(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~30.
...🔥🔥🔥🔥...
...Perjalanan cukup jauh mereka tempuh, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah mansion mewah yang di jaga ketat oleh para pengawal....
(Visual mansion)
"Ayo kita turun sayang," ajak Tristan meraih tangan Alexa menuntunnya turun dari dengan hati-hati.
...Kemudian Tristan berjalan memutari Alexa, dan berdiri tegap di belakang Alexa....
"Kamu sudah siap, sayang?" bisik Tristan di telinga Alexa.
"I-iya..." jawab Alexa gugup. Wajah dan telinganya seketika merona merah.
...Melihat reaksi Alexa, ingin sekali Tristan melahapnya saat itu juga, tetapi ia tak ingin menghancurkan momen romantis ini, kemudian melepaskan balutan dasi dari kepala Alexa....
"Surprise," ucap Tristan memeluk Alexa dari belakang."Semua ini atas namamu sayang, cup. Jadi, jika suatu saat nanti aku membuat kamu marah, kamu boleh usir aku dari sini."
Tes.
"Terima kasih..." lirih Alexa menitikkan air mata bahagia.
"Hey." Tristan memutar tubuh Alexa menghadap ke arahnya, hingga keduanya bertatapan."Sudah berapa kali aku bilang, jangan menangis."
"Aku menangis karena bahagia suamiku. Aku tidak menyangka, pria yang dulu membuatku ketakutan setengah mati, malah berubah menjadi pria yang membuat aku merasa di hargai sebagai seorang istri," batin Alexa terus menatap wajah Tristan dengan mata berkaca-kaca.
"Dengarkan aku." Tristan dengan lembut menghapus sisa air mata yang ada di kedua mata Alexa."Kita akan membangun keluarga kecil kita disini," ucap Tristan tersenyum hangat.
"Ta-tapi, aku tidak bisa hamil Tristan," kata Alexa menunduk sedih.
"Kita belum coba sayang. Jika kalau memang tidak bisa, kita akan mengadopsi anak saja, ok," bujuk Tristan.
"Benarkah?" lirih Alexa mendongak menatap Tristan.
"Tentu saja." Tristan segera membungkuk dan mencium bibir Alexa dengan lembut."Aaaahhh... kita harus meresmikan kamar kita istriku," ucap Tristan segera mengendong Alexa.
"Hey! Tadi di dalam pesawat kita sudah lakukan, kenapa kamu minta lagi?!" pekik Alexa meronta.
"Tidak cukup sayang, suamimu lapar," ucap Tristan santai sambil terus berjalan pergi masuk ke dalam mansion.
"Haiihhh... dasar pengantin baru. Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaanku sebagai jomblo karatan," kelu Elian mendesis sedih.
Ting.
...Sebuah notifikasi masuk ke ponsel milik Elian. Dengan cepat Elian membukanya, ternyata itu pesan dari Tristan....
"Nanti malam di club' ****, lakukan tugas mu. Lumpuhkan dua target sekaligus." Isi pesan dari Tristan.
Elian tersenyum lebar."Sepertinya nanti malam akan ada pertunjukan seru." Dengan cepat Elian masuk ke dalam mobil pergi meninggalkan mansion menuju apartemen miliknya.
*
*
*
...(Di kediaman keluarga Raven)...
Oooek! Oooek! Oooek.
...Suara tangisan bayi milik Emily dan Stevan yang baru lahir 2 bulan lalu menggema di setiap sudut kamar mewah mereka, membuat Stevan yang baru pulang dari kerja dalam keadaan lelah menjadi marah....
"Diam...! Diam!" teriak Stevan menggema, mengejutkan Emily.
"Stevan! Apa maksudmu membentak putraku!" bentak Emily ikut tersulut emosi.
...Akhir-akhir ini setelah menikah, hubungan Stevan dan Emily tidak sehangat dulu, dimana mereka sering terlibat adu mulut besar-besaran hingga melibatkan kedua orang tua mereka masing-masing. Semuanya di sebabkan oleh kesibukan Stevan sebagai CEO, dimana ia harus menghadiri beberapa meeting dan pertemuan diluar akibat dana perusahaan yang jalani semakin hari semakin menurun, dan semua itu disebabkan oleh Elian atas perintah Tristan....
"Aku membentaknya karena kau tidak becus menjadi istri! Coba saja kalau Alexa yang menjadi ibu, pasti anak itu tidak serewel ini," ucap Stevan penuh emosi.
"Kau berani bawa-bawa nama mantan istrimu?! Akan aku habisi kau!" pekik Emily melangkah maju meraih vas bunga.
...Tetapi belum sempat ia mengunakan vas bunga itu, Stevan lebih dulu menamparnya dengan keras hingga ia tersungkur kebelakang. Dan vas bunga itu pun hancur berkeping-keping....
"Dengarkan aku baik-baik, wanita sialan. Urus anak ini dan jangan sekali-kali kamu melawan. Atau aku akan membuat hidupmu bagaikan neraka," ucap Stevan penuh amarah kemudian pergi meninggalkan kamar.
...Setelah pintu kamar tertutup rapat, Emily menangis sejadi-jadinya....
*
*
*
...(Malam harinya)...
...Setelah olahraga panas menguras tenaga itu berakhir, Alexa segera terbaring lemas tak bisa bergerak. Sedangkan Tristan sudah berpakaian rapi nampak sangat segar pergi meninggalkan kamar sambil menelfon nomor Elian....
"Bagaimana?"
"Kedua target sudah berada disini Tuan," jawab Elian dari seberang ponsel.
"Bagus sekali, aku akan kesana." Tristan tersenyum lebar mematikan panggilan.
*
*
...(Di Klub malam)...
...Saat mobil sport milik Tristan berhenti di depan pintu klub malam, berhasil menarik semua orang yang sedang mengantri....
Ceklek.
...Tristan membuka pintu mobil dan turun. Seketika pintu klub malam itu langsung heboh dengan suara jeritan para wanita disana. Mereka semua tak menyangka malam ini akan kedatangan tamu istimewa dan setampan Tristan....
"Sugar Daddy! Bawa aku bersamamu!"
"Sugar Daddy! Aku siap menjadi selir mu!"
...Mendengar semua teriakan itu, Tristan menjadi ingin muntah dan kesal. Dari jauh, Elian yang baru saja keluar dari dalam klub malam itu, tak sengaja mendengar semua jeritan para wanita itu, membuatnya hampir saja tertawa lepas. Tetapi saat melihat wajah suram Tristan, seketika ia membungkam mulutnya berusaha menahan tawa sambil berjalan menghampiri Tristan....
"Maaf Tuan, saya terlambat menjemput anda di pintu utama," ucap Elian membungkuk hormat.
"Coba saja kau tertawa, akan kubuat kau tertawa sampai mati," desis Tristan dengan kesal berjalan pergi.
"Haiihhh... salah lagi," batin Elian, ia menghela nafas berjalan mengikuti Tristan dari belakang.
Ceklek.
...Saat pintu klub malam dibuka, mereka langsung di sambut dengan suara musik yang memekik telinga. Tristan berdiri tegap, tatapan liar melirik kesana kemari mencari targetnya. Setelah mendapatkan posisi sang target, ia pun berjalan lurus ke arah target tersebut....
...(Bersambung)...