Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
Di sebuah kamar, seorang wanita paruh baya sedang duduk di depan meja kerja nya. Wajah wanita paruh baya itu, terlihat begitu kelelahan. Dengan banyak nya tumpukan berkas berkas perusahaan yang menggunung menumpuk di depan mata nya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Teriak wanita paruh baya itu.
Ceklek
Pintu kamar nya pun terbuka.
"Bu, ini ada 20 berkas lagi yang harus ibu tanda tangani."
"Apakah sebanyak ini Nara?" Tanya wanita paruh baya itu, pada Asisten pribadi nya yang bernama Nala.
Wanita paruh baya itu adalah Julia Wayne, ibu kandung Halton Felix Wayne, tokoh utama kita.
Helaan nafas panjang keluar dari hidung Julia, kala menatap tumpukan berkas berkas yang ada di atas meja, lalu beralih menatap tumpukan berkas baru yang ada di kedua tangan asisten pribadi nya.
"Iya, dan semua ini harus selesai sebelum jam 6 petang Bu. Karena saya dan juga Reno akan membagi tugas untuk segera mengirim kan berkas berkas ini ke masing masing perusahaan milik pak Halton." Nala tampak meletak kan berkas berkas yang ada di kedua tangan nya ke atas meja kerja boss nya.
"Dimana Reno sekarang?" Tanya Julia. Karena mata nya benar benar sudah lelah. Bahkan dia merasa keriput di wajah nya bertambah efek kelelahan, banyak pikiran dan juga kurang tidur.
"Dia sedang mengambil beberapa berkas berkas lanjutan yang harus ibu tanda tangani." Ucap Nala dengan nada datar.
'Astaga, masih sebanyak itu. Padahal dalam satu berkas, setidak nya membutuh kan 5 lebih tanda tangan.' Batin Julia dari dalam hati nya.
"Nala tolong pijat kepala ku sebentar, aku benar benar sudah tidur selama dua hari." Ucap Julia dengan nada datar. Tapi Julia benar benar sudah tidak bisa menyembunyikan rasa lelah yang kini memang benar benar sedang mendera nya.
Biasa nya Reno lah yang memijat diri nya. Tapi karena Reno sedang pergi. Dan hanya Nala yang kini berada di dekat nya.
"Ba - baik Bu," Ucap Naa dengan nada terbata bata, karena sejak kedekatan nya dengan Felix ketahuan oleh ibu nya Felix , Julia seakan menjaga jarak dengan asisten pribadi nya itu.
Padahal sebelum Julia tahu jika Felix pernah cinta mati ke Nala. Julia nampak begitu dekat dengan Nala.
Kini Nala memijat boss nya itu dengan lembut, bahkan Julia terlihat bersendawa berkali kali. Karena keenakan mendapat kan sebuah pijatan.
"Sudah Nala, terima kasih banyak. Sekarang lebih baik kamu keluar dari sini. Saya akan melanjut kan pekerjaan saya!" Dengan wajah datar. Julia mengusir asisten pribadi nya itu dengan cara yang halus.
"Ba - baik bu, kalau begitu saya permisi untuk keluar dari sini!" Pamit Nala sembari membungkuk kan badan nya, untuk memberi penghormatan pada boss nya.
'Semoga hati ibu, bisa terbuka kembali untuk saya. Karena bukan saya yang membuat Felix berubah menjadi pribadi yang kejam dan angkuh sebelum kecelakaan menimpa nya.' Batin Nala dalam hati nya.
Karena Felix berubah menjadi tukang minum dan sosok yang angkuh bahkan kejam, setelah dia menolak cinta yang Felix ucapkan ke pada nya.
Julia yang benar benar tidak kuat, akhir nya memilih meminum suplemen kesehatan. Agar otak nya yang lelah bisa kembali normal, dan mata nya bisa kembali terjaga. Karena saking ngantuk nya mata nya sampai sangat sulit untuk terbuka bahkan Air mata jug membasahi ke dua pipi Julia.
Akhir nya Julia mengambil suplemen yang ada di dalam laci yang ada di meja kerja nya. Sebuah suplemen yang 6 bulan lalu dia tinggal kan. Lalu dia mengambil sebuah foto yang ada di dalam laci milik nya.
Setelah meminum suplemen kesehatan itu, dia memperhatikan sebuah foto yang ada di tangan nya dengan intens. Air mata pun luruh dari ke dua mata nya.
Julia bahkan meletak kan foto itu di atas dada nya, rasa nya hati Julia begitu sakit dan pedih. Jika teringat peristiwa naas yang menimpa keluarga nya 10 tahun silam. Kala Felix masih berumur 15 tahun.
"Maaf kan aku Mas, aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik. Dia masih belum tahu fakta yang sebenar nya atas kematian mu, dan masih menganggap ku dalang dari semua ini. Bahkan aku juga bukan seorang ibu yang baik, sampai tidak bisa berbuat apa apa saat anak kita menjadi seorang pecandu alkohol. Sampai menyebab kan kecelakaan beruntun bahkan banyak meninggal kan korban Jiwa.
Tapi aku berjanji aku akan menyadarkan anak kita agar kembali ke jalan yang benar, saat dia sudah sehat dan kembali normal. Tolong bantu aku mas, doakan aku dari surga agar anak kita bisa segera sembuh dan kembali menjadi normal seperti orang dewasa pada umum nya." Ucap Julia pada foto yang ada di tangan nya.
Begini lah sosok Julia yang terkenal dingin dan juga kejam kepada para pesaing bisnis nya. Tapi nyata nya dia juga seorang wanita yang bisa sedih kala hati nya sedang sakit. Bisa merasakan sakit, saat tubuh nya benar benar kelelahan.
Dia juga wanita biasa yang lemah dan butuh sosok untuk mencurahkan isi hati nya. Tapi Julia bingung, Dia harus mencurahkan isi hati nya itu pada siapa. Buka nya dia tidak punya teman, tapi dia terlalu takut jika curhatan nya malah akan jadi bumerang untuk nya kelak.
Karena di dunia ini banyak sekali musuh dalam selimut.
Setelah hati nya benar benar merasa lega, Julia pun melanjut kan pekerjaan nya kembali. Tanpa Julia sadari, dari jauh Nala mendengar apa yang barusan Julia kata kan.