Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.
Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.
Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"
Yok ikuti kisah Nigista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nigista Dan Dunianya
Arabella serta ibunya saling memandang saat melihat sebuah ada sebuah cahaya terang dari kamar Gista, dengan rasa penasaran keduanya memasuki kamar Gista yang selama ini tak sudi keduanya singgahi.
"Gak ada apa-apa bu.." ucap Arabella saat kamar Gista berhasil ia buka
"Tapi kamu lihatkan tadi cahayanya dari sini?" ucap Rita, ibunya Arabella
Arabella mengangguk, benar apa yang di katakan ibunya dia juga melihat cahaya terang yang berasal dari kamar Gista. "Tapi cahayanya juga udah gak ada lagi bu.
Ayo bu, kita keluar dari sini nanti sakit lagi, di sini banyak kumannya." lanjut Arabella yang terlihat jijik saat berada dikamar Gista
Keduanya meninggalkan kamar Gista walaupun rasa penasaran itu masih ada, keduanya penasaran dengan cahaya yang mengkilau dari kamar Gista barusan.
____
Di SMA GALAKSI, kini pertandingan basket kembali dilanjutkan setelah beberapa menit beristirahat. Kedua tim sama-sama kuat dengan skor yang sama.
Raden melayangkan bola terakhir membuat semua tubuh menegang karena jika bola yang Raden layangkan tersebut masuk ke ring basket maka sma Galaksi lah yang dinyatakan memenangkan pertandingan tersebut dan...
"YEY!" sorak gembira terdengar dari sma Galaksi saat Raden berhasil memasukan bola terakhir ke ring
"SMA GALAKSI THE BEST!"
Tubuh sang ketua basket diangkat oleh anggotanya dengan diiringi canda tawa atas keberhasilan mereka, dengan ini sma Galaksi dinyatakan menjadi juara lomba basket antar sekolah lagi setelah beberapa tahun berturut-turut.
"Selamat bro, gue akui permainan lo gak bisa dianggap remeh. Lo dan tim lo memang the best." Dika menjabat tangan Raden, ia mengakui kehebatan Raden dalam bermain bola.
"Makasih, Lo sama tim lo juga keren. Baru kali ini kita menang dengan skor yang beda tipis." ucap Raden sembari membalas jabat tangan Dika
Semua tim berjabat tangan sebagai berakhirnya persaingan dalam permainan tersebut, banyak siswi-siswi baik dari sma Galaksi maupun dari sma Pelita yang berkerumun hanya untuk memberi minum. Raden dan Dika pergi dari kerumunan itu secara diam-diam karena mereka sama-sama risih dengan kondisi seperti itu.
"Selamat" keduanya menghela napas lega saat berhasil lolos dari kerumunan.
Keduanya saling pandang hingga sebuah tawa lepas dari keduanya.
"Gila tuh cewek-cewek!"
Keduanya mengedarkan pandangan kemudian dengan kompaknya mereka tersenyum saat netralnya menangkap seorang gadis yang tenga duduk sendiri dibawa pohon tak jauh dari mereka. Dengan pergerakan yang sama kedua laki-laki itu melangkahkan kakinya menuju gadis itu namun langkah mereka terhenti kala melihat ada seseorang yang menghampiri gadis tersebut.
"Gista.."
Gadis yang Raden dan Dika maksud ialah Gista, senyuman di wajah keduanya memudar saat melihat Gala menghampiri Gista.
"Kenapa Gala?"
Gala menggaruk belakang kepalanya. "Eum.. Gimana ya, gue bingung harus ngomongnya gimana..."
Kening Gista mengerut. "Bilang aja, kenapa?"
Gala menarik napas dalam-dalam. "Jadi gini sta, kak Noah ngajak'in kita double date malam ini. Gimana lo bisa gak?"
Mendengar ucapan Gala membuat mata Gista melebar.
"Gak boleh!" Raden langsung menghampiri Gista, ia merangkul pinggang Gista posesif.
Melihat itu membuat mata Gala memanas. "Dih, lo siapa? Gue tanya Gista bukan lo, itu tanggan lo bisa lepas gak dari pinggang Gista?"
Raden miring
Cup.
Raden mengecup pipi Gista di depan Gala tak hanya Gala tapi ada Dika juga, dengan kecupan itu Raden menunjukan jika Gista miliknya. Raden menaik turunkan alisnya kala menatap Gala membuat sang empuh berdecak kesal.
Gista masih mematung, hal yang di lakukan Raden barusan berhasil membuat tubuhnya membeku.
"Gak sopan banget lo main cium-cium orang aja."
"Lah kenapa? Gista kan cew—" ucapan Raden terhenti saat mendapatkan cubitan dari Gista.
"Maaf gal, gue gak di bolehi mama keluar malem."
"Gue yang izinnya, pasti boleh."
"Percuma gal, mama gak akan kasih izin yang ada gue yang kenah marah."
"Kenah marah?"
Gista mengangguk.
"yaudah kalo gitu gak usah, gue gak mau lo kenah marah mama lo gara-gara gue." ucap Gala dengan memaksakan senyuman terbit di bibirnya. "Kalo gitu gue kekelas ya?"
Gista mengangguk sebagai jawaban.
"Malam nanti jadikan jalannya?" tanya Raden setelah kepergian Gala
Gista mengangguk membuat Raden tersenyum.
"Lain kali gak boleh cium-cium kayak gitu ya? Nanti Gala curiga lagi."
"Iya, iya, maaf. Habisnya aku kesel sama dia yang selalu cari cara buat deketin kamu, kamu kan udah milik aku."
"Ternyata ada udang dibalik batu. Lo tolak cowok tadi karena mau jalan sama Raden?"
Gista serta Raden kompak mengedarkan pandangan saat mendengar suara seseorang, Dika datang.
"Lah kok ada lo sih dik?"
"Yah baru tau loh, dari tadi gua disini."
Mata Gista melebar. "Serius?"
"Kalian pacaran?" tanya Dika membuat jantung Gista terasa berhenti berdetak
"Engg—"
"Iya." potong Raden. "Kita pacaran."
"Serius sta, lo pacaran sama dia?"
"Iya, lo gak percaya? Mau gue cium Gista juga di depan lo?" ucap Raden membuat Gista memukulnya
"Iya, gue pacaran sama Raden dik tapi lo jangan kasih tau siapa-siapa ya? Hubungan kita privat.."
Maaf gue ga bisa ngasih bintang ga ada koin 😭😭