NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Yixu mengambil sendok makan yang terbuat dari bahan baja tahan karat di sebelahnya.

Dia mengamati pantulan wajahnya di sendok berkilau itu dengan takjub sebelum mulai menyendok buburnya.

Dia meniup bubur panas di sendoknya secara perlahan lalu memasukkannya ke dalam mulut.

Mata Yixu langsung membesar karena terkejut.

"Ini sangat luar biasa lezat," ucap Yixu berbicara dengan mulut yang masih penuh.

"Tekstur buburnya sangat lembut dan rasa daging ayamnya sungguh gurih meresap."

"Syukurlah kalau Bapak ternyata menyukai rasanya," kata Reza merasa sangat lega.

Yixu kembali menyendok bubur panas itu dengan gerakan yang semakin cepat.

Rasa lapar yang luar biasa membuatnya melupakan rasa sakit di dadanya untuk sesaat.

Dalam hitungan kurang dari lima menit, isi mangkuk bubur itu sudah bersih tak bersisa.

Yixu meletakkan sendoknya kembali ke meja dan menghela napas panjang tanda kepuasan.

"Terima kasih banyak atas makanannya, Reza," ucap Yixu sambil meminum air putih hangatnya.

"Aku merasa perutku jauh lebih baik dan hangat sekarang."

Namun tiba-tiba, wajah Yixu berubah memerah dan dia mencengkeram dadanya dengan kuat.

Keringat berwarna hitam pekat mulai keluar merembes dari seluruh pori-pori kulitnya.

"Apa yang terjadi dengan Bapak?" teriak Reza terbawa suasana panik.

"Apakah bubur ayam saya tidak sengaja beracun?"

"Bukan begitu," jawab Yixu sambil terengah-engah mencari udara.

"Luka di bagian dadaku rasanya menjadi sangat panas seperti dibakar."

Reza melihat dengan mata kepalanya sendiri luka sayatan di dada Yixu perlahan bergerak menutup rapat.

Darah kotor berwarna hitam keluar dari luka itu dan langsung digantikan dengan jaringan kulit yang baru.

Yixu juga menyadari adanya perubahan drastis pada kondisi fisiknya.

"Sisa racun Qi di dalam tubuhku secara paksa didorong keluar," ucap Yixu dengan nada tidak percaya.

"Bahkan luka organ dalamku juga ikut sembuh sepenuhnya tanpa sisa."

Yixu mengangkat kepalanya dan menatap Reza dengan pandangan penuh rasa hormat yang mendalam.

"Senior Reza, makanan sakti apa sebenarnya yang baru saja kau berikan padaku tadi?" tanya Yixu sangat serius.

"Itu sama sekali bukan bubur biasa, khasiat penyembuhannya setara dengan pil dewa tingkat surga."

Reza berdiri mematung karena dia sendiri juga kebingungan dengan fenomena gaib yang baru saja terjadi.

Sistem langsung memberikan penjelasan singkat di layar biru.

"Bahan makanan dasar dari Sistem mengandung energi kehidupan yang sangat murni," jelas Sistem kepada Reza.

"Saat bahan itu dikonsumsi oleh kultivator yang sedang terluka, energi murninya akan secara otomatis memperbaiki semua sel yang rusak."

'Ternyata begitu cara kerjanya,' batin Reza merasa takjub.

'Bahan masakan dari Sistem ini sungguh bukan barang sembarangan.'

"Itu sungguh hanya semangkuk bubur ayam biasa, Pak Yixu," jawab Reza berusaha merendah agar tidak dicurigai.

"Mungkin tubuh Bapak sendiri yang memang memiliki daya pemulihan kuat."

Yixu menggelengkan kepalanya dengan keras menolak alasan tersebut.

"Aku sangat tahu batas kemampuan tubuhku sendiri," bantah Yixu.

"Senior pasti diam-diam memasukkan harta karun berharga ke dalam masakan itu untuk menolong nyawaku."

Yixu langsung berdiri tegak dan membungkukkan badannya memberi hormat kepada Reza.

"Kebaikan hati Senior telah menyelamatkan nyawaku hari ini," ucap Yixu dengan sangat tulus.

"Aku Yixu, resmi berhutang satu nyawa padamu mulai detik ini."

"Tolong jangan panggil saya dengan sebutan Senior, panggil Reza saja," kata Reza merasa sangat canggung dihormati seperti itu.

"Lagipula saya membuka tempat ini untuk berbisnis, jadi Anda tetap harus membayar harga makanan tersebut."

Yixu kembali berdiri tegak dan tersenyum sangat lebar.

"Tentu saja aku akan membayar," jawab Yixu menyetujui.

"Berapa harga yang harus kubayar untuk semangkuk bubur dewa tadi?"

Reza kembali kebingungan menentukan nominal harga karena ini adalah transaksi pelanggan pertamanya dari dunia lain.

"Sistem, berapa patokan harga yang harus aku tetapkan sekarang?" tanya Reza dalam hatinya.

"Biarkan pelanggan membayar sesuai kemampuan finansialnya untuk transaksi uji coba pertama," saran Sistem.

"Sistem nanti yang akan menilai nilai tukar barangnya secara otomatis ke mata uang asal Host."

"Bayar seikhlasnya saja, Pak Yixu," kata Reza tersenyum ramah.

Yixu merogoh sebuah kantong kain kecil yang terikat di balik jubah bajunya.

Dia mengeluarkan sebuah batu seukuran ibu jari yang memancarkan pendar cahaya biru redup.

"Sayangnya aku tidak membawa uang koin emas saat ini," ucap Yixu meletakkan batu bercahaya itu di atas meja kayu.

"Apakah satu batu roh tingkat rendah ini sudah cukup untuk membayarnya?"

Reza mengambil batu aneh yang terasa hangat di telapak tangannya itu.

Ting.

"Sistem mendeteksi keberadaan satu batu roh tingkat rendah," ucap Sistem.

"Nilai tukarnya adalah sepuluh Poin Sistem dan uang tunai seratus ribu rupiah."

"Apakah Host ingin mengonversi benda ini sekarang?" tanya Sistem memberi pilihan.

"Konversi sekarang juga," jawab Reza cepat dalam hati.

Batu biru di genggaman tangan Reza tiba-tiba menghilang berubah menjadi serpihan cahaya kecil.

Sebagai gantinya, selembar uang kertas bernominal seratus ribu rupiah muncul di saku celananya secara ajaib.

Yixu sama sekali tidak terlihat kaget melihat batu keras itu menghilang begitu saja.

Dia menganggap itu hanyalah salah satu teknik ruang penyimpanan dimensi milik sang Senior Reza.

"Pembayaran ini sudah lebih dari cukup, Pak Yixu," kata Reza tersenyum makin lebar.

"Terima kasih banyak atas kunjungannya hari ini."

"Aku yang seharusnya berterima kasih berkali-kali padamu," balas Yixu.

"Aku akan merekomendasikan tempat makan ajaib ini kepada rekan-rekanku jika aku melewati area hutan bambu ini lagi."

"Silakan datang kembali kapan saja Anda mau," ucap Reza tulus.

"Tapi ingat, besok pintu kedai ini tidak akan berada di tengah hutan bambu ini lagi."

Yixu langsung mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.

"Maksud ucapanmu tadi bagaimana?" tanya Yixu heran.

"Kedai saya ini bisa berpindah lokasi ke tempat lain setiap harinya," jawab Reza mencoba memberi petunjuk.

"Mungkin kita baru akan berkesempatan bertemu lagi minggu depan di tempat yang sama."

"Ternyata Senior Reza benar-benar adalah orang yang sangat misterius," ucap Yixu berdecak kagum.

"Baiklah, aku akan mencoba mencari letak pintumu lagi minggu depan."

Yixu mengambil pedang panjangnya dan berjalan mantap menuju pintu keluar.

Postur tubuhnya kini terlihat sangat tegap dan tenaga dalamnya sudah pulih seperti sedia kala.

Dia melambaikan tangan kanannya sekali sebelum melangkah melewati batas pintu.

Sosoknya perlahan berjalan menjauh dan akhirnya menghilang ditelan rimbunnya pohon bambu.

Ting.

"Misi utama pertama telah berhasil diselesaikan," ucap Sistem mengonfirmasi.

"Host mendapatkan hadiah berupa sepuluh Poin Sistem."

"Hak akses penuh ke menu bahan darurat di dapur kini telah dibuka sepenuhnya."

Reza kembali duduk di kursi kayunya dengan perasaan sangat lega dan senang.

Dia baru saja berhasil menyelesaikan transaksi pertamanya sebagai pemilik kedai perlintasan dimensi.

"Satu mangkuk bubur ayam saja bisa dihargai seratus ribu rupiah," gumam Reza tersenyum lebar membayangkan uangnya.

"Jika aku bisa mengumpulkan sepuluh pelanggan sehari, aku pasti bisa kaya dalam waktu singkat."

Reza kemudian berdiri dan mulai membersihkan meja tempat bekas Yixu makan tadi.

Hari ini masih panjang dan dia bersiap menyambut kedatangan pelanggan kultivator lainnya yang mungkin tersesat ke tempat ini.

Dia mengelap permukaan meja kayu itu perlahan sambil bernyanyi kecil.

Semua rasa takutnya akan bahaya dunia kultivasi kini telah hilang sepenuhnya berkat perlindungan Sistem.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!