Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Bayangan Hitam
Bayangan Kaisar Naga Petir raksasa melayang di atas langit.
Tubuh naga itu dipenuhi petir emas keunguan, tekanan kuno menyelimuti seluruh kawasan.
Gunung-gunung kecil di kejauhan mulai runtuh hanya karena tekanan spiritualnya.
Zhang Tian berdiri tenang di tengah badai petir. Rambutnya bercampur kilatan emas keunguan.
Aura yang keluar tidak lagi liar dan kacau, kini terasa dalam, tenang, dan sangat menakutkan.
Tetua Bayangan Hitam melangkah mundur tanpa sadar. "Tidak mungkin… Bagaimana bocah itu bisa mencapai tingkat seperti ini…"
Gadis bertopeng perak menatap Zhang Tian dengan mata horor. Dia bisa merasakan tekanan spiritual Zhang Tian sudah jauh melampaui kultivator alam laut roh. Bahkan alam ilahi yang berada di atas alam laut roh juga tidak sekuat ini. Saat ini dia yakin Zhang Tian pasti sudah di tahap tingkatan yang Lagendaris. Yaitu alam dewa.
Tetua Bayangan Hitam menggertakkan gigi. Aura hitam meledak dari tubuhnya, mata hitam raksasa di udara kembali terbuka.
Sebuah tombak hitam raksasa perlahan terbentuk di langit, tanah mulai hancur bahkan sebelum tombak itu jatuh.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkan tubuhmu… aku akan menghancurkanmu sepenuhnya!"
Tombak itu melesat turun. Langit terbelah.
Namun Zhang Tian tidak bergerak. Suara ayahnya masih terngiang. "Petir sejati bukan sekadar penghancur… tetapi penghakiman."
Dia mengangkat satu tangan kedepan, mirip seperti seorang kaisar yang memberikan titah kaisar.
Crack!!!
Petir emas keunguan turun dari langit seperti hukuman surgawi, menghantam tombak hitam menyebabkan ledakan besar mengguncang seluruh kawasan.
Beberapa detik kemudian…
Brakk!!
tombak itu hancur total. Petir terus melaju, menghantam lengan kiri Tetua Bayangan Hitam lalu menghancurkan lengannya. Darah hitam menyembur dari mulutnya.
Zhang Tian melangkah maju. Setiap langkahnya membuat petir menyambar tanah.
Bayangan-bayangan jiwa yang muncul di belakang Tetua Bayangan Hitam justru gemetar melihatnya. Semuanya langsung hancur sendiri karena tekanan Kaisar Naga Petir.
Whoosh!
Tubuh Zhang Tian berubah menjadi kilatan emas keunguan, muncul tepat di depan pria tua itu. Tinju kanannya dipenuhi petir naga menghantam kedepan.
Rooooar!!! Boom!!!
Tetua Bayangan Hitam terpental seperti meteor, menghancurkan gunung batu di belakangnya. Darah menyembur tanpa henti. Tubuhnya terluka semakin parah. Bahkan sebagian tubuhnya mulai terkoyak seperti daging cincang.
Namun pria tua itu tertawa gila seolah tidak merasakan rasa sakit. "Kau pikir bisa membunuhku semudah itu? Kau harus tahu, aku tidak bisa mati."
Energi hitam meledak dari tubuhnya. Tubuhnya mulai membesar, kabut hitam melilit seluruhnya, tulang-tulang aneh keluar dari punggungnya. Wajahnya mulai berubah setengah manusia, setengah monster. Mata hitam besar muncul di dahinya.
Wajah gadis bertopeng perak tampak pucat. "Dia kehilangan kendali… dia memakan jiwa terlalu banyak!"
Monster itu meraung dan menyerang dengan gila. Dia menyerang apa saja yang ada di depannya. Cakar hitamnya yang besar menghantam turun..
Boom!!!
Tanah seketika membentuk kawah raksasa saat terkena cakar monster itu.
Tepat saat ini, Zhang Tian sudah menghilang. Petir emas keunguan berkumpul di langit.
"Bocah, aku punya satu teknik untuk membunuh monster ini." Suara kaisar naga petir terdengar di benak Zhang Tian.
Bersamaan dengan itu, di dalam pikirannya, sebuah teknik kuno muncul.
Ini adalah warisan terakhir Kaisar Naga Petir yang belum pernah digunakan.
Saat itu kultivasinya sangat rendah jadi dia belum bisa melatihnya. Namun sekarang, dia bisa melatihnya. Selain itu, dia tidak punya pilihan lain. Karena monster tua itu tidak bisa dibunuh.
Zhang Tian perlahan menutup mata. Lalu kedua tangannya membentuk segel aneh.
Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa, langit malam terang benderang oleh petir emas keunguan, lalu berubah menjadi satu pilar raksasa.
Bahkan ketika melihat pilar raksasa itu, monster itu mulai panik.
Zhang Tian membuka mata. Lalu mengangkat tangan ke langit.
Rooooar!!!
Pilar raksasa yang dilapisi petir emas keunguan itu turun dari langit. Tubuhnya begitu besar hingga menutupi bulan.
"Tidak! Aku tidak ingin mati!" Tetua bayangan itu meraung putus asa.
Zhang Tian berkata pelan, "Matilah.."
Boom!!!
Pilar raksasa itu jatuh membuat ledakan yang menghancurkan segala arah.
kali ini seluruh kawasan hutan diterangi cahaya emas keunguan. Hanya saja, hutan itu sudah lenyap.
Bahkan langit tampak terbelah sesaat.
Tubuh monster itu hancur sedikit demi sedikit, kabut hitam lenyap, jiwa-jiwa yang terperangkap keluar dan menghilang ke langit.
Brakkk!!!
Petir menyambar turun lalu perlahan menghilang.
Zhang Tian melayang di udara, matanya menatap abu yang tertiup angin. Namun napasnya mulai berat. Karena teknik terakhir tadi benar-benar terlalu menakutkan.
Gadis bertopeng perak berjalan mendekat cepat. "Apakah kamu baik-baik saja?”
Namun tepat saat Zhang Tian ingin menjawab..
Suara retakan menggelegar terdengar dari langit.
Jauh di atas awan, sebuah mata merah raksasa perlahan terbuka. Aura yang keluar dari mata itu jauh lebih mengerikan dibanding Tetua Bayangan Hitam yang sudah mati.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?