Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 33
***
Di apartemen yang sama di tinggali oleh Ajril, dengan beda lantai. Seseorang wanita mendesah kecewa kala pesannya sama sekali tak di respon oleh Rayan, mantan suami nya.
Aluna adalah mantan istri Rayan yang baru tiba kemarin di Indonesia. Aluna datang seorang diri, wanita itu perlu penjelasan Rayan. Mengapa bisa pria itu menikah, setelah delapan tahun menduda. Yang dia tahu Rayan sangat mencintainya, sehingga mantan suaminya itu tidak menikah juga.
Dan sekarang ada perasaan tak terima saat mengetahui Rayan sudah menikah.
Rayan hanya mencintai nya. Karena dirinya adalah cinta pertama Rayan.
Kalau pun Rayan menikah, pasti pria itu tak mencintai istrinya saat ini. Senyum Luna melebar kala berpikir seperti itu.
Dia akan menemui Rayan besok, dengan mengikuti Ajril. Dia sudah meminta orang berjaga jaga di dekat mobil Ajril.
"Mas aku kangen banget sama kamu." Lirih Luna menatap langit langit plafon. Hidup nya menjadi tertekan selama menikah dengan Miko. Pria itu bahkan terang terangan berselingkuh di depannya. Bahkan Luna sudah meminta di ceraikan, namun Miko tak pernah mau melepas nya.
Dia kembali ke Indonesia saja harus dengan memohon dulu pada suaminya itu. Hingga akhirnya Miko menyetujui. Dia hanya di beri waktu selama seminggu, setelah itu dia harus kembali pulang.
Mengenai apartemen ini, milik sahabatnya. Yang memberitahu padanya jika Rayan sudah menikah dengan wanita muda. Ck, mengingat itu membuat hati Luna panas sekali.
Namun dia selalu meyakinkan, walaupun istri Rayan sekarang muda namun tetap dirinya yang ada di dalam hati mantan suami nya itu. Cinta pertama akan susah di lupakan. Karena kenangannya bersama Rayan begitu sangat banyak.
Lama berperang dalam batin, wanita itu akhirnya terlelap.
***
Rayan keluar dari dalam kamar dengan setelan formal nya. Pria itu langsung mencari keberadaan sang istri.
Terlihat Alana yang sedang menyiapkan bekal untuk Kevin.
Mendengar suara derap langkah Alana mendongak dan melempar senyumannya kala melihat suaminya yang mendekat.
"Curang, bangun bangun sudah nggak ada." Bisik Rayan protes, kini pria itu sudah menempel di badan Alana. "Morning kiss nya belum dapat." Sambung nya lagi. Alana langsung melotot, dia melirik pada bi Ningsih dan mbok Darmi yang sibuk dengan aktivitasnya di dapur. Suara Rayan terakhir bukan berbisik lagi, namun bicara dengan volume biasanya.
Haisssshhh apa asisten rumah tangga nya hanya pura pura tak mendengar.
"Nanti di kamar." Sahut Alana pelan nyaris berbisik, membuat Rayan mengulum bibirnya ke dalam.
"Pagi mom pagi dad." Keduanya langsung menoleh di mana Kevin tak jauh dari mereka. Rayan segera melepas diri.
"Pagi sayang. " Sahut Rayan dan Alana bersamaan.
Ketiganya pun menikmati sarapan pagi dengan kehangatan. Sesuai pembahasan semalam bersama Alana, yang akan dinner malam ini. Rayan pun mengajak Kevin, namun sayang putra sambung nya itu menolak. Dan meminta Rayan dan Alana menghabiskan waktu berdua saja. Nanti dinner selanjutnya mungkin Kevin akan ikut.
Beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan sarapannya. Kevin sudah siap dengan seragam sekolahnya, tinggal pergi saja ke sekolah bersama sang mommy yang akan mengantar nya.
Alana masuk ke dalam kamar bersama Rayan. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul enam pagi lewat lima belas menit. Alana lantas segera mengganti pakaiannya.
Selang beberapa saat Alana keluar dari walk in closet bertepatan Rayan yang buru buru memasukan ponselnya. Hati Alana terasa teriris melihat itu.
Ia pikir Rayan akan menceritakan seseorang yang sudah menghubungi pria itu. Atau lebih tepatnya mantan istri Rayan.
Ya, Alana dapat menyimpulkan itu semua. Mengingat panggilannya pada Rayan sama dengan panggilan seseorang itu.
Melihat gerak gerik Rayan barusan, sepertinya pria itu habis membaca pesan mantannya, dan keduanya saling membalas.
Alana mulai di landa cemas, apa dia sudah benar dengan jalannya untuk membuka hati sepenuhnya pada Rayan.
Dia takut, ekspektasi nya tak sesuai realita.
Saat dia sepenuhnya mencintai Rayan dan mulai bergantung sepenuhnya pada pria itu , justru pada akhirnya dirinya di kecewakan. Hati nya akan kembali patah.
Sungguh trauma rasanya mencintai dengan sendiri nya. Alana merasa tersiksa dengan perasaannya selama ini. Sungguh kehadiran Rayan mampu membuat kehangatan di dalam relung hatinya.
Alana membuang nafas kasar dan menghembuskannya perlahan. Wanita itu memilih ke arah meja rias. Bahkan enggan untuk melirik ke arah sang suami.
"Sayang."
"Hm." Sahut Alana tanpa menoleh. Wanita itu sudah duduk di kursi meja rias nya.
Kedua tangan Rayan berada di pundak Alana .
"Kok jutek. " Kata nya melihat bagaimana wajah Alana, serta sahutan nya yang cetus.
Alana hanya mengedikan bahu acuh tak acuh.
"Mas ada salah ya?" Tanya nya hati hati.
"Kamu ada merasa buat salah nggak? " Alih alih menjawab Alana justru melempar pertanyaan membuat Rayan terdiam sambil berpikir.
Namun setelah itu, pria itu menggeleng kepala sambil menatap Alana dari pantulan cermin kaca.
Alana hanya bisa membatin melihat reaksi itu.
Dasar nggak peka, atau memang mau di sembunyikan dari aku. Ck...