NovelToon NovelToon
ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cinta Seiring Waktu / Romansa pedesaan
Popularitas:113.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Intan Rasyid sudah terikat pertunangan, tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan, tetapi hubungan dari hasil perjodohan itu tak lantas dapat menggeser sebuah nama terukir dalam sanubari selama sepuluh tahun lamanya. Intan mencintai dalam diam pria telah berpunya.

Sampai sosok pria sangat jauh dari kriterianya tiba-tiba hadir, membawa warna baru bagi kehidupan monoton, berhasil menjungkirbalikkan dunianya.

Hal yang semula ia kira sempurna ternyata memiliki banyak kekurangan, membuatnya gamang antara dua pilihan – memutuskan pertunangan yang berarti melibatkan dua keluarga besar, atau mempertimbangkan kegigihan pria tak mengenal lelah mengejar cintanya.

Pada akhirnya, siapa yang akan dipilih oleh Intan, sang tunangan atau malah pria teramat menyebalkan, menurutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolak: 04

Lirikan maut itu ditanggapi kekehan ringan. Jemarinya terulur menarik ujung hijab pada dahi sang kekasih agar menutupi kening. “Aku bercanda, sayang.”

“Mau langsung pulang ke Jamur Luobok, atau singgah di suatu tempat dulu?” tanyanya lembut, menatap hangat gadis cantik yang sudah dua tahun menjadi tunangannya.

Intan menurunkan sedikit jok mobil, lalu dia duduk miring sembari kepala bersandar pada kursi. Dibalasnya tatapan hangat itu dengan senyum manis. “Ke Binjai dulu macam mana? Aku sedang ingin nonton bioskop. Katanya ada film horor bagus.”

“Baik, asal kau senang, aku pun ikut bahagia. Intan … kenakan dulu sabuk pengamannya!” Dia kembali duduk tegak, lalu menjalankan Kuda besinya keluar dari halaman puskesmas, melewati pengendara motor berhelm hitam.

Setengah hati Intan mengaitkan seat belt tanpa melihat apa yang dilakukannya. Raut wajah seperti kain tidak disetrika.

Mendengar helaan napas panjang, si pria menoleh ke samping kiri. “Capek sekali ya jadi anggota medis di pedalaman?”

Anggukan manja itu dibalas senyum pengertian. “Intan, kau tinggal bilang iya pada proposal lamaran pernikahan yang lebih dari lima kali dalam setahun ini aku ajukan, maka seluruh hidupmu menjadi tanggung jawabku. Tak perlu bekerja, bila suntuk dirumah silahkan cari kesibukan diluar, asal tidak keluar dari kodratmu sebagai seorang istri.”

“Sulit sangat ya, mengatakan – iya?” lanjutnya ikut menghela napas, tersenyum masam, menatap pasrah.

“Maaf.” Intan memalingkan wajah, melihat lurus pada kaca jendela depan.

“Tak apa, aku paham. Lagipula keluargaku juga mengerti, mereka memilih bersabar sampai kau siap menjadi seorang istri dan nyonya muda Nugraha.” Kamal Nugraha meraih tangan terkulai di sisi jok mobil, membawanya untuk diremas lembut.

“Nuha ….” Ia melihat tautan tangan mereka. Berkata lirih. “Mengapa kau tak memaksaku supaya mau? Kenapa malah memilih bersabar, menanti dalam ketidakpastian?”

Pria yang mendapatkan panggilan khusus dari sang kekasih itu menjawab sambil fokus pada jalanan lurus. Tangannya masih menggenggam. “Apa untungnya aku memaksamu? Oke, kita menikah, tapi bagaimana dengan perjalanan rumah tangga kalau salah satu pihak merasa terpaksa?”

“Akan timpang nantinya bila kau masih setengah hati, sementara arahku jelas kedepan, menginginkan, mengusahakan sebuah keharmonisan. Macam mana bisa kebahagiaan mengiringi jikalau hati istriku sendiri merasa tertekan?” sambungnya tenang.

Tiba-tiba Intan duduk tegak, lalu menyandarkan kepalanya pada lengan Kamal. “Kok ya bisa aku tetap ragu menikah, padahal kau sudah sebaik ini. Apa mungkin karena uang mahar yang dijanjikan ayah tua kurang banyak ya, Nuha?”

Pecah sudah tawa Kamal Nugraha, wajah tampannya bertambah rupawan, terlebih dia mengenakan topi hitam, kaos pas badan, dan sedang menyetir mobil seharga dua milyar rupiah.

“Apa tiga milyar menurutmu kurang, Sayang?” suara serak-serak basahnya mengalun lembut.

“Aku mau seluruh aset warisan atas nama Kamal Nugraha diganti menjadi kepemilikan Intan Rasyid!” katanya tak tahu diri, dan hanya sebuah candaan.

“Boleh juga tuh, cepat katakan iya, setelah kata sah bergema, langsung ku urus surat peralihan warisan ayah Byakta Nugraha ke dirimu.” Dia menempelkan pipinya sebentar pada kepala tertutup hijab.

Intan terbahak-bahak. Kamal Nugraha tak pernah menorehkan luka pada hatinya, dia penyembuh. Baik hati, selalu mengusahakan agar dirinya tersenyum, dan merasa nyaman.

Kamal Nugraha dan Intan Rasyid tumbuh besar bersama, seumuran. Rumah pun bersebelahan, saling memanggil ayah dan ibu ke orang tua mereka.

“Nuha ….” Intan mengulurkan tangan kirinya yang mengenakan cincin simpel bertahta batu permata putih.

“Ya, Intan ku?”

“Ada yang bilang kau itu pelit, masa cuma ngasih cincin permata sebesar biji selasih, katanya.”

Tangan kiri Kamal meraih jemari yang terulur, mengelus sebentar batu permata putih. “Apa dia tahu harga natural diamond dua karat ini?”

“Sepertinya dia menyamakan cincin pemberianmu dengan yang dijual ditoko mas pajak (pasar).”

Intan dan Kamal sama-sama tertawa, merasa lucu tapi beda pemikiran.

Sang pria berpikir yang mengatakan dia pelit adalah seorang wanita suka bergosip. Sementara Intan terbayang-bayang wajah tengil Anggara Pangestu.

“Lain kali kalau dia masih suka mengejekmu, tunjukan kwitansinya, Sayang. Biar nya tahu jika cincin tunangan ini bisa membeli dua unit mobil baru kelas menengah ke bawah.”

Intan mundur menatap jenaka, nada suara mengejek. “Tak boleh sombong, mentang-mentang kau memang kaya raya, takutnya dia terkena serangan jantung nanti.”

“Sombong ke orang suka usil dengan kehidupan orang lain ya tak apa, asal mampu.” Kamal mengedikkan kedua bahunya.

“Iya, ya. Aku jadi ingat masa kecil kita. Tiap hari wajib menyombongkan harta orang tua, saling ejek nama ayah, mamak, dan paling lucu … aku memaksamu harus memberikan contekan, kalau enggan langsung mengamuk … hahahaha.” Intan terpingkal-pingkal, dia senakal itu memang dulu.

“Bahkan sampai sekarang pun dirimu tak berubah. Siapa yang tiap bulan pamer setelah menerima gaji cuma lembaran merah tipis? Ya kau itu,” godanya.

"Kalau itu wajib dibanggakan, sebab hasil keringatku sendiri.” Intan bersedekap tangan, tapi langsung ditegur.

“Jangan biasakan melipat tangan jika sedang mengenakan hijab pendek, Intan!” tegurnya lembut.

Kamal Nugraha bisa dibilang protektif terhadap tunangannya. Suka menasehati, melarang Intan berpakaian sedikit ketat meskipun lekuk tubuhnya masih tersamarkan.

“Maaf, Nuha … aku masih suka lupa,” ia tersenyum sampai barisan gigi terlihat.

“Dimaafkan, cuma harap terus diingat ya, Sayang?” meskipun dirinya masih jauh dari kata sholeh, ia ingin menjaga permata hatinya, agar fisik Intan tidak dijadikan objek fantasi kaum Adam berotak kotor.

Gadisnya ini bukan cuma mempesona, tapi juga memiliki daya tarik tersendiri. Dia sendiri terkadang suka lupa tempat, status. Tanpa sadar sesekali menggandeng tangan, mengelus kepala, paling parah merangkul, setelahnya baru merasa menyesal.

“Siap, Abang Kamal Nugraha,” Intan terkikik geli, merasa lucu memanggil pria lebih muda tiga bulan darinya.

Kamal pun terpingkal-pingkal, lalu setelahnya mereka bercengkrama hangat, membahas banyak hal. Yang jelas menghindari pembicaraan tentang pernikahan.

***

Tin!

Tin!

Tin!

Pintu gerbang tinggi cepat-cepat dibuka setelah seorang security melihat siapa yang datang.

Helm full face bagian mulut ditarik ke atas, wajah memerah itu menatap jenaka pak satpam. “Telat semenit saja, rencananya aku mau terbang masuk kedalam.”

Pria mendekati setengah abad itu menangkupkan kedua tangan. “Jangan tuan muda, nanti saya bisa jantungan seperti dulu kala.”

Anggara Pangestu tertawa, menepuk pundak si bapak lalu balapan memasuki halaman hunian mewah keluarga Pangestu.

Penghuni rumah satu persatu keluar, mimik wajah mereka heran sekaligus merasa terganggu oleh bisingnya suara mesin motor digeber.

Anggara membuka helmnya, menarik kuncir rambut, melangkah menghentakan kaki.

“Angga, mengapa kau tiba-tiba pulang?” bunda Selina langsung menodong sebuah pertanyaan.

"Calon istriku dijemput tunangannya, Bun.”

"Calon istri, kok punya tunangan? Yang mana yang benar?!"

.

.

Bersambung.

1
Nuryanto Yanto
duh deg deg kan gimana ya kelanjutannya
Betri Betmawati
pasti Anggara itu udh kyk jelangkung aja dia
moon
kok Lanira panggil Intan kakak?
apa tidak terbalik?
secara Lanira putrinya Wahyuni, kakak dari ibunya Intan (Mutia)
Cublik: Mereka menyesuaikan umur, Kak. soalnya lebih tua Intan 3 tahun.
Nggak mau mengikuti lewat garis keturunan 😁
total 1 replies
Pudji Widy
ayah cepetdat
Watiningsih
tak menyangka lanira punya sikap licik begitu, kalau Kamal punya sikap tak patut wajar karena gen dari ayah kandungnya yg jahat, tapi lanira... tidak menyangka. Kamal & lanira bersiaplah kamu menghadapi keluarga besar Nugraha & sidiq
Elie Noerhasanah Iskandar
crazy up thor🤭🙏
Cublik: Udah 3 bab hari ini, Kak 🥰
total 1 replies
saqa_ghaliza
blm pernah seemosi ini baca novel... 👍👍👍
Cublik: Terima kasih, Kak 🥰
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjut lgi k cublik....
serasa kurang mlu tiap baca 🤣🤣
Nana Colen
seperti nya aku telat ni ngasih bintang karena karyamu tetap selalu luar biasa 😍😍😍😍
mmh nengmuti
hayo kita demo aja ke tempat hunian ayah tua biar d lemparin batu sekalian 2org setan itu👊👊👊
Yuliana Tunru
bagus semua sdh tqu walaupun b biar kelarrr semua kamal agar otak cerdasmu jalan jgn jd pengecut ..kùmpulkan kkga ..good intan 👍👍 tak sabar nunggu up x lg terbayang2 gmn keis x dan.hancur lah kau kamal laki2 pecundang
mmh nengmuti
dedek bner sm s lanira,itu kk s lanira org lmbut lah adik nya lembut tp kaya setan
Afri Nilawati
syediiih kalii
Jetri
pingin jingkrak² aku bacanya,,
legaaaaa meskipun belum tuntas kecewaku,,
setidaknya keluarga besar sudah otw ke hunian ayah tua
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
cekek rame² lanira & kamal/Panic//Panic//Panic/
Cublik: Heh 😁
total 1 replies
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
mati kwe tamat riwayatmu
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
mamposss kao tendang burung Kamal yang tak seberapa itu tan
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
mampossss kaoo
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
dasar lonteee/Panic//Panic//Panic/
FiaNasa
bagus intan biar semua tahu &;segera berakhir drama pertunangan ini,,soalnya aq ingin kau fokus dlm stress mu menghadapi sibiang kerok tulang palak itu🤣🤣🤣🤣jadi aq bisa ngakak melupakan tagihan² hutang²ku😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!