Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 33.
Pada saat Victoria bergumam pelan pada dirinya sendiri, namun tidak sengaja ucapannya didengar oleh pemilik kedai asesoris tersebut lalu dengan tatapan tenang menjawab apa yang diucapkan nona didepannya.
"Kejadian seperti ini sering kali terjadi disekitar sini nona, apakah nona baru pertama kali datang ketempat ini?."ujar wanita itu yang merupakan pedagang asesoris tersebut
Mendengar suara dari arah belakangnya, Victoria menolehkan wajahnya kebelakang untuk melihat. Ketika wanita pemilik kedai kecil asesoris ini bicara, Victoria mulai penasaran dan kemudian bertanya tanpa raguan.
"Ah, sebenarnya saya juga tinggal disekitar sini, tapi sama sekali tidak tahu. Memangnya ada masalah apa sampai lima pria itu mengejar dia?."tanya Victoria dengan sopan untuk menghilangkan rasa penasarannya
Arah tatapan wanita pemilik kedai memandangi penampilan wanita muda dihadapannya, jika dilihat wanita ini cukup cantik dan anggun. Mungkinkah dia adalah orang terhormat atau termasuk dari keluarga kaya.
Akan tetapi dia sama sekali tidak mementingkan penampilan wanita ini, jadi dengan sopan dan ramah dia pun menjelaskan kejadian yang sering terjadi ditempat ini.
"Mungkin pria itu berani melawan ketika diperjualkan secara ilegal, sebelumnya pria itu sering kali melarikan diri dan terus menerus ditangkap oleh mereka dan ini keempat kalinya pria itu melarikan diri dan dikejar oleh mereka lagi."jawab wanita itu dengan nada kasihan dan turut sedih
"Maksut anda, jadi pria itu adalah budak?."ucap Victoria dengan bingung tetapi mengerti ucapan wanita didepannya
"Benar nona, tidak jauh dari sini ada sebuah tempat dimana manusia dijadikan budak dan pesuruh tanpa dibayar setelah dibeli oleh orang yang membelinya."ujar wanita itu memberitahu dari apa yang dia ketahui
"Sungguh kejam sekali mereka memperjualkan manusia dan memanfaatkan mereka demi uang!."ujar Victoria dengan ekspresi terkejut dan syok ketika mengetahui bahwa dunia dijaman ini juga sama seperti tempat didunianya saat itu
Saat mendengar wanita muda didepannya terlihat merasa marah dengan apa yang dia katakan. Wanita itu mengedipkan matanya beberapa kali, lalu dengan penuh perhatian menasehati wanita itu untuk tidak ikut campur.
"Sebaiknya nona jangan ikut terlibat dalam masalah ini, karena siapa pun yang berani membantu maka mereka tidak akan segan untuk membunuh atau menyiksa siapapun yang membantu salah satu budak milik mereka."ujar wanita itu dengan baik menasehati dan memperingatkan wanita ini untuk tidak ikut campur dengan orang-orang itu
Saat Victoria mendengarkan nasehat dari wanita didepannya, dengan ekspresi santai Victoria tertawa pelan sama sekali tidak tertarik dengan ucapan wanita itu.
Lagipula untuk apa dia harus terlibat, dia sama sekali tidak tertarik untuk ikut campur urusan orang lain. Apalagi jika tidak ada urusannya, meskipun dia sangat kesal didalam hatinya tapi dia bisa apa?.
"Terimakasih atas nasehatnya, lagipula saya sama sekali tidak tertarik untuk ikut campur juga!."jawab Victoria dengan acuh nada suaranya rendah dan tertawa pelan
Wanita itu tersenyum lega ketika wanita ini lebih memilih diam daripada melawan mereka yang sangat berbahaya.
Bahkan dirinya sendiri pun berniat ingin membantu karena kasihan namun ketika mengetahui ancaman itu dirinya menjadi mulai berpikir dengan matang-matang jika ingin hidup tenang.
Setelah mereka berhenti membicarakan tentang pria yang sedang dikejar itu. Victoria memutuskan membeli gelang berwarna kuning dengan motif bunga disekitar gelang.
Dengan uang yang dia miliki Victoria langsung membayar gelang yang ingin dia beli, setelah itu dia juga membeli manisan dan kue kering yang dia sukai kini telah ada disatu kantong besar.
"Senangnya bisa beli makanan dijaman ini, semuanya terlihat enak sampai aku ingin membeli semuanya, tapi karena uangku sudah habis. Hari ini segini dulu kapan-kapan bisa beli lagi dilain waktu, sekarang waktunya pulang."ujar Victoria dengan wajah senang sambil membawa kantong besar berisi kue kering dan camilan yang dibeli
Kemudian Victoria pun memutuskan untuk kembali kekediaman, dan kembali masuk melewati jalan yang sama. Tidak butuh waktu lama Victoria telah berhasil masuk kedalam kamarnya tanpa diketahui oleh penjaga yang kebetulan sedang kosong.
Sambil berjalan mengendap-endap Victoria masuk kedalam kamar juga mengunci kamar dari dalam. Dia mulai membuka apa yang dia beli hari ini diatas meja, lalu dengan ekspresi puas dan senang langsung menyantap dengan lahap.
"Hmm..., pudingnya enak sekali!."seru Victoria tersenyum senang raut wajahnya menjadi cerah dan sangat menyukai puding dijaman ini
"Wah! Kue kering ini lezat juga dan tidak membuat tenggorokan kering sama sekali. Tidak sia-sia aku membeli semua ini semuanya enak dan lezat-lezat!."seru Victoria lagi menatap semua camilan diatas meja dengan kedua mata berbinar riang
Disaat Victoria sedang asik makan tanpa dia sadari ada seseorang yang sedang mengawasi Victoria ditempat persembunyian seorang itu. Diam-diam orang itu menelan ludah ketika memperhatikan seorang wanita yang sedang makan apa yang ada diatas meja didepan matanya.
Ketika Victoria merasa sedang diawasi oleh seseorang, dia menghentikan tangannya untuk memasukkan kue kedalam mulutnya. Arah pandangannya sontak tertuju pada tempat pemandian yang ada disamping ruang ini.
Pada saat dia mengarahkan pandangnya kearah pemandian, sejenak Victoria merasakan bahwa ada yang sedang memperhatikannya sedari tadi.
Tapi pada saat Victoria berniat ingin memeriksa, suara Reyna sontak mengejutkan Victoria dari keseriusannya ketika merasa ada seseorang masuk kedalam kamarnya.
"Nona, nyonya meminta nona untuk segera datang keruang makan."ucap Reyna sambil mengetuk pintu ketika tahu bahwa nona mengunci kamar dari dalam
Arah tatapan Victoria langsung tertuju kearah pintu, lalu dengan cepat menjawab sambil beranjak dari duduknya.
"Baiklah, aku akan segera kesana!."jawab Victoria berteriak lalu bergegas pergi meninggalkan camilan diatas meja