Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
"bokap loe ..?" tanya willy penasaran pada aruna
"bukan itu bokapnya ghaly... Cuma udah best friend sama gw" jawab aruna asal membuat willy dan jovan bingung
"hah..." ujar willy juga jovan
"istri papa rafael itu adek bokap gw" jelas aruna
"jadi loe sama ghaly sepupuan..?" dan di angguki aruna " pantesan aja nempel banget sama kalian"
"eit... Tapi diem-diem aja ya... "pinta aruna pada kedua teman nya dengan jari telunjuk di letakkan depan bibirnya
"aman... Asal ada buat tutup mulut" ucap willy bercanda
"tenang, nanti gw bantu loe berdua kerja di kantor tanpa ribet asal serius, tinggal bilang kalian serius di bidang apa" ethan menanggapi
"wah... Ngga kaleng-kaleng jatah sogokan nya hahaha...."
Obrolan singkat mereka pun terputus karena willy dan jovan sampai di kelasnya terlebih dahulu
"yah... Koq udah selesai aja pak bisma..?" tanya aruna pada guru matematika nya
"kalian yang lama perginya" ucap pak bisma atas pertanyaan aruna murid kesayangannya karna sangat antusias pada pelajaran nya
"yah aruna ketinggalan materi dong..?" aruna lesu
"kamu pelajari dulu materi hari ini, kalau ada yang ngga ngerti bisa cari bapak atau wa bapak langsung" jawab pak bisma
"ok lah kalo gitu, janji ya pak harus ajarin aruna..." ancam aruna dengan wajah serius namun malah terlihat imut
"iya.. Bapak ke kantor dulu ya... Bapak tunggu pertanyaan kamu nanti" ujar pak bIsma sekaligus berpamitan karena akan mengajar di kelas lain lagi
Aruna dan ethan masuk ke dalam kelas, namun aruna langsung ke kursi chandra
"chan.. Pinjem catetan matematika dong"pinta aruna karena tau catatan chandra paling rapi karena itu aruna selalu meminjam pada chandra
Tanpa banyak tanya chandra langsung memberikan buku nya pada aruna seperti biasa
"pake buku gw aja run..." sebuah buku berada tepat di atas buku yang masih di pegang chandra membuat candra juga aruna menoleh
"ga perlu, gw udah biasa pake catetan chandra" tolak aruna menatap arjuna dengan langsung mengambil buku chandra dan pergi kembali ke tempat duduk nya
"di ganggu lagi..?" tanya ethan melihat wajah kesal aruna setelah ia memi jam buku
"hemmm..." singkat aruna membuat ethan terkekeh
"kamu bakal kaget kalau tau keluarga nya dek" bisik ethan
"emang bisa sekaget apa..?"
Ethan malah mengangkat bahunya. Walau mereka sama-sama bisa hacker namun aruna hanya melakukannya jika ada keperluan atau sedang mood seperti leana maminya, berbeda dengan ethan yang selalu langsung memegang laptopnya setiap kali ada yang mengganjal karena itu ethan selalu update soal keadaan sekitar
"hah.. " kesal aruna namun tak bisa memaki atau mengumpat pada kakaknya
"pulang nanti mau ikut nongkrong ga..?" tanya ethan
"sama siapa aja.?"
"anak basket, mumpung libur latihan"
"boleh deh" ujar aruna senang karena ia juga tak ingin langsung pulang " kakak izin sama mami papi ya hehe"
"kamu aja lah, kalo kamu yang izin pasti diizinin langsung"
"ya udah deh" pasrah aruna dan langsung mengetikkan pesan di grup keluarga mereka "di izinin kak, cuma jangan pulang sore-sore ada grand pa sama grand ma dirumah" lanjut aruna
"iya, kakak juga baca koq" jawab ethan yang memang memantau pesan yang dikirim sang adik tadi "kayanya grandpa mau tanya-tanya soal wakil ketua yayasan dek"
"kayanya sih iya kak, udah lah nanti aja dibahas nya, kesel aru kalo inget anak sama bapak kaya mereka" kesal aruna
.
"boz, siang ini meeting kita di geser jadi di jam makan siang, tempat nya juga di ganti" ucap paul mengkonfirmasi jadwal meering yudistira
"kenapa tidak di geser besok aja sekalian" kesal yudis
"i..itu... Saya...." gagap paul sambil menggaruk kepala nya
"ya sudah untuk kali ini saya akan maafkan tapi kalau lain kali mereka mengganti jadwal seenaknya kamu bisa langsung cancel mereka dan langsung black list" tegas yudistira pada klien yang hanya bisa seenak maunya sendiri seakan mereka sangat di butuhkan
Setelah jam sudah mendekati jam makan siang paul juga yudis bersiap untuk meeting di luar. Tanpa banyak tanya yudis mengikuti saja kemana paul membawanya sampai tiba di suatu tempat
"kita makan di sini..?" tanya yudis saat paul sudah memarkirkan mobilnya
"iya pak benar" jawab paul
"hemmm... Lumayan juga suasana nya" yudis memandangi sekeliling rumah makan itu sambil mengikuti langkah paul
"pak... Kita sudah sampai" ujar paul meminta bos nya duduk di mana sang klien sudah mereservasi tempat nya
"mereka belum datang..?" tanya yudis heran melihat taj ada siapapun di sana
"belum pak"
"hahh..... Poin minus lagi...." keluh yudis
Tak ambil pusing yudis malah memesan makanan terlebih dahulu karena memang sudah lapar.. bahkan sampai pesanan yudis datang mereka belum datang juga, membuat yudis langsung melahap makanan pesanan nya
"wah, walau kesal akhirnya tertolong juga dengan makanan yang sesuai dengan selera saya" ujar yudis senang dan makan dengan lahap
"permisi pak yudistira maaf saya terlambat" sebuah suara wanita terdengar, membuat yudis melihat ke arah sumber suara. Seorang gadis muda dengan pakaian super ketat model kemben yang hanya menutupi area sensitif nya dengan wajah malu-malu, wanita itu senang karena yudis menatapnya
Padahal ia tak tau yudis menatapnya jijik melihat pakaian juga make menor nya, membuat nafsu makan nya hilang. Beruntung yudis sudah makan banyak tadi
"anda siapa..?" tanya yudis sinis menatap wanita itu
"saya caroline wakil dari perusahaan Sejahtera" wanita itu memperkenalkan dirinya
"paul...." yudis menatap sekretaris sekaligus asistennya untuk memastikan sesuatu
"saya tidak tau pak, tidak ada konfirmasi sebelum nya, maaf nona caroline, karena sesuai jadwal kami akan meeting dengan perusahaan sejahtera dan di wakilkan oleh pak bagus juga sekretarisnya" walau kesal juga, paul berusaha ramah untuk perusahaan nya
"benar pak, tapi tiba-tiba pak bagus ada keperluan dan saya menggantikan beliau, dan ini adalah sekretaris pak bagus " jawabnya
Penjelasan si wanita membuat yudis hilang respect. Ia menyudahi makan nya dan pergi dari sana, namun tanpa di duga caroline menarik tangan yudis dengan lancang
"lepas atau saya akan berbuat kasar pada anda nona" yudis masih mencoba untuk tidak berbuat kasar pada seorang wanita
"tolong jangan pergi dulu pak, bagaimana pun juga kita sudah di sini, lebih baik kita mulai meeting kita" tangan caroline masih memegang tangan yudis sementara tangan yang lain mencoba menyentuh dada yudis
Belum sempat yudis menyingkirkan tangan caroline sebuat tangan kecil menarik paksa caroline membuatnya terpaksa melepaskan tangan yudis
"heh gadis kecil siapa kamu berani ganggu urusan orang dewasa" kesal caroline, ia yakin bisa mendapatkan yudis sebentar lagi
"gw siapa, loe ngga perlu tau, yang perlu loe tau itu adalah perbaiki dandanan loe yang bahkan ondel-ondel lebih sopan dari pada loe" sontak siapa pun yang mendengar jadi tertawa. yudis pun menahan tawa mendengarnya
"sinting" kesal caroline "pak yudis bisa kita lanjutkan obrolan kita..?" tanyanya dengan nada di buat secentil mungkin
"maaf nona, untuk saat ini kita batalkan saja meeting kita, lain kali tolong katakan pada pak bagus untuk lebih profesional" bukan yudis namun paul yang mewakili atasan nya menjawab
Yudis menarik tangan wanita muda tadi ke tempat yang agak sepi
"koq kamu disini..?" tanya yudis lembut sambil menatap mata indah si wanjta yang selalu membuatnya terjatuh dan luluh
"emang aru ngga boleh disini..? Takut ganggu kakak lagi pacaran ya..?" ucap aruna asal sambil melipat tangannya di depan dada. Entah kenapa aruna kesal saat melihat ada seorang wanita yang mendekati yudis bahkan memegang tangan nya