NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Beb... Aku kangen banget sama kamu. Kamu saking sibuknya malah jarang komunikasi sama aku." Rea menyandarkan kepalanya ke bahunya Sean.

Setelah bertemu Senja di rumah sakit tadi, Sean memutuskan menemui Rea di rumahnya. Dia juga merasa beberapa hari ini sering mengabaikan Rea.

"Maaf ya. Mungkin efek sibuk di perusahaan, akunya jadi jarang menemui kamu." Sean mengusap lembut kepalanya Rea.

"Beb, gimana kalau pernikahan kita.."

"Pernikahan kita apa?" Sean menatap Rea.

"Kita percepat." Jawab Rea serius.

Sean sempat terdiam mendengar ucapan Rea.

"Rea .."

"Aku tau, kamu sibuk dengan kerjaan kamu. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa takut. Takut kehilangan kamu. Takut hubungan kita akan kandas." potong Rea cepat.

"Bukan berarti aku tak percaya dengan kamu dan perasaan kamu."

Sean memegang kedua pipi Rea.

"Baiklah.. Kita akan percepat pernikahan kita. Besok kita akan bicarakan dengan keluarga besar kita." Ucap Sean tersenyum.

"Kamu serius?"

Sean mengangguk.

" Terimakasih Beb. " Rea langsung memeluk Sean dengan bahagianya.

Dia cukup lega mendengar jawaban Sean. Kekhawatirannya terhapus kan. Awalnya dia memang mulai ragu dengan perasaan Sean, apalagi dia melihat ada sesuatu antara diri Sean dan Senja.

***

Sementara itu Dirgantara berdiri di balkon kamarnya memandang ke langit malam. Mamanya pun datang dan menghampirinya.

" Dirga.. Apa kamu yakin dengan keputusan kamu ini? "Raya memegang pundak anaknya.

" Tak ada pilihan lain, ma. Ini satu-satunya cara menghancurkan Sean dan kedua orangtuanya. "Tekad Dirgantara sepertinya sudah bulat.

"Tapi mama tak setuju. Wanita itu dan anaknya tak salah. Mengapa kamu ingin melibatkan dia dengan dendam kita?"

"Mama percayakan saja semuanya sama aku. Mama hanya perlu berdiam diri saja. Biar Dirga mengurus semuanya. Kita akan rebut apa yang menjadi hak kita!"

"Tapi.." Raya menggeleng, takut dengan keputusan yang diambil anaknya.

"Ma... Keputusan aku sudah bulat." Ucap Dirgantara memegang kedua bahu Raya.

" Mama gak peduli dengan cara apapun yang kamu lakukan demi balas dendam, namun melibatkan wanita itu bukan keputusan yang tepat. Kamu sendiri tau bagaimana kehidupannya? Dia sudah cukup menderita."

" Karena itu ma.. Ini juga aku lakukan demi dia dan anaknya juga! " Dirga tetap yakin dengan keputusannya.

" Dirga.."Suara Raya sedikit pelan, namun kekhawatirannya lebih tinggi.

" Yaudah.. Jangan menyakiti wanita itu dan anaknya, selebihnya terserah kamu! " Raya akhirnya pasrah dengan keputusan Dirga.

Dirgantara kembali menatap ke langit malam.

" Maaf jika aku harus melibatkan kamu, Senja!" lirihnya pelan.

***

Senja yang tak bisa tidur,memilih pergi duduk di depan rumahnya sendirian sambil membawa sebuah kalung.Senja menatap kalung itu dengan mata berkaca-kaca. Kalung yang mempunyai mainan berbentuk separuh bulan itu mengingatkan dia bagaimana bahagianya dia dulu saat menjalin hubungan dengan Sean.

"Sean.." lirihnya pelan.

Sebagai anak yatim piatu,Senja memang merasa kurang kasih sayang dari siapapun. Kehadiran Sean membawa warna dalam hidupnya di masa remaja tersebut. Perhatian,kasih sayang dan cinta didapatkan nya dari Sean. Meski usia mereka sama,namun Sean merupakan sosok yang bisa memberikan itu semua kepada Senja.

"Bertahun-tahun aku mencoba melupakan ini semua,Sean. Mengapa kamu hadir kembali,di saat aku sudah menjalani hidup ku tanpa kamu?"

"Kamu tau...Melupakan kamu itu sangat susah.Bahkan aku sudah memupuk perasaanku ini dengan rasa benci terhadap kamu,tetapi dengan sikap kamu seperti ini jangan membuat aku goyah!"

"Kamu sudah ada Rea. Dan aku tau kamu bahagia dengan dia. Tetapi rasa kasihan yang kamu berikan terhadap kehidupan aku,akan membuat aku salah paham lagi !" Senja terus berbicara sendiri menatap kalung tersebut.

Ponselnya tiba-tiba berdering. Senja menatap ponselnya. Jelas tertera di sana nama Sean yang menghubunginya. Senja mengusap pipinya yang tiba-tiba basah karena air mata. Lalu dia mengangkat telfonnya Sean.

"Ada apa?" Tanya Senja singkat.

" Bagaimana kondisi kamu?"

" Aku sudah mendingan kok. Istirahat beberapa hari akan pulih total kayaknya."

" Apa Angkasa sudah tidur?"

" Hmm.. "Jawab Senja tak banyak bicara.

" Senja.. Aku.. "

" Ada apa?"

" Aku berencana akan menikahi Rea dalam waktu dekat ini! "

" Bagus dong.. "Jawab Senja, meski hatinya tiba-tiba terasa sakit.

"Selamat kalau gitu!" Lanjut Senja.

"Karena itu.. Izinkan aku sehari saja bertemu Angkasa dan mengajaknya pergi main. Aku janji setelah ini tak akan ganggu kamu dan Angkasa. Dan aku tak akan memberitahukan Angkasa siapa aku sebenarnya." Ucap Sean dengan nada memohon.

" Baiklah.. Akhir pekan ini kamu bisa mengajak Angkasa. Tapi ini pertama dan terakhir kalinya, karena kamu memohon. Setelah itu kamu harus berjanji jangan pernah temui anakku lagi! "

" Aku setuju! Kalau begitu kamu istirahat lah. Aku akan tutup telfonnya! "Jawab Sean belum selesai namun telfonnya sudah dimatikan Senja duluan.

Senja kembali menatap kalung di tangannya, lalu malah melemparnya ke sembarang arah. Senja menghela nafasnya dan kemudian tersenyum getir.

" Aku berharap kamu menemukan kebahagiaan Sean."Lirih Senja kemudian kembali masuk ke dalam rumah.

"Ibu darimana?" Angkasa ternyata terbangun. Dia kemudian duduk dan menatap heran ibunya.

" Ibu hanya mencari udara segar di depan. "

" Ibu kan masih sakit. "Ucap Angkasa lagi.

" Ibu udah gak apa-apa, sayang. Buktinya ibu bisa beginiin kamu! " Senja kemudian sengaja menggelitik Angkasa membuat anaknya itu tertawa terbahak-bahak.

"Sekarang kamu tidur lagi! Besok sekolah kan?"

"Baik, Bu." Angkasa dengan patuhnya kembali berbaring.

Senja kemudian ikutan berbaring di samping anaknya dan memeluk erat tubuh anaknya itu.

_

_

Akhir pekan pun datang,Senja sudah pulih total. Sepertinya janjinya kepada Sean,dia akan mengizinkan Sean membawa Angkasa bermain.

"Ibu,kita mau kemana emangnya? Kok Angkasa pakai baju bagus."

" Ada teman ibu waktu itu,mau ngajak kamu liburan."

" Teman ibu yang mana? Yang nganterin ibu waktu sakit itu?"

"Bukan." Senja menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Oh...Angkasa tau. Pasti om tampan kan?" Tebak Angkasa dan Senja mengangguk.

"Ibu ikut kan?"

"Enggak sayang.Kamu hanya akan pergi berdua dengan om itu. Kamu jangan nakal ya!"

"Padahal Angkasa mau ibu juga ikut." Angkasa malah cemberut dan terlihat sedih.

"Gak mungkin sayang,nanti apa kata tetangga kita?"

"Baiklah Bu.." Angkasa mengangguk paham. Apalagi dia taunya,Ayah kandungnya sudah meninggal dunia.

Sean memakirkan mobilnya lalu berjalan ke arah rumah Senja.Ketika dia melangkah,dia melihat sebuah kalung di atas tanah. Sean kemudian mengambilnya.

"Kalung ini?" Ucapnya pelan. Dia begitu kenal dengan kalung tersebut. Kalung yang ia berikan kepada Senja disaat Senja ulang tahun ke tujuh belas. Kalung yang ia desain sendiri dan kalung yang ia berikan sepenuh hati kepada Senja. Bahkan harganya pun lumayan mahal dan dia beli dengan tabungannya sendiri.

" Ternyata kamu masih menyimpan kalung ini Senja? Lantas mengapa kamu buang sekarang? "Tanyanya dalam hati dan bertepatan dengan Senja yang keluar dari rumahnya.

Senja cukup terkejut, kalung yang ia buang semalam malah di temukan Sean.

1
olyv
gaaasss terus dirga jangan nyerah... muak bgt dengan orang tua sean masi aja sombong
Nesya
hhmm serius dirgantara di tolak 🤭
falea sezi
hmm Sean ini serakahhhh najis amat lu pengecut
Qhaqha: Waduh.... red flag dong..
total 1 replies
Ivy
lupakan sean ya senja, g usah balik sama orang lama, kamu dan dirgantara aja
Qhaqha: Kita tunggu kejutannya ya.. 😊😊
total 1 replies
Nesya
nungu up berikutnya thour
Qhaqha: Di tunggu ya 😊😊😊
total 1 replies
Soraya
dh ku ksh hadiah thor lanjut
Qhaqha: insyaallah nanti nulis.. Alhamdulillah badan udah mulai fit.
makasih dukungannya 😍😍😍
total 1 replies
olyv
cepat sehat y thor 🙏
Qhaqha: aamiin
total 1 replies
Nesya
astagaah semoga lekas sembuh ya thor kasihan tak tunggu pokoknya sembuh dulu sehat dulu baru nulis lagi 👍🏻❤️
Qhaqha: aamiin.. Makaci atas support nya😊
total 1 replies
Qhaqha
Maaf jarang update.. Author siap kecelakaan motor, lagi masa pemulihan. Doain cepat sembuh ya.. 😊😊🙏🙏
sunaryati jarum
Sean jika jadi menikah dengan Rea tidak akan bahagia karena selalu dirundung rasa bersalah seumur hidup,selama mereka tidak bersatu. Beda dengan Senja mungkin Nadia bisa bahagia dengan pria lain, karena Sean hanya memberikan luka
Nesya
jadi ikutan nangis, lanjut thor
Qhaqha: Ditunggu ya.. maklum othor lagi puasa dan sibuk persiapan lebaran.. 😊😊
total 1 replies
olyv
lanjut thor
sunaryati jarum
Semoga tidak parah dan segera tertolong
Nesya
lanjut kak othor 💪🏻💪🏻💪🏻
sunaryati jarum
Ternyata keluarga Sean , keluarga yang buruk.Terutama orang tua Sean,dan mereka juga menamkan kebencian Sean terhadap Dirgantara
sunaryati jarum
Lebih baik jujur Senja pada Angkasa,dan Sean juga sebelum terlanjur menikah Jujur pada Rea , tentang hubungan kalian kamu dan Senja .
Nesya
semoga angkasa ada bersama digantara
Soraya
lanjut
sunaryati jarum
Jika kamu tidak rela Senja menjadi milik orang lain lepaskan Rea dan kejar Senja,namun kau harus bisa mendapatkan restu kedua orang tuamu.Namun emak kok cenderung ke Dirgantara karena ibunya sepertinya tidak memandang derajad seseorang namun entah jika status
falea sezi
angka cari ayah lain aja jangan Sean dia bangsattt /Shame/
Qhaqha: Waduh.... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!