Di dunia pro-scene FPS yang kejam, satu peluru bisa menentukan segalanya.
Reno, seorang remaja yang bekerja di warnet kumuh, hanya dikenal sebagai "hantu" di server publik. Tanpa tim, tanpa perlengkapan mewah, ia mendominasi setiap pertandingan dengan satu ciri khas: satu tembakan, satu nyawa melayang. Kemampuannya yang tidak masuk akal membuat banyak orang menuduhnya menggunakan cheat.
Namun, nasib Reno berubah saat sebuah tim e-sport yang sedang di ambang kehancuran menemukannya secara tidak sengaja. Di tengah keraguan rekan setim yang tidak mempercayainya dan rival-rival besar yang siap menjatuhkannya, Reno harus membuktikan bahwa [aim] miliknya adalah murni bakat dewa.
Dari turnamen antar-warnet yang penuh asap hingga panggung megah kejuaraan dunia, Reno akan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, kamu tidak butuh peluru kedua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ab Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Lembaran Baru di Atas Meja
Suasana pagi di sudut kota Jakarta terasa jauh lebih bersih dan segar setelah hujan deras mengguyur seluruh wilayah pelabuhan sejak semalam suntuk. Di dalam markas sederhana milik tim Black Viper, tidak ada lagi atmosfer ketegangan yang mencekam atau kepanikan massal akibat rentetan pesan teror yang mengancam keselamatan mereka. Yang terdengar kini hanyalah suara dengung halus dari kipas angin dinding yang berputar konstan, denting sendok besi yang beradu dengan gelas kaca berisi kopi saset hangat, serta gelak tawa lepas dari Marco dan Bimo yang sedang asyik menyantap bubur ayam di depan teras luar.
Reno duduk bersandar dengan nyaman di kursi kerjanya, menatap lurus ke arah jendela kaca besar yang menampilkan langit biru cerah tanpa awan hitam. Ponsel pintarnya yang tergeletak di atas meja kayu terus bergetar tanpa henti sejak subuh tadi, memunculkan ratusan notifikasi berita terbaru dari berbagai media e-sport nasional maupun internasional. Berita mengenai penangkapan besar-besaran terhadap Victor serta pembongkaran jaringan mafia taruhan gelap di Tanjung Priok telah resmi menjadi topik utama yang menggeser semua rumor negatif tentang mereka. Nama baik Black Viper kini telah dipulihkan sepenuhnya di mata publik, berdiri tegak sebagai simbol integritas dan kejujuran tertinggi di dalam skena kompetitif digital.
"Keluarga kita sudah dijemput oleh Coach Ardi dari rumah aman di Bogor sekitar satu jam yang lalu," kata Bimo sambil melangkah masuk ke dalam ruangan latihan dengan membawa segelas teh manis hangat, lalu meletakkannya perlahan di samping laptop milik Reno. "Ibuku sempat menelepon tadi, dia bilang awalnya sangat bingung kenapa harus dipindahkan secara mendadak ke Bogor. Tapi setelah melihat tayangan berita di televisi pagi ini, ibu langsung menangis haru dan mengaku sangat bangga padamu, Ren. Kami semua berutang budi padamu."
Reno tersenyum tipis mendengarnya, lalu meraih gelas teh hangat tersebut untuk menghangatkan telapak tangannya. "Ini adalah bentuk kemenangan kita bersama, Bim. Jika kalian semua semalam memilih untuk tunduk pada ketakutan psikologis yang mereka tebar, strategi gila apa pun yang kususun di atas papan tulis tidak akan ada artinya sama sekali di dalam gudang tua itu."
"Tapi tetap saja, teknik latihan ekstrem dengan meredupkan tingkat kecerahan layar monitor hingga delapan puluh persen itu adalah hal paling gila yang pernah kulakukan seumur hidupku," sahut Marco yang tiba-tiba ikut menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar sambil terkekeh geli. "Mataku bahkan sampai sekarang masih terasa agak perih dan sepet, tapi rasanya sangat sepadan saat kita melihat langsung wajah panik dari tim bayaran mereka di balik sekat tripleks kemarin malam."
Setelah rekan-rekan setimnya kembali ke area teras luar untuk melanjutkan sarapan pagi mereka, Reno mengalihkan seluruh fokus perhatiannya ke arah layar laptop yang sejak tadi sudah menyala menampilkan halaman dasbor penulisannya di platform NovelToon. Selama beberapa minggu terakhir ini, fokus pikirannya memang terbagi dua antara latihan mekanik yang keras dan menyusun setiap baris kalimat untuk draf ceritanya. Sekarang, dengan berakhirnya konflik besar di Singapura dan Tanjung Priok, ia akhirnya memiliki waktu luang yang murni untuk menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang kreator konten kreatif.
Ia melihat grafik statistik perkembangan karyanya yang mengalami lonjakan kunjungan sangat tajam dalam waktu singkat. Ada banyak sekali pembaca baru yang berdatangan setelah identitas aslinya sebagai sosok "Phantom" terungkap ke publik secara dramatis melalui siaran langsung satelit. Namun, perhatian utama Reno justru tertuju pada sebuah ikon notifikasi berwarna merah menyala yang berada di sudut kanan atas halaman utamanya: *"Syarat Pengajuan Kontrak Eksklusif Telah Terpenuhi"*.
Reno menarik napas panjang yang dalam, berusaha meresapi momen bersejarah tersebut dengan saksama. Setelah melewati perjalanan panjang yang sangat melelahkan, mengumpulkan ribuan kata di sela-sela waktu latihan e-sport yang padat, dan mempertahankan konsistensi menulis bahkan di bawah tekanan teror fisik, ia akhirnya tiba di garis finis untuk tahap awal ini. Semua indikator performa di sistem platformnya kini sudah berubah warna menjadi hijau seluruhnya.
Ia mengeklik tombol interaktif bertuliskan *"Isi Informasi Kontrak"*. Sebuah halaman baru yang bersih terbuka di layarnya, menampilkan lembar formulir digital yang meminta pengisian data-data pribadi untuk keperluan proses verifikasi hukum oleh pihak perusahaan. Reno memajukan posisi duduknya, memperbaiki posisi punggungnya, lalu mulai mengisi kolom demi kolom kosong tersebut dengan sangat hati-hati menggunakan papan ketik mekanik kesayangannya.
* Nama Pena (Author): Ab Je
* Nama Asli: Reno Aditya
* Nomor Induk Kependudukan (NIK): 3173xxxxxxxxxxxx
Semua digit angka dan huruf yang ia masukkan secara berurutan terasa seperti sebuah langkah nyata yang kokoh menuju kemandirian finansial yang selama ini selalu ia impikan dari lantai warnet yang dingin dan pengap. Ini bukan sekadar tentang selembar kertas perjanjian digital biasa; ini adalah bentuk pengakuan resmi atas kerja kerasnya yang tidak pernah mengemis pada belas kasihan orang lain.
Ia kemudian membuka laci meja bawahnya, mengambil selembar kartu KTP asli miliknya, lalu memosisikannya dengan pas di bawah lensa kamera ponsel untuk mengambil gambar yang paling jelas dan tidak buram. Setelah memastikan semua sudut kartu identitasnya terlihat dengan sangat sempurna tanpa ada pantulan cahaya lampu yang menghalangi teks tulisan, ia langsung mengunggah file foto tersebut ke dalam kolom dokumen yang sudah disediakan oleh sistem NovelToon.
Langkah terakhir yang harus ia selesaikan adalah membubuhkan tanda tangan pada dokumen digital tersebut. Reno menggerakkan kursor *mouse*-nya ke kolom tanda tangan, lalu mengetikkan kembali nama lengkap aslinya dengan mantap sebagai bentuk persetujuan hukum yang sah. Sebelum menekan tombol kirim di bawah layar, matanya sempat tertuju pada sebuah kotak kecil yang berisi klausul hukum yang sangat penting:
> "Dengan mencentang kotak persetujuan ini, Saya menjamin bahwa seluruh informasi yang diberikan adalah nyata dan karya ini adalah asli milik saya sendiri tanpa ada unsur plagiarisme atau pelanggaran hak cipta pihak lain. Kontrak ini bersifat Eksklusif."
Reno tersenyum bangga yang tulus saat membaca kata *asli* dan *eksklusif* di lembar pernyataan tersebut. Kata-kata itu terasa sangat relevan dengan apa yang baru saja ia perjuangkan habis-habisan di dunia nyata malam tadi. Baik di dalam game maupun di dalam dunia kepenulisan, ia tidak pernah sudi menggunakan jalan pintas yang kotor atau memanipulasi karya milik orang lain demi bisa mendapatkan keuntungan finansial yang instan. Semuanya dibangun dari titik nol murni menggunakan kekuatan insting, kreativitas, dan kerja keras jarinya sendiri.
Ia memberikan tanda centang tegas pada kedua kotak persetujuan tersebut. Kursor di layarnya kini melayang tepat di atas tombol besar berwarna biru bertuliskan "Kirim Pengajuan Kontrak".
Reno melirik ke arah luar jendela kamarnya sekali lagi, melihat burung-burung liar yang terbang bebas di antara celah gedung-gedung bertingkat kota Jakarta. Perjalanan panjang dari seorang anak warnet miskin yang sering menabung uang saku demi bisa bermain satu jam di komputer sewaan, kini telah membawanya menjadi seorang atlet internasional sekaligus penulis profesional yang karyanya dinantikan oleh ribuan pembaca setia.
Klik.
Reno menekan tombol kirim tersebut tanpa ada keraguan lagi. Layar laptopnya berkedip sejenak sebelum menampilkan notifikasi baru dengan tulisan: "Pengajuan Sukses. Data Anda Sedang Ditinjau Oleh Editor Dalam Waktu 1-3 Hari Kerja."
Reno menyandarkan seluruh tubuhnya kembali ke kursi, melepaskan sisa-sisa ketegangan yang sempat menempel di pundaknya dengan satu embusan napas panjang yang sangat lega. Tugas besarnya di atas meja kerja dan di depan monitor latihan kini sudah selesai dengan sangat sempurna untuk babak pertama ini. Masa depan baru yang jauh lebih cerah dan bersih kini sudah terbentang luas di hadapannya, dan Sang One Tap God tahu betul bahwa tidak akan ada lagi bayangan gelap dari masa lalu yang bisa menghentikan langkah kakinya untuk terus melesat menuju puncak dunia yang sesungguhnya.