NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Mobil hitam memasuki gerbang,berhenti di halaman luas mansion keluarga Xander,

ada 2 mobil berdampingan, Daniel hapal ke 2 mobil itu satu milik ibunya dan yang satu lagi milik mertuanya.

Lalu mereka turun hampir bersamaan melangkah menuju pintu, dan disana sudah ada ibu dan mertuanya tersenyum bahagia menyambut kedatangan cucu mereka , Kania/oma(ibu dari Daniel) dan Dewi/eyang(ibu dari Sera),

Kania lebih dulu menghampiri Darren "selamat datang cucuku,"katanya sambil memeluk Darren

"terimakasih Oma, bagaimana kabar Oma?"balasnya tersenyum hangat

"Oma baik sayang"ucap Kania lembut, lalu bergeser memberi ruang untuk Dewi menyapa cucunya.

Dewi tersenyum lembut mencium kening cucunya"cucu eyang semakin tampan" ucapnya yang mengundang gelak tawa semua orang

"eyang, jangan menggodaku, bagaimana kabar eyang"balasnya lalu memeluk Dewi

"eyang sehat , Alhamdulillah"jawab Dewi tersenyum hangat.

Daniel menyela lalu mengajak mereka semua masuk"ayo kita masuk kedalam ,ngobrolnya dilanjutkan di dalam saja"

Semua orang mengangguk setuju lalu melangkah masuk dan duduk di ruang tamu,

Aluna duduk di tengah2 Kania dan Dewi,

"Oma dan eyang kalo sudah ada Abang selalu lupa sama Luna" katanya cemburu

Semua mata memandang nya dan tersenyum, merasa lucu dengan tingkah Aluna, Darren tersenyum miring lalu menggoda Aluna" wajar saja, karna Abang cucu kesayang Oma dan eyang" katanya santai sengaja menggoda Aluna.

Aluna melotot ke arah Abang nya tidak terima" yang cucu kesayangan itu aku bukan Abang huh" balasnya kesal

Semua orang tertawa kecil menyaksikan perdebatan 2 Kaka beradik itu, lalu Kania mengelus kepala Aluna"jangan dengarkan abangmu , Aluna tetap cucu kesayangan Oma" ucap Kania lembut, lalu Dewi menimpali sambil mengelus tangan nya" betul sayang, kamu cucu kesayangan eyang juga"

lalu Aluna tersenyum lebar,menatap abangnya seolah menunjukan 'aku cucu kesayangan Oma dan eyang', Darren membalas tatapan itu dan tersenyum jahil

"itu karna Oma dan eyang tidak mau kamu merajuk"katanya

Kania langsung menegurnya"Darren jangan menggodanya terus"

Darren tersenyum pasrah mengangkat tangan nya"baiklah, aku menyerah" katanya yang mengundang tawa semua orang

Begitulah Aluna dan Darren,jika berjauhan akan rindu kalau dekat mereka pasti ribut,

Jika dengan keluarga sikapnya akan hangat lembut dan jail berbeda saat berhadapan dengan orang lain dingin,ketus dan cuek.

Obrolan berlngsung selama satu jam sebelum semua orang beristirahat menuju kamar masing2..

...---------------...

Malah harinya meja makan sudah penuh dengan berbagai menu,pelayan sibuk kesana kemari memastikan semuanya rapih tidak ada yang terlewat, di ruang tamu keluarga sudah berkumpul hanya Aluna yang belum turun,

Aluna tampil anggun dengan dres hitam selutut, rambut di gerai indah, perhiasan tidak berlebihan hanya menggunakan liontin sederhana, makeup natural yang membuatnya tampak cantik alami.

dia menuruni tangga dan semua mata tertuju padanya,menatap kagum gadis kecil yang dulu sering mereka timang sekarang sudah menjelma menjadi gadis cantik yang mempesona,

Dewi melangkah menghampiri tersenyum hangat"kamu cantik sekali sayang,benar kan jeng" katanya menoleh ke arah Kania

"benar, cucuku memang sangat cantik, Oma yakin tidak ada yang bisa menolak pesonamu"balasnya bangga

"ayo kita duduk sayang" ucap Dewi sambil melangkah menggenggam tangan Aluna menuntunnya menuju sopa.

seorang pelayan menghampiri Daniel"tuan di depan ada tuan Ammar" katanya menunduk hormat.

"suruh mereka masuk" balasnya singkat

"baik tuan" ucapnya lalu melangkah menuju pintu mempersilahkan tamu masuk

Daniel berdiri lalu menyambut sahabatnya.

Sera juga menyambut Hera,

Aluna berdiri terpaku, menatap seseorang yang berdiri di samping hera'dia', lalu Fian menoleh ke arah Aluna 'set' ,pandangan mereka bertemu cukup lama ,Fian tersenyum tipis bahkan sangat tipis dan Aluna melihat itu 'dia tersenyum'batin Luna,lalu buru2 mengalihkan pandangan nya ke arah lain.

Ammar dan keluarganya menyalami Kania dan Dewi

Kania menatap Ammar lama" kamu Ammar putra Hanggono dan Rita?"tanyanya

Ammar tersenyum hangat" iya aunty aku Ammar, ini istri ku Hera dan putraku Alfian

"ya ampun , bagaimana kabar kedua orangtuamu" tanyanya

"Alhamdulillah baik aunty,mereka sekarang tinggal bersama adikku di Jogja"balasnya lembut

"syukurlah, sudah lama sekali tidak bertemu mereka" ucap Kania terharu

" mainlah kesana aunty, mama dan papa pasti juga merindukan teman lamanya" balas Ammar tersenyum hangat

"ya, ya nanti aku akan kesana ,"balasnya

Setelahnya hera bejalan menghampiri Aluna"wah Luna kamu cantik sekali nak"katanya kagum melihat Aluna 'semoga kamu menjadi menantuku,' batin nya berdoa

Aluna tersenyum malu"terimakasih Tante"

Darren lalu menghampiri Fian ,"Alfian lama tidak bertemu, apa kabar?" sapanya hangat saling berpelukan khas laki-laki

"baik bro, lalu kabarmu" tanya Fian

"aku juga baik" lalu mereka melangkah menuju sopan duduk bersebelahan dan mengobrol .

Aluna yang memperhatikan mengernyit heran'sejak kapan Abang kenal dia'lalu dia menggeleng pelan 'kenapa aku jadi kepoan'menghela napas panjang lalu kembali duduk di samping Omanya.

tiba-tiba pelayan mendekat memberi tahu bahwa makan malam sudah siap ,lalu Sera mengajak semua orang ke ruang makan.

...Di ruang makan...

semua orang mengambil tempat duduk masing2,Aluna mengedarkan pandangan dia bingung, semua tempat duduk sudah penuh yang tersisa hanya di sebelah Alfian, dia menghela napas lalu duduk, sejenak suasana canggung diantara mereka.

Semua Yang ada di meja makan tidak menyadari kecanggungan Antara Aluna dan Fian.

Satu per satu mulai mengambil makanan, Aluna menoleh ke arah Abang nya" biar Aluna ambilkan, Abang mau makan dengan apa" tanyanya

"boleh dek, Abang mau steak saja" jawanya

Aluna mengangguk mulai mengambil steak lalu di berikan kepada Darren,Hera yang memperhatikan Aluna lalu tersenyum dan memberi kode kepada sera, yang langsung di mengerti oleh nya.

"Aluna sayang, tolong ambilkan juga makanan untuk Fian" ucap Sera lembut

Aluna yang terkejut mendengar ucapan ibunya,tersenyum kaku lalu mengangguk .

Alfian pun sama canggung nya "tidak usah Tante biar aku ambil sendiri saja"katanya

"tidak apa-apa Fian, biar Luna yang ambilkan"balas Sera ,lalu melirik Aluna memberikan kode'ayo ambilkan'

Lalu Aluna mengambil nasi dan menoleh ke arah Fian"segini cukup ," katanya sambil menahan gugup

"cukup"balas Fian singkat

"lauknya mau apa"tanyanya lagi

"ayam goreng saja" balasnya lagi

semua orang yang ada di sana tersenyum penuh arti menyaksikan Aluna melayani Fian seperti seorang istri mengambil makanan untuk istrinya.

Lalu dia meletakan piring yang sudah penuh kehadapan Fian"silahkan"katanya kaku

"terimakasih Aluna" balas Fian

Entah hanya perasaanya saja atau memang benar Fian mengucapkan terimakasih kepadanya dengan nada lembut.

Luna mengambil makanan untuk dirinya sendiri, dari mulai nasi. Lauk hingga sayur. Semuanya tidak luput dari perhatian fian.

Disebrangnya Darren memperhatikan arah pandang Fian ,tersenyum tipis.

Lalu mereka makan dengan tenang ,sesekali diselingi obrolan hangat mengenang masalalu.

Disisi lain Aluna merasa Fian selalu melirik nya, membuatnya salah tingkah.pipinya sudah memerah seperti tomat.

Aluna yang berniat mengambil tisu tidak sengaja tangan nya menyentuh tangan Fian yang juga hendak mengambil tisu, tatapan mereka bertemu tidak lama tapi cukup membuat dada aluna berdebar, lalu Aluna melepaskan tangan nya" maaf" katanya gugup

Alfian hanya mengangguk lalu mengambil tisu dan memberikan nya kepada Aluna"ini" ucapnya

Aluna menerima tisu itu "terimakasih"katanya lirih

"sama-sama" balas Fian singkat .

Kania dan Dewi tersenyum tipis begitu juga dengan Hera dan Sera yang saling tatap dan tersenyum bahagia seolah tatapan mereka berbicara'rencana kita mulai berjalan'

Setelah makan malam selesai semua orang kembali ke ruang keluarga, kecuali Darren dan Alfian yang pergi menuju taman belakang.

...Taman belakang ...

"apa kesibukan mu sekarang" tanya Darren

"membantu papa di perusahaan" jawab Fian

"ku dengar kamu juga menjadi dosen"tanyanya lagi

"ya , masih baru" balasnya

"sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini" ucap Darren sambil tersenyum

Lalu Fian menoleh dan tersenyum ke arahnya" ya ,kamu benar, terakhir kita ketemu saat masih SMP" balasnya

Darren mengangguk setuju dengan yang di ucapkan Fian

"lalu bagaimana perusahaanmu" tanya Fian

"yah.. Lumayan menyita waktu"jawabnya terkekeh kecil" sampai lupa bersenang-senang"lanjutnya lagi kali ini di sambut tawa oleh Fian

"kenapa nasib kita sama, sama-sama belum menikah" ucap Fian tersenyum pasrah

Darren Terkekeh lalu menatap Fian"tapi sepertinya kau yang akan lebih dulu menikah"

Hening, ucapan Darren membuat Fian terdiam .lalu menatap Darren"maksudmu"katanya singkat

"dari caramu menatap adikku tadi, aku tau" ucapan Darren tepat sasaran

Fian sedikit terkejut tapi tidak lama lalu menutupinya dengan tersenyum tipis"ya, aku memang menyukainya, belum lama mungkin sekitar 2 bulan terahir, tapi waktu itu aku belum tau kalau dia adikmu." balasnya

Darren tersenyum tipis"aku tidak keberatan, malah setuju , aku lebih percaya kepadamu dari pada orang lain, asal jangan kau buat adikku menangis saja,"katanya menatap fian serius

Fian menoleh ke arah Darren sedikit terkejut dengan respon baiknya"terimakasih, aku tidak akan berjanji tapi aku akan membuktikan nya"balasnya penuh tekad,

Darren tersenyum puas mendengar jawaban sahabatnya"jangan kecewakan aku,karna jiga kau menyakitinya aku tidak akan segan menghancurkanmu"katanya tegas ,

"iya, aku tidak akan mengecewakanmu" balasnya lagi

Darren tersenyum lega lalu merangkul sahabatnya"baiklah ayo kita kedalam"ucapan itu seiring langkah mereka masuk ke dalam mansion.

......................

Diruang tamu hanya tersisa para wanita saja, Daniel dan Ammar ada di ruang kerja.

Hera duduk di sebelah Aluna mengelus tangannya lembut"Tante dengar dari mommymu, kamu bulan depan wisuda yah?" tanyanya

Aluna tersenyum lalu menjawab"iya Tante ,tepatnya tgl 20"

"selamat yah, apa boleh Tante hadir di acara wisuda Aluna" ucapnya

"boleh Tante, malah Aluna senang"balasnya tersenyum bahagia

Hera tersenyum senang matanya berbinar" wah terimakasih ya sayang nanti Tante akan datang dengan om Ammar juga"

"iya Tante" balasnya tersenyum hangat

Terdengar langkah kaki mendekat semua Yang ada di ruang tamu menoleh termasuk Aluna.

Darren dan Alfian melangkah mendekat dan duduk berdampingan di kursi kosong

Lalu celetukan Oma Kania membuat keduanya kaku

"kalian ini, sudah berumur tapi belum juga punya istri" katanya pedas, sengaja menyindir

Darren menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedang kan Alfian menghela napas berat.

" sudah lah Oma jangan bahas jodoh" kata Darren setengah kesal,

Oma Kania berdiri lalu berkacak pinggang" apa kamu bilang! jangan bahas jodoh, memangnya kamu mau jadi perjaka tua hah?,kamu ini benar2 ya, " katanya kesal sambil melemparkan bantal sopa ke arah Darren

bantal kecil itu melayang tapi tidak mengenai Darren malah mengenai kepala Alfian.

oma Kania yang wajahnya kesal berubah khawatir lalu mendekati Fian

" ya ampun Alfian maafkan Oma. Oma tidak bermaksud, seharusnya itu mengenai Darren bukan kamu" katanya sambil mengelus kepala Alfian lembut

" tidak apa-apa Oma," balasnya tersenyum hangat .

Aluna menahan tawa melihat kakanya tertekan.

Sera yang melihat mertuanya mulai emosi khawatir lalu mendekat mengelus lengan mertuanya" mama tenang ,tarik nafas ayo duduk, jangan sampai darah tinggi mama kambuh " ucapnya

Oma Kania menarik napas panjang lalu tersenyum tipis"terimakasih sayang, sepertinya mama ingin istirahat saja, Darren ayo antar Oma ke kamar"katanya tegas

Darren menatap heran, ' bukanya tadi Oma kesal padaku' batin nya. lalu berdiri dan mengantar Omanya ke kamar.

"sera ,ibu ke kamar duluan mau istirahat rasanya badan ibu pegel2 semua" ucap eyang Dewi

Aluna yang sedari tadi diam menyahut" eyang biar Aluna antar"

" tidak usah sayang , eyang sendiri saja tidak papa" balasnya lembut sambil mengelus kepala cucunya.

"baiklah eyang" jawanya

Setelah kepergian eyang Dewi, Hera dan Sera saling tatap memberi kode .

" Sera bagaiman butikmu sekarang" tanya Hera berpura-pura

" baik, ah ya aku ingin tunjukan padamu desain2 terbaruku. Bagaimana kalau kita keruang kerjaku sekarang" balasnya

" wah benarkah,? Yasudah ayo aku sudah tidak sabar melihat nya" katanya sambil berdiri dan menarik tangan Sera semangat ,

Tetapi sebelum mereka melangkah luna juga ikut berdiri" mom Luna juga mau ke kamar" katanya cepat

Hera menoleh cepat ke arah Sera memberi kode kecil yang hanya di sadari oleh mereka saja

" loh sayang, ini kan masih sore, mending kamu duduk saja di sini temani Alfian ajak dia ngobrol yah.. Mommy ke atas dulu oke ," katanya setelah mendudukan Aluna lalu pergi menarik tangan Hera melangkah cepat menuju tangga..

"tapi mom..." ucapan itu hanya menggantung di udara , karna ibunya sudah berlalu pergi .

Alfian yang memperhatikan itu hanya tersenyum tipis .lalu menatap ke arah Aluna

Aluna yang merasa di perhatikan pun salah tingkah dia meremas tangan nya gugup..

"Aluna " ucap Fian

" iya" balasnya menatap Alfian sebentar lalu menunduk

" boleh bicara sebentar di taman belakang?" tanyanya

Aluna mengangkat wajah menatap Fian lalu menjawab dengan anggukan kepala,

Setelah mendapat persetujuan dari Aluna , dia melangkah terlebih dulu menuju taman belakang, dibelakang nya Aluna menyusul

Mereka tidak tau bahwa gerak gerik mereka sedang di pantau melalui CCTV oleh orangtua mereka.

Setelah sampai di taman belakang mereka berdiri bersisian, hening sesaat sebelum Alfian membuka percakapan

"Aluna, apa kamu sudah punya pacar" tanyanya to the point

Aluna yang ditanya seperti itu terkejut,dia tidak langsung menjawab ,memberanikan diri menoleh ke arah Alfian ..

" kenapa....."

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!