NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Bereaksi

"Orang-orang ada di mana, Tuan?" tanya Nayra, pandangannya menyapu setiap sudut ruangan dengan tatapan yang heran. Rumah mewah keluarga Samir itu kini terasa sunyi sepi, jauh berbeda dengan suasana pada hari pertama ia datang saat seluruh anggota keluarga berkumpul dengan wajah hangat dan senyum ramah menyambutnya.

"Mama dan Papa pergi ke panti asuhan. Mereka berencana mengundang anak-anak yatim-piatu untuk hadir dalam pernikahan kita nanti," jawab Sean sambil melangkah perlahan menuju salah satu ruangan dalam kompleks rumah itu. Langkahnya terasa berat, seolah membawa beban yang tidak terucapkan.

"Lalu kemana Kak Nata dan Bang Rocky?" tanya Nayra kembali, kakinya mengikuti jejak Sean dengan kecepatan pelan, seolah takut terlewatkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

"Mereka sedang berada di kantor. Katanya ada rapat penting yang tidak dapat ditinggalkan," jawab Sean dengan nada datar tanpa sedikitpun ekspresi, kemudian langsung duduk di salah satu sofa yang mereka lewati. Kakak dan kakak iparnya memang jarang di rumah, mereka lebih suka menghabiskan waktu di lingkungan perusahaan. Begitu pula dengan anak-anak mereka, mereka juga cenderung lebih banyak berada di luar ketimbang di dalam rumah yang luas namun sepi ini.

"Lho, bukannya Anda akan menunjukkan mas kawin dan seserahan? Dulu katanya aku suruh memilih," tanya Nayra dengan dahi yang mengerut rapat, tatapannya terpaku pada Sean yang justru memilih duduk dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan membawanya melihat barang-barang penting itu.

"Duduk dulu saja!" seru Sean dengan cepat, tangan kirinya tiba-tiba menarik lengan Nayra hingga membuatnya terjatuh tepat di pangkuannya. Kedua pasang mata mereka saling bertemu dalam jarak yang sangat dekat, hingga Nayra bisa melihat kilauan emosi yang tersembunyi di dalam mata Sean. Sean benar-benar tidak berniat demikian. dirinya sendiri pun merasa gugup luar biasa melihat tubuh Nayra yang terpaku di pelukannya.

"Huek!" Tiba-tiba Nayra merasakan rasa mual yang menusuk ke dalam perutnya, seolah akan segera muntah saat aroma tubuh Sean yang hanya berjarak beberapa sentimeter menyengat ke hidungnya. Wajahnya memerah karena usaha menahan rasa tidak nyaman.

"Kau!" teriak Sean dengan suara yang penuh kesal, namun tetap mengontrol diri saat mendorong tubuh Nayra perlahan agar tidak membuat Nayra merasakan sakit. Matanya menunjukkan perasaan kecewa yang mendalam.

"Apa... apakah aku masih mengeluarkan bau seperti orang mati?" tanya Sean dengan tatapan tajam yang menusuk, membuat Nayra yang baru saja berdiri dengan sulit hanya bisa mengangguk pelan tanpa berani menatapnya langsung.

"Shit!" geram Sean sambil langsung berdiri dan meninggalkan Nayra dengan langkah cepat yang menunjukkan kekesalan yang meledak dalam dirinya. Tapak kakinya menggema di lantai marmer yang mengkilap.

"Tuan!" pekik Nayra dengan suara yang bergetar, namun suaranya sama sekali tidak terdengar oleh Sean yang sudah berbalik arah dan semakin menjauh. Ia memilih berlari ke ruangan belakang yang di dalamnya terdapat berbagai alat olahraga. Lebih baik menghabiskan waktu dengan berolahraga hingga tubuhnya lelah ketimbang harus berdiam diri bersama Nayra dan merasakan rasa kesal karena terus membuatnya merasa tidak nyaman. Sean tidak tahu apakah ini benar-benar akibat hormon kehamilan yang naik turun secara drastis, atau hanya alasan semata dari Nayra untuk menjauhinya.

"Dek, Bunda sudah sangat capek, ya. Jangan seperti ini terus, masa Tiap hari harus merasa mual, dan tiap malam tidak bisa tidur dengan nyenyak," keluh Nayra dengan suara lembut yang penuh kesedihan, tangan kanannya terus mengelus perutnya yang masih datar dengan penuh kasih sayang.

"Sudah, ya... jangan terus menyiksakan Bunda seperti ini," lanjutnya sebelum akhirnya duduk perlahan di sofa. Ruangan itu terletak dekat kolam renang terbuka, dengan beberapa pohon yang tidak terlalu besar namun cukup tinggi di sekelilingnya memberikan naungan yang teduh. Udara yang sejuk dan suasana yang hening membuat Nayra lama-kelamaan mengantuk, rasanya sudah lama sekali ia tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup semenjak mengetahui dirinya mengandung.

Setelah hampir tiga puluh lima menit melakukan olahraga ringan, Sean merasa heran karena Nayra tidak kunjung datang menemukannya. Ia pun berjalan mencari keberadaan calon istri itu dengan tubuh yang masih basah kuyup oleh keringat, napasnya masih sedikit terengah-engah.

"Dia tertidur? Ataukah dia terlalu lelah sampai ketiduran?" gumamnya dengan nada penuh kekhawatiran saat melihat Nayra yang sudah terlelap dengan wajah yang tampak rileks di sofa. Bibirnya sedikit terbuka, dan napasnya terasa stabil. Sean mulai mendekatinya dengan langkah perlahan, tangan kanannya siap meraih kepala Nayra untuk menjaganya agar tidak terjatuh.

"Hust... jangan ganggu dia. Sepertinya dia benar-benar sangat kecapekan," bisik Melati, sang ibu, dengan suara lembut sambil menahan lengan Sean yang hendak menjulur. Tangannya membawa sebuah selimut tebal yang warnanya putih bersih.

"Mama sudah pulang dari tadi?" tanya Sean sambil menoleh ke arah sang ibu yang tidak ia sadari sudah berada di sisinya dengan diam-diam.

"Baru sekitar sepuluh menit yang lalu. Mama melihat calon menantu Mama tertidur dengan nyenyak di sofa, jadi Mama mengambil selimut untuknya agar tidak terkena angin," ucap Melati dengan suara lembut yang penuh perhatian, matanya menunjukkan rasa sayang yang mendalam terhadap Nayra.

"Sebaiknya pindahkan dia ke kamar mu saja. Biar dia bisa istirahat dengan lebih nyaman di sana," ucap Wintoro, sang ayah, dengan nada pelan saat melintas di depan mereka. Matanya juga memperhatikan Nayra yang tertidur, kemudian memberikan tatapan yang menyuruh Sean untuk menjaganya dengan baik. Sean hanya bisa mengangguk menyetujui kata-kata ayahnya.

Kemudian Sean dengan hati-hati mengangkat tubuh Nayra dari sofa. Gadis itu seolah tidak merasakan apa-apa, ia tidak sedikit pun terganggu oleh gerakan Sean yang penuh kehati-hatian. Badan Nayra terasa lembut dan ringan di pelukannya.

"Ssst...," bisik Sean perlahan dengan suara yang penuh kelembutan saat Nayra tampak mulai menggeliat di pelukannya, seolah akan terbangun.

"Ahh... enak banget baunya..." gumam Nayra dengan mata masih terpejam erat, tangan kirinya secara refleks menarik lengan Sean agar tidak menjauh dari dirinya.

"Uhh... enak sekali..." lanjutnya saat Sean sudah sampai di kamarnya dan hendak meletakkan tubuhnya dengan hati-hati di ranjang yang luas.

"Ahh!" seru Nayra lagi dengan suara yang lembut, menarik lengan Sean yang hendak menjauh setelah meletakkannya. Hidungnya secara perlahan mendekat dan mengendus bagian ketek Sean yang masih basah karena keringat.

"Enak..." gumamnya dengan terus mengendus bagian itu, membuat Sean mengerutkan kening dengan tatapan yang penuh kebingungan.

"Jangan bawa ini pergi... ini parfum favorit aku..." gumam Nayra lagi, matanya masih belum terbuka, dan wajahnya menunjukkan ekspresi senang yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya saat berada dekat Sean.

"Apa yang dia maksud parfum adalah bau keringat ku?" batin Sean sambil memperhatikan calon istri yang sedang mengandung anaknya dengan seksama. Tampaknya perilaku Nayra benar-benar sangat berbeda dari biasanya, dan hal itu membuatnya merasa penasaran sekaligus sedikit khawatir.

Sean yang awalnya berniat pergi untuk membersihkan tubuhnya akhirnya mengurungkan niatnya. Ia duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Nayra yang kini sedang memeluk lengannya dengan sangat erat, hidungnya masih menempel di bagian keteknya seolah takut kehilangan aroma yang ia sebut "enak" itu. Perasaan bercampur aduk muncul dalam hatinya, antara kesal, penasaran, dan rasa sayang yang mulai muncul.

"jadi kau bohong saat berkata tubuh ku bau orang mati" gumam Sean pelan dengan memperhatikan Nayra lembut, bibirnya terangkat memperlihatkan senyum tipis di wajah nya

"Wajah mu masih sangat polos" gumam nya lagi dengan mengelus pipi Nayra lembut

namun sejurus kemudian wajah Sean menegang, bagaimana tidak, senjatanya yang sudah hampir setahun tidak pernah bergerak atau pun bereaksi, kali ini justru bereaksi hanya karena ia menyentuh pipi Nayra, keterkejutan nya membuat ia reflek berdiri dengan wajah sumringah.

"Ahhh! Kembalikan parfum ku!" seru Nayra dengan mata terpejam berusaha mencari lengan Sean, kedua tangannya bergerak-gerak di udara dengan mata terpejam

"Maaf, maaf" lirih Sean kembali mengulurkan tangan nya ke arah Nayra untuk di peluk, ia kembali duduk di tepi ranjang dengan memperhatikan Nayra

Ia berencana menelpon Roy untuk memberitahu kabar gembiranya, ia juga ingin memanggil dokter untuk memeriksa keadaan tubuhnya, mungkin ini benar-benar keajaiban, karena senjatanya bisa kembali berfungsi setalah fakum sekitar satu tahun lamanya, tapi sayang, ponsel nya justru tertinggal di ruang olahraga, untuk sekedar pergi mengambil ponsel saja ia tidak bisa karena Nayra begitu erat memeluk tangan nya, jika dia berteriak memanggil asisten rumah tangga, ia takut membuat Nayra terbangun karena suaranya, ia hanya bisa menjabak Rambut nya dengan kasar karena merasa frustasi.

 

1
Ardy Ansyah
👍👍👍👍👍👍
Akak Lisa
👍👍👍👍
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!