Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai curiga
Tak bisa dipungkiri bahwa rasa curiga Alya lebih besar dari rasa sayangnya pada sang suami. Setelah melepas kepergian Raka ke perusahaan, Alya ternyata sudah memesan sebuah taksi online untuk mengikuti suaminya. Walaupun ia tahu, apa yang ia lakukan salah, namun Alya ingin menuntaskan rasa curiganya, yang sudah beberapa hari ini menghantui hatinya.
Alya terus berdoa agar apa yang ia curigai beberapa hari ini tidak terbukti. Ia berharap Raka tak pernah berbohong padanya, atau menyembunyikan sesuatu yang akan membuatnya sakit hati.
Jantung Alya berdetak kencang, saat mobil Raka melewati perusahaan, wanita cantik itu masih mencoba berpikir positif hingga akhirnya kecurigaannya sirna saat mengetahui tujuan suaminya yang sebenernya.
"jadi, Raka ke rumah kakek?" batin Alya. Entah mengapa, ada perasaan lega yang Alya rasakan saat mengetahui bahwa Raka pergi kerumah neneknya.
setelah memastikan bahwa Raka mampir kerumah neneknya, Alya meminta sang supir untuk mengantarnya kembali ke rumah.
wanita cantik itu sedikit menyesal karena sudah mencurigai sang suami.
^^^^
"Rakaa,,," sambut nenek Carrol saat melihat kedatangan cucunya, dan langsung memeluk tubuh kekar pria itu.
"hmm,,,bagaimana keadaan nenek? apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Raka.
"enggak perlu, nenek hanya ingin melihatmu" ucap wanita paruh baya itu lagi.
nenek Carrol terlihat sedikit pucat.
Saat hendak ke perusahaan, Raka mendapat pesan dari wanita paruh baya itu jika ia sedang tak enak badan. jadi, Raka memutuskan untuk menengoknya.
awalnya Raka tak ingin peduli, tapi mengingat perkataan Rossa bahwa neneknya sempat masuk rumah sakit, akhirnya Raka memutuskan untuk mampir kerumah nenek dan kakeknya.
"lalu, dimana kakek?" tanya Raka, karena tak melihat sosok pria paruh baya itu.
"kakekmu pergi memancing bersama Jhon,,sudah dua hari dan ia belum mau pulang karena belum mendapatkan hasil" ucap nenek Carrol dengan wajah kesal.
Raka hanya bisa menarik nafas panjang mendengar ucapan neneknya. Penyakit memancing kakeknya mulai kambuh. Kakeknya bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu meninggalkan rumah hanya untuk memancing.
pria tampan itu melihat neneknya yang sudah tampak lemah itu. Ada rasa iba dalam hatinya, karena neneknya harus ditinggal sendirian seperti ini. Andai saja wanita paruh baya itu tak membenci isterinya Raka pasti sudah meminta Alya untuk datang menemani neneknya.
"Nenek rindu pada Rossa, sudah beberapa hari ini ia nggak datang ke rumah" ucap nenek Carrol. wanita paruh baya itu benar-benar merasa kesepian dirumah megah ini. Beruntungnya ada bi Naci yang selalu menemaninya saat kakek Aaron pergi memancing.
"mungkin ia sedang sibuk,," ucap Raka. pria itu tak memberitahu neneknya jika Rossa masuk rumah sakit. Ia takut penyakit wanita paruh baya itu akan kambuh saat mengetahui kondisi wanita itu.
"Kaa,,,berbaik hatilah pada Rossa. Dia hanya sendirian di kota ini. kau nggak lupa'kan kalau dia yatim-piatu. jangan terlalu jahat padanya, ia menyesal karena sudah menyakitimu" ucap nenek Carrol lagi.
"aku harus ke perusahaan nek, jika ada sesuatu tolong hubungi aku. untuk saat ini, ku rasa nenek baik-baik saja" ucap Raka yang mengalihkan ucapan neneknya.
"baiklah Kaa,,kau adalah orang yang paling mengetahui keadaan Rossa. nenek hanya ingin mengingatkan." ucap nenek Carrol. wanita paruh baya itu kembali mengangkat sudut bibirnya.
"pergilah, nenek akan menghubungi Rossa untuk datang menemani nenek"
"hmmm,,,andai aja nenek nggak membenci isteriku, pasti Alya sudah datang menemani nenek" ucap Raka.
"stop Ka,,!! nenek nggak mau mendengar nama itu. nama itu membawa sial dalam hidup nenek" ucap nenek Carrol dingin.
Raka kembali menghembuskan nafas kasar. Entah perbuatan apa yang sudah dilakukan Alya sehingga membuat sang nenek sangat membencinya.
"bisa jelaskan padaku, kesalahan apa yang sudah dibuat Alya, sehingga nenek sangat membencinya?" akhirnya Raka menanyakan hal itu setelah sekian lama memendamnya.
nenek Carrol tampak terdiam mendengar pertanyaan cucunya. wanita paruh baya itu kemudian mengangkat sudut bibirnya.
"karena ia telah merebutmu, dari Rossa" jawab nenek Carrol.
Raka mengerutkan keningnya mendengar jawaban neneknya.
"apa yang nenek pikirkan? Alya nggak pernah merebut aku dari siapapun. aku singel saat menerima perjodohan ibu, begitu juga dengan Alya. Tolonglah nek, aku dan Rossa telah berpisah enam tahun yang lalu. Ia bahkan telah memiliki seorang anak, harusnya nenek tahu itu" jelas Raka.
Ia berharap sang nenek dapat mengerti apa yang sudah ia katakan.
"tapi suaminya nggak bertanggung jawab" ucap nenek Carrol cepat.
"oh my,,," Raka mengusap kasar wajahnya.
"lalu,,apa hubungannya denganku? itu merupakan pilihannya, dia yang memilih meninggalkanku untuk bersama laki-laki itu, apa aku yang harus bertanggung jawab atas semua itu?" ucap Raka sedikit kesal.
Entah dengan kata apa harus ia jelaskan pada wanita paruh baya itu agar bisa dimengerti.
"tapi dia masih menyukaimu!, dia juga masih mencintaimu!" ucap nenek Carrol lagi yang tak mau kalah.
"tapi aku udah nggak cinta sama dia,,,!!"
"yaa,,kamu udah nggak mencintai dia karena wanita itu. andai aja nggak ada wanita itu, kau pasti masih bisa bersamanya sekarang." Balas nenek Carrol lagi.
"enggak nek,,sampai kapanpun aku nggak akan mau kembali padanya. entah itu ada Alya atau nggak, aku nggak akan bisa kembali padanya" ucap Raka lagi.
"tolonglah,, berhenti membuat semuanya terasa sulit. Aku mohon" pinta Raka yang sudah sangat lelah dengan sikap neneknya.
"terserah padamu. Tapi ingat Ka,,sampai kapanpun nenek nggak akan menyukai wanita itu. nggak akan pernah, camkan kata-kata itu" ucap nenek Carrol lagi.
tanpa menunggu tanggapan Raka, wanita paruh baya itu langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras.
lagi dan lagi, Raka hanya menarik nafas dalam melihat tingkah neneknya. Harusnya ia tak datang lagi kerumah ini. Raka benar-benar menyesal karena sudah mampir.
pria itu hanya memberi pesan pada bi Naci, agar lebih memperhatikan neneknya. Ia juga meminta bi Naci, agar segera menghubunginya jika terjadi sesuatu pada neneknya.
...
Raka kembali ke perusahaan. Pria itu melihat ponselnya dan ada beberapa panggilan dan pesan dari Rossa namun di abaikannya.
Raka mulai menyadari, jika ia terus merespon setiap pesan wanita itu, maka akan terjadi masalah besar dalam hidupnya.
Rumah tangganya akan hancur, dan ia akan kehilangan Alya. Tak bisa ia bayangkan, akan sepertinya apa hidupnya jika Alya pergi dari hidupnya.
Pria tampan itu mulai fokus dengan beberapa dokumen yang sudah diletakkan Chris dimejanya.
Untuk saat ini, Raka akan fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya, agar rencananya untuk berbulan madu bersama Alya bisa segera dilakukan.
Raka beruntung, karena Alya tak terlalu menuntutnya. Mungkin karena Alya juga pernah bekerja sehingga wanita cantik itu tahu bagaimana sibuknya Raka.
apakah si Raka bisa tegas bersikap 👍👍🤨
Good Job Alya 👍👍👍😂😂😂
terus penasaran bagaimana kelanjutan hubungan yg berawal dr kebodohan si laki atas nama masa lalu nya .. dan sejauh mana batas kesabaran seorang istri terhadap kondisi rumah tangga yg demikian 👍😏😏
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?