NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membawa Najwa pulang

Tawa Hilman makin menggema, seakan dia yang paling berkuasa di tempat itu, Hilman menganggap Najwa tak berdaya sama sekali, lelaki tambun berperut buncit dan kepala botak itu mulai mendekati Najwa, tangan Hilman dengan kurang ajarnya mencengkeram erat dada Najwa, Najwa yang dalam keadaan tangan terikat menjerit kesakitan, Hilman mulai mendekatkan bibir tebalnya ke bibir Najwa, karena bau busuk dari nafas Hilman yang se busuk bau comberan Najwa menahan nafas, tapi Najwa butuh oksigen, Najwa dengan perlahan bernafas perlahan tapi bau busuk itu masih saja tercium, karena tak tahan dengan bau yang melebihi bangkai tikus, dengan tanpa di sengaja Najwa memuntahkan isi perutnya, tepat mengenai muka Hilman, lelaki tambun itu marah bukan kepalang dan menampar Najwa sekuat tenaga hingga pipi Najwa ada cap jari berwarna merah, Najwa meringis kesakitan.

Hilman melucuti baju Najwa bagian atas kini bagian depannya terbuka, tidak terbuka sempurna karena lengan bajunya terhalang tangannya yang kini terikat, terlihat bra nya dengan jelas, dada putih bersih seputih salju itu terlihat separo dengan gundukan yang sangat menggairahkan dan membuat hasrat Hilman naik ke ubun ubun.

Hilma memandang pemandangan itu dengan takjub tak perduli dengan Najwa yang meronta melakukan perlawanan meski tak mampu, ketika Hilman hendak mencium dada Najwa, belum sempat bibir nya menyentuh payudaranya, sebuah tendangan mematikan membuat lelaki itu terlempar dengan kening yang robek ,darah segar keluar dari kening si Hilman yang terkena tendangan sepatu kulit laluna yang sekeras baja, Hilman pingsan seketika.

Sementara itu Laluna segera melepas Hoodie nya dan dipakai kan ke tubuh Najwa, pak Reza dan pasukannya masuk meringkus dokter Hilman, sementara Laluna segera melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki Najwa, Najwa menangis di pelukan Laluna, dan akhirnya Luna dan Najwa di bawa masuk ke mobil Fadli, ternyata di sana ada Hasan juga, sementara beberapa menit yang lalu, Luna dan Hasan yang berhasil mengintai tempat itu melihat keadaan Najwa yang memang setengah bugil, Luna tak mengizinkan Hasan mendekat karena tak mau Najwa malu, maka dengan keberaniannya Luna yang maju menyelamatkan Najwa.

"Kamu baik baik saja wa?" tanya Hasan yang sebenarnya sangat menyesal tak bisa melampiaskan amarahnya dengan menghajar dokter Hilman.

"Kebenaran memang mahal harganya, untung ada Luna, aku sungguh berkali kali berhutang nyawa padamu Lun, entah dengan apa aku membalasnya". Najwa sungguh sangat bangga punya sahabat seperti Luna.

"Tetaplah jadi sahabat dan kakak ku saja itu sudah cukup bagiku Mbak". Jawab Luna sambil mengelus punggung Najwa yang kini bersandar pada bahunya.

" Sudah, kini kita kerumahku saja disana kalian bisa istirahat dan makan dengan nyaman, secara tempat ini termasuk tak jauh dari rumah kami". Usul Fadli dan semua ngikut apa kata bos besar itu, Hasan melajukan mobilnya di tengah malam yang sepi menuju ke rumah bunda Ayu, sementara dokter Hilman sudah di tangkap oleh om Reza papinya Dandy yang juga suami dari bibinya Najwa.

Sesampai di rumah Bunda Ayu yang sudah di telpon dan di kabari Hasan menyuruh pelayan menyiapkan kan kamar dan air hangat untuk dua perempuan itu terutama buat Najwa yang baru saja lepas dari drama penculikan.

"Kalian mandi dulu terus makan malam habis itu istirahat, nak Najwa tentunya sangat kecapekan an nanti bunda kasih minyak oles yang mujarab untuk menyembuhkan lebam dan lecet di tubuh nak Najwa". Suara wanita berhati lembut itu sangat menyejukkan hati.

"Bun, dia itu dokter, dokter kulit malah pastinya dia bisa mengobati diri sendiri". Bisik Fadli.

"Mau dokter kulit atau tentara sekalipun kalau tidak membawa alat untuk perang apa bisa menyelamatkan diri". Ucap bunda sambil melirik sekilas putranya, dan si Fadli jadi kalah debat sama emaknya, dimanapun perempuan selalu benar.

"Terimakasih Bunda kita mandi dulu ya". Ucap Luna dan di angguk i malu malu oleh Najwa.

Setelah mandi dan luka Najwa di obati meski agak nyeri tapi merekapun akhirnya makan malam bersama di jam satu dini hari, ini makan malam atau saur, Najwa makan dengan agak lahap, karena memang benar benar kelaparan, dari pagi dia belum sempat sarapan langsung di culik dokter Hilman sampai dini hari, Luna memandang sahabat nya itu sambil tersenyum dalam otaknya bergumam "ya Allah,ada saja cobaan kami, sampai kapan cobaan ini usai". Pikirnya.

"cobaan itu adalah sahabat manusia Luna, jangan sampai menyalahkan Tuhan dengan apa yang terjadi pada kita, selama manusia masih hidup dan punya nafas, cobaan selalu ada ketika kamu melihat orang yang sepertinya baik baik saja dan hidup bahagia itu hanya di luar nya, kalian tidak tahu apa yang terjadi pada mereka ,kepahitan yang dialami bahkan oleh seorang jendral sekalipun". Nasehat bunda seperti bisa membaca apa yang sedang di pikirkan Luna.

"Iya bunda". Jawab dua wanita itu, sementara Hasan dan Fadli sudah selesai makan dia masuk kamar masing², Hasan memang punya kamar pribadi di rumah boss nya itu dimana setiap saat mereka pulang malam sudah terlalu larut untuk menghemat waktu Hasan tak usah pulang ke apartemen nya.

Kedua wanita itu juga masuk kamar setelah di pinjami baju tidur Laila yang memang stoknya seperti butik itu, sayangnya ketika Luna dan Najwa datang si bocil Azka sudah tertidur begitu juga dengan Laila.

"Baik benar calon mertua mu Luna, semoga kamu menemukan kebahagiaan di rumah ini kelak". Ucap Najwa diatas pembaringannya.

"Alhamdulillah, Aaminn mbak, semoga saja suatu saat aku bisa mencicipi kasih sayang meski sesaat, selama ini hanya kepahitan dan kesunyian yang ku rasakan". Jawab Luna, dan ketika Luna masih terjaga tak biasanya dia mendengar dengkuran halus dari wanita di sampingnya ini, Najwa tertidur itu suatu prestasi tersendiri, mungkin karena kelelahan atau karena teh yang di berikan bunda sebelum tidur tadi, katanya itu teh mengembalikan stamina, dan yang di beri juga cuma Najwa , Laluna tidak di beri nya.

Pagi harinya, seperti biasa Luna terbangun di saat subuh, dia bangunkan juga Najwa yang tertidur seperti orang mati, Najwa menggeliat dan terbangun ketika mereka hendak melaksanakan sholat subuh berdua di kamar, di luar terdengar ramai sekali orang orang pada berbincang, dan ketika kamar di ketuk, Luna membuka pintu kamarnya disana bunda sudah siap memakai mukena begitu juga Luna yang saat ini memakai mukena.

"ayok kita berjamaah bersama di mushola depan". Ajak bunda sambil menggandeng tangan Luna, Najwa yang kebetulan saat itu ada tamu bulanan datang tak ikut ke mushola lagipula tubuhnya saat ini terasa sangat sakit seperti tulang nya remuk semua, Najwa jijik ketika ingat perbuatan Hilman kemarin, hingga lebih baik dia membersihkan diri sebersih bersihnya agar tangan Hilman yang sempat memegang aset berharganya benar benar hilang mengalir bersama air mandinya.

Di mushola sebelah seperti biasa bunda Laila bersama para pelayan sholat berjamaah bersama dengan berdiri di barisan kiri di halangi oleh satir berwarna putih, sementara di sebelah kanan Hasan dan para supir dan tukang kebun , sementara Azka malah sholat di dekat Luna, tak perduli dia cowok yang penting kesempatan bersama Luna yang jarang di dapat ini menjadi kesempatan paling berharga baginya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!