dari garam biasa yang dijual di pasar umum, Tuan Shen?"

Shen Yu tersenyum tipis, lalu menunjuk ke arah wadah berisi garam halus di hadapan mereka. "Tuan Zhao dapat melihat sendiri kualitasnya. Butirannya jauh lebih halus dan bersih tanpa kotoran apapun, rasanya juga lebih gurih dan tidak meninggalkan rasa pahit seperti garam kebanyakan. Selain itu, proses pembuatannya juga memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit."

Ia kemudian melanjutkan, "Jika dihitung seluruh isinya, wadah ini berisi 500 gram. Maka total harganya mencapai 2.500 tael per wadah."

Tuan Zhao terdiam sejenak, menghitung-hitung dalam hati. Meskipun harganya mahal, ia tahu barang berkualitas seperti ini akan banyak dicari oleh keluarga bangsawan dan pedagang kaya di ibukota.

"Baiklah, saya paham. Kalau saya membeli dalam jumlah banyak, apakah ada kemungkinan untuk mendapatkan potonga harga?"

Shen Yu menggeleng perlahan, suara santai namun tegas terdengar dari balik topeng rubahnya.

"Maaf kali ini cuma ada satu wadah ini saja, belum tahu kapan bisa dapat lagi."

Mendengar jawaban itu, wajah Tuan Zhao langsung terlihat agak kecewa. Ia sudah berharap bisa membeli dalam jumlah banyak untuk dipasarkan secara eksklusif, tapi ternyata harapannya harus pupus seketika.

Namun di sisi lain, ia juga sadar betul bahwa barang seunik ini memang tidak akan pernah tersedia dalam jumlah banyak.

Ia kembali menatap isi wadah itu dengan pandangan tak lepas. Sebagai saudagar yang sudah bertahun-tahun bergerak di bidang perdagangan bahan makanan, ia tahu persis kualitas garam yang beredar di pasaran.

Garam terbaik yang bisa didapat dengan susah payah saja dijual dengan harga 500 tael perak per kilogram, tapi itu pun masih kasar, banyak mengandung pasir dan kotoran, serta memiliki rasa pahit yang cukup mengganggu.

Sedangkan garam yang ada di hadapannya sekarang? Butirannya sehalus bedak, warnanya putih bersih seperti salju, tidak ada satu pun kotoran yang terlihat.

Bahkan saat ia mendekatkan hidungnya, tercium aroma segar tanpa bau amis atau tanah seperti garam biasa. Ini jelas berada di kelas yang berbeda, bahkan melebihi garam yang dipakai di dapur istana sekalipun.

Tuan Zhao menghela napas pendek, lalu tersenyum kembali dengan pandangan yang sudah yakin.

"Baiklah, Tuan Shen. Saya setuju dengan harga yang Tuan tawarkan. 5 tael per gram, 500 gram totalnya jadi 2.500 tael perak Barang seberkualitas ini memang sepadan dengan harganya, bahkan bisa dibilang masih murah jika dibandingkan nilainya."

Tanpa menunda waktu, ia segera memanggil pelayan ke luar ruangan. "Cepat ambil uang tunai 2.500 tael perak susun rapi dalam kotak kayu khusus! Dan pastikan uangnya dalam kondisi baik!"

Beberapa menit kemudian, seorang pelayan datang membawa kotak kayu berukuran sedang yang terbuat dari kayu cendana, dihiasi ukiran halus. Tuan Zhao membuka tutupnya, memperlihatkan tumpukan uang perak dan beberapa lembar surat berharga yang jumlahnya pas sesuai kesepakatan.

"Silakan periksa jumlahnya, Tuan Shen. Semuanya sudah lengkap."

Shen Yu melirik sekilas saja, lalu mengangguk santai. Baginya, uang ini hanya akan ditambahkan ke dalam catatan kekayaannya yang sekarang sudah mencapai 65.500 tael emas—jumlah yang cukup membuatnya bisa bermalas-malasan sepuasnya sampai kapan pun.

Ia memasukkan kotak uang itu ke dalam ruang penyimpanannya dengan gerakan yang tak terlihat oleh siapa pun, lalu berdiri bersiap pulang.

"Kalau begitu saya pamit dulu, Tuan Zhao. Sampai jumpa lain waktu kalau ada barang baru lagi."

"Silakan, Tuan Shen! Jangan lupa kunjungi kami lagi!" seru Tuan Zhao dengan senyum lebar, meski hatinya masih sedikit kecewa karena tidak bisa membeli dalam jumlah banyak.

1
Ribka Pratisia
😍
T28J
like dan hadiahnya kakak👍
Ribka Pratisia
kok end Thor 🥲
Ribka Pratisia: oke😍😍
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!