NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

Zoya telah jatuh cinta kepada dosennya bernama Arlo. Arlo adalah sosok dosen yang dingin dan tidak ramah... dia kikuk dengan hal asmara.
lalu bagaimana zoya akan meluluhkan hati Mr. profesor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Ia teringat pada kejadian kemarin. Mata Tuan Muda Saksomo yang biasanya dipenuhi aura dingin dan kekerasan kini tampak jauh lebih lembut. Pria itu menatap Zoya dengan pandangan hangat, seolah menyimpan ketenangan air musim semi di dalam sorot matanya. Bahkan, Tuan Muda Saksomo sempat menunjukkan senyum yang begitu ramah.

Merasakan aura kasih sayang yang dipancarkan pria itu kepada Zoya, Arlo seketika merasa mulai memahami sesuatu.

Mungkinkah alasan Tuan Muda Saksomo begitu baik pada Zoya adalah karena pria itu telah jatuh cinta padanya?

Biasanya, jika seseorang yang memang ramah bersikap baik kepadamu, itu akan terasa biasa saja. Namun jika orang yang terkenal kasar dan pemarah tiba-tiba menunjukkan kelembutan, perasaan yang muncul akan jauh lebih membekas.

Kontras yang terlalu besar itu membuat Arlo semakin yakin.

Tuan Muda Saksomo pasti jatuh cinta pada Zoya.

Jika itu bukan cinta, lalu apa lagi?

Arlo memandang Zoya dengan ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya memanggil pelan,

“Zoya…”

Zoya yang sedang memegang pulpen menoleh bingung. “Hm?”

Arlo tampak seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Tatapannya sedikit rumit.

“Teman pria yang kemarin itu… Tuan Muda Saksomo, kan?”

Zoya mengangguk santai.

“Iya.”

Melihat pengakuan itu, Arlo terdiam beberapa detik sebelum berkata pelan,

“Sebenarnya… aku cukup akrab dengannya.”

Arlo tidak menjelaskan lebih jauh.

Ia tentu tidak mungkin mengatakan bahwa Tuan Muda Saksomo adalah kakak dari tunangannya sendiri... orang yang selama bertahun-tahun diam-diam mengawasinya seperti sipir penjara.

Bahkan saking ketatnya pengawasan itu, Jaiden pernah menginap di apartemennya beberapa hari penuh dengan alasan santai:

> “Bukankah kita keluarga?”

Memikirkan itu saja membuat pelipis Arlo terasa nyeri.

Sementara Zoya tampak cukup terkejut.

Ia tidak menyangka Arlo mengenal kakak keduanya. Namun setelah dipikir-pikir lagi, mengingat keluarga Arlo juga bergerak di dunia bisnis, tidak aneh jika lingkaran pergaulan mereka saling bersinggungan.

Arlo memandang Zoya dengan ekspresi seolah ingin membocorkan rahasia besar.

“Apakah kamu tahu kalau Tuan Muda Saksomo itu sering bergonta-ganti wanita seperti mengganti pakaian?”

Zoya langsung mengangguk setuju. Ia memang pernah khawatir soal itu.

“Dia benar-benar bajingan,” kata Arlo serius.

Zoya mengangguk cepat seperti ayam mematuk nasi… Melihat Zoya sependapat dengannya, entah kenapa Arlo jadi semakin bersemangat menjelek-jelekkan Jaiden. Ia sedikit mendekat dengan ekspresi misterius… Zoya pun tanpa sadar ikut menegakkan tubuh.

“Kamu tahu dia suka bernyanyi, kan?”

Zoya mengangguk.

Sedikit yang tahu bahwa kakak keduanya sangat suka bernyanyi, dan suaranya memang bagus. Bahkan Arlo mengetahui hal itu… jelas hubungan mereka pasti cukup akrab.

“Apakah kamu tahu,” lanjut Arlo serius, “dia pernah menginap di apartemenku, dan aku melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.”

Tatapan Zoya langsung penuh rasa penasaran.

“Apa? Cepat katakan.”

Arlo tampak lega melihat Zoya ikut tertarik. Ia langsung melanjutkan dengan nada sangat serius:

“Kamu tahu, orang kentut lebih dari sekali itu biasa.”

Zoya berkedip.

“Tapi…” Arlo mencondongkan tubuh sedikit lagi, “kau tahu dia pandai bernyanyi, kan?”

“Iya…”

“Namun kau belum pernah mendengar kalau dia sebenarnya bisa bernyanyi menggunakan kentutnya.”

Zoya: “…”

Apa?!

Mulut Zoya langsung menganga lebar.

Matanya membesar tidak percaya.

Jika saat itu ia sedang minum air, mungkin seluruh isi mulutnya sudah menyembur ke wajah Arlo.

Ia benar-benar tidak menyangka kakaknya punya… bakat aneh seperti itu.

Dan yang lebih mengejutkan…

Profesor Arlo yang biasanya dingin dan serius ternyata bisa membicarakan hal semacam ini dengan wajah setenang langit musim dingin.

Namun saat Zoya masih shock, matanya mendadak membelalak lebih lebar lagi.

Di depan pintu masuk…

Berdiri dua orang dan satu anjing dalam keadaan membeku.

Kantong plastik di tangan salah satunya bahkan terjatuh ke lantai.

Sofa tempat Arlo dan Zoya belajar memang kebetulan tepat di samping pintu masuk apartemen.

Dan orang yang berdiri sambil mematung itu adalah…

Jaiden.

Di sampingnya ada Necki dan BenBen.

Wajah Jaiden berubah warna seperti palet cat.

Merah.

Hijau.

Ungu.

Lalu perlahan menjadi hitam pekat.

Sudut bibirnya berkedut hebat.

Ia benar-benar tidak menyangka saat baru masuk ia malah mendengar fitnah paling memalukan dalam hidupnya.

Sialan Arlo.

Hancur sudah citraku.

Di sampingnya, Necki masih menganga sambil memiringkan kepala perlahan menatap Jaiden.

Dalam hati ia berpikir:

> Jadi orang setampan ini ternyata punya hobi seperti itu…? Benar-benar di luar dugaan.

Bahkan BenBen pun duduk sambil menatap Jaiden lekat-lekat.

Tatapan seekor anjing itu terasa penuh penilaian.

Jaiden hampir mati karena malu.

Ia benar-benar ingin membunuh Arlo sekarang juga!

Namun sebelum ia sempat bergerak, Zoya sudah berdiri lebih dulu.

“Mm… aku ke dapur dulu!”

Ia langsung mundur beberapa langkah.

Melihat wajah kakaknya yang hampir meledak, Zoya merasa naluri bertahan hidupnya bekerja sangat baik hari ini.

Lagi Pula yang mengatakan semua itu bukan dirinya.

Arlo sendiri yang mengatakannya!

Zoya buru-buru menyelinap menuju dapur. Namun baru dua langkah, ia melirik Necki yang masih mematung sambil menganga menatap Jaiden.

Zoya langsung kembali menarik tangan Necki.

“Aduh, bodoh!” gumamnya.

Ia juga membungkuk mengambil kantong plastik yang tadi jatuh sebelum menyeret Necki kabur ke dapur.

“Ayo! Waktunya memasak makan siang!”

BenBen yang merasa dirinya adalah manusia, langsung ikut berlari masuk ke dapur bersama mereka.

Dan dalam sekejap…

Ruang tamu hanya tersisa Jaiden dan Arlo.

Dua pria itu saling menatap dalam diam.

Aura membunuh perlahan mulai memenuhi ruangan.

1
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!