NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi dari masa lalu

Suasana di restoran terlihat sangat nyaman dan akrab. Bara dan Meli asik banget ngobrol, tertawa lepas, dan sesekali Meli menyentuh lengan Bara dengan sangat dekat.

Bara merasa aman dan santai, dia sama sekali tidak curiga kalau ada mata yang mengawasi dari jauh.

Di meja lain, atau sedang lewat, ada Mita sahabat dekat Zea yang juga ternyata adalah adik kelas Bara pas SMA dulu.

Mita awalnya cuma mau pesan makan, tapi matanya langsung tertuju pada satu meja.

Mita mengernyitkan dahi, lalu matanya membelalak lebar tak percaya.

"Eh?! Itu... Itu kan Kak Bara?! Beneran nih?! ngapain dia sama wanita lain" gumam Mita kaget.

Mita tahu jelas siapa Bara. Dia juga tahu betapa besarnya cinta Zea sama pria ini, dan tahu kalau sekarang mereka lagi proses mau nikah.

Mita menghubungi Zea, dan bertanya sedang apa dan bagaimana hubungannya dengan Bara.

"Mereka baik-baik saja, tapi bagaimana cara tanya keberadaan Bara sekarang ke Zea" gumam Mita yang mulai bingung.

Tapi... apa yang dilihat Mita selanjutnya bikin dia langsung emosi setengah mati!

Wanita yang sedang bersama Bara bertingkah seolah pasangan kekasih.

" DIH APA'AN SIH MEREKA!! GUE HARUS MELAPORKAN INI PADA ZEA, GUE GAK MAU SAHABAT GUE DIPERMAINKAN, SIALAN!" Batin Mita meledak.

Tanpa pikir panjang, dan tanpa sepengetahuan Bara maupun Meli, Mita langsung ambil HP-nya.

Dengan sigap dan diam-diam, dia memotret beberapa kali.

KLIK! KLIK!

Foto-foto itu menangkap jelas wajah Bara yang sedang tersenyum lebar, dan kedekatan mereka berdua yang terlihat sangat mesra.

Mita langsung buka chat WhatsApp dan kirim semua foto itu ke Zea.

Mita ngetik cepat dengan emosi memuncak.

Selesai kirim chat, Mita masih menatap tajam ke arah Bara.

"Dasar Bara nggak tahu diri! Udah dapatin Zea masih aja kelakuan begini! Tunggu aja ya, nanti kalau Zea marah atau nangis, gue yang bakal marahin lo!" Batin Mita.

Di ruangan kantor yang sepi, Zea duduk termenung sambil memegang HP-nya. Baru saja dia membaca pesan masuk dari Mita sahabat SMAnya.

Jari Zea gemetar hebat saat membuka galeri dan melihat foto-foto yang dikirimkan.

KLIK!

Mata Zea membelalak lebar. Napasnya seakan berhenti sejenak.

Di foto itu terlihat jelas... Itu Bara! Itu calon suaminya!

Tapi yang bikin jantung Zea serasa diremas sampai sakit, adalah kenyataan bahwa Bara sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita. Wanita itu terlihat sangat cantik, gaya berpakaiannya elegan, wanita cerdas dan terlihat sangat percaya diri.

Dan yang paling menyakitkan... Mereka terlihat sangat bahagia.

Bara tersenyum lebar, tertawa lepas, dan tatapan mereka sangat akrab. Bahkan di salah satu foto, terlihat jelas wanita itu menyentuh lengan Bara dengan sangat dekat dan akrab.

" Jadi ini yang katanya penting, privat. Sangat Privat sekali. Bagus sekali Bara" Bisik Zea pelan tak percaya, air mata mulai menggenang.

Ingatan Zea langsung melayang ke perkataan Bara pagi tadi.

"Saya ada urusan penting Zea. Urusan privat. Kamu tunggu di kantor aja ya."

Ternyata urusan penting dan privat itu artinya makan enak, ketawa-ketiwi, dan jalan bareng wanita lain?!

"Kenapa harus bohong? Kenapa harus sembunyi-sembunyi? Kalau emang mau ketemu temen atau siapa pun itu, kenapa nggak jujur aja? Apa karena dia malu atau takut aku marah? Atau... atau memang ada apa-apa di antara mereka makanya ditutup-tutupi?" Batin Zea hancur.

Rasa percaya yang baru saja dibangun dengan susah payah, rasanya runtuh seketika melihat bukti foto itu.

Apalagi dilihat dari penampilan cewek di foto itu... levelnya kelihatan setara banget sama Bara. Sama-sama sukses, sama-sama keren, sama-sama terlihat mahal.

"Pantesan... Pantesan dia malu atau takut aku salah paham. Karena memang kelihatan cocok dan pas banget ya kalian berdua... Jauh lebih pas daripada sama aku yang cuma bawahan biasa ini." Ujar Zea semakin merasa kecil dan sedih.

Air mata akhirnya jatuh menetes membasahi pipi Zea. Dia cepat-cepat mengusapnya kasar.

"Baiklah Bara... Kamu kira saya bodoh ya? Kamu kira saya nggak akan tau? Ternyata secepat ini kamu berubah..." gumam Zea dengan suara pecah.

Sore harinya, pintu ruangan terbuka. Bara masuk dengan wajah yang masih terlihat sangat santai dan senang. Rupanya pertemuannya dengan Meli tadi sangat menyenangkan dan menghibur hatinya.

Bara bersiul pelan sambil meletakkan kunci mobil, lalu menatap ke arah meja Zea dengan senyum manis.

"Hai sayang... Aku balik nih. Wah lama banget ya rasanya seharian nggak ketemu. Kangen tauuu " Ujar Bara ceria.

Dia berjalan mendekat dengan maksud mau nyium atau peluk Zea seperti biasa.

Tapi...Reaksi Zea sama sekali berbeda.

Zea duduk tegak di kursinya, wajahnya datar tanpa ekspresi, matanya dingin menatap layar komputer seolah-olah Bara itu tidak ada. Tidak ada senyum, tidak ada balasan sapaan, bahkan dia tidak menoleh sedikitpun.

Suasana di ruangan langsung berubah jadi beku dan mencekam.

Bara berhenti melangkah, senyumnya perlahan hilang. Dia mengernyitkan dahi bingung.

"Loh? Kenapa sayang? Kenapa mukanya jutek gitu? Kamu capek ya? Atau ada yang salah?" tanya Bara was-was.

Baru saja Bara bertanya, Zea dengan gerakan lambat meraih HP-nya di atas meja. Dia membuka foto yang tadi dikirim Mita, lalu meletakkan HP itu tepat di depan wajah Bara dengan tatapan tajam menusuk.

Zea bicara dengan suara datar tapi penuh amarah yang tertahan.

"Urusan penting ya ? Urusan privat yang rumit ya? Kok... kok saya liat di foto ini kamu lagi senang-senang makan siang sama cewek cantik, bagus?"

DEG!

Wajah Bara langsung pucat pasi! Matanya membelalak lebar melihat fotonya sendiri bersama Meli yang terlihat sangat jelas dan mesra!

"I... Ini?! Kok bisa ada fotonya?! Siapa yang motoin?!" Kaget Bara terbata-bata.

Zea berdiri dari kursinya, menatap Bara tajam-tajam. Rasa kecewa dan sedih bercampur jadi satu.

"Itu bukan poin utamanya! Yang jadi masalah itu kenapa kamu BOHONG?! Kenapa sembunyi-sembunyi?! Kalau emang mau jemput temen atau mau ketemu cewek itu, kenapa nggak jujur aja dari awal?!" Seru Zea meledak.

Zea menahan air matanya agar tidak jatuh.

Zea lanjutnya sakit hati:

"Saya kan udah percaya penuh sama kamu! Saya percaya kamu lagi kerja atau urus hal penting! Ternyata isinya... jalan bareng cewek lain yang jauh lebih keren, lebih pinter, dan lebih setara sama kamu ya?! Rasanya itu lucu, saya ini tidak suka dipermainkan" Lanjut Zea penuh sakit hati.

Melihat Zea yang sudah sakit hati dan marah besar, Bara langsung panik setengah mati! Dia tidak mau salah paham ini makin panjang!

Bara buru-buru pegang tangan Zea tapi langsung ditepis kasar.

"Zea dengerin aku dulu! Jangan salah paham dong! Itu beneran temen aku doang kok! Namanya Meli, dia itu temen kuliah aku di luar negeri, dia pengacara, kita emang lama nggak ketemu jadi kangen doang!" Seru Bara dengan cepat.

Zea mendecakkan lidah kesal, apalagi Bara bilang kangen sama wanita itu rasanya semakin membuat hatinya runtuh.

"ALASAN! Cuma temen kok sampai semerah itu?! Cuma temen kok sampai bohong gitu?! Kalau beneran temen kenapa harus ditutup-tutupi?! Jawab Bara?!" Seru Zea tidak terima.

Zea menatap mata Bara dengan kecewa yang sangat dalam.

"Saya kira tadinya kamu beda... Saya kira kamu serius... Ternyata sama aja juga suka main belakang dan bohongin calon istri sendiri, saya sadar diri kok. Sebenernya saya ini tidak pantas jika bersanding dengan seorang seperti kamu" Gumam Zea pelan tapi menyakitkan.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!