Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Opa Macan Gabut To The Max
Kediaman keluarga Reeves
Valentino dan Katya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat tahu ayahnya yang sudah membuat keputusan menyamar di Harmoni Life. Rina hanya tertawa melihat putra sulungnya uring-uringan.
"Sudah, tidak apa-apa. Juliet juga marah-marah tapi mau gimana. Tahu sendiri kan kalau Papamu sudah punya karep dan tidak bisa dibelokkan? Daripada gabut dan ribut kenapa mangganya belum berbuah," senyum Rina sambil memangku Aleksei yang tidur dengan nyenyak.
"Aku tinggal ke Madrid empat hari saja, sudah ada gebrakannya. Ampun deh!" gerutu Valentino. "Pak Macan nggak sendiri kan?"
"Nggak. Sama Jarot juga. Papamu mendrama punya uang banyak tapi malas bersama dengan anak dan cucunya. Jadi dia memilih bersama asistennya," jawab Rina.
Valentino menyipitkan matanya. "Itu bukan drama tapi memang punya uang banyak!" cebiknya sebal.
Kaivan dan Anastasia cekikikan melihat ayah dan ayah mertuanya ngedumel. Katya lebih sibuk mengelus punggung suaminya karena tahu, Valentino paling khawatir kalau Hoshi kenapa-kenapa. Terlepas Valentino dan Hoshi sering ribut unfaedah, tapi keduanya saling care satu sama lain.
"Kai, kamu kok tidak melarang Opa kamu sih?" Valentino menoleh ke arah putranya.
"Yah, macam Pak V tidak tahu saja kalau Opa sudah punya karep itu gimana?" balas Kaivan cuek.
Valentino menghela nafas panjang. "Iya ya ... Kalau tantrum repot!"
"Masa harus bawa Eyang Bima? Bisa-bisa gelut tuh dua aki-aki," gelak Kaivan.
"Haddeehhhhh! Pusing aku!" Valentino pun berdiri dan berjalan menuju dapur.
"Kamu mau ngapain V?" tanya Katya.
"Bikin Indomie!"
***
Kamar Hoshi
"Ya ampun Mas Hoshi, gabut?" kekeh Benjiro Smith saat Paramudya menghubungi dirinya lewat Macbook yang dibawanya.
"Gabut bin gemas aku, Benji!" jawab Paramudya sambil cemberut. "Kok bisa ada dokter jagal begitu!"
"Mas, ingat, dua cucu perempuan kita apa kabar?" Benjiro Smith tersenyum sambil minum air putih. Pendiri perusahaan teknologi Jang Corp bersama Jang Geun Moon, istrinya, memang dalam kondisi tidak terlalu sehat. Benjiro harus pensiun dari perusahaannya karena sakit jantung yang diidapnya.
Jang Corp sekarang dipegang anak mereka, Giordano Smith yang memiliki satu anak tapi berkebutuhan khusus bernama Favian. Meskipun Favian autisme, tapi dia mewarisi kecerdasan otak ayah dan ibunya yang seorang dosen statistik. Giordano dan istrinya memberikan metode matematika agar Favian fokus.
"Apa kamu memikirkan sesuatu, Ben?" tanya Paramudya.
"Favian. Aku takut dia tidak mendapatkan pasangan yang bisa menerima dirinya. Dia cerdas, mas tapi kan orang autisme berbeda kan?" jawab Benjiro.
"Benji. Percayalah. Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik buat Favian. Aku yakin itu," ucap Paramudya. "Kamu dan GM orang baik, Gio juga. Just trust the Big Boss."
"Jujur aku takut kalau keturunannya Favian akan seperti ayahnya." Benjiro tampak ingin menangis.
Paramudya tersenyum. Dia sangat paham soal ketakutan Benji. Siapapun pasti akan khawatir dengan cucunya begitu juga Paramudya. Mungkin Aizen dan Kaivan tidak masalah. Tapi soal Hana dan Aleksei, itu beda lagi.
"Ben, jangan terlalu kepikiran. Ingat jantung kamu, tensi kamu. Aku tahu kamu pasti bingung. Aku pun sama memikirkan Hana dan Leksi. Ingat, kesehatan kamu itu lebih penting, Benji. Sekarang, aku minta kamu fokusnya ke hal yang berbeda biar tidak galau," ucap Paramudya.
"Cari aib?" senyum Benjiro.
"Bingo!" jawab Paramudya.
Jarot yang berada di tempat tidur kecil, mendengarkan bagaimana Paramudya mendukung adiknya. Bahasa Inggris Jarot memang tidak bagus-bagus sekali tapi dia paham dengan percakapan mereka berdua. Jarot akhirnya tahu siapa otak di balik peralatan canggih yang dimiliki tim kasus dingin.
Ternyata keluarga klan Pratomo yang sepertinya sempurna, tidak lah begitu sempurna karena ada keturunannya yang mengalami autisme.
Meskipun demikian, Jarot salut, mereka tidak malu ada anggota keluarga yang spesial. Bahkan tetap mendukung dan berusaha memberikan yang terbaik.
***
Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya
AKP Dean Thomas datang terlebih dahulu di pagi hari ini Dirinya lalu masuk ke dalam lift menuju lantai empat. Pria itu terkejut saat melihat pintu ruang sel sedikit terbuka karena setahunya, tidak ada tahanan dan selalu tertutup.
AKP Dean Thomas pun masuk ke dalam ruang sel dan dirinya terbengong-bengong melihat Iptu Rayyan tidur di dalam sel. AKP Dean Thomas mematikan AC dan hal itu membuat sahabatnya bangun.
"Huh? Bang ... Dean? Ini ... Jam berapa?" Iptu Rayyan menoleh ke jam tangannya. "Ya Allah, jam tujuh!"
AKP Dean Thomas menatap bingung. "Kok kamu tidur sini?"
"Habis ribut sama Jeng Nala. Aku tidak mungkin pulang ke rumah ibu. Bisa disunat habis aku ... Plus omelan secepat cahaya dan gaji ...." Iptu Rayyan pun berdiri dan membuka pintu sel. "Setidaknya disini aku lebih tenang. Meskipun aku tahu ada Tole yang bolak balik ngecek aku."
AKP Dean Thomas menatap bingung. "Memangnya kamu bisa lihat Tole?" tanyanya sambil keluar dari ruang sel bersama Iptu Rayyan.
"Nggak sih. Tapi perasaan tidak nyaman itu tetap kerasa sih," jawab Iptu Rayyan.
"Memangnya kalian ribut apa?" tanya AKP Dean Thomas sambil masuk ke ruang kerja dan menuju ke meja kopi untuk membuat minuman berkafein itu.
"Konsulennya Jeng Nala itu caper dan ganjen! Masa chat malam-malam hanya ribut adonan tambal? Hellooooo, dia kan dokter senior! Masa tidak paham adonan tambal? Mau pakai semen Gresik kek, semen tiga roda kek, pelapis Paragon bukan Paragon make up kek, dempul foundation bedak kek, kok tanya Jeng Nala! Dan itu jam sembilan malam! Kan aneh! Makanya aku ribut!" Iptu Rayyan mengambil permen mint yang ada di meja Iptu Nana.
"Ya memang aneh! Coba diperiksa latar belakang konsulennya. Kalau ada yang red flag, kamu kan bisa memakainya sebagai leverage. Soalnya dik Nala kan memang manis," senyum AKP Dean Thomas sembari menuangkan kopi ke dalam dua mug.
"Iya tapi Jeng Nala sudah menikah dan aku adalah suaminya! Belum tahu dia kalau Rayyan yang comel ini marah!" cebik Iptu Rayyan.
"Sudah, tidak usah marah-marah. Nih minum kopi," senyum AKP Dean Thomas.
***
Harmoni Life
Paramudya dan Jarot menikmati acara senam pagi yang rutin dilakukan setiap pagi di Harmoni Life. Setidaknya mereka tetap berolahraga dan bergerak agar otot-otot tidak lemas.
"Apakah pak Paramudya menemukan sesuatu?" tanya Jarot sambil berbisik.
"Soal blue print, aku sudah dapat. Nanti kita keliling panti supaya bisa memeriksa satu persatu ruangan yang agak sedikit rahasia," jawab Paramudya.
"Jangan gegabah, pak Quinn."
***
Visualnya Hoshi
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
ada ank yg drhka sm ibunya,ada dktr yg sneng krna dpt mngsa baru....
Eeehhh.....nmbah lg orng gila ky s ibu...anknya mninggal,mlah rbut mslh uang....mna bngga pula mskpn jd pelakor.....dnia mkin gila.....😟😟😟
halahhh ternyata ibunya pun sama-sama pelakor🤦🏻🤦🏻🤦🏻