NovelToon NovelToon
ISTRI TENGIL OM DUDA

ISTRI TENGIL OM DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / CEO
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Nasib sial beruntun menimpa Kiara Masita, seorang siswi kelas 3 SMA yang energik. Setelah ditinggal pulang oleh sahabatnya, Kiara harus berjalan kaki di malam hari dengan ponsel yang mati total. Puncak kesialannya terjadi saat sebuah mobil mewah yang dikendarai oleh Abraham Wijaya (Bara) melindas ponsel kesayangannya hingga hancur berkeping-keping.
Pertemuan yang diawali dengan keributan di pinggir jalan ini memaksa Bara, seorang duda muda berusia 27 tahun sekaligus pengusaha sukses, untuk mengganti ponsel Kiara saat itu juga.
Dalam perjalanan pulang, suasana yang awalnya penuh perdebatan berubah menjadi negosiasi serius. Bara secara mengejutkan menawarkan sebuah kontrak pernikahan selama satu tahun kepada Kiara. Sebagai imbalannya, Bara menjanjikan fasilitas yang sulit ditolak rumah mewah untuk kedua orang tua Kiara, serta kehidupan yang terjamin dan serba mewah bagi Kiara sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi detektif

"Om bahkan belum resmi jadi pacaran denganku, tapi sudah berani main gila di belakang. Bagaimana aku bisa percaya kalau begini?"

"Siapa yang selingkuh, Kiara? Itu tadi suara pramusaji restoran." sahut Bara, suaranya mendadak gugup. Bara terpaksa menggunakan alasan klasik demi meredam kecurigaan.

"Oh, jadi sebelum makan Om harus berkenalan dulu sampai dia tahu nama Om? Aku nggak bodoh ya, Om. Jangan coba-coba bersilat lidah. Ingat pepatah, jangan sampai air susu dibalas dengan air tuba! Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian!"

Bara tertegun di seberang telepon, melongo mendengar deretan pepatah yang keluar secara serampangan dari mulut Kiara. Ia mulai bertanya-tanya, apakah gadis itu baru saja menyelesaikan kelas Bahasa Indonesia di sekolahnya.

"Oke, oke. Dengarkan dulu. Aku sedang bersama klien dan wajar kalau dia mengenalku karena kami memang sudah berteman lama."

Tentu saja Bara harus menjauh dari mejanya hingga nyaris keluar area restoran agar percakapan pribadi dengan istrinya ini tidak tertangkap indra pendengar sang klien.

"Cewek, kan? Cantik, seksi... mirip-mirip ulat keket dan belut sawah itu, kan? Silakan, Om senang-senang saja di sana. Tidak usah pedulikan aku yang di sini belum menyentuh makanan!" semprot Kiara sembari menjejalkan dua potong besar sandwich ke dalam mulutnya. "Uhuk! Uhuk!"

"Bentar, Aku minum dulu... tersedak timun!" Gadis itu langsung meneguk air putih dalam jumlah banyak seolah sedang menguras bak mandi.

"Kiara, tolong berhenti mengomel. Urusanku di sini malah semakin lama kalau harus mendengarkan ocehanmu terus. Setelah ini aku akan langsung pulang."

"Tidak usah! Aku tidak sedang menunggu Om!"

Klik.

Sambungan telepon terputus sepihak.

Bara berdecak kesal, memandangi layar ponselnya sebelum kembali masuk ke dalam restoran dengan langkah berat.

"Ada masalah, Bara?" tanya Erika, seorang model papan atas yang malam itu menjadi teman makan malamnya. Bara hanya menggeleng pelan, mencoba menyembunyikan kekalutannya.

**

"Mau ke mana kita, Mbak, malam-malam begini?" Bi Surti, yang hidungnya sudah ditempeli koyo karena pilek, bertanya dengan nada enggan saat Kiara mengajaknya keluar.

"Temani saya sebentar, Bi. Kita datangi Om Bara!"

Kiara sudah bersiap dengan dandanan ala detektif amatir. Ia mengenakan setelan jas milik Bara yang tampak tenggelam di tubuh kecilnya. "Yah, kacamatanya tidak ada lagi..."

Gadis itu mengobrak-abrik lemari suaminya, mencari kacamata hitam yang biasa dipakai Bara. Namun, yang ia temukan justru kacamata renang. "Nah, ini saja!"

Dengan penuh percaya diri, Kiara mengenakan kacamata renang tersebut, menaiki ranjang, dan mematut diri di depan cermin. "Sempurna!"

Dandanan Bi Surti pun tak kalah eksentrik. Ia mengenakan wig pirang ala Marilyn Monroe lengkap dengan tahi lalat buatan di atas bibir. Gerakannya saat memegangi tiang rumah lebih mirip ikan terdampar daripada wanita seksi yang ia bayangkan.

"Ayo, Bi, let's go!"

Keduanya melangkah menuju mobil yang sudah menunggu di halaman. Pak Komar, sang sopir, hanya bisa mengelus dada dan beristighfar melihat tingkah majikan kecilnya itu, ditambah lagi dandanan konyol Bi Surti yang semakin menjadi-jadi.

Beruntung, mobil Bara masuk ke halaman sebelum mereka sempat beranjak. Bara yakin Kiara akan melakukan hal gila setelah menutup telepon tadi, maka ia memilih membatalkan makan malamnya dan pulang lebih awal.

"Kiara!"

Mendengar suara bariton suaminya, Kiara langsung melompat keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.

"Kiara, tunggu!"

Gadis itu enggan menoleh, mendadak merasa sangat konyol dengan kostum yang dikenakannya.

"Aku tahu kamu pasti berniat menyusul, makanya aku pulang lebih cepat." Bara menangkap pergelangan tangan istrinya.

Kiara melepas paksa genggaman itu sambil mencopot kacamata renangnya. "Jangan percaya diri dulu. Aku tidak berniat menyusul Om. Walau aku tahu dari Om Yudha kalau Om sedang di restoran bersama Erika, model sabun colek itu!"

"Iya, tapi kan…."

Tanpa menunggu penjelasan, Kiara mempercepat langkah masuk kedalam rumah dan menuju kamar dan langsung mengunci pintu dari dalam.

"Kiara! Buka pintunya!" Bara mengetuk pintu berkali-kali tanpa hasil.

"Sudah biarkan saja Tuan. Biasalah, Non Kiara sedang merajuk. Nanti juga keluar kalau perutnya sudah lapar." ujar Bi Surti sambil melepas wignya di depan Bara.

"Tapi, apa Kiara sudah makan, Bi?" tanya Bara khawatir.

"Kalau nasi memang belum. Tapi tadi sudah menghabiskan sandwich, mi bakar, tahu bulat, ayam geprek sampai keripik udang, Tuan."

Bara menelan ludah, mendadak merasa lapar mendengar daftar makanan itu. Ia sempat melihat pintu kamar terbuka sedikit, menunjukkan mata Kiara yang mengintip sebelum akhirnya ditutup kembali dengan dentuman keras.

"Saya mandi dulu, Bi. Tolong siapkan makan malam." ujar Bara dengan senyum tipis yang tertahan. Namun, senyum itu sirna begitu ia masuk ke kamarnya sendiri.

"BI SURTIIII!"

Teriakan Bara nyaris membuat langit-langit rumah bergetar saat ia melihat kondisi kamarnya yang hancur berantakan akibat ulah detektif kecilnya.

“ Iya tuan, ada apa?”

"Tolong bereskan dulu, Bi." desah Bara pasrah. Ia merasa seperti sedang mengasuh bayi yang baru belajar merangkak daripada menghadapi seorang istri.

Sementara itu di kamarnya, Kiara duduk di tepi ranjang sambil mengayunkan kaki. Ia berharap Bara akan bersimpuh di balik pintu dan memohon maaf secara romantis seperti adegan drama. Namun, suaminya justru seolah menyerah begitu saja.

"Tidak asyik sekali Om Bara! Lelah saya merajuk kalau dicueki begini." gerutunya. Ia pun merebahkan diri, menatap langit-langit hingga perlahan matanya terpejam.

Kretek... bukk!

Suara gaduh dari balkon mengejutkannya. Kiara gemetar hebat, mengira ada penculik yang menyusup. Ia segera menyambar raket nyamuk elektrik dan bersiap di depan jendela. Begitu sebuah kepala muncul...

Zapp!

"Aduhhh!" Bara memegangi dahinya yang baru saja tersengat aliran listrik dari raket nyamuk.

"Om Bara? Kenapa masuk lewat sana? Pintunya kan sudah aku buka!"

Bara ternganga melihat pintu kamar yang memang sudah tidak terkunci. Anggap saja ini hari sialnya, meski sebenarnya hampir setiap hari terasa sial sejak ia menikahi Kiara.

"Jadi, kamu benar-benar belum makan?" Bara mencoba mengabaikan rasa perih di dahinya.

"Belum! Saya sudah kenyang!" ketus Kiara, kembali ke mode konsisten dalam merajuk.

“Tentu saja kenyang, stok camilan seminggu saja habis kamu lahap sendiri.” batin Bara.

"Maafkan aku, Kiara. Tadi itu memang makan malam dengan Erika, tapi aku tidak berdua. Ada Yudha, Danang dan juga manajer Erika."

"Terserah! Aku tidak peduli Om mau makan dengan siapa pun." sahut Kiara sambil membuang muka di atas ranjang.

"Oh, baiklah. Berarti aku tidak perlu meminta izinmu lagi kalau mau pergi."

Plak!

 Sebuah pukulan mendarat di bahu Bara, membuat pria itu tertawa pelan.

"Aku sudah putuskan, Aku nggak bisa terima Om jadi pacarku."

"Lho, kenapa?" Bara berpura-pura terkejut.

"Belum pacaran saja sudah selingkuh, apalagi kalau sudah jadian?"

"Yah, sedih sekali kalau begitu. Kamu tega melihat aku patah hati?" Bara menahan tawa melihat wajah serius Kiara.

"Tapi kan Om tetap suamiku..." gumam Kiara acuh tak acuh. Bara hanya mengangguk pasrah menghadapi logika istrinya yang sulit ditebak.

"Kalau begitu, aku cari pacar lain saja, ya? Kan sudah ditolak olehmu?" goda Bara.

Seketika suasana kamar terasa memanas. Bi Surti yang sudah bersiap dengan alat pemadam api di luar kamar pun nyaris beraksi sebelum Bara tertawa. "Bercanda!"

"Sini, aku elus punggungnya supaya kamu bisa tidur."

Tanpa protes, Kiara langsung memunggungi suaminya. Bara mulai mendendangkan lagu romantis berbahasa Latin dengan suara rendah yang menenangkan. Perlahan, napas Kiara menjadi teratur, ia jatuh ke pelukan mimpi.

Bara mengecup lembut puncak kepala istrinya sebelum ikut terlelap, merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya yang hangat.

**

1
partini
😂😂😂😂 good girl nah gitu ga usah marah" use your brain be smart ulet bulu punya seribu cara bikin suami jadi ngang ngeng ngong kamu punya sepuluh ribu bikin di keok
Abisatya
🤣🤣🤣Kiara,,polos bener dirimu
Abisatya
🤣🤣🤣🤣bener2 y sikiara bikin ngakak teruuus😄😄
Alex
wkwkwkw
gak bisa ketebak cegil satu ini😄
Abisatya
lanjut kk
Abisatya
Kiara ulahmu slalu bikin ketawa🤣🤣🤣lanjut kk💪
Caramel23
semangat thor
Abisatya
lanjuuut kk💪
Abisatya
🤣🤣🤣🤣 seru jd pengin ketawa terus😄😄
Mineaa
Om Bara jadi nge blank kan........😂
Mineaa
astogeee.....pasutri random.......😂😂😂😂😂
Mineaa
Nooohhh....Ki....
mau nyamperin ga.....tapi jangan buat ulah ya.....cukup jadi spy aja......😁
Oppo A1k
kapan KK abdet LG cerita nya seru kk👍👍
merry
cemburu di bar bar 🤣🤣🤣🤣tp kshnn seann klo ngk di ksh tau klo Kiara dh pyn laki hrs y di ksh tau lhh ki minimal cari alsann atau cari keburuknn seann supaya pyn alsann buat putusinn seann
Siti Zumaroh
semangat thor💪 up nya
merry
hidup mu penuh wrna bar 🤣🤣🤣🤣
merry
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 klurga somplak pants Kiara juga usil
merry
kyk y bags cerita y moga Kiara thnn dgn mertua sambung Dan sepupu tiri y Bara🤭🤭🤭
Daryl Daryl
semangat thor
aku
makan ati bgt sikap bara. cb hargai dkit posisi istrimu. biarpun msh labil. 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!