NovelToon NovelToon
Suamiku Selingkuh

Suamiku Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Atul Maronge

Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Bertemu Teman Lama

Renata mengintip sang putri yang menatap figura foto keluarga kecilnya.

"Maafin mama ya nak, karena keegoisan mama dan papa kamu yang jadi korbannya. Mama janji akan mengembalikan senyuman kakak seperti dulu lagi" Gumam Renata dan meninggalkan kamar sang anak.

Dia lantas masuk kedalam kamarnya sendiri, Renata kini sedang berkutat di depan laptopnya untuk menyiapkan materi yang akan dia pakai dalam meeting besok pagi.

Saat dia tengah fokus dengan pekerjaannya, ponselnya berdering ternyata Rohana yang meneleponnya.

[hallo assalamualaikum Han] Sapa Renata.

[Waalaikumsalam Ren, kamu sedang sibuk gak?] Tanya Rohana

[enggak terlalu sih Han, ini cuma lagi siapin materi aja dan udah mau beres sih. Kenapa Han?] Tanya Renata

[aku cuma mau ngabari aja, tadi aku ketemu sama keluarga mantan suami kamu. Kayanya ibunya Raditya masuk rumah sakit] Jawab Rohana.

[kamu di rumah sakit ngapain emangnya?] Tanya Renata.

[biasalah Ren periksa ke dokter, cek kesuburan] Jawab Rohana

[semoga promil kalian segera berhasil ya, besok aku kerumah sakit kalau gitu jengukin, bagaimanapun beliau neneknya Rindiani] Jawab Renata.

[iya Ren, kamu baik banget sih padahal dulu mertua kamu sadisnya kayak gimana kalau gak di kasih uang haha] Ucap Rohana.

[udahlah Han itu semua sudah berlalu, oh ya emangnya dirumah sakit mana?]

[dirumah sakit hikmah Jaya, kayaknya ibu Raditya agak parah deh] Ucap Rohana

[parah gimana? Emangnya orangnya kecelakaan atau bagaimana sih] Tanya Renata

[tadi sih aku lihat di bawa ke dokter saraf Ren] Jawab Rohana

[hmm ya semoga saja ibu tidak parah Han, yaudah aku mau lanjutin kerja dulu. Thanks ya infonya] Ucap Renata dan langsung mematikan panggilan.

Setelah menutup panggilan, Renata kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, tak butuh lama kini pekerjaannya sudah selesai.

Renata segera keluar dari kamar dan menuju ke kamar sang putri.

"Ceklekk..!!

Dengan perlahan Renata membuka pintu kamar sang putri, yang ternyata Rindiani sudah terlelap dengan memeluk guling miliknya.

Renata mendekat dan menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis kecilnya itu serta mencium pipi sang putri.

"Tidur yang nyenyak ya nak" Gumam Renata dan keluar lagi dari kamar Rindiani.

*******

Keesokan harinya setelah mengantarkan sang putri ke sekolah, Renata langsung bergegas ke kantor.

Dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang lumayan sedang karena jarak dari sekolah ke kantor tak jauh dan satu arah.

Tak butuh waktu lama mobil yang dikendarai oleh Renata sudah sampai di kantornya.

"Selamat pagi bu.." Sapa para karyawan yang masih ada di loby.

"Pagi semuanya.." Jawab Renata dengan tersenyum ramah.

Renata segera masuk kedalam ruangan miliknya sembari menunggu peserta meeting datang.

Tok tok tok...

"Ya masuk.." Jawab Renata dari dalam ruangan miliknya.

"Permisi bu, rapat akan segera dimulai" Ucap Rona.

"Baiklah saya akan segera kesana" Jawab Renata

Mereka berjalan bersama ke ruangan meeting dan langsung memulainya dengan lancar, meskipun Renata sudah vakum beberapa tahun dari dunia bisnis.

Prok prok prok...

Tepuk tangan para peserta meeting menggema di ruangan itu, hingga satu persatu keluar meninggalkan ruangan meeting.

"Maaf pak, ada apa yang bisa di bantu?" Tanya Rona pada seorang laki-laki yang masih stay di kursinya.

"Enggak ada. Saya hanya mau berkenalan secara pribadi dengan bu Renata, apa bu Renata bisa nanti makan siang bareng?" Jawabnya.

Rona segera menoleh ke arah Renata, dan di angguki olehnya.

"Baik nanti pak kita makan siang bersama saja, ayok Ron sama kamu juga ya" Ajak Renata karena ingin menghormati kliennya dan karena tak ingin menimbulkan fitnah dia juga mengajak Rona.

"M-maaf bu saya sudah ada janji dengan tunangan saya" Jawab Rona sedikit gugup.

"Ohh yaudah gak apa kalau gitu Ron, kirain kamu free" Jawab Renata.

"Gak apa bu Renata kita berdua saja, saya janji gak akan macam-macam. Nanti kita bertemu di restoran seberang ya" Ucapnya dan berdiri menyalami Renata serta Rona begitupun dengan sekretaris lelaki itu juga melakukan hal yang sama.

Setelah meeting Renata melanjutkan pekerjaannya, tepat jam setengah sebelas dia menghubungi sopir pribadinya untuk menanyakan apakah putrinya sudah keluar dari sekolah.

[hallo assalamualaikum pak Ramli, bagaimana apa Rindiani sudah pulang sekolah?] Tanya Renata.

[Waalaikumsalam belum bu, kata gurunya ada latihan tambahan untuk persiapan wisuda nanti] jawab pak Ramli.

[ohh yaudah bapak nunggu saja kalau gitu, maaf ya pak] Ucap Renata karena jadwal Rindiani ternyata molor dari biasanya.

Pak Ramli adalah sopir dirumah papanya, tapi mulai saat ini menjadi sopir pribadi Rindiani karena sudah tidak ada yang menjemputnya saat pulang sekolah karena Renata sibuk bekerja.

[gak apa bu, sudah menjadi tugas saya] Jawabnya.

[iya pak terimakasih, assalamualaikum] Renata langsung mematikan panggilan telepon dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

Dia melanjutkan sedikit pekerjaannya sebelum jam makan siang tiba dan bertemu dengan kliennya tadi untuk makan siang bersama.

********

"Ron, saya duluan ya. Kamu istirahat saja sekarang" Ucap Renata pada Rona yang masih berada di meja kerjanya.

"Iya bu sebentar lagi, tunangan saya juga masih belum istirahat" Jawab Rona.

"Tunangan kamu anak kantor sini juga?" Tanya Renata dengan sedikit kepo.

"Hmm i-iya bu, gak apa kan satu kantor?" Tanya Rona.

"Gak apa kali Ron, dulu aku sama suamiku juga satu kantor. Ohh yaudah kalau gitu sayang duluan ya" Ucap Renata dan melenggang meninggalkan sekretarisnya.

Rona baru saja masuk di kantor Renata, setelah Raditya dilengserkan beberapa waktu lalu. Kantor Renata langsung membuka lowongan pekerjaan bagian sekretaris dan khusus wanita karena bosnya wanita.

Renata segera masuk ke dalam mobil dan pergi ke restoran seberang, sebenarnya tidak jauh tapi kalau harus berjalan kaki akan memakan waktu.

Jadilah dia membawa mobil saja meskipun harus mutar dulu.

"Selamat siang pak David" Sapa Renata.

"Siang bu Renata, maaf saya lancang mengajak ibu makan siang" Jawabnya.

"Hmm gak apa pak" Jawab Renata, sebenarnya tadi dia ingin menolak tapi tak enak karena David baru pertama kali ini bekerja sama dengan perusahaannya.

Dia tak mau kalau nama perusahaannya tercoreng karena CEOnya yang sombong tidak mau diajak makan siang bersama.

"Bu Renata mau pesan apa?" Tanya David.

Disebelah mereka sudah ada waiters yang siap mencatat makanan pesanan mereka.

"Hmm saya mau sopir iga dan minumnya lemon tea saja" jawab Renata.

"Samakan saja ya mbak" Ucap David pada waiters tersebut.

Sembari menunggu makanan mereka tiba David mencoba mengenal Renata lebih dekat, karena entah mengapa rasanya mereka pernah bertemu.

Dan tadi pandangan David tak lepas dari Renata.

David sebelumnya mengurus beberapa cabang perusahaannya di luar negeri, dan mulai bulan ini dia akan mengurus usahanya yang ada di negara ini.

"Hmm maaf bu Renata dulu apa kuliah di George University?" Tanya David dengan hati-hati.

"Iya pak David, saya mengambil S2 disana. Kenapa pak?" Tanya Renata.

"Pantas saja saya tidak asing dengan ibu" Jawabnya.

"Tidak asing bagaimana?" Kini Renata yang dibuat bingung oleh David.

"Sebentar.." Ucap David dan langsung mengambil ponsel miliknya, dia menunjukkan sebuah foto kelulusan dimana ada Renata disana.

"Loh ini kan...?"

"Iya bu Renata ternyata kita seangkatan, tapi tidak saling mengenal ya haha" Jawab David.

"Astagaa, ini bapak yang ada disebelah sahabat saya Regina" Ucap Renata dengan masih melihat foto itu.

"Iya bu benar, Regina sekarang menjadi saudara saya karena menikah dengan sepupu saya" Ucap David.

"Jadi pak David ini saudaranya Andrew??" Tanya Renata.

"Ya benar sekali, bisa gak bu kalau diluar kita panggil nama saja agar lebih akrab" Ucap David.

"Hmm boleh juga" Jawab Renata.

Kini obrolan mereka terhenti karena makanan mereka sudah datang.

Renata dan David makan siang dengan tenang dan sunyi hanya terdengar sendok dan piring yang saling beradu.

"Renata apa boleh aku menyimpan secara pribadi nomor telepon kamu?" Tanya David.

"Hmm silahkan" Jawab Renata.

"Baiklah terimakasih" Jawab David.

Kalian tahu David ini siapa? Ya David adalah lelaki yang sempat digoda oleh Ratih saat macet waktu itu.

1
Lee Mba Young
karma raditya otewe, semoga resto bankrut Dan ratih selingkuh.
Lee Mba Young
resto ne gk laku biar tau rasa tu laki tukang selengki
Ma Em
Wah Ratih bakal recokin lagi hubungan Renata dgn David karena Ratih sdh menyukai David , bakal ada persaingan lagi nih antara Renata dgn Ratih .
Lee Mba Young
masih enak saja hidup radtya blm dpt karma ya..
Ma Em
Renata hrs cepat cari gantinya Raditya dong jgn lama lama nanti dikira si Ratih msh mengharapkan Raditya lagi , semoga Renata dapat penggantinya Raditya lelaki yg lbh baik yg mapan juga ganteng .
Ma Em
Ratih ketakutan Raditya direbut orang soalnya Ratih juga dapat Raditya hasil merebut dari Renata jadi sekarang Ratih sdh ketakutan saja .
Ma Em
Raditya setelah berpisah baru perhatian sama anak .
Atul Maronge: baru dia menyesal setelah terlambat
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Raditya blm mnerima karma. masih enak hidup nya. tukang selingkuh korupsi.
Suhadi
langsung talak 3 ya thor..?
Atul Maronge: biar gak bisa rujuk lagi,
total 1 replies
Ma Em
Semoga Renata segera dapat pengganti Raditya .
Atul Maronge: orang baik pasti dapat yang baik juga
total 1 replies
Ma Em
Dasar ibunya Raditya tdk tau malu masa minta uang sama mantan menantu dan tdk dikasih malah ngomel2 , semoga Renata semakin sukses dgn perusahaan yg Renata pimpin dan Raditya dgn Ratih tdk akan bisa dapat kerjaan lagi dan untuk buka restoran nya gagal biarkan Raditya dan Ratih merasakan pahitnya hdp jadi orang susah .
Lee Mbaa Young
Sombong banget mau bikin usaha baru, modal juga pas pas an. jual perhiasan gk Ada semilyar masih kurang banyak buat nutup utang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!