NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Meridian Terbuka Sebagian Kekuatan Setingkat Raja

Hujan deras turun membasahi lembah terdalam Akademi Bintang Utara. Di balik dinding gubuk reyot yang menjadi tempat tinggalnya, Xue Ying duduk bersila di atas tumpukan jerami kering. Napasnya teratur, panjang, dan dalam. Sejak kemarin, setelah ia melepaskan gelombang kekuatan gabungan miliknya dan Ren untuk mengalahkan Pangeran Lan Feng, tubuhnya terasa berbeda.

Rasanya seolah ada lautan energi yang bergejolak di dalam dadanya, menekan dinding-dinding pembuluh darahnya, meminta untuk dilepaskan, untuk diatur, dan untuk dialirkan ke tempat yang lebih tinggi.

Di dalam kesadarannya, suara Ratu Hong Yue, nenek moyangnya, kembali terdengar, kali ini penuh dengan nada kagum dan takjub.

"Anakku... aku tidak menyangka hal ini akan terjadi begitu cepat. Ikatan batinmu dengan pemuda itu... dan darah yang mengalir di tubuh kalian berdua... menciptakan reaksi yang bahkan aku sendiri tidak pernah bayangkan sebelumnya."

Xue Ying memejamkan mata lebih rapat, memusatkan seluruh kesadarannya ke dalam tubuhnya.

"Apa yang terjadi, Nenek Moyang? Kenapa rasanya seperti ada ribuan jarum yang menusuk dari dalam? Rasanya sakit, tapi juga... nikmat sekali, seolah ada kekuatan tak terbatas yang hendak lahir."

"Karena teknik Kitab Suci Penyucian Langit yang kau jalankan, ditambah energi murni yang terus mengalir masuk dari Ren, telah berhasil menghancurkan sekat-sekat alami di tubuhmu. Kau tahu kan? Setiap manusia lahir dengan meridian yang tertutup sebagian. Pendekar biasa menghabiskan puluhan tahun hanya untuk membuka satu atau dua saluran saja. Membuka seluruh meridian adalah hal yang dianggap mustahil, sesuatu yang hanya dicapai oleh para dewa legenda."

Suara Ratu Hong Yue berhenti sejenak, seolah menunggu momen yang tepat.

"Tapi kau... dalam waktu singkat ini... kau baru saja berhasil membuka tiga perempat seluruh meridian dan saluran energi di tubuhmu."

Xue Ying tersentak hebat di dalam meditasinya. Tubuhnya bergetar pelan.

"Tiga perempat... Itu artinya apa, Nenek Moyang?"

"Artinya... kau telah melampaui batas manusia biasa, anakku. Pendekar yang meridiannya terbuka sebagian besar... memiliki kapasitas energi seribu kali lipat lebih besar dibandingkan orang lain. Kecepatan penyerapan mereka ratusan kali lebih cepat. Dan kekuatan serangan serta pertahanan mereka... setingkat Raja."

"Setingkat Raja..." gumam Xue Ying bergetar.

Di dunia persilatan, tingkatan kekuatan dibagi jelas: Penduduk Bumi, Penakluk Langit, Penguasa Alam, dan seterusnya. Namun ada satu tingkatan khusus yang melintasi batas-batas itu, tingkatan yang tidak tertulis dalam buku apa pun: Setingkat Raja.

Sebutan ini diberikan kepada mereka yang kekuatannya sudah melampaui aturan umum, mereka yang bisa mengalahkan musuh dua atau tiga tingkat di atasnya hanya dengan satu gerakan. Mereka adalah raja di antara sesama pendekar, keberadaan yang ditakuti dan dihormati di mana pun mereka berada.

"Apakah... aku sekarang berada di tingkatan itu?" tanya Xue Ying penuh harap dan takjub.

"Benar. Karena meridianmu sudah terbuka sebagian besar, energi di tubuhmu kini sudah menjadi Energi Raja. Padat, berat, murni, dan mengandung wibawa alami yang membuat makhluk lain takluk tanpa perlu kau bertindak. Ingat kemarin saat kau mengalahkan Lan Feng? Dia sudah berada di puncak tingkat Penakluk Langit. Tapi di matamu, dia lambat, lemah, dan tidak berarti. Itu karena kau sudah melampaui tingkatan itu jauh-jauh hari, meski peringkat luarmu masih tertulis rendah."

"Dan ini baru permulaan. Begitu meridianmu terbuka sempurna nanti... kau akan melangkah ke jalan yang tidak pernah diinjak oleh siapa pun dalam ribuan tahun terakhir."

Tiba-tiba, rasa panas yang dahsyat melanda seluruh tubuh Xue Ying. Energi di dalamnya yang sudah padat dan penuh itu, kini mulai berubah wujud. Dari yang tadinya berbentuk gas berwarna putih, perlahan-lahan berubah menjadi cairan yang berkilauan, mengalir deras di setiap pembuluh darahnya, membawa rasa sakit dan kenikmatan yang luar biasa.

"Ahhh!!" Xue Ying mendesah pelan, tubuhnya melayang perlahan naik ke udara, diangkat oleh tekanan energi yang keluar dari pori-pori kulitnya.

Cahaya putih bersih menyelimuti tubuhnya, menerobos keluar dari celah-celah dinding gubuk tua itu, bersinar terang menembus kabut dan hujan, terlihat jelas dari puncak-puncak gunung akademi.

Di dalam aliran energinya, Xue Ying merasakan sesuatu yang baru. Di setiap ujung meridian yang terbuka itu, ada saluran khusus yang terhubung langsung ke ikatan batinnya dengan Ren. Aliran energi antara mereka berdua tidak lagi sekadar berputar, tapi kini menjadi satu sistem sirkulasi utuh.

Apa yang dimiliki Xue Ying, kini otomatis dimiliki Ren. Apa yang dimiliki Ren, otomatis mengalir ke Xue Ying. Kapasitas mereka berdua kini bukan lagi kapasitas dua orang, melainkan kapasitas satu makhluk raksasa dengan tubuh ganda.

"Ren..." panggil Xue Ying dalam hati, mengirimkan getaran sukacita lewat ikatan itu. "Aku merasakannya... kekuatan ini... betapa dahsyatnya ini. Terima kasih. Semua ini tercipta karena kekuatanmu yang mengalir masuk ke dalam diriku."

Jawaban Ren datang seketika, terdengar jelas dan penuh kebanggaan yang meluap-luap, seolah pemuda itu pun sedang menahan gejolak kekuatan yang sama jauh di sana.

"Tidak, kekasihku. Ini adalah kekuatanmu. Aku hanya membantu membuka kuncinya saja. Rasakanlah... rasakan betapa hebatnya wanita yang kucintai. Mulai hari ini, tidak ada lagi murid sampah, tidak ada lagi gadis lemah. Mulai hari ini... kau adalah Xue Ying, sang Penguasa Muda yang berdiri di puncak dunia."

Di luar gubuk itu, hujan deras tiba-tiba terbelah.

Xiao An yang sedang berlindung di bawah atap sebelah ternganga menatap pemandangan di depannya. Ia melihat cahaya putih itu, ia merasakan tekanan udara yang berat seolah ada gunung yang diletakkan tepat di atas kepalanya. Ia melihat butiran air hujan yang jatuh, berubah menjadi uap panas sebelum sempat menyentuh tubuh Xue Ying yang melayang di udara.

"Ini... ini kekuatan apa?!" seru Xiao An gemetar, mata berbinar kagum. "Bahkan Tetua Tertinggi Akademi pun tidak memiliki aura sekuat ini! Nona Xue... dia bukan manusia biasa... dia benar-benar dewi yang turun ke bumi!"

Sementara itu, di puncak gunung utama, di dalam Aula Agung Akademi Bintang Utara, para Tetua dan Guru Besar yang sedang bermusyawarah tiba-tiba bangkit berdiri dengan wajah pucat dan kaget.

"Apa itu?!" seru Tetua Zhu, orang terkuat di akademi itu yang sudah berada di tingkat Penguasa Alam. Ia menatap ke arah lembah bawah dengan mata menyipit kaget. "Sumber energi sebesar itu... padat, murni, dan mengandung tekanan wibawa yang sangat tinggi... Siapa yang sedang berkultivasi di sana?!"

Guru Meng yang juga hadir di sana menelan ludah dengan wajah ketakutan. "Tetua... itu... itu berasal dari Lembah Sampah... dari tempat tinggal murid-murid tingkat rendah..."

"Mustahil! Di sana hanya ada sampah dan murid buangan! Bagaimana mungkin ada energi setingkat Raja di sana?!" Tetua Zhu menggebrak meja keras. "Cepat! Selidiki! Siapa pun dia... dia adalah harta terbesar akademi ini! Kita harus mengangkatnya sekarang juga! Bahkan kalau perlu, jadikan dia murid pribadiku!"

Namun di bawah sana, di tengah cahaya putih yang mempesona itu, proses peningkatan diri Xue Ying belum selesai.

Tiba-tiba, mata Xue Ying terbuka. Dua sinar cahaya tajam melesat keluar, menembus dinding kayu, menembus hujan, dan melesat hingga menghilang di cakrawala. Di dalam matanya, kini terdapat pola samar berbentuk sayap burung yang berdenyut berirama.

Ia perlahan turun kembali ke tanah.

Saat kakinya menyentuh lantai tanah yang basah...

DUK!!!

Tanah di radius sepuluh meter di sekelilingnya retak-retak halus, dan seluruh genangan air di sana melayang naik ke udara, membentuk ribuan butiran air yang berputar mengelilinginya seolah patung yang terbuat dari cairan.

Xue Ying mengangkat tangan kanannya sambil mengulurkan telapak tangan. Ia tidak mengeluarkan tenaga, ia tidak berkutik. Namun di telapak tangannya, udara berputar kencang, terbentuk pusaran energi putih yang padat dan berat, membuat ruangan kecil itu seolah mau runtuh tertindas beratnya energi itu.

"Ini... kekuatanku..." bisik Xue Ying dengan suara rendah namun bergema. "Setiap gerakanku... mengandung kekuatan ratusan ribu kuda. Setiap kata-kataku... mengandung wibawa untuk memerintah langit dan bumi."

Ia berjalan keluar dari gubuk itu, menembus tirai hujan yang kini berhenti jatuh di dekatnya, seolah alam pun memberi hormat.

Di depan pintu, Xiao An berlutut dengan gemetar hebat, kepalanya menunduk sampai menyentuh tanah. Ia tidak berani mendongak. Tekanan yang dipancarkan Xue Ying begitu kuat hingga membuatnya merasa seolah sedang berdiri di hadapan dewa.

"Bangunlah, Xiao An," ucap Xue Ying lembut.

Hanya dengan satu kalimat itu, tekanan berat yang menindas dada Xiao An lenyap seketika, digantikan rasa nyaman dan hangat yang luar biasa. Pemuda itu mendongak, menatap sosok Xue Ying yang berdiri gagah di tengah halaman.

Pakaian abu-abu lusuh itu masih sama, tapi pemakainya sudah berubah total. Xue Ying kini memancarkan aura keagungan yang tak terlukiskan. Ia terlihat seperti dewi yang baru bangkit dari tidur panjang, cantik namun menakutkan, tenang namun mampu mengguncang dunia.

"Nona Xue... kekuatanmu..." Xiao An tersendat tak mampu melanjutkan.

Xue Ying tersenyum tipis, senyum yang penuh percaya diri dan damai. Ia mengangkat tangan kanannya, dan di kejauhan, sebilah pedang besi tua yang tertanam di tumpukan sampah melayang terbang sendiri masuk ke tangannya. Dengan mudahnya, Xue Ying memegang pedang itu, lalu sedikit menggerakkannya.

WUUUSSS... CRASSS!!!

Tanpa disentuh, tanpa tenaga kasar, udara di depan sana terbelah, memunculkan celah panjang yang memanjang hingga ke tebing seberang, dan tebing itu terbelah rata menjadi dua bagian seolah dipotong pisau raksasa!

Pedang tua itu sendiri langsung hancur lebur menjadi debu, tidak sanggup menampung sedikit saja energi yang mengalir dari tubuh Xue Ying.

"Ini baru permulaan, Xiao An," ucap Xue Ying pelan namun tegas. "Mereka menganggapku sampah? Mereka menganggapku murid terlemah? Mulai detik ini... aku akan membuat mereka sadar, betapa butanya mata mereka."

Xue Ying menatap ke atas, ke arah puncak gunung di mana bangunan megah akademi berdiri. Matanya menyala tajam.

"Meridianku sudah terbuka sebagian. Kekuatanku sudah setingkat Raja. Dan Ren... dia sedang bertumbuh sama dahsyatnya di sana."

"Dunia persilatan... bersiaplah. Karena sebentar lagi, akan ada dua nama yang akan mengguncang seluruh benua ini. Dua nama yang akan membuat semua raja, kaisar, dan tetua dunia ini menundukkan kepala."

Xue Ying mengangkat tangan ke langit, dan di telapak tangannya, energi putih bersih membentuk sosok kecil Burung Hong yang mengepakkan sayapnya indah dan megah.

"Langit tidak lagi membatasi kami. Bumi tidak lagi menahan kami. Kami adalah satu. Dan kami... adalah Raja."

Di kejauhan, guntur bergema menyambut kebangkitan itu. Kabut tebal yang selama ini menyelimuti Akademi Bintang Utara tersingkir oleh angin kekuatan yang baru lahir itu.

Legenda baru bukan lagi sekadar cerita. Ia sudah berdiri tegak di sini, di tempat yang paling rendah, namun memiliki ketinggian yang tak terjangkau siapa pun

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!