NovelToon NovelToon
Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia
Popularitas:860
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.

Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.

Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.

"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Alex pun langsung terdiam sambil menatap lekat mata indah Dian , saat dia mendapatkan panggilan seperti yang dia harapkan selama ini. Dia sedang mencari ketulusan di mata itu.

"Aku tidak memanggil mu dengan panggilan lainnya, itu karena aku sangat menghargai mu. Jika selama ini aku ada salah aku minta maaf, dan asal kamu tau yank, aku tidak pernah menyimpan fotonya kecuali foto teman-teman ku dan juga suamiku"ucap Diandra dengan tegas.

Dari situ Alex pun mengerti dengan apa yang Diandra maksud. Sementara biar keladi kemarahan Alex kini sedang sibuk dengan gadget nya.

"Bagaimana dengan foto ku honey?"ujar Alex.

"Aku tidak punya keberanian untuk menyimpan foto pria asing yang jelas-jelas tidak memiliki status yang jelas dengan ku, tapi mungkin kedepannya nanti"ujar Diandra yang kini merebut rokok dari tangan Alex dan melemparnya jauh-jauh.

"Kenapa dibuang honey?"ujar Alex yang kini meraih tangan Diandra.

"Rokok bukan satu-satunya tempat untuk mencurahkan isi hati. Lagipula kamu tau bahwa Aline ada disini"ujar Dian yang kini melepaskan genggaman tangan Alex, tapi Alex kembali menggenggam nya lalu memeluk erat Diandra dari belakang, karena Dian sempat berbalik untuk pergi.

"Honey, ada urusan mendadak, besok pagi aku harus kembali ke perusahaan?"ujar Alex yang kini tidak mendapatkan respon apapun karena Diandra haya diam tanpa kata, Dian kini berada dalam dilema, melarang Alex untuk pergi itu tidak mungkin, dan membiarkan Alex pergi juga hatinya terasa berat, biar bagaimanapun mereka baru saja bertunangan.

" Honey, kenapa diam? Katakan tidak jika kamu ingin aku tetap disini, kecuali jika kamu tidak suka aku ada disini, teruslah diam jangan bicara sepatah kata pun"ujar Alex.

"Itu tidak mungkin tuan, pekerjaan mu lebih penting dari apapun. saya hanya.... Ah sudahlah sebaiknya anda istirahat agar besok tidak mengantuk di perjalanan, kasihan nona Aline jika anda tidur di perjalanan"ujar Dian yang kini melepaskan pelukan Alex.

"Tuan, nona? yang kembali hanya kami bertiga putri kita akan tetap tinggal bersama mu. Lagipula aku hanya akan pulang untuk beberapa hari saja, setelah itu aku akan kembali kesini"ucap Alex yang kini dibalas gelengan kepala oleh Dian.

"Saya minta maaf, saya tidak punya kemampuan untuk menjaga anak, saya takut terjadi sesuatu pada nona kecil, sebaiknya dia kembali kesini lagi nanti saat anda kembali"ujar Dian.

"Aku percaya padamu honey, kamu mampu untuk menjaga putriku, lagipula itung-itung latihan, jika anak kandung kita lahir kelak kamu sudah terbiasa, jangan takut kerepotan, ada sopir yang akan mengantar baby sitter Aline kemari besok sore"ujar Alex.

" Saya tidak merasa direpotkan, saya sayang sama nona kecil, tapi disini bukan tempat yang nyaman untuknya. Seperti yang nona Miranda katakan tuan"ujar Dian.

"Honey jika dia tidak nyaman disini tidak mungkin dia bisa tidur dengan nyenyak di kamar mu. Kamu tau sendiri bukan bagaimana Aline jika merasa tidak nyaman"ujar Alex yang kini membuat Dian mengangguk pelan.

"Aku tidak suka ada orang asing lain lagi di rumah ini Yank please. Jika kamu percaya padaku untuk mengurus Aline, tidak boleh ada baby sitter disini"ujar Dian.

Baiklah, tidak baby sitter tapi butuh dua pelayan yang akan membantu mu di rumah ini"balas Alex.

"Aku bisa bersih-bersih rumah setelah Aline tidur, atau saat dia belum bangun pagi"ujar Dian.

"Hm.... baiklah nyonya Gideon"ujar Alex yang kini kembali memeluk Dian, tapi kali ini mereka saling berhadapan, dan tanpa Dian sadari saat ini bibir mereka sudah saling bertautan meskipun tidak lama kemudian ciuman itu berakhir saat Dian mendorong dada Alex.

"Kenapa honey?"tanya Alex.

"Tidak apa-apa, ayo masuk kedalam jangan sampai Aline bangun"ujar Dian yang kini masuk kedalam lebih dulu.

Saat sampai di ruang keluarga, Dian melihat ketiga orang dewasa beda usia itu sedang menatap kearah gadget mereka masing-masing.

"Nona Miranda, jika ingin istirahat kamarnya sudah siap, dan tuan Darel bisa tidur dengan tuan Alex, atau tidur disini dengan kasur lipat"ujar Dian yang kini bergegas menuju tempat penyimpanan kasur lipat dengan selimut tebal dan juga bantal yang dia bawa dengan susah payah.

"Ini tuan,"ujar Dian.

"Kenapa nona tidak bilang sama saya agar saya bantu bawakan?"ujar Darel.

" Istriku tidak suka merepotkan orang lain, jadi seharusnya kamu yang peka. Sebaiknya kalian berdua segera istirahat karena besok pagi kita harus segera kembali ke perusahaan"ujar Alex yang kini melirik kearah Renata yang masih sibuk dengan handphone nya.

"Honey jangan lupa kunci pintu kamar, Aline biar tidur dengan ku malam ini"ucap Alex yang kini memasuki kamar Diandra lalu menutup pintu kamar itu dengan cepat.

"Tuan, apa yang anda lakukan?"ujar Dian saat Alex mengunci pintu kamar nya.

"Aku tidak mau ada yang mengganggu kita honey, besok pagi minta dia pulang, jangan biarkan biang keladi tinggal disini"ujar Alex yang masih sangat marah pada gadis itu.

Alex yakin, foto itu sengaja disimpan oleh gadis itu setelah dia mengirimkan nya ke ponsel Dian.

"Honey malam ini aku tidur disini bersamamu dan Aline"ujar Alex yang kini langsung berbaring di kasur milik Dian.

"Tidak, tuan kembali ke kamar tuan okay, jangan buat orang lain salah faham"ujar Dian yang kini hendak menarik tangan Alex agar dia bangkit dan pergi. Tapi bukannya bangkit Alex justru malah menarik Dian yang kini terjerembab dalam dekapan Alex.

"Honey kamu sangat cantik malam ini, biasakan diri untuk perawatan tubuh, aku sangat suka melihat mu bersolek dan mulai nanti ganti baju-baju lama mu dengan yang baru"ujar Alex yang kini ditatap lekat oleh Dian yang ada di hadapannya.

"Jika tuan tidak suka dengan penampilan saya, kenapa anda ngotot ingin bersama dengan saya. Ya, saya kucel dan dekil tapi saya nyaman dengan hidup saya, jika anda tidak suka sebaiknya jangan dilanjutkan karena saya tidak ingin menjadi orang lain hanya karena saya mencintai anda"ujar Dian dengan tegas.

"Hi... Honey kamu salah faham, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu. Apa aku salah jika aku ingin melihat mu merawat diri dengan yang lebih baik setelah sekian lama kamu berjuang untuk hidup?"ujar Alex.

"Terimakasih atas perhatiannya tuan, tapi semua yang saya miliki terlalu berharga untuk digantikan. Jika anda tidak suka silahkan akhiri saja semuanya"ujar Dian yang kini hendak bangkit tapi Alex menahan tangannya kuat-kuat.

"Lepas,"ujar Dian.

"Tidak sampai kamu tidak lagi salah faham terhadap ku honey, aku sangat mencintaimu dan aku terima kamu apa adanya, tapi apa aku salah jika aku ingin membahagiakan orang yang sangat aku cintai"ujar Alex yang kini menatap lekat kearah Dian yang kini tengah memalingkan wajahnya.

"Bahagia menurut anda, tapi belum tentu untuk saya. Saya bahkan bisa melakukan itu semua dengan uang hasil kerja keras saya sejak dulu jika saya mau tuan, tapi untuk apa? Hanya buang-buang uang dan apa anda tau sesulit apa orang seperti saya dalam mencari uang. Saya bukanya pelit pada diri sendiri. Tapi saya lebih menghargai kehidupan, tuhan sudah memberikan raga ini dengan sempurna dan perawatan kecantikan itu hanya akan merusak pemberian Tuhan, saya bisa menjaganya dengan cara saya sendiri "ujar Dian yang tetap kekeuh dengan pendiriannya.

"Baiklah honey tapi jangan marah okay, kalau kamu marah aku tidak akan bisa tidur nyenyak ujar Alex.

"Pergilah istirahat ini sudah sangat larut, biar Aline disini sama saya dan Renata"ujar Dian yang kini melirik kearah boks baby dimana Aline terlelap dalam tidurnya.

"Jika si Renata disini, maka kamu yang pindah ke kamar ku bersama Aline"ujar Alex dengan tegas.

"Ayolah Yank jangan egois, lagipula Renata tidak buat salah apa-apa kenapa kamu begitu membenci nya?"ujar Dian.

"Karena dia adik dari mantan kekasih mu honey, aku tidak ingin ada hubungan apapun lagi diantara kalian berdua titik"ujar Alex tegas.

"Tidak ada hubungan lagi bukan berarti kita tidak akan bertegur sapa yank, ini di kampung, bukan dikota yang bisa bersikap cuek dengan orang lain ataupun tetangga. Disini dituntut untuk peduli satu sama lain"ujar Dian.

"Pokoknya tidak dengan dia, ingat honey tidak ada toleransi dan aku akan pastikan bahwa kamu akan mendapatkan hukuman berat yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidup mu"ujar Alex.

"Apa itu, boleh aku tau?"ujar Dian yang kini sudah duduk di tepi ranjang.

"Aku akan menyingkirkan dia dari dunia ini dengan tangan ku sendiri. Dan satu lagi aku tidak akan pernah segan untuk pergi darimu jika itu terjadi nanti"ujar Alex.

"Untuk yang kedua saya tidak akan melarang, karena saya tidak suka memaksa orang lain untuk tetap berada di sisi saya jika orang itu sudah tidak lagi menginginkannya."ujar Dian yang kini membuat Alex mengepalkan tangannya, karena merasa bahwa Dian tidak benar-benar mencintainya.

" Kak Dian aku ngantuk, kakak sedang apa?"ujar Renata.

Alex langsung menghela nafas lalu bangkit dengan cepat dan berjalan menuju pintu kamar lalu membuka pintu kamar dan melewati Renata begitu saja.

Sementara Dian hanya tersenyum pada Renata lalu meminta nya untuk tidur lebih awal karena Dian ingin bersih-bersih dulu.

" Kak, kata kak Reno kirim nomor rekening bank kakak, Dia mau transfer untuk biaya hidup aku selama satu minggu"ujar Renata.

"Tidak perlu Rena, lagipula kakak tidak akan membiarkan mu kelaparan selama tinggal disini"ujar Dian yang kini melepaskan hijab nya dan juga aksesoris yang melekat di badannya.

Gadis cantik itu pun berjalan menuju kamar mandi, dia hendak membersihkan wajah dari makeup yang kini membuat wajah nya jadi pangling dan jujur Dian tidak suka dengan itu.

Dian lebih suka wajah aslinya yang lebih mirip ayah ibunya, daripada wajah cantik hasil make-up, dengan begitu saat dia rindu ayah ibunya Dian bisa melihat keduanya ada di wajah dan tubuhnya. sungguh ciptaan tuhan maha sempurna. itulah kenapa alasannya Dian menolak perawatan yang ditawarkan oleh Alex.

Dan soal pakaian, kebanyakan pakaian yang ia gunakan adalah hasil kerja kerasnya dan sebagiannya lagi adalah peninggalan ibunya, Dian tidak mau membuang semua itu kecuali jika sudah robek atau tidak muat lagi.

Mungkin bagi sebagian wanita atau gadis lain diluar sana akan langsung memilih untuk menerima tawaran, apalagi tawaran itu sangat menjanjikan. Tapi tidak dengan Dian yang memiliki prinsip hidup yang kuat.

Dian tidak akan pernah melupakan masalalu demi masa depan yang belum pasti, sekalipun masa depan itu jauh lebih baik tapi masa lalu juga merupakan batu loncatan untuk menuju masa depan. Ibarat kata tidak akan ada masa depan jika tidak ada masalalu.

Dian mungkin dikira bodoh karena telah mempertahankan apa yang dia miliki, tapi Dian memiliki alasan tersendiri yang saat ini membuat Alex berpikir ulang tentang perkataannya tadi.

Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Alex yang kini masih terjaga pun memutuskan untuk menemui Diandra yang mungkin sudah terlelap dalam tidurnya.

Dan benar saja, Diandra sudah terlelap dalam tidur diatas ranjang dengan posisi menyamping menghadap boks baby yang kini ditempati oleh Aline putrinya.

Alex pun melirik pada Renata yang juga terlihat tidur dengan sangat lelap, tapi entah kenapa Alex merasa tidak suka dengan gadis itu.

Dia membangunkan Darel yang kini terlihat sedikit linglung karena terperanjat kaget saat mendengar panggilan dari Alex.

"Pindahkan gadis itu segera ke sofa, atau ke lantai terserah saja, atau kau bertukar tempat tidur, dia tidur disini, sementara kau tidur di kamar ku.

"Baik kak"ujar Darel.

Anehnya gadis cantik itu tidak terbangun sama sekali saat Darel menggendong nya dan memindahkan nya ke kasur lipat yang sempat dia gunakan. Setelah itu ia pun tidur di dalam kamar Alex.

Sementara Alex sendiri kini tidur di samping Dian sambil memeluk erat tubuh Dian dari belakang.

Awalnya Dian mengira yang memeluknya adalah Renata, tapi saat mencium bau parfum dan juga bentuk tubuh orang itu, dia pun membuka mata.

"Yank kamu disini? Apa yang kamu lakukan heh, jangan macam-macam"ujar Dian yang kini berusaha untuk melepaskan pelukan Alex.

"Aku tidak bisa tidur honey, please biarkan aku tetap seperti ini, lagipula aku tidak berbuat yang macam-macam dan sebentar lagi aku akan bangun untuk bersiap"ujar Alex yang kini menyusupkan wajahnya di leher jenjang Dian yang kini merasakan sensasi yang berbeda yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Tuan,"ujar Dian. Tapi Alex sudah terlelap dalam tidurnya dalam hitungan detik saja namun pelukan itu tidak bisa Dian lepaskan, alhasil Dian yang masih sangat mengantuk pun kembali terlelap dalam tidurnya.

Sampai keesokan paginya, Alex yang sudah terjaga lebih dulu dari Dian pun mengecup bibir Dian, lalu berkata.

"Honey bangun bantu aku bersiap"ujar Alex.

"Hm.... Baiklah"balas Dian.

"I love you so much honey.

1
Wati Anja
semoga Dian dan Alek bisa bersatu❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!