Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERUSAHA MENERIMA
Sejak kecil, Selina sangat senang belajar menganyam berbagai macam benda dari kakek dan neneknya di desa, seperti keranjang bambu maupun keranjang rotan. Ia menganyamnya dengan cepat dan rapi.
Dulu ia hanya menganggap hal itu hanya sebagai kegiatan yang menyenangkan, tidak pernah menyangka bahwa kelak keterampilan tersebut akan sangat berguna seperti ini.
Dengan bambu dan tanaman merambat yang sangat lentur, Selina membuat sejumlah keranjang dan tempat penyimpanan dari rotan tersebut untuk mempermudahkannya menyimpan aneka macam barang dan bahan makanan yang ia dapatkan.
Selina pun menyadari bahwa jalan kecil di belakang gua batunya tampaknya tidak diketahui para penghuni lain atau jika mereka tahu mungkin mereka enggan datang karena gua tempat tinggal Selina terletak di bagian paling ujung wilayah suku, terpencil dan sunyi. Ia bahkan tidak memiliki tetangga, hidup seorang diri dan sedikit terasing di suku.
Meski hidup di gua paling ujung dan jarang dilalui orang, Selina tak berkecil hati, ia justru senang dan merasa cukup bebas, setidaknya jika ia bertindak atau bertingkah laku aneh tak ada yang mencurigai nya karena bagaimanapun ia bukanlah orang yang hidup di jaman ini sehingga tingkah laku dan kebiasaannya pun sangat berbeda dengan para beastman yang masih hidup di jaman primitif seperti ini.
Aliran sungai yang biasanya Selina datangi untuk mencari ikan airnya jernih dan bersih. Di sekitar area sungai terdapat banyak tumbuhan dan buah liar, tetapi para anggota suku sama sekali tidak pernah datang kesana, bukan karena Suku Rubah tidak mengetahui keberadaannya, melainkan mereka sama sekali tidak tertarik dengan aliran air sekecil itu yang bagi mereka terlalu sempit untuk membersihkan hewan buruan yang ukurannya sangat besar dari hewan yang selama ini Selina lihat dalam dunianya.
Para beastman jantan hampir semuanya bertubuh besar dan gagah, dengan kebutuhan makan yang sangat besar juga. Jika ditanya apakah ada beastman jantan yang tubuhnya kurus, tentu saja ada, tetapi beastman yang kurus hampir tidak mungkin bertahan hidup karena di dunia beastman ini sangat mengagungkan kekuatan, siapa yang kuat ia akan bertahan dan bagi yang lemah akan tersingkir dan mati dengan sendirinya, kecuali para betina. Karena jumlah betina di dunia ini sangat sedikit maka keberadaan mereka sangat diagungkan dan dilindungi sehingga meski lemah asal mereka bisa memberikan keturunan maka akan banyak yang bersedia untuk menjaga dan merawatnya.
Jika saja tubuh Selina tak terlalu kurus yang dianggap tak bisa memberikan keturunan, mungkin hidupnya juga tak terlalu menyedihkan seperti ini.
Dengan tubuh yang begitu lemah, Selina tidak berani menjelajah lebih jauh. Saat ini satu-satunya tujuannya adalah menambah berat badan. Di kehidupan sebelumnya, ia setidaknya merupakan seorang perempuan cantik yang menawan. Wajah ini, dengan garis dan bentuk yang sama persis seperti dirinya di masa lalu, hanya akan tampak indah apabila ia berhasil membuat tubuhnya sedikit berisi agar terlihat segar dan sehat.
Ia ingin para beastman yang dulu mengolok-olok nya menyadari bahwa dirinya bukanlah wanita buruk rupa dan tak berguna melainkan seorang perempuan cantik dan bisa melahirkan banyak keturunan beastman!
Namun ketika ia memikirkan bagaimana sulitnya untuk mendapatkan bahan makanan yang layak untuk ia konsumsi, Selina hanya bisa menghela napas berat.
Selama ini ia sudah makan dengan tekun, mencoba menghidupi dirinya dengan baik, meski hanya ikan dan sayuran liar, juga masih ada buah liar yang ia petik disekitarnya akan tetapi tetap saja hal itu tidak bisa membuat berat badannya bertambah sedikit pun. Wajahnya masih tampak cekung, membuatnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Karbohidrat! Ya, Selina membutuhkan nasi atau tepung karena makanan kaya karbohidrat selain cepat membuat kenyang juga bisa membuat tubuh gemuk dalam waktu cepat, tapi sayangnya didunia beastman ini ia masih belum menemukan gandum atau padi dan bahan pangan lain seperti ubi atau kentang yang bisa ia jadikan makanan utama untuk menganjal perutnya agar mendapatkan gizi yang seimbang.
“Sudahlah, lebih baik menjalani hidup dengan baik sambil berupaya untuk membuat badan ini sehat agar bisa melakukan banyak aktivitas di luar ruangan agar aku bisa bertahan hidup dengan baik disini”.
Kata-kata penyemangat itulah yang sering Selina tanamkan dalam benaknya, berusaha bersikpa optimis dan setiap hari tak lupa ia melakukan olah raga ringan agar badannya tak lagi lemah dan sakit-sakitan seperti sebelumnya. Meski tak membuahkan banyak perubahan setidaknya kini ia sudah bisa beraktivitas lebih lama di luar ruangan tanpa perlu takut pingsan seperti sebelum-sebelumnya.
Selina terus melakukan aktivitas sehari-hari, mencari ikan di sungai dan bercocok tanam di lahan yang ada disamping guanya yang kini sudah tumbuh subur, setidaknya dengan adanya beberapa sayuran dan buah yang berhasil ia tanam, ia tak akan mungkin kelaparan seperti sebelumnya yang hanya mengandalkan jatah daging yang diberikan oleh suku dimana jatah daging tersebut hanya bisa untuk ia makan satu kali, itupun tak bisa membuat perutnya merasa kenyang.
Selina bercocok tanam mengandalkan ingatannya akan apa yang pernah kakek dan neneknya didesa lakukan. Untuk pupuk Selina menggunakan pupuk kompos, karena hanya itu yang bisa ia dapatkan disini.
Dengan adanya lahan hijau disamping kanan dan kiri gua batunya, serta bagian dalam gua yang sudah ia renovasi membuat gua yang tadinya dingin menjadi lebih hangat dan nyaman untuk di huni.
.
.
.
Satu bulan berlalu dengan sangat cepat, kini tubuh Selina yang semula lemah sedikit lebih kuat dari sebelumnya berkat pola makan rutin tiga kali sehari dengan lauk ikan bakar dan sayuran rebus ditambah buah sebagai makanan penutup.
Entah apa yang terjadi, selama ia berada disini ia sama sekali belum menerima jatah daging yang diberikan oleh kepala suku, seperti yang ada dalam ingatan pemilik tubuh asli.
Sebagai pendatang baru yang tak terlalu dianggap disuku karena tak memberikan kontribusi banyak, Selina pun tak berusaha untuk protes dan membuat masalah karena ia merasa kehidupannya yang sekarang sudah jauh lebih baik daripada awal ia datang ke dunia asing ini.
Sementara itu di tempat lain, seorang betina dengan kulit gelap dan tubuh gemuk tengah mengunyah sepotong daging dengan ukuran yang sangat besar dengan ekspresi penuh kepuasan.
“Aku tak menyangka kepala suku sangat baik hati hingga terus mengirim daging kepada betina sampah itu”, ucap Maya dengan ekpresi jijik ketika ia membayangkan Selina yang memiliki tubuh kurus kering tanpa daging itu.
Bagi Maya, sangat sayang jatah daging yang begitu banyak diberikan kepada betina yang tak mampu memberi keturunan dan tak disukai beastman jantan, membuatnya lebih cepat mati bagi wanita itu dianggap sebagai tindakan baik hati sehingga ia sama sekali tak menyesal telah menghasut Juno yang kini sudah menjadi suami beastman nya dan mengambil jatah daging yang seharusnya diberikan kepada Selina.
Dilain tempat, disebuah hutan kabut yang penuh bahaya seorang beastman ular yang baru saja menerobos ke level sembilan tiba-tiba merasakan sesuatu.
“Ini? apakah benar aku akan memiliki seorang anak?”, gumannya tercengang.
Bagi Klan Ular Raja Xuan sangat sulit untuk mendapatkan keturunan sehingga ia sama sekali tak pernah berpikir untuk mencari pasangan dan memiliki sebuah keluarga miliknya sendiri. Sebagian besar waktunya ia habiskan untuk berlatih, fokus meningkatkan kekuatannya demi bisa membalas dendam terhadap orang yang telah membunuh orang tuanya dan menghancurkan sukunya.
Kini, garis darah dari keturunannya berhasil ia rasakan. Bukan hanya satu keturunan akan tetapi lima keturunan sekaligus, membuat pria berhati dingin itu pun merasa sangat bersemangat dan segera melesat pergi menggunakan wujud hewannya mengikuti aura garis keturunan yang ia rasakan.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya