NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Najwa hilang

Fadli termenung duduk di kursi kebesarannya, otaknya di penuhi beribu pertanyaan tentang gadis bernama Laluna, si wanita jangkung gagah perkasa berkulit putih dengan mata bulatnya itu kenapa punya banyak sekali musuh, dimatanya Luna adalah gadis cantik sederhana dan jujur, tapi dimanapun dia berada musuh selalu saja menghadangnya.

Hasan mengetuk pintu dan Fadli mempersilahkan masuk, "masuk" ucapnya, Hasan membuka pintu dan duduk di hadapan sang bos, sambil menunjukkan suatu vidio.

"setelah aku bisa menangkap salah satu dari mereka dan menginterogasinya di markas kita, dia mengakui di suruh oleh seseorang bernama Hayati Widia, dan si wanita bernama Hayati Widia itu menghendaki Laluna hilang, tapi gagal". Jelas Hasan, sementara Fadli manggut manggut sambil mengingat sebuah nama , Widia.

"Widia? Bukannya Widia itu adalah ibunda dari Luna, masa setega itu seorang ibu menghilangkan nyawa anaknya, sedangkan macan saja tidak mungkin makan anaknya.

Fadli segera menghubungi gadis perkasa itu dan mengungkapkan apa yang dia tahu, Laluna menanggapi biasa saja tak heran sama sekali, "dari dulu memang dia tak menghendaki aku lahir di dunia ini bang, bahkan dengan sengaja demi sebuah ritual konyol dia mengumpankan aku pada dukun cabul untung aku bisa selamat". Luna menghela nafas dalam dalam itu membuat Fadli makin miris mendengar cerita hidup kekasihnya itu.

"Apakah perlu aku menangkap Bu Widia itu dan membawanya ke markas untuk kamu interogasi sebenarnya apa mau dia, kenapa se benci itu dia padamu?" tanya Fadli dan Luna menolak.

"Nggak usah bang, selama aku masih bisa mengatasi biarkan aku dulu yang mengatasinya kecuali aku sudah tak sanggup aku akan minta bantuan mu". Jawab Luna.

"Tapi kamu dalam bahaya tiap saat Luna, apa perlu aku beri kamu bodyguard untuk mendampingi mu?" tanya Fadli.

"Bang , Abang lupa siapa aku? Aku bisa menjadi bodyguard buat aku sendiri, insyaallah aman Bang". Jawab Luna masih menolak.

"ya terserah kamu deh tapi jika ada yang mengganggumu dan membuat kulitmu tergores maka aku akan ambil nyawanya". Jawab Fadli sungguh mengerikan.

"Itu tak mungkin Bang, aku seorang petarung Minggu depan juga ada pertandingan lagi, luka sudah menjadi teman ku sehari hari yang penting ada dokter Najwa di sampingku semua akan baik baik saja". Tiba tiba Luna ingat akan keberadaan Najwa sudah sehari semalam dia tak pulang juga tak mengabari Luna , Luna kemudian mohon maaf untuk mengakhiri panggilan dari Fadli.

"perasaan ku tak enak Bang, sudah dari kemarin mbak Najwa tak ada kabar, aku sampai lupa menelpon nya, sebentar ya Bang aku tutup dulu nanti aku hubungi lagi, assalamualaikum ". Luna langsung menutup panggilan setelah berucap salam.

Luna segera menghubungi nomor Najwa, dan tak ada jawaban, di ulang lagi sampai tiga kali tak ada jawaban kemudian untuk keempat kalinya ada jawaban dari operator, nomor yang anda hubungi di luar jangkauan silahkan telpon kembali ", suara sang operator.

Luna mengirim pesan suara hanya centang satu, karena sangat kawatir Luna menghubungi Dandy, Dandy yang lagi berada di kantor tak tahu menahu tentang Najwa.

"gue kira dia masih ada di tempat lu, gue nggak tahu, coba hubungi suster Nabila asisten nya". Jawab Dandy yang tanpa kehadiran Laluna pekerjaannya menumpuk setinggi gunung, sebel sekali dia kenapa sahabat nya itu pakai acara ambil cuti segala, Dandy tak tahu apa yang sedang terjadi atas diri Laluna.

Luna menghubungi suster Nabila setelah Dandy mengirimkan nomor dari suster tersebut, jawaban suster Nabila sama saja, tidak tahu!

"Hari ini sebenarnya ada meeting dengan para dokter penyakit dalam, tapi dokter Najwa tanpa perintah apapun malah absen tak ada berita dan nomor telephone nya tak aktif, terpaksa saya yang mewakili nya tadi pagi, dan sampai saat ini tak ada kabar apapun darinya". Jawab Nabila.

Laluna makin kawatir tak ada petunjuk sama sekali, ingin telephone ibunya Najwa takut wanita berdarah Mesir itu makin kwatir jika mengetahui putrinya tak ada kabar, akhirnya Luna minta tolong pada papinya Dandy yang seorang polisi, karena Najwa sudah tak ada kabar selama dua puluh empat jam sudah bisa di nyatakan sebagai korban orang hilang.

Bu Nurmala maminya Dandy ikut kebingungan, Bu Nurmala adalah adik dari ayahnya Najwa yang asli orang Sunda, almarhum ayah Najwa menikah dengan gadis Mesir, mereka kenal ketika pertukaran pelajar antar negara.

"bagaimana om, ada kabar dari Najwa?" tanya Luna, dan Hasan yang kebetulan juga menghubungi Najwa tak ada jawaban kini balik menghubungi Luna, jadilah kini Najwa di cari oleh banyak kubu, Hasan dengan pasukan bayangannya dan om Reza papinya si Dandy.

Semuanya bergerak mencari keberadaan Najwa, dan nun jauh di sana di pinggir pantai di sebuah gubuk, Najwa tengah di sekap dengan mulut tersumpal kaos kakinya sendiri dan tangan terikat ikat pinggangnya, sementara kakinya juga diikat dengan kabel hitam, sang penculik yang memakai masker dan topi serta kacamata hitam di malam yang gelap tanpa lampu, membuat laki laki buncit di depannya tampak makin seram.

"Dokter Najwa, tentunya kamu sudah tahu apa yang kuinginkan setelah ku beri pilihan kamu malah abaikan?" tanya suara tinggi besar itu, Najwa sudah sadar dari pingsannya setelah beberapa saat tadi di bius oleh sang penculik, dan ternyata penculik itu bukan mantan suaminya atau orang asing, tetapi dokter Hilman, yang termasuk seorang manager di rumah sakit dimana Najwa bekerja, dokter Hilman yang telah kepergok Najwa telah menyelewengkan uang rumah sakit berjumlah ratusan juta itu meminta Najwa tutup mulut, tapi Najwa malah melaporkannya pada direktur rumah sakit tersebut, jadilah dokter Hilman marah bukan kepalang, untuk menghilangkan jejak ada dua pilihan buat Najwa, diam atau di lenyapkan dan Najwa tak mau dua duanya, Najwa ingin rumah sakit ini bebas korupsi demi kelangsungan masa depan bersama, Hilman harus di tangkap dan di beri sangsi berat,dan karena laporan itu beserta bukti buktinya hilman akhirnya di pecat dengan tidak hormat dan disinilah letak dendam kesumat dokter Hilman, sudah di beri pilihan agar selamat tapi tak di hiraukan jadi pilihan kedua di jalankan oleh dokter Hilman, Najwa harus lenyap sebagaimana kerjaan dokter Hilman yang juga sudah lenyap saat ini.

Najwa meronta berusaha melepaskan ikatan yang menjerat tangan dan kakinya, setelah berhasil mengeluarkan benda yang menyumpal mulutnya, Najwa berteriak minta tolong.

"tolong aku siapapun, tolonggg". Teriak Najwa, dokter Hilman tertawa terbahak bahak, naluri kemanusiaannya sudah lenyap kini tinggal naluri iblisnya yang bersemayam dalam hatinya.

"Ha ha ha ha, teriak lah sekuat tenaga mu Najwa, tak satupun orang yang bisa menolongmu, kini kita jauh dari pemukiman penduduk, jauh di pinggir hutan di tepi pantai, aku akan menikmati tubuhmu dulu, setelah itu aku akan memutilasi kamu dan ku taruh dalam karung dengan pemberat sebongkah batu biar jasadmu tak di temukan orang ha ha ha, rasakan pembalasan atas kelancanganmu ikut kepo dengan urusanku". Tawa mantan dokter itu menggema mengerikan seperti suara iblis di tengah neraka.

@@$@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!