NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Makan Malam

Hari-hari di klinik Junie mulai terasa semakin hidup sejak Naomi bergabung.

Awalnya pasien Naomi masih sedikit. Namun perlahan, nama “Dokter Naomi” mulai sering disebut dari mulut ke mulut. Banyak pasien merasa nyaman karena Naomi tidak pernah terburu-buru saat memeriksa. Dia mendengarkan dengan sabar, menjelaskan dengan lembut, dan selalu memastikan pasien benar-benar mengerti kondisi mereka.

Bahkan beberapa ibu-ibu muda mulai sengaja meminta jadwal praktik Naomi.

“Dokternya enak diajak ngobrol.”

“Lembut banget.”

“Cantik lagi…”

Kalimat-kalimat seperti itu mulai sering terdengar di meja pendaftaran.

Pagi itu ruang tunggu klinik cukup ramai. Naomi baru saja selesai memeriksa pasien anak demam ketika perawat kembali mengetuk pintu.

“Dok, pasien berikutnya sudah masuk ya.”

Naomi tersenyum sambil mengangguk. “Silakan.”

Di luar ruangan, Junie berdiri sambil memperhatikan dari kejauhan. Tangannya masuk ke saku jas putih. Tatapannya diam-diam mengikuti Naomi yang kini terlihat jauh berbeda dibanding beberapa bulan lalu.

Perempuan itu terlihat hidup lagi. Senyumnya lebih sering muncul. Tatapannya lebih terang. Bahkan cara Naomi berjalan sekarang terasa lebih percaya diri, dan yang paling membuat Junie diam-diam bahagia, Naomi mulai tertawa lebih lepas.

“Kalau terus dilihatin begitu nanti bolong pintunya.”

Junie langsung tersadar. Dia menoleh dan mendapati Abdur Rahman berdiri di sampingnya sambil membawa dua gelas kopi. Dokter kandungan itu tersenyum tipis penuh arti.

Junie mendecakkan lidah pelan. “Ngaco.”

Rahman malah menyerahkan satu kopi ke Junie. “Nih buat orang yang lagi jatuh cinta.”

Junie menghela napas malas, tapi tetap menerima kopinya.

Rahman ikut bersandar di dekat meja perawat sambil melirik ke arah ruang praktik Naomi.

“Cantik ya,” komentarnya santai.

Junie spontan menjawab, “Iya.”

Lalu dia langsung sadar dan menatap Rahman kesal.

Rahman langsung tertawa kecil. “Refleks banget.”

Junie meminum kopinya cepat untuk menutupi salah tingkahnya.

“Aku serius,” kata Rahman kemudian. “Kau tuh kelihatan banget suka sama dia.”

Junie diam beberapa detik..“Aku memang suka,” akunya akhirnya pelan.

Rahman mengangguk seolah sudah tahu sejak lama. “Terus?”

Junie menatap ke arah ruangan Naomi lagi. “Aku nggak mau bikin dia nggak nyaman.”

“Kau pikir dia nggak sadar?”

Junie mengernyit.

Rahman tertawa kecil. “Jun, semua orang di klinik ini sadar kau perhatian banget sama Naomi.”

Junie mengusap tengkuknya pelan.

“Tapi aku yakin dia belum siap,” katanya lirih. “Hidupnya baru mulai membaik.”

Rahman memandangnya beberapa detik lalu mengangguk pelan. Dia memang tahu sedikit soal masa lalu Naomi. Dia juga bisa melihat bagaimana hati-hatinya Junie memperlakukan perempuan itu.

“Memang,” jawab Rahman. “Tapi bukan berarti kau harus diam terus.”

Junie terdiam.

Rahman menyeringai kecil. “Kau pernah ngajak dia jalan berdua?”

Junie langsung menjawab cepat. “Sering.”

“Tanpa Davin?”

Junie membeku.

Rahman langsung tertawa puas. “Nah itu!”

Junie menghela napas kecil. Memang benar, selama ini setiap momen bersama Naomi selalu ada Davin. Entah makan siang di klinik, kontrol terapi, atau sekadar mengantar pulang. Junie bahkan belum pernah benar-benar mengajak Naomi keluar sebagai perempuan, bukan sebagai ibu Davin.

“Kau harus mulai pelan-pelan,” kata Rahman santai. “Ajak makan malam kek.”

Junie diam cukup lama sekarang. Entah kenapa usulan itu terdengar sederhana, tapi membuat jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Rahman menepuk bahunya pelan. “Kalau nggak dicoba, ya nggak akan tahu.”

Sore harinya klinik mulai lebih sepi. Naomi baru saja selesai membereskan meja praktiknya ketika Junie muncul di depan pintu ruangan.

“Sudah selesai?” tukas Junie.

Naomi mengangguk sambil tersenyum kecil. “Hari ini lumayan ramai.”

Junie ikut tersenyum. “Karena dokternya bagus.”

Naomi langsung salah tingkah. “Bisa aja.”

Junie berdeham kecil. Untuk ukuran dirinya, mengajak perempuan keluar ternyata jauh lebih menegangkan dibanding operasi berjam-jam.

“Naomi…”

“Hm?”

Junie menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya bicara cepat, “Mau makan malam bareng nanti?”

Naomi langsung membeku kecil.

“Makan malam?” ulangnya pelan.

“Iya.” Junie mencoba terdengar santai. “Sekalian ngerayain praktikmu yang berjalan lancar.”

Naomi tampak ragu. Refleks pertamanya tentu Davin.

“Tapi Davin—”

“Davin sama Tante Jihan aja!”

Suara heboh itu tiba-tiba muncul dari belakang. Naomi dan Junie langsung menoleh bersamaan. Jihan muncul sambil menggendong Davin yang sedang makan biskuit bayi. Perempuan itu tersenyum lebar seperti baru menang undian.

“Aku bisa jagain Davin,” lanjutnya cepat.

“Jihan…” Naomi langsung melotot malu.

Namun Jihan pura-pura tidak peduli. “Pergi sana. Kasihan dokter Junie udah ngajak dengan wajah setegang itu.”

Junie langsung batuk kecil hampir tersedak ludah sendiri.

Naomi makin malu sekarang.

Sementara Davin malah ikut heboh sambil menunjuk Junie. “Juniii!”

Jihan mencubit pipi Davin gemas. “Nah anaknya aja dukung.”

Naomi mengusap wajah frustrasi kecil. Namun melihat ekspresi Junie yang diam-diam tampak gugup, entah kenapa dia jadi tidak tega menolak.

“Yaudah…” jawabnya akhirnya pelan.

Junie langsung sedikit terpaku. “Iya?” tanyanya memastikan.

Naomi mengangguk kecil. “Iya.”

Anehnya, jawaban sederhana itu berhasil membuat sudut bibir Junie naik tanpa sadar.

Malam itu Naomi tampil sederhana tapi cantik sekali. Dia memakai blouse krem lembut dengan celana panjang warna cokelat muda. Rambutnya dibiarkan tergerai natural. Tidak berlebihan, tapi justru membuat Junie beberapa detik kehilangan fokus saat melihatnya keluar dari apartemen.

“Maaf lama,” kata Naomi.

Junie cepat-cepat menggeleng. “Nggak.”

Padahal dalam hati dia sedang sibuk menenangkan detak jantung sendiri.

Sepanjang perjalanan, suasana awalnya sedikit canggung. Namun berbeda dari biasanya, malam itu Junie benar-benar berusaha membuat Naomi nyaman. Ternyata sisi humor Junie jauh lebih berbahaya dari yang Naomi kira.

“Kamu tahu nggak,” kata Junie sambil menyetir santai. “Dulu waktu koas, ada temanku yang pernah pingsan gara-gara lihat darah sendiri.”

Naomi langsung tertawa tidak percaya. “Masa sih?”

“Aku sumpah.”

“Padahal dokter?”

“Makanya memalukan.”

Naomi mulai tertawa lebih lepas sekarang. Junie diam-diam melirik sekilas lalu ikut tersenyum kecil. Dia suka melihat Naomi tertawa seperti ini.

Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran rooftop dengan suasana hangat dan lampu kota Jakarta yang indah. Begitu duduk berhadapan, Naomi terlihat sedikit kagum melihat pemandangan malam.

“Cantik banget…” ungkap Naomi.

Junie memperhatikannya beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan, “Masih cantikan yang ngomong.”

Naomi langsung menoleh bingung. “Hm?”

Junie pura-pura minum agar tidak terlalu terlihat salah tingkah.

Naomi mengernyit kecil beberapa detik sebelum akhirnya sadar maksudnya. Pipinya langsung memanas.

“Dokter sekarang suka gombal ya?”

Junie tertawa kecil. “Baru belajar.”

Malam itu Naomi benar-benar merasa nyaman. Tidak ada tekanan. Tidak ada rasa takut. Setelah sekian lama, dia bisa menikmati makan malam bersama seorang laki-laki tanpa merasa cemas.

Namun tanpa mereka sadari, takdir sedang memainkan sesuatu malam itu. Di parkiran restoran yang sama, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti.

Zayn keluar dari mobil sambil merapikan jasnya pelan. Malam ini dia sengaja mengajak Anggun makan malam untuk mencoba memperbaiki hubungan mereka.

Mereka tidak datang bersama karena Anggun masih ada acara sebelumnya. Jadi Zayn memilih datang lebih dulu dan menunggu di restoran. Namun langkahnya mendadak berhenti begitu memasuki area lobby restoran. Matanya menangkap sosok yang sangat familiar. Siapa lagi kalau bukan Naomi.

Jantung Zayn langsung berhenti sepersekian detik. Perempuan itu duduk di dekat jendela rooftop sambil tersenyum kecil. Sangat cantik. Bahkan lebih cantik dibanding terakhir kali dia melihatnya, dan yang membuat dada Zayn langsung menegang, Naomi sedang bersama seorang pria.

Zayn otomatis mundur sedikit sebelum terlihat. Dari balik pilar lobby, dia mengamati diam-diam.

Pria itu tampan. Tinggi, berwibawa, dan cara laki-laki itu memandang Naomi membuat rahang Zayn perlahan mengeras.

Naomi tertawa pelan mendengar sesuatu yang dikatakan pria itu. Sudah lama sekali Zayn tidak melihat mantan istrinya tertawa seperti itu. Pemandangan sederhana itu justru membuat dadanya terasa sesak. Dia terus menatap Naomi tanpa sadar.

Perempuan itu terlihat jauh berbeda sekarang.

Sementara dulu saat masih bersamanya, Naomi lebih sering diam.

Tangan Zayn perlahan mengepal erat. "Kenapa dia bisa bahagia begitu? Lalu mana anak itu? Apa dia menelantarkannya?" gumamnya. Dia jadi menduga-duga segala kemungkinan.

1
W I 2 K
penyakit.. hyper itu anggun zayn.....
Bunda Kayla
karma
renjani
karma berlaku Zayn..siapkan mentalmu..
Uyen Uyen
dua kali lipat Zayn balasan dari perbuatan zalimmu
Rommy Wasini Khumaidi
sudah dibayar tuntas Zayn setiap fitnah dan kata² ibu Ratna yang terhormat,tinggal ibu Ratna yang belum mengetahui suaminya selingkuh juga🤣🤣
Lee Mba Young
🤣🤣🤣 puas banget Zayn dpt sisa banyak laki iuhhh mnjijik kan. anaknya lahir Dr rahim sundal.
Tiara Bella
itu perempuan yg dianggap bagus sm ibu Ratna Zayn....malah selingkuh sm banyak pria....msh mending Naomi kemana²
Tiara Bella: hooh ya perlu dipertanyakan itu
total 2 replies
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu Zayn, menantu kesayangan keluarga Hartanto ternyata pelacur murahan itu 🤣😂😂 berhubungan dengan macam-macam laki-laki di luar sana, yang gitu jadi menantu kesayangan 🤣🤣😂😂 penasaran gimana reaksi Ratna, pas tahu nanti menantu kesayangan ternyata pelacur murahan 🤣🤣😂😂 jangan-jangan Ratna langsung mati atau jadi gila 🤣🤣😂😂 nikmati saja Zayn hasil perbuatan kamu dan Ratna
Eka
alhamdulillah mudah2 itu mamanya dr. junie
Eka
semoga ada orang yg menolong naomi biar ndak jadi kerja bersih2 kasihan thor mosok dokter cerdas
Ma Em
Akhirnya Zayn tau kelakuan Anggun yg sdh selingkuh dgn teman nya sendiri , Marvel kalau istrimu tau pasti rumah tanggamu juga akan berantakan dan Marvel pasti akan menyesal , semoga Naomi selalu bahagia bersama Gavin .
Eka
kamu lama2 gila zany
Tiara Bella
siap Thor....💪😍
istianah istianah
terimakasih kakak, cerita mu sangat menghibur sekali, saya sudah baca yg fotografer seson 1 , semoga yg ini jauh lebih bagus ya kak, dan menantang 🤭🤭
Ass Yfa
yuhu...kita tunggu cerita2selanjutnya..semangat kak...Adnan total bngt kerjanya bayarannya gede
Ariany Sudjana
wah mantap kerjanya Adnan, wah Bu Ratna harus tahu kalau menantu kesayangan, yang katanya menjunjung tinggi martabat keluarga Hartanto, ternyata pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan selingkuh beneran dengan sesama dokter 😂😂🤣🤣 dan Naomi yang dibuang karena dituduh selingkuh, hidupnya baik tuh 😄
Ma Em
Zayn itu karma untukmu juga keluargamu karena kamu sdh menyakiti Naomi istri yg baik setia serta Solehah malah pilih istri yg tdk pernah ngurus anak ngurus suami malah suka selingkuh , biar ibunya Zayn tau menantu pilihannya tdk sebaik yg dia kira .
Tiara Bella
aku pngn lihat reaksi Ratna mmhnya Zayn lihat menantu kesayangannya anggun yg ketahuan selingkuh ...dl dia yg fitnah Naomi selingkuh kan
Rommy Wasini Khumaidi
udah 3 tahun aja,perasaan kemarin pas Zayn ke apartemen baru 1 tahunan Davin...waktu cepat berlalu ya thor?
MamDeyh
Selamat menikmati ya Zayn, Anggun, dan mertua sengke.. Karma kalian otw loh/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!