NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 : Penyergapan di Lembah Angin Merah

Mereka bergerak saat matahari mulai condong ke barat.

Jalan menuju utara membawa mereka melewati sebuah lembah sempit yang dikenal sebagai Lembah Angin Merah. Dua bukit batu menjulang di sisi kiri dan kanan, sementara jalan berkelok mengikuti celah di tengahnya. Dari luar, tempat itu tampak biasa saja.

Namun bagi orang yang terbiasa bertarung, medan seperti ini adalah lokasi penyergapan yang sempurna.

Pandangan terbatas.

Jalur mundur sempit.

Dan terlalu banyak titik untuk bersembunyi.

Lin Chen memperlambat langkahnya.

Huo Ling'er melakukan hal yang sama.

Mereka tidak perlu berbicara, karena keduanya merasakan hal yang sama.

Seseorang sedang menunggu.

Beberapa saat kemudian, sosok-sosok mulai bermunculan dari balik bebatuan.

Satu.

Dua.

Lima.

Sepuluh.

Dan terus bertambah.

Dalam hitungan napas, mereka sudah dikepung.

Sebelas orang.

Delapan kultivator Pembentukan Inti.

Dua kultivator Jiwa Baru Lahir tahap awal yang berdiri di sisi kiri dan kanan lembah.

Dan di tengah-tengah mereka berdiri seorang lelaki tua berjubah hitam.

Tubuhnya kurus.

Wajahnya pucat.

Tatapannya dingin seperti ular yang sedang mengamati mangsa.

Di punggung jubahnya terukir lambang tengkorak perak berukuran besar.

Aura Jiwa Baru Lahir Tingkat Menengah menyelimuti seluruh lembah.

"Namaku Qing Mao."

Suara lelaki tua itu terdengar serak seperti kayu tua yang digesek.

"Sekte Tengkorak Perak selalu menghargai kejujuran."

Ia memandang Lin Chen dengan senyum tipis.

"Karena itu aku akan bicara terus terang."

Tatapannya beralih ke Huo Ling'er.

"Kami tidak datang untuk membunuh kalian."

"Kami hanya menginginkan darah Phoenix dan teknik yang kau miliki, anak muda."

Ia kembali menatap Lin Chen.

"Serahkan semuanya, setelah nya kalian boleh pergi."

Lin Chen tetap tenang.

"Lalu dia?"

Ia mengangguk ke arah Huo Ling'er.

Qing Mao tersenyum.

"Dia perlu ikut bersama kami."

"Untuk proses ekstraksi yang lebih efisien."

Huo Ling'er mengeluarkan suara pendek dari tenggorokannya.

Bukan tawa.

Lebih mirip suara seseorang yang baru saja mendengar lelucon buruk.

Lin Chen tidak langsung menjawab.

Matanya bergerak perlahan, mengamati seluruh formasi musuh.

Dua Jiwa Baru Lahir Tingkat Awal

Delapan Pembentukan Inti.

Dan satu Jiwa Baru Lahir Tingkat Menengah di depan.

Jika bertarung secara langsung, peluang menang hampir tidak ada.

Namun sejak awal, ia memang tidak berniat menang dengan cara itu.

Tujuannya sederhana.

Membuat harga yang harus dibayar musuh menjadi terlalu mahal.

"Ling'er."

Suara Lin Chen terdengar tenang.

"Apa?"

"Dua Jiwa Baru Lahir di sisi sayap, kau bisa menahan satu?"

Huo Ling'er melirik sekilas. "Beri aku dua puluh detik."

Lin Chen menggelengkan kepalanya.

"Lima belas."

"Dua puluh."

"Tujuh belas."

Huo Ling'er mengembuskan napas panjang. "Kau benar-benar menyebalkan."

"Jadi tujuh belas?"

"Baiklah. Tujuh belas."

Begitu kata terakhir keluar, keduanya bergerak bersamaan.

Huo Ling'er melesat ke kiri seperti kilatan api.

Kecepatannya membuat dua kultivator Pembentukan Inti gagal bereaksi tepat waktu.

Api biru keputihan meledak dari telapak tangannya.

Bukan untuk menyerang.

Melainkan membelah medan tempur.

Lidah api menjalar di tanah dan menciptakan dinding panas yang memaksa formasi musuh terpecah.

Dalam beberapa detik, ia sudah berhadapan langsung dengan kultivator Jiwa Baru Lahir tahap awal di sisi kiri.

Sementara itu, Lin Chen bergerak ke arah berlawanan.

Delapan kultivator Pembentukan Inti menyerbu bersamaan.

Ia tidak mencoba menghadapi semuanya.

Sebaliknya, ia memilih satu titik lemah dalam formasi mereka.

Qi Phoenix mengalir deras dari meridiannya.

Dua belas bola api merah keemasan muncul sekaligus di sekeliling tubuhnya.

Dalam satu tarikan napas, semuanya melesat keluar.

Ledakan demi ledakan mengguncang lembah.

Tidak ada yang diarahkan langsung ke tubuh lawan.

Semua serangan ditujukan ke jalur pergerakan mereka.

Memaksa musuh bergerak sesuai kehendaknya.

Memecah koordinasi.

Mengacaukan ritme serangan.

Qing Mao segera memahami apa yang dilakukan Lin Chen.

"Anak ini..." Matanya menyipit. "Dia mengendalikan medan tempur."

Tetua itu langsung bergerak.

Satu telapak tangan dipenuhi Qi hitam meluncur ke arah Lin Chen.

Tekanan Jiwa Baru Lahir Tingkat Menengah turun seperti gunung yang runtuh.

Udara bergetar.

Tanah retak.

Namun Lin Chen tidak mencoba menahannya.

Ia tahu dirinya belum cukup kuat.

Karena itu ia memilih cara lain.

Tubuhnya berputar ke samping.

Memanfaatkan momentum tekanan itu untuk mendorong dirinya menjauh.

Serangan Qing Mao hanya menyentuh sebagian tubuhnya.

Meski begitu, rasa sakit langsung menjalar ke seluruh lengannya.

Tulangnya berderak. Namun Lin Chen tidak berhenti.

Api Phoenix langsung dilepaskan ke arah bahu kiri Qing Mao.

Serangan itu tidak cukup kuat untuk melukai Kultivator Jiwa Baru Lahir Tingkat Menengah.

Tetapi saat api menyentuh jubahnya, Qing Mao mundur.

Satu langkah.

Karena nalurinya lebih cepat daripada pikirannya sendiri.

Matanya membesar sesaat.

"Api itu."

Di sisi lain, Huo Ling'er juga menunjukkan kekuatan yang membuat semua orang terkejut.

Api merah keemasan mulai bercampur dengan api biru miliknya.

Semakin lama bertarung, semakin jelas pengaruh Phoenix dalam dirinya.

Kultivator Jiwa Baru Lahir yang menghadapinya bahkan dipaksa mundur beberapa kali.

Pertarungan berlangsung sengit.

Enam belas menit penuh.

Batu-batu pecah.

Pohon-pohon tumbang.

Tanah berubah menjadi kawah-kawah kecil akibat benturan Qi.

Ketika debu akhirnya mulai mengendap, kedua belah pihak sama-sama terluka.

Lengan kanan Lin Chen terluka cukup parah.

Salah satu tulang rusuknya terasa retak.

Huo Ling'er mendapat luka bakar di bahu kiri akibat serangan balik lawannya.

Namun kondisi Sekte Tengkorak Perak jauh lebih buruk.

Empat anggota mereka tidak mampu berdiri sendiri.

Beberapa lainnya mengalami luka serius.

Dan yang paling penting, Mereka gagal.

Qing Mao menatap Lin Chen lama.

Sangat lama.

Kemudian ia mengangkat tangannya.

"Mundur."

Tidak ada yang membantah.

Semua anggota Sekte Tengkorak Perak segera mundur.

Mereka menghilang ke balik lembah secepat saat mereka muncul.

Keheningan kembali menyelimuti jalan. Lin Chen dan Huo Ling'er tidak mengejar.

Mereka hanya melanjutkan perjalanan ke utara.

Beberapa menit berlalu tanpa percakapan.

Keduanya sibuk memeriksa kondisi tubuh masing-masing.

Sampai akhirnya Huo Ling'er membuka suara. "Dua puluh detik."

Lin Chen menghela napas.

"Tujuh belas sudah cukup."

"Dua puluh lebih rapi."

"Musuh tidak peduli soal kerapian."

"Tapi aku peduli."

Lin Chen meliriknya sebentar.

Kemudian memutuskan bahwa melanjutkan perdebatan itu tidak akan menghasilkan apa pun.

Mereka terus berjalan.

Dan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Gunung Cang Lei, Sekte Tengkorak Perak mulai menyadari satu hal.

Target yang mereka kejar bukan lagi mangsa.

Melainkan masalah yang semakin mahal untuk diselesaikan.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!