NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 31. BCS

Prasasti dalam keadaan mata tertutup dan tangan di ikat dan di bawa ke suatu tempat jauh dari rumah mewah. Selama perjalanan Ia merasa mual karena jalanan berlubang dan berbelok. Prasasti menghirup udara seperti bau hewan ternak yang sangat menyengat.

Mobil berhenti di garasi, Rosmaya turun diikuti bodyguard. Ia menyuruh para bodyguard membawa Prasasti masuk ke dalam rumah dan diikat di kursi. Begitu juga dengan kakinya, setelah itu ditinggalkan begitu saja.

Rosmaya mengirimkan video mesum palsu Prasasti kepada Albi. kemudikan mematikan ponselnya dan pergi dari tempat tersebut. Ponselnya kembali berbunyi, chat dari orang suruhannya memberitahu target menuju ke rumah mewahnya.

"Kamu tidak bisa menemukan istrimu di sana, justru kita yang akan bersenang-senang di sana, berdua saja dan istrimu akan melihat adegan kita nanti," kata Rosmaya pada dirinya sendiri sambil tersenyum senang.

Mobil Albi berhenti tak jauh dengan rumah mewah, Albi dan Bisma melihat sekeliling tempat tersebut hanya sedikit bangunan rumah mewah sedangkan sekitar terdapat hutan belantara. Bisma tidak turun tapi memantau dari jauh dan berjaga jika terjadi sesuatu pada Albi. beberapa penjaga ada di sekitar rumah mewah tersebut.

Albi turun dari mobil berjalan masuk ke dalam rumah dengan hati-hati. Seorang penjaga melihat Albi sambil menggeledah tubuhnya memastikan tidak membawa senjata tajam. Tanpa mereka ketahui Albi sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menjaga dirinya dari mereka.

Albi di antar masuk ke dalam rumah oleh salah satu bodyguard, lalu meninggalkannya sendirian di ruang tamu. Albi melihat seluruh ruangan lalu pandangannya tertuju pada bingkai foto di sudut ruangan, ia mendekati dan melihat dengan jelas. Albi melihat foto seorang perempuan sedang berselancar sangat indah tapi, ketika melihat dengan detail ia menangkap sesuatu yang aneh dimana ada seorang tenggelam sedang meminta pertolongan, Albi merasa mengenal orang di dalam foto tersebut.

Jantung Albi berdetak cepat, pikirannya teringat istrinya, ia baru akan mengambil ponsel namun, suara Rosmaya membuatnya terkejut. "Apa kabar, Albi... Senang bertemu denganmu,"

Rosmaya berjalan menuju ruang tamu dan duduk dengan nyaman, melihat Albi dengan tatapan serius. Albi duduk sambil melipat tangannya di dada pandangannya masih tertuju foto. Rosmaya tersenyum paham pandangannya Albi.

"Itu foto jaman dulu," kata Rosmaya dengan cuek.

Dalam hati Albi tertawa sinis, ia tidak mudah percaya dengan perkataan Rosmaya. Sudah jelas kalau foto itu baru di ambil beberapa hari setelah Prasasti hampir tenggelam. Rosmaya pintar sekali membuat berita palsu. Albi tersenyum sinis.

"Kamu masih ikut festival itu sampai sekarang... Apa yang kamu dapatkan dari festival itu... Apakah kamu menang?" tanya Albi.

Rosmaya terkejut mendengar perkataan Albi, bagaimana mungkin Albi tahu kalau dirinya ikut festival, menghadiri saja tidak pikir Rosmaya, ia tak bisa diam saja disudutkan perkataannya.

"Aku memang tidak pernah mendapatkan kemenangan tapi aku bisa mendapatkan apa yang aku mau," jawab Rosmaya dengan santai padahal hatinya sangat marah.

"Aku ke sini menjemput istriku, jadi lepaskan dia," pinta Albi dengan suara tinggi.

Albi tidak suka berlama-lama, ia sudah muak dengan Rosmaya yang selalu mengarang cerita dan membuat percakapan tidak penting. "Sabar dulu, istrimu baik-baik saja, "

"Tidak usah bertele-tele, aku tidak punya banyak waktu, katakan dimana istriku cepat katakan!" pinta Albi melihat seluruh sudut ruangan rumah.

Rosmaya tertawa senang melihat Albi terpancing emosinya, tidak lama seorang pelayan datang membawa minuman dan makanan, meletakkan di meja lalu meninggalkan mereka berdua. Rosmaya mengambil cangkir yang berisi minuman untuknya.

”Minumlah sepertinya kamu haus, tenggorokanmu kering, nanti suaramu habis," bujuk Rosmaya.

Albi melihat keanehan pada air yang ada di dalam cangkir tersebut, ia tidak langsung mengambil cangkir tersebut membiarkan saja. Rosmaya menggenggam cangkirnya dengan kuat. Ia tidak sabar melihat Albi terpengaruh minuman tersebut.

"Kamu takut minuman itu ada racunnya... lupakan prasangka mu minumlah anggap saja kita sedang reuni, " kata Rosmaya meminum minumannya.

Albi sudah bisa menebak jika minumannya sudah ada obat penenang untuk menjebaknya. Ia tidak mau terburu-buru meminumnya justru menunggu sampai Rosmaya benar-benar marah karenanya.

”Kenapa kamu memaksa ku minum, apa itu salah satu trik menarik pelanggan mu?" tanya Albi.

Rosmaya merasa geram dengan perkataan Albi terlalu menuduhnya yang bukan-bukan. " Untungnya apa aku meracuni mu, kalau yang aku inginkan sudah ada di depanku,"

Rosmaya tersenyum smirk kesempatan sudah ada di depan mata tinggal selangkah lagi rencana balas dendam selesai. Dipikirannya hanya dendam tidak ada motif lain selain balas dendam. Rosmaya memberi kode kepada bodyguard yang sedang bersama Prasasti istri Albi.

"Minumlah nanti aku akan menunjukkan dimana istrimu berada dan aku pastikan kalian akan bertemu dalam sekejap," kata Rosmaya meyakinkan Albi.

Akhirnya Albi mengambil cangkir berisi air minum yang sudah di beri sesuatu oleh pelayan atas perintah Rosmaya. Albi hanya minum sedikit karena terasa aneh dilidahnya, lalu meletakkan di atas meja. Rosmaya tersenyum senang melihat Albi minum. Setelah beberapa menit Rosmaya tidak melihat kejadian aneh justru Albi semakin terlihat biasa saja tidak ada tanda akan pingsan. Rosmaya menggenggam jarinya kuat matanya memancarkan kemarahan.

Rosmaya beranjak dari tempat duduk hendak meninggalkan Albi tiba-tiba mendengar suara barang jatuh ternyata Albi pingsan. Awalnya ia tidak yakin kalau Albi pingsan, kemudian memeriksanya seulas senyum terbit di bibirnya . Rosmaya memanggil bodyguardnya membawa Albi masuk ke dalam kamar dan melepaskan pakaiannya satu per satu setelah itu mereka keluar, Rosmaya mengunci pintu lalu mendekati Albi.

Ternyata minuman Rosmaya juga mengandung obat perangsang sehingga membuatnya merasa tubuhnya panas dan menginginkan sesuatu. Gejolak rasa segera dituntaskan Rosmaya melepaskan pakaiannya satu per satu. Ia melihat tubuh Albi yang tidak memakai sehelai pun langsung memulai aksinya di atas tubuh Albi.

Merasa ada sentuhan pada tubuhnya, Albi segera bangun dan menjauh dari Rosmaya mencari pakaiannya dan memakaikannya dengan cepat. Rosmaya terkejut melihat tingkah Albi yang cepat dalam waktu singkat.

Rosmaya merasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya semakin menuntutnya lebih menekan Albi dan menciumnya dengan penuh nafsu. Albi tidak kalah sengit dan benci melihat sikap Rosmaya menampar dan membanting ke tempat tidur.

Albi mencengkeram leher Rosmaya dengan kasar sambil mengancam. "Dimana istriku, katakan! Kalau tidak aku akan membunuhmu saat ini juga,"

Rosmaya tidak bisa berbicara dan napasnya tercekat wajahnya pucat karena cengkeraman Albi. Albi melihat Rosmaya lemah merenggangkan tangannya memberi Rosmaya bernapas.

”Istrimu sedang bersenang-senang dengan Gael dan Dorman," jawab Rosmaya dengan napas tersengal. Albi langsung turun dan meninggalkan Rosmaya di kamar.

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!