NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Senin pagi di Aegis Corp selalu terasa lebih sibuk dibanding hari-hari lainnya.

Suasana di lantai eksekutif pun tak kalah ramai—para karyawan bergerak cepat dengan berkas di tangan, suara telepon berderet bersahutan, dan diskusi-diskusi singkat terdengar di sepanjang koridor.

Namun, bagi Kim Ae Ra, kesibukan ini justru terasa menyegarkan. Ia berjalan menuju mejanya dengan langkah ringan, senyum kecil masih terukir di wajahnya karena kenangan indah reuni akhir pekan lalu.

Baru saja ia meletakkan tasnya dan hendak menyalakan komputer, sebuah sosok dengan setelan kerja rapi namun wajah ceria langsung menghampirinya dengan langkah cepat.

"Ae Ra!!" seru sosok itu sambil memeluk bahu Ae Ra erat-erat.

"Akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi! Kamu kemana aja sih? Aku dengar dari Seo Jun kamu ikut reuni akhir pekan lalu, tapi kenapa aku nggak bisa datang? Padahal aku kangen banget!"

Ae Ra tertawa bahagia saat melihat wajah yang sangat ia kenal itu.

"Bo Ram! Kamu kok ada di sini? Wah, aku juga kangen banget sama kamu! Maaf ya kemarin kamu nggak bisa ikut, katanya kamu lagi ada urusan keluarga keluar kota kan?"

Bo Ram, teman lama Ae Ra dari masa toserba yang juga sahabat dekatnya, melepaskan pelukannya dan menatap Ae Ra dengan wajah cemberut palsu.

"Iya nih, sial banget kan! Orang tua aku tiba-tiba minta aku nemenin ke Busan buat urusan nenek. Padahal aku udah janji sama diri sendiri buat ketemu kamu dan yang lain. Tapi untungnya sekarang aku bisa nyusul ke sini. Aku sengaja datang pagi-pagi sekali sebelum masuk kantor, cuma buat nemuin kamu."

Ae Ra tersenyum hangat, merasa sangat senang dengan kedatangan sahabatnya.

Bo Ram adalah salah satu orang yang paling mengerti dirinya di masa-masa sulit, dan kehilangan kesempatan bertemu di reuni kemarin memang membuat Ae Ra merasa ada yang kurang.

"Kamu ini ya, repot-repot banget. Tapi aku seneng banget kamu datang kesini," kata Ae Ra sambil menarik tangan Bo Ram untuk duduk di sofa tunggu di dekat mejanya.

"Duduk dulu dong, istirahat sebentar. Kamu udah sarapan belum? Aku pesenin kopi sama roti gitu ya?"

"Enggak usah repot, beneran deh. Aku udah sarapan di jalan kok," jawab Bo Ram sambil melirik sekeliling ruangan dengan mata berbinar.

"Wah, kantor kamu keren banget ya! Megah dan elegan. Pantas aja kamu jadi orang sibuk banget belakangan ini. Gimana rasanya jadi orang penting di perusahaan besar gini?"

Ae Ra tertawa kecil.

"Aku bukan orang penting kok, Bo Ram. Aku cuma sekretaris biasa yang berusaha kerja keras. Tapi ya… lingkungan di sini memang bikin aku banyak belajar dan berkembang. Aku bersyukur banget bisa kerja di sini."

Matanya tak sengaja melirik ke arah pintu ruangan CEO yang tertutup, dan seketika senyumnya melebar lebih lebar.

Melihat itu, Bo Ram langsung menyenggol lengan Ae Ra pelan dengan tatapan jahil.

"Heh, kenapa senyum-senyum sendiri ngeliat pintu itu? Jangan-jangan di dalamnya ada orang spesial ya?" goda Bo Ram sambil mengedipkan mata.

"Aku dengar dari Seo Jun lho, kamu sekarang pacaran sama bos kamu sendiri? Hyun Jae Hyuk gitu? Wah, Ae Ra kamu hebat ya! Bisa bikin bos klepek-klepek!"

Wajah Ae Ra langsung memerah padam mendengar godaan itu.

"Ih, Bo Ram! Kamu ini ya, udah dengar dari mana aja. Iya sih, aku sama Tuan… eh, maksudku Jae Hyuk, kami memang pacaran sekarang. Tapi tolong jangan bilang-bilang ya, soalnya kami masih jaga privasi di kantor."

"Tenang aja, mulutku udah ku gembok kok!" Bo Ram tertawa renyah.

"Aku cuma seneng buat kamu, Ae Ra. Aku lihat cara Seo Jun cerita soal dia, dan cara dia cerita soal kamu, sepertinya dia orang yang baik banget dan sayang banget sama kamu. Aku lega banget akhirnya kamu nemuin kebahagiaan kamu sendiri."

Ae Ra mengangguk pelan, hatinya terasa hangat.

"Iya, Bo Ram. Aku juga merasa sangat beruntung. Dia orang yang luar biasa. Dia yang nyelamatin aku dulu, dan sekarang dia ada di sini buat aku."

Bo Ram menatap sahabatnya dengan tatapan tulus.

"Aku tahu kok. Kamu pantas dapatkan semua kebahagiaan itu, Ae Ra. Setelah semua yang kamu lewati, kamu benar-benar pantas bahagia."

Mereka pun mengobrol lebih lama, menumpahkan segala cerita yang tertunda selama berbulan-bulan. Bo Ram bercerita tentang pekerjaannya sekarang di sebuah perusahaan desain grafis yang cukup ternama, tentang keluarganya, dan tentang hal-hal lucu yang terjadi di lingkungan pertemanan mereka.

Ae Ra pun bercerita tentang proyek kerjasama dengan Haesung Group, tentang tantangan yang ia hadapi, dan tentu saja tentang momen-momen manis bersama Jae Hyuk.

Suasana di antara mereka begitu akrab dan cair, seolah waktu tidak pernah berjalan sejak terakhir kali mereka bertemu.

Tawa mereka terdengar renyah di sudut ruangan yang biasanya tenang itu, menarik perhatian beberapa karyawan yang lewat, namun mereka tidak peduli. Bagi Ae Ra, momen bersama sahabat sejatinya ini sangat berharga.

Tiba-tiba, pintu ruangan CEO terbuka. Hyun Jae Hyuk keluar dengan setelan jas yang rapi, tampak siap memulai hari.

Namun, langkahnya terhenti saat melihat ada orang asing—atau lebih tepatnya, orang baru—duduk di dekat meja Ae Ra dan tertawa bersamanya.

Mata Ae Ra langsung bertemu dengan tatapan Jae Hyuk. Ia segera berdiri, diikuti oleh Bo Ram yang juga ikut berdiri karena sopan santun.

"Pagi, Jae Hyuk," sapa Ae Ra dengan senyum manis.

Jae Hyuk tersenyum dan berjalan mendekat. Tatapannya beralih ke arah Bo Ram dengan tatapan ramah namun penasaran.

"Pagi, Ae Ra," jawab Jae Hyuk pelan, lalu menatap Bo Ram. "

"Dan selamat pagi. Maaf mengganggu obrolan kalian. Aku Hyun Jae Hyuk."

Bo Ram sedikit terkejut melihat kedekatan Jae Hyuk dengan Ae Ra, tapi ia segera menyusun ekspresi sopan dan mengulurkan tangannya.

"Oh, halo, Tuan Hyun. Salam kenal. Aku Bo Ram, teman lama Ae Ra dari masa toserba. Maaf ya kalau aku mengganggu suasana kantor, aku cuma mampir sebentar buat nemuin Ae Ra soalnya kami kangen banget."

Jae Hyuk menerima jabatan tangan Bo Ram dengan hangat dan tertawa kecil.

"Tidak sama sekali, nona muda Bo Ram. Justru saya senang melihat Ae Ra punya teman yang begitu dekat dan perhatian seperti Anda. Ae Ra sering cerita soal teman-temannya di toserba, dan saya senang akhirnya bisa bertemu salah satunya secara langsung. Silakan nikmati waktu kalian, jangan merasa terganggu ya."

Bo Ram tersenyum lega dan kagum. Ternyata bos besar ini sangat ramah dan rendah hati, tidak sombong sama sekali seperti yang sering ia dengar tentang orang-orang kaya dan berkuasa.

"Terima kasih banyak, Tuan Hyun. Ternyata anda sangat ramah. Pantas saja Ae Ra sangat menyukai Anda," jawab Bo Ram dengan jujur, membuat wajah Ae Ra kembali memerah.

Jae Hyuk tertawa lagi, lalu menatap Ae Ra dengan tatapan lembut.

"Saya permisi dulu ya, mau ke ruang rapat sebentar. Ae Ra, nanti kalau temanmu sudah pergi, tolong masuk sebentar, ada sedikit hal yang mau aku bicarakan."

"Siap, Jae Hyuk. Nanti saya masuk," jawab Ae Ra patuh.

Jae Hyuk mengangguk, memberikan senyum terakhir pada mereka berdua, lalu melanjutkan langkahnya menuju lift.

Setelah Jae Hyuk menghilang di balik pintu lift, Bo Ram langsung memegang lengan Ae Ra dan mengguncangnya pelan dengan mata berbinar-binar.

"Wah, Ae Ra! Dia ganteng banget, sopan, dan perhatian banget! Kamu benar-benar dapat jodoh yang luar biasa! Aku iri deh lihat cara dia ngeliat kamu tadi, penuh cinta banget!" seru Bo Ram tidak bisa menahan kekagumannya.

Ae Ra hanya bisa tertawa malu, tapi hatinya berbunga-bunga mendengar pujian sahabatnya tentang kekasihnya.

"Kamu ini ya, lebay banget. Tapi ya… aku juga merasa sangat beruntung punya dia."

"Bukan lebay, tapi emang kenyataan!" Bo Ram tersenyum lebar, lalu melirik jam tangannya. "Waduh, udah jam segini nih. Aku harus pergi sekarang. Nanti aku telat masuk kantor."

"Yah, udah mau pergi aja nih?" Ae Ra tampak kecewa.

"Iya, sayang banget harus pergi. Tapi kita janjian ya kapan-kapan ketemu lagi, makan bareng atau nonton, lebih lama lagi. Aku mau dengar cerita lengkapnya soal kamu dan Tuan Hyun!" Bo Ram berbisik jahil.

"Siap, janji! Aku juga mau dengar cerita kamu," jawab Ae Ra sambil memeluk Bo Ram erat-erat.

"Hati-hati di jalan ya, Bo Ram. Makasih banget udah mampir."

"Sama-sama. Sampai jumpa lagi!"

Bo Ram melambaikan tangan dan berjalan menuju pintu keluar. Ae Ra berdiri di sana menatap punggung sahabatnya pergi dengan hati yang penuh rasa syukur. Kehadiran Bo Ram pagi ini seolah menyempurnakan kebahagiaannya.

Ia memiliki cinta yang tulus dari Jae Hyuk, persahabatan yang baik dari Seo Jun, dan kini sahabat lamanya Bo Ram juga kembali hadir melengkapi hidupnya.

Dengan semangat yang baru, Ae Ra berbalik menuju mejanya, siap melanjutkan hari kerjanya. Ia tahu, apa pun tantangan yang akan datang, ia tidak akan pernah sendirian lagi.

Ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya merasa kuat dan bahagia.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!