NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alamak.. Terkejut mak

"Bersihkan dirimu dan bersiaplah," ujar Hiro tanpa basa-basi, suaranya berat dan mutlak. "Malam ini ikut ayah menghadiri jamuan makan malam dengan jajaran direksi MahaTech."

Kata terakhir yang diucapkan Hiro seketika membuat tubuh Dai menegang. Genggaman tangannya pada sarung tinju mengerat. Keheningan mendadak merayap, menyelimuti ruangan yang tadinya bising oleh hantaman fisik.

MahaTech. Nama perusahaan itu menghantam dada Dai dengan telak. Makan malam dengan pimpinan MahaTech artinya dia akan kembali berhadapan langsung dengan Djiwa, pria angkuh yang selama ini mati-matian menentang hubungannya dengan Kilau. Dan tentu saja, ada kemungkinan besar Kilau juga akan hadir di sana.

Meningkat nama gadis itu, rasa rindu yang menyesakkan langsung menyeruak di dada Dai. Sejak Dai ada di mansion ini, dia memang tidak bisa menemui Kilau atau sekedar bertukar kabar dengan gadis itu. Di sisi lain, bayangan wajah Djiwa yang selalu memandangnya rendah juga berputar di kepala. Selama ini, Djiwa hanya tahu bahwa Dai adalah seorang pemuda biasa, pemilik bengkel kecil yang dianggap tidak punya masa depan dan tidak sudi dia jadikan menantu.

Djiwa tidak pernah tahu, bahkan bermimpi pun tidak, bahwa pemuda bengkel yang selalu dia injak-injak harga dirinya itu adalah putra mahkota tunggal dari Ananta Corporation, raksasa bisnis kelas dunia yang takhtanya mengakar kuat di Jepang dan mencengkeram negara-negara maju lainnya.

Jika Dai melangkah ke restoran itu mendampingi Hiro Daichi, maka seluruh permainan undercover-nya akan berakhir malam ini. Datang sebagai anak Hiro sama saja dengan menampar wajah Djiwa dengan kenyataan yang paling brutal. Pria tua itu akan tahu bahwa pemuda yang diremehkannya adalah anak pengusaha global, sekaligus sosok misterius berinisial BAD yang secara agresif diam-diam telah membeli lebih dari separuh saham MahaTech.

Dai berada di ambang kebimbangan besar. Di satu sisi, egonya ingin melihat bagaimana hancurnya keangkuhan Djiwa saat mengetahui kebenaran ini. Namun di sisi lain, dia mencemaskan bagaimana reaksi Kilau jika tahu bahwa selama ini dia telah membohongi gadis itu tentang identitas aslinya.

"Kenapa? Apa nyalimu menguap hanya karena mendengar nama MahaTech?" sindir Hiro, memecah perang batin yang berkecamuk di kepala putranya. Di sudut ruangan, Xylas hanya bisa menahan napas, pura-pura menjadi patung agar tidak terkena percikan ketegangan antara bapak dan anak itu.

Dai membuka matanya. Sorot ragu yang sempat melintas kini berganti dengan kilat ketegasan yang dingin. Kerinduan pada Kilau dan harga diri yang terlalu lama diinjak akhirnya memenangkan pergulatan batinnya. Dia tidak bisa terus bersembunyi di balik baju montir yang kotor oleh oli. Dai melepas sarung tinjunya dengan sekali sentakan kuat, membiarkannya jatuh mencium lantai.

"Oke." jawab Dai datar, namun penuh penekanan. Dia menatap lurus pada manik mata ayahnya. "Beri aku waktu tiga puluh menit."

Jawaban dari Dai berhasil membuat senyum merekah di wajah bapak Hiro.

...----------------...

Restoran mewah bergaya modern-kontemporer yang terletak di lantai teratas salah satu gedung pencakar langit ibu kota itu telah dipesan secara privat. Sinar lampu kota yang terhampar di balik dinding kaca besar menyuguhkan pemandangan fantastis, namun atmosfer di dalam ruangan VIP itu terasa begitu pekat sejak kedatangan rombongan Ananta Corporation.

Djiwa duduk di kursi utama dengan senyum formal yang dipaksakan, berusaha menampilkan wibawa terbaiknya sebagai pemimpin MahaTech. Di sebelahnya, Kilau duduk dengan gaun anggun yang semakin memancarkan pesona ayunya. Namun, raut wajah gadis itu mendadak kaku, matanya terbelalak tak percaya saat pintu geser bergaya minimalis itu terbuka.

Di sana, tampak melangkah masuk di belakang pimpinan legendaris Hiro Daichi, adalah seorang pemuda bertubuh tegap dengan sorot mata tajam . Dia adalah Badai. Lelaki yang beberapa hari ini selalu dia cari keberadaannya, mengkhawatirkan lelaki itu hingga membuat dadanya sesak karena cemas dan rindu berkumpul menjadi satu.

Pemuda itu mengenakan setelan jas custom-tailored berwarna hitam pekat yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Potongan rambutnya rapi, memancarkan karisma yang sangat berbeda dari biasanya. Tak ada lagi kruk, tak ada bekas luka. Dai begitu tampan dan sangat berkarisma.

Namun, alih-alih kagum atau menyadari ada yang berbeda dari sosok Dai, Djiwa justru langsung menyipitkan mata dengan sorot meremehkan yang amat kentara.

"Oh, lihat siapa yang datang," cemooh Djiwa langsung, bahkan sebelum Hiro sempat duduk. Pria paruh baya itu terkekeh sinis, memandang Dai dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Saya tidak menyangka Tuan Daichi akan membawa pengawal rendahan ke pertemuan sepenting ini. Atau... tunggu dulu. Bukankah kamu montir miskin yang selalu mengitari putri saya? Apa kamu ke sini untuk mengemis pekerjaan? Sudah bosan jadi montir rupanya. Mau beralih profesi jadi kacung versi elit?"

Kata-kata hinaan mulai mengalir lancar dari mulut Djiwa, memecah keheningan ruangan mewah tersebut.

"Papa! Papa bikin malu tau nggak!" Kilau tak suka Dai dihina seperti itu. Sedangkan Dai tetap diam tak merespon apapun, seperti pepatah lama mengatakan.. Anjing menggonggong pasti berlalu. Kalau nggak berlalu ya tinggal timpuk batu! Batu satu truk, maksudnya biar kicep sekalian

"Lihat apa yang kamu pakai.. Nyolong dari mana itu? Mengenakan setelan jas yang lebih mahal dari seluruh isi bengkel kecilmu itu tapi sayangnya, apa yang kamu kenakan itu tidak bisa menyembunyikan kenyataan. Aura miskinmu tetap terpancar jelas, tidak bisa ditutupi oleh kain mahal sekalipun. Kamu pikir dengan berdandan seperti ini, kamu bisa sejajar dengan kami di restoran ini? Menatap tempat ini saja kamu tidak pantas, sampah!"

Mendengar rentetan hinaan kasar itu, Dai sama sekali tidak membalas. Dia bahkan tidak melirik Djiwa. Fokusnya terkunci sepenuhnya pada perempuan ayu di seberang meja yang sangat dia rindukan. Kilau. Mata mereka saling bedadu, binar rindu jelas tergambar di netra keduanya.

"Papa udah pa, cukup! Mulut papa kejam banget tau nggak!" Kilau kembali bersuara.

Sepasang mata indah milik gadis itu kini dipenuhi oleh badai pertanyaan yang berkecamuk. Tatapannya tertuju lurus pada Dai, menuntut jawaban atas kegilaan yang sedang terjadi. Kenapa Dai ada di sini? Ayahnya jelas-jelas mengatakan bahwa malam ini mereka hanya mengundang pengusaha kelas kakap dari Jepang, sang penguasa bisnis global, Hiro Daichi. Kehadiran Dai dengan pakaian sekorporat ini sama sekali tidak masuk akal baginya.

Djiwa yang merasa diabaikan semakin menaikkan nada suaranya. "Benar-benar tidak tahu sopan santun. Berani-beraninya kamu mengabaikan saya di depan Tuan Hiro—"

"Cukup."

Satu kata itu diucapkan Hiro dengan nada rendah, namun sanggup memotong kalimat Djiwa seketika. Atmosfer ruangan langsung turun beberapa derajat. Hiro perlahan duduk di kursinya, melipat tangan di atas meja, sementara Xylas berdiri tegap di belakangnya dengan wajah tanpa ekspresi, walau dalam hati sudah bersiap menonton kehancuran total sang singa tua MahaTech.

Hiro sama sekali tidak suka anaknya dipermalukan lebih lama lagi oleh orang yang tingkatannya bahkan berada jauh di bawah kakinya.

"Tuan Djiwa," Kali ini Xylas yang bicara, suaranya mengalun dingin, memotong udara malam dengan ketajaman yang absolut. "Sebelum Anda meludahkan lebih banyak sampah dari mulut anda, sebaiknya anda membuka mata dan telinga anda lebar-lebar." keangkuhan seorang Hiro Daichi kini menular pada asistennya.

Djiwa agak tersentak, sedikit ciut mendengar aura intimidasi dari seorang asisten konglomerat dunia.

Xylas melirik Dai sekilas, lalu kembali menatap Djiwa dengan pandangan yang sarat akan penghinaan balik yang elegan. "Pemuda yang baru saja anda sebut montir miskin dan anda katakan memiliki 'aura miskin' ini... adalah Badai Ananta Dewa. Putra kandung tuan besar Hiro Daichi, atasan saya."

Ruangan itu mendadak seolah kehilangan seluruh suaranya. Detik seakan berhenti berputar.

"Tuan muda Dai bukan hanya putra dari tuan besar Daichi ," lanjut Xylas, memberikan hantaman berikutnya yang jauh lebih mematikan. "Beliau adalah pemilik saham terbesar di MahaTech, perusahaan kecil yang selalu anda banggakan setinggi langit. Beliau adalah investor misterius berinisial BAD yang memegang kendali atas nasib hidup dan mati perusahaan anda saat ini. Dan yang anda juga harus tahu, tuan muda Dai adalah pewaris tunggal dari seluruh imperium bisnis Ananta Corporation."

Boom. Ajoor ndangak-ndangak jiwa raga seorang Djiwa.

Kata-kata Xylas bagaikan nuklir yang meledak tepat di wajah Djiwa. Pria paruh baya yang tadinya begitu congkak dan berapi-api itu seketika bungkam seribu bahasa. Wajahnya berubah pucat pasi, kehilangan seluruh rona darahnya dalam sekejap mata. Seluruh tubuhnya gemetar hebat. Keringat dingin mulai muncul di wajah dan telapak tangannya.

Djiwa syok bukan main. Efek kejut yang teramat dahsyat itu membuat dadanya terasa begitu sesak, seolah-olah pasokan oksigen di ruangan itu mendadak menguap habis. Dengan tangan yang gemetar, Djiwa refleks memegang dadanya sendiri, merasakan jantungnya yang nyaris kehilangan detak saking terkejutnya karena informasi luar biasa yang baru saja menghantam gendang telinganya. Pemuda yang selama ini dia injak, dia hina, dan dia samakan seperti sampah, ternyata adalah sosok yang memegang leher perusahaannya, sekaligus pangeran dari dinasti bisnis terbesar yang tak akan pernah bisa dia gapai.

Di sampingnya, Kilau juga tak kalah terkejutnya dengan sang ayah. Gadis itu membekap mulutnya sendiri dengan sebelah tangan, air mata tipis mulai menggenang di pelupuk matanya yang melebar. Rasa tidak percaya, terkejut, dan emosi yang campur aduk mengaduk-aduk dadanya.

1
Bulan-⁶
salahkan djiwa yang punya mulut terlalu lemes dan kesombongan serta keangkuhan setinggi langit
Bulan-⁶
jangan mati dulu pak djiwa terlalu enak kalau langsung mati
Bulan-⁶
pak Hiro, jangan kaku2 lah jadi orang biar anakmu gak terus2an benci sama anda
desember
🤣🤣🤣🤣
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
kaum hawa klo lagi kangen emg suka random gitu kelakuannya😌
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
biarkan Kilau pelan² mencerna semua ini Dai😌
saat ini dia pasti masih siyok stlh mengetahui kebenaran yg baru saja dia terima
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
betina lain emang Dai diomongi lambe ngomong ora2 atine meronta2 minta dijamahvluar dalam 🤣🤣🤣🤣🚴🚴🚴🚴
kabur Ndak dibalang bonggol ro othore
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
heleh, entut
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
😒ben wae Dai ancen arek lenang ngene serba salah
jujur pancet salah ngapusi soyo nggladrah meneng ambekan tok wae lho asli pancet salah
mosok ben dino kon riyoyo ben arek wedok iku ngaku salah trus
arek lenang bener kan pas riyoyo tok😒
Badai pasti berKilau
Keluarin aja unek-unek mu Kil, biar blong ehh plong 😌
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg gmn prsn Anda wahai bapak Djiwa??
org yg selama ini kamu anggap sampah, tyt org yg bisa dg sekejap mata membuatmu menjadi butiran upil..😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Siap² kamu sakit jiwa ya Djiwa 😌
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
terus aja terus..
sblm akhirnya kamu mati mendadak krna dipukul telak oleh kenyataan yg sbntar lagi kamu dengar
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
sekalian bawa popcorn ya Xy 😅😅😅
Badai pasti berKilau
Wkwkwkwk terkejod kau kan, Djiwa 🤣🤣 moga kau tak sakit djiwa setelah tau siapa Badai sebenarnya 😌
Badai pasti berKilau
Weww, apa nanti disaba, Dai Badai ketemu Kilau 🤔
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
kappokmu pakdhe makane ojo sombong2 due bondo ra sepiro 🤣🤣🤣🤣
ngidek cengell ora nek ngeneki PO langsung tembus jeroan 🤭
Badai pasti berKilau
Hahaaa, ternyata sekelas Xylas suka kuaci juga 🤣🤣
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
makin seru aja nih..
jadi makin gak sabar buat sllu nunggu lanjutannya..
smoga gak tiba² dibuat siyok kek Baga aja😌
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
jika saja identitas Badai sudah terbongkar, dunia pasti menertawakanmu wahai suDjiwa yg kek punya gangguan jiwa😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!