NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26: Penyergapan!

***

Kabut hijau pekat menggantung rendah di dalam lembah itu, membuat setiap langkah terasa sangat berat.

Tanah yang terlihat padat dipermukaan, ternyata menyimpan bahaya yang tidak terlihat di dalamnya.

Du Anxi memberikan masker kepada Li Shen dan Xiao Tianming, agar mereka tidak terlalu banyak menghirup udara beracun itu.

"Pakai ini, agar kalian tidak menghirupnya terlalu dalam. Racun udara ini bukan hanya mengikis energi spiritual kalian, tapi akan mengikis kesadaran spiritual kalian secara perlahan ..." ujar Du Anxi.

"Aku sudah merasakannya ... kepalaku mulai terasa sedikit pusing," ujar Li Shen, sambil mengusap peluh yang keluar di bagian dahinya.

"Berhentilah mengeluh dan fokus dengan langkahmu!" bentak Duan Xue, yang kesal dengan kelakuan Li Shen.

Mo Yuyan dengan santai berjalan di depan, ekspresinya tenang, seolah racun udara itu hanyalah angin biasa baginya.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya secara mendadak.

"Berhenti!" perintahnya dengan sikap waspada.

Melihat sikap waspada Mo Yuyan, semuanya langsung bersiaga.

Xiao Tianming menyipitkan matanya dan menajamkan pendengarannya, tangannya perlahan bergerak ke arah gagang pedang miliknya yang berada dipinggangnya.

"Apakah kamu juga merasakannya?" tanyanya kepada Mo Yuyan.

"Ya, ada aura pembunuh di sekitar sini ..." jawab Mo Yuyan.

Suasana langsung berubah tegang, saat mendengar jawaban Mo Yuyan.

Gluk!

Li Shen menelan salivanya dengan gugup.

"Ja-jangan bilang ..."

Sraaaak~

Terdengar suara gesekan halus dari balik kabut, membuat Mo Yuyan dan Xiao Tianming langsung memasang kuda-kuda.

Satu ...

Dua ...

Dan~

Swooossh!

Sepuluh orang perlahan muncul dari balik bayangan batang pohon yang mati.

Mereka semua mengenakan pakaian berwarna hitam pekat dan topeng serigala warna merah.

Aura dingin yang penuh dengan niat membunuh menyelimuti tubuh mereka semua.

Para Beast kontrak langsung siaga dengan wujud asli mereka yang besar, berdiri dibelakang majikan mereka masing-masing.

"Tahap enam-tingkat delapan ..." gumam Du Anxi.

Xiao Tianming maju ke depan Mo Yuyan, dan menatap mereka dengan tatapan nyalang.

"Aku tahu kalian akan datang ..." ujarnya dengan nada dingin.

"Hahahahaha! Putra Mahkota Kerajaan Langit Utara ... Kali ini kamu tidak akan lolos!" ujar salah satu dari mereka dengan suara rendah yang serak.

Mo Yuyan memutar matanya dengan malas.

"Hanya demi membunuhnya, kalian sampai melakukan perjalanan sejauh ini? Sungguh 'effort' yang sangat luar biasa!" ujar Duan Xue dengan nada sinis.

"Perintahnya adalah mutlak! Dan siapapun yang menghalangi kami, akan mati!" sahut salah satu dari mereka dengan nada meremehkan.

Mo Yuyan langsung menyeringai kejam, saat mendengar ucapan mereka.

"Silahkan maju ... Kita lihat nanti, siapa yang akan mati!"

--

"Hiaaaat!"

Wusssh!

Tanpa aba-aba lagi, kesepuluh pembunuh bayaran itu langsung bergerak maju secara bersamaan, setelah mengeluarkan aura tingkat enam mereka.

Gerakan mereka sangat cepat, terkoordinasi, dan mematikan.

"Itu adalah formasi pembunuh! Hati-hati!" teriak Du Anxi.

Li Shen dan Duan Xue langsung menghunus pedang mereka, sementara Mo Yuyan merapalkan sebuah formasi racun pengikat.

Para Beast bersiaga, siap menerima perintah tuan mereka masing-masing.

"Datanglah! Hahahahaha!"

Clang! Clang! Clang!

Suara benturan senjata menggema kencang dari dalam kabut, dan aura berbagai warna saling berbenturan di udara, menandakan pertarungan terjadi sangat sengit di dalam sana.

duan Xue menghadapi dua orang sekaligus, pedangnya menari liar dengan aura tajam berwarna merah.

"Hahahahaha! Ini adalah pertarungan seru melawan penjahat! Membuat darahku bersemangat!"

Sementara Li Shen menghadapi satu orang pembunuh bayaran yang terlihat meremehkannya.

"Jangan meremehkan aku!"

Clang! Clang! Clang!

Namun, serangan pembunuh bayaran itu membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang.

"Ugh! Cepat sekali gerakannya!" gumam Li Shen.

Disisi lain, Du Anxi mengeluarkan kekuatan melalui tongkatnya.

"Kabut Beracun Pengurai Qi!"

Blam!

Swooosh!

Sebuah kabut tipis langsung menyebar ke arah dua pembunuh itu, memaksa mereka untuk mundur.

"Kekuatan mereka ternyata diatas kita! Informasi yang kita terima ternyata tidak lengkap! Si-alan!"

--

Ditengah-tengah pertarungan sengit itu, Mo Yuyan dan Xiao Tianming berdiri berdampingan.

Lima orang pembunuh bayaran itu mengelilingi mereka dengan sikap waspada.

"Kalian berdualah yang paling berbahaya ..." ujar salah satu dari mereka dengan pedang terhunus.

"Berbahaya atau tidak, kalian akan melihatnya langsung ..." sahut Mo Yuyan.

Lalu dia menoleh ke arah Xiao Tianming.

"Apakah kamu masih sanggup untuk bertarung?" tanya Mo Yuyan.

"Tenagaku masih cukup untuk membunuh beberapa orang dari mereka ..." jawabnya sambil tersenyum tipis.

"Kalau begitu ... usahakan jangan sampai mati, oke?!"

"Baiklah, kamu juga."

--

Wussh!

Pertarungan mereka dimulai, dengan gerakan menyerang Xiao Tianming yang sangat cepat seperti bayangan.

Clang!

Dia menahan serangan senjata lawan, lalu membalasnya dengan sebuah pukulan yang mengandung energi spiritual.

BOOM!

Satu orang pembunuh terpental, saat serangan itu mengenai tubuhnya.

"Arrrgh!"

Brugh!

Sementara itu di sisi Mo Yuyan, dia ternyata cukup malas meladeni para pembunuh bayaran itu.

Dia hanya mengangkat tangannya, dan meminta Ryd untuk menyerang mereka.

"Aku malas meladeni kalian, itu hanya akan membuang-buang energi berhargaku. Kalian hadapi saja Beast-ku, oke?!"

"Ryd!"

Hydra itu langsung menjulurkan kepala utamanya kedepan, lalu~

Splash!

Dia menyemburkan racun berwarna hijau pekat ke arah mereka.

"Arrrrgh!"

Dua orang pembunuh itu langsung mundur dengan wajah panik.

Mo Yuyan melangkah maju dengan wajah dingin.

"Berani-beraninya ingin membunuh orangku, heh?! Maka kalian harus ... Mati!"

Mo Yuyan bergerak secepat kilat ke arah mereka, sambil menusuk titik vital salah satu dari mereka.

Tuk! Tuk! Tuk!

Pria itu langsung roboh tanpa suara ke atas tanah.

Brugh!

--

Baru saja Mo Yuyan ingin menangani pembunuh bayaran lain, terdengarlah teriakan histeris Li Shen yang menggema di udara.

"AAARRRGHHH! TOLOOONG!"

Mereka langsung menoleh ke arah suara itu, dan wajah mereka langsung terkejut.

"Li Shen?!!" teriak Du Anxi.

Saat mereka melihat Li Shen meronta-ronta, mereka langsung menghampirinya.

Ternyata, Li Shen terjebak dalam sebuah lumpur hidup yang beracun!

"T-tolooong aku, Kak! Aku tidak bisa keluar dari sini! Aku akan tenggelam! Ada sesuatu yang menghisapku dari bawah sana!" teriak Li Shen, panik.

Semakin dia bergerak, maka semakin cepat pula tubuhnya tenggelam.

"Hentikan gerakanmu itu, Bo-doh! Jangan bergerak!" bentak Du Anxi dengan nada kesal.

"Tapi aku tenggelam!!!" teriak Li Shen.

Salah satu pembunuh bayaran yang masih hidup, tertawa saat melihat kejadian itu.

"Hahahahaha! Dasar bo-doh! Bahkan tanpa kami datang kesini untuk membunuh kalian, kalian sudah pasti akan mati ditempat ini! Hahahaha!" ujarnya dengan nada mengejek.

"Lalu, kenapa kalian masih datang?! Dasar idiot!" balas Duan Xue dengan mulut beracunnya.

Para pembunuh itu langsung terdiam, benar juga kata bocah itu ... kenapa juga mereka masih datang?

"Karena kami hanya menjalankan perintah atasan!" jawab salah satu pembunuh itu.

Mo Yuyan merasa kesal, disaat kritis begini, bisa-bisanya mereka saling melemparkan ucapan.

"DIAM! BERISIK SEKALI KALIAN! Duan Xue ... Tianming ... Bereskan mereka semua!" perintah Mo Yuyan dengan nada tegas.

"Usahakan agar mereka tidak mengganggu, saat aku menyelamatkan Li Shen!" lanjutnya.

"Kami tahu!"

"Serahkan mereka padaku!"

Hiaaaat!

Boom!

Duan Xue menyerang mereka dengan kekuatan spiritualnya, membuat lima orang pembunuh bayaran itu langsung terpental.

"Hahahahahahaha! Jangan ganggu mereka! Lawan kalian adalah aku!"

Blam!

--

Mo Yuyan langsung berlari ke arah Li Shen.

"Kamu diam dan jangan bergerak!" ujarnya kepada Li Shen.

"Kalau diam, aku akan mati Kak!" sahut Li Shen.

"JUstru kalau kamu banyak bergerak, maka kamu akan mati lebih cepat!" bentak Mo Yuyan, kesal.

Li Shen langsung membeku, saat mendengar ucapan Mo Yuyan.

"Lalu solusinya bagaimana?" tanya Xiao Tianming.

Duan Xue dan Du Anxi melawan sisa para pembunuh bayaran itu bersama para Beast, sementara Xiao Tianming mendekat ke arah Mo Yuyan untuk membantunya.

Mo Yuyan memejamkan matanya sejenak, lalu dia membuka matanya kembali saat sudah menemukan jalan keluarnya.

"Tarik dia keluar, sebelum tubunya tenggelam setengah badan. Karena lumpur itu menyerap energi spiritualnya. Kita harus cepat, atau kita akan kehilangan dia ..." jawab Mo Yuyan.

Kalau begitu, cepat tarik dia keluar dari sana! Sebelum kita kehilangan dia!" ujar Mo Tianming.

Mo Yuyan langsung mengeluarkan jarum-jarum beracun miliknya, dan meleparkan ke beberapa titik di sekitar lumpur tersebut.

Tuk! Tuk! Tuk!

"Aku akan menahan pergerakan lumpur itu sebentar, dan kamu tarik Li Shen keluar!" ujar Mo Yuyan sambil merapalkan sebuah mantra penahan.

"Lakukan sekarang!"

"Baik!"

Xiao Tianming langsung melompat ke arah terdekat dengan Li Shen, dan langsung memegang lengan Li Shen untuk menariknya.

Grap!

"Pegang yang erat!" teriak Xiao Tianming.

"Aku pegang! Aku pegang! Cepat, tarik aku!" sahut Li Shen dengan wajah panik.

Akan tetapi~

Ssssrkkk!

Lumpur itu malah menarik Li Shen lebih kuat lagi.

"Ugh! Berat sekali!" gumam Tianming, geram.

Mo Yuyan menggeretakkan giginya, karena lumpur tersebut seperti mengerti maksud mereka, yaitu ingin mengambil 'mangsa' yang telah dia dapatkan.

"RYD ...!"

Ryd langsung mengerti maksud tuannya, dia langsung menyemburkan racunnya ke arah lumpur hisap itu.

Spash!

Cessss!

Lumpur hisap itu bergetar pelan ...

"Sekarang!" teriak Mo Yuyan.

Xiao Tianming mengerahkan seluruh tenaganya, hingga~

SREET!

Brugh!

Li Shen berhasil ditarik keluar dengan tubuh utuh, namun tubuhnya tertutup oleh lumpur hitam yang baunya sangat busuk.

"Uggh! ... Bau ... Busuk sekali!"

Saat Li Shen ingin membersihkan raxun itu dari tubuhnya, Mo Yuyan langsung menarik tangannya dan menahannya.

"Jangan sentuh lumpur itu!" ujar Mo Yuyan.

"Kenapa memangnya, Kak?! Ini bau, loh! Aku mau bersihkan sebelum mandi!" sahut Li Shen.

"Untungnya pakaianmu tertutup dari bawah sampai atas, karena racunnya bisa masuk melalui pori-pori kulit kita ..." ujar Mo Yuyan.

Penjelasan Mo Yuyan kembali membuat tubuh Li Shen meremang.

Saat ingin berkata kembali, Li Shen melihat seorang pembunuh muncul dari arah belakang Mo Yuyan, berencana untuk menyerangnya.

"Kak Yuyan, Awas!!!!"

"Mati kamu!"

Hiaaat!

Saat Mo Yuyan ingin berbalik dan menahan serangan itu, tiba-tiba~

Clang!

Xiao Tianming langsung menahannya tepat waktu.

"Jangan kehilangan fokus ditengah pertarungan, Yuyan!"

"Terima kasih, Tianming!" ujar Mo Yuyan.

"Sama-sama ..."

Pertarungan itu kembali memanas, dan Duan Xue mulai merasa terdesak.

"Ugh! Banyak sekali!" keluhnya dengan napas terengah.

Sementara itu, Du Anxi juga mulai terlihat kelelahan. Energi miliknya terasa tersedot habis di dalam lembah itu.

"Kita tidak bisa berlama-lama di dalam sini! Bisa-bisa, semua energi spiritual kita tersedot habis oleh lembah sia-lan ini!" ujar Du Anxi, memperingatkan semuanya.

Mo Yuyan dengan cepat menganalisa situasi yang ada di depannya.

Puluhan pembunuh bayaran, lumpur hisap beracun, kabut racun yang mengikis energi spiritual ... Semua ini bukanlah sebuah pertarungan biasa.

Ini semua sudah diperhitungkan oleh orang itu, dan ini adalah jebakannya!

"Bangke!!!" geram Mo Yuyan dalam hatinya.

"Xiao Tianming ..." panggilnya dengan suara lirih.

"Apa Yuyan?"

"Ini semua adalah jebakan ..." sahut Mo Yuyan sambil menggeretakkan giginya.

"Aku tahu ... Mereka yang memancing kita ke dalam wilayah ini," ujar Xiao Tianming sambil menganggukkan kepalanya.

Mo Yuyan menyeringai tipis, saat mendengar ucapan Xiao Tianming.

"Kalau begitu ... mari kita hancurkan semuanya tanpa sisa!"

Xiao Tianming tersenyum tipis, ketika mendengar ucapan Mo Yuyan.

"Aku suka cara berpikirmu. Ayo, kita habisi semuanya! Hahahahaha!"

Mo Yuyan langsung mengangkat kedua tangannya, untuk membuat formasi perisai anti racun, agar Li Shen dan Xiao Tianming tidak menghisap racun terkuat milik Ryd.

"RYD! KELUARKAN SEMUA RACUN MILIKMU! DAN HABISI MEREKA SEMUA!"

Mo Yuyan mengangkat tangannya.

“Ryd… lepaskan semuanya.”

Ssssss!!!

Aura racun yang mengerikan meledak dari tubuh Ryd.

Kabut hijau berubah lebih gelap.

“Ini…!” para pembunuh mulai panik.

Sementara itu—

Xiao Tianming melangkah maju.

Tanda naga perak di dahinya mulai bersinar.

Aura yang luar biasa muncul dari tubuhnya.

“Sekarang giliranku…” ujarnya dingin.

Boom!

Energi meledak.

Tanah bergetar.

Para pembunuh langsung goyah.

“Habisi mereka!” teriak Duan Xue.

Pertarungan berubah arah.

Dari bertahan—

Menjadi pembantaian.

Di tengah kekacauan itu—

Mo Yuyan dan Xiao Tianming berdiri berdampingan.

Dua sosok.

Dua kekuatan.

Dan tanpa mereka sadari—

Takdir mereka mulai terikat semakin dalam.

Di Lembah Emerald Hitam yang mematikan ini… hanya mereka yang akan keluar sebagai pemenang.

1
Travel Diaryska
lanjuttt thorrr semangaattt 💪😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasinya Kak Ryska ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 5 replies
Maria Lina
ok siap thor😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Maria ... 🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
jgn lh putus"thor ya😍
Maria Lina: ok thor ditunggu lanjutannya ya😍😍
total 2 replies
Mydar Diamond
🤔 upnya mana
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Sama2,KakMydar ... Maaf lahir dan bathin juga, doa yang sama untuk kk disana. Maaf baru sempat balas, baru bisa online soalnya ... 🙏🏻🤗😊😊😊
total 3 replies
Rina Yuli
Hadir✋✋✋✋
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah, ya kak ... karena kelamaan nunggu kontrak turun, akhirnya bikin novel baru kemarin, dan lagi semangat up di novel itu ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!