Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan ibu
Sudah hampir magrib belum pulang ke rumah juga.Matahari hampir sepenuhnya tenggelam.Dimana Nathan? Ibunya cemas mondar mandir di depan rumah menunggu nya.Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.Ibu Dewi sangat khawatir karena Nathan lah sekarang satu-satunya yang ia punya.
"Loh-loh-loh dapat dari mana bingkisan sebanyak ini nak ?"Tanya ibu Dewi dengan nada bingung.
"ini Bu di kasih sama ibunya Nabila.Sebagai tanda terima kasih katanya karena Nathan sudah membantu membawa paman ke rumah sakit"Ucap Nathan sedikit berbohong.
(ibu tau kamu sedang berbohong sama ibu)ujarnya dalam hati.
"Yasudah masuk dan mandi.Ibu dari tadi khawatir nungguin kamu"ibunya membawa bingkisan dari Nathan.
"Besok aku harus selidiki sendiri ke rumah Nabila.Ini bocah berbuat apa di sana"ujar ibu Dewi pelan.
****
"Lihat Dek,perut ku sudah sepenuhnya kempes,besok aku akan datang ke rumah bocah itu untuk memberi nya sedikit uang.Kok ada orang baik seperti dia yang tidak meminta imbalan"ujar pak Rais.
Siapa yang akan menyangka kalau pak Rais akan bertamu ke rumahnya.Nabila juga tidak diberitahu oleh paman ataupun pak Rais.
.
Keesokan harinya.
Pak Rais dan istrinya datang ke desa Nathan dengan menaiki sepeda motornya.Memang pak Rais tidak tau persis rumah Nathan.Akan tetapi dia akan tanya ke orang-orang.
Memasuki kawasan jalan hutan pemisah antara desa nya dengan desa Nathan.Memang hawanya agak sedikit menakutkan.Walaupun disiang hari,akan tetapi mereka acuh saja karena ingin sekali mengucapkan rasa terima kasih pada Nathan yang telah menolong nya.
Kebetulan Bu Dewi juga akan ke desa Sebelah dan berpapasan dengan pak Rais dan istrinya yang kebetulan motornya mogok di jalan dekat hutan.
Ibu Dewi turun dari mobil nya dan menyapa pak Rais dan istrinya.
"loh Bapak dan Ibu mau kemana memangnya ?"Tanya Bu Dewi pelan.
"saya dari desa sebelah mau mencari anak SMK bernama Nathan,teman sekolah Nabila.Kebetulan pas lewat sini motor kami mogok"ujar pak Rais sambil mencoba menghidupkan mesin motornya namun tidak kunjung menyala.
Deg.... Ibu Dewi merasa aneh kenapa dia datang mencari anaknya.Apa anaknya telah berbuat kekacauan di desa sebelah.
"maaf pak Ibu.Nathan itu anak saya.Apa anak saya membuat kekacauan di desa ibu dan Bapak?"Tanya nya pelan.
"wah kebetulan sekali.Saya ingin mengucapkan terima kasih padanya.Dia telah menolong suami saya yang telah lama terkena santet.Namun dia pergi saja tanpa meminta imbalan"ujar istri pak Rais.
Seketika Ibu Dewi menjadi terharu.Kok bisa Nathan menyembuhkan orang yang terkena santet.Padahal dia tidak punya keahlian apa-apa.dikira mata batin nya saja yang tajam.Sejak kapan ia belajar ilmu seperti itu.
Ibu Dewi mulai berpikir yang aneh-aneh.
"Mari pak saya antar ke rumah.Kebetulan anak saya sedang dirumah sekarang"ajak Bu Dewi.
Kemudian pak Rais dan istrinya naik mobil Bu Dewi sementara motornya di bawa ke bengkel terdekat . Betapa terkejutnya mereka melihat rumah bocah itu yang ternyata paling megah di desa itu.Ternyata anak juragan kaya,mana mungkin sedikit uang dari nya akan ia terima.Pak Rais dan istrinya menjadi minder masuk ke rumah itu.
"Nathan,ada yang mau bertemu "teriak ibunya.
Nathan kemudian keluar dan kaget ternyata yang datang adalah teman paman Nabila yang kemarin dia tolong.
"aduh mati aku,ketahuan ibu"ucapnya dalam hati.
Bapak Rais dan istrinya disuruh masuk oleh ibu Dewi.Alangkah terkejutnya mereka melihat isi dalam rumah itu.Tak di sangka yang menolongnya lebih kaya dari nya.Namun tidak sombong dan sama sekali tidak memamerkan kekayaannya.
"Nak apa kamu mau terima sedikit ucapan terima kasih dari kami"ucap Pak Rais sembari menyodorkan sejumlah uang.
Nathan pun menolak dengan halus."duh pak nggak usah repot-repot aku juga ikhlas nolongin bapak,itu buat simpanan bapak saja uang nya"
Pak Rais sangat malu karena Nathan tidak mau menerima uang pemberian nya.Ibu Dewi ingin sekali memberi banyak pertanyaan pada Nathan namun masih ada tamu.Tidak lama kemudian mereka pamit pulang pada Nathan dan ibu Dewi.
"saya pamit pulang ya juragan"ujarnya sambil bersalaman.
"kalau bapak butuh kerjaan datang saja kemari ya pak tak usah sungkan.Saya juga sedang membutuhkan sopir pribadi"ucap Ibu Dewi.
Bak ketiban rezeki.Niat mengasih malah ditawarin pekerjaan,pak Rais mana mungkin menolak dia juga sudah lama tidak bekerja semenjak menderita penyakit.
"ma-makasih Bu,besok saya Akan datang lagi kemari.Saya mau mengambil motor saya yang tadi di bengkel.Makasih ya sudah memberi tumpangan tadi"ucap pak Rais dengan riang.
....
Setelah mereka berdua pulang.Nathan berusaha melarikan diri ke kamar.Ibu nya sudah mengetahui duluan.
"diam disitu kamu,jangan berusaha kabur "gertak ibu Dewi.
Ibu Dewi memberikan beberapa pertanyaan pada Nathan karena dia sudah terkenal di desa sebelah dan menyembunyikan nya dari ibunya sendiri.
"Maafin Nathan Bu,Nathan mau bilang sama ibu tapi ibu selalu sibuk"Ujar Nathan.
Namun ibu Dewi tidak marah kalau niat Nathan hanya untuk menolong orang lain bukan untuk kejahatan.