NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Degh!

"Maksud ayah?," tidak ingin keributan diarea ruang tengah disaksikan oleh keluarganya, pada akhirnya Sazi berpamitan untuk pergi ke kamarnya.

"Yah, Mah, Wa, mainnya sudah dulu ya, Sazi ke kamar dulu, ayok bang, Abang pasti capek kan, sini tasnya Sazi yang bawa ke kamar."

"Sip, yaudah om dewa mau pergi dulu ada janji sama teman,"

"Wa, gue juga nanti mau ngomong sama elo."

"Sip, sudah masuk dulu gih, rehat dulu."

Semua pun pada ampih ke kamarnya masing masing beda hal dengan Sadewa yang langsung tancap gas bertemu teman temannya.

Didalam kamar Sazi membuka lemari dan menyiapkan handuk juga baju tidur Fadli dan tak lupa merapikan lebih dulu tempat tidurnya.

"mandi dulu bang biar seger."

"Zi, duduk, Abang mau bicara" sambil ia meraih apa yang sudah Sazi siapkan tadi.

Sazi mendongak menatap Fadli, tak banyak bicara ia hanya mengangguk dan menurut patuh pada Fadli saat itu. "Abang mau tanya apa sama Sazi, tanyain aja biar jelas."

Fadli. Mengeluarkan ponselnya, "Ini, apa maksudnya Zi, kamu selingkuh dari saya?."

Sazi hanya menarik nafasnya seraya menghembuskannya perlahan, sambil berusaha tenang tidak tersulut emosi.

"Coba Zi lihat bang?."

"Oh."

"Kok kamu tenang amat sih Zi?." kesal Fadlan, karena pembawaan Sazi yang begitu tenang seolah tak melakukan hal yang membuat

"Terus Sazi harus jawab apa bang?, sekira Zi tanya sama Abang, Abang lebih percaya sama Sazi apa foto yang beredar itu?."

"Saya juga berusaha untuk percaya sama kamu Sazi, makanya saya tanya sama kamu, ada hubungan apa kamu sama si Sadewa sampai sedekat ini?."

Mendengar ucapan itu Sazi hanya menarik nafas seraya menghembuskannya secara perlahan tetap tenang tidak mau terbawa emosi. Ditanya balik Fadli pun terdiam namun tidak lama. Setelahnya ia menoleh lagi ke arah Sazi. Namun sebelum dia berkata sudah keburu Sazi yang berucap duluan.

"Kenapa Abang diam, tandanya Abang enggak percaya sama Sazi jadi yaudah untuk apa Sazi jawab pertanyaan Abang kalo Abang sendiri lebih percaya sama kabar yang beredar itu."

"Zi bukan gitu konsepnya."

"Bukan gimana sih bang, emang kayak gitu, sekarang kalo Sazi tanya balik ke Abang, apa Abang akan langsung jawab jujur sama Sazi hmm?."

"Maksud kamu bilang kayak gitu apa Zi?, kamu nuduh Abang yang selingkuh gitu?."

"Sazi belum ngomong apa apa loh bang?." seketika Fadli jadi gelagapan sendiri seolah ucapan tadi menjebak dirinya sendiri.

"Zi, apa kamu tau sesuatu hm?."

"Tau apa bang?, Emang Abang pernah cerita sama Sazi?."

"Kamu kenapa sih Zi, saya tanya apa kamu selalu jawab balik balikin pertanyaan saya terus?."

"Terus Abang pengen saya jawab gimana sih ikh Zi jadi serba salah tau nggak, udah ah Zi, capek, ngantuk mau tidur?."

"Zi,.. SAZI saya belum selesai!."

"Grrr, Sazi sudah tidur harap jangan ganggu!."

"Astaga!, punya bini kayak gini amat, tidur kok masih bersuara."

"Sazi, ikh bangun dulu, saya belum selesai bicara."

"Pegel ati bang, kalo ladenin sama laki yang modelan Abang yang ga percayaan jadi ngapain Sazi kasih penjelasan, giliran ditanya balik malah endingnya palingan pembelaan."

"Tuh kan maksudnya apa sih Sazi, apa ya v kamu tau tentang saya memangnya, jangan bikin. Saya kepikiran, saya kerja di Bali, enggak yang aneh aneh Sazi."

"Kerja sambil kencan sama first love Abang hmm?." seketika Fadli langsung membeku.

"Kan,..kan,.. kan,.susah kan jawabnya,..yoweslah serah Abang aja, mau selingkuh mau poligami sok mangga tapi satu syarat Sazi kita say good bye aja sampai disini. Kisah kita berakhir di Bandung ini." ucap Sazi sedikit melantunkan lagu glen Fredly.

"Zi, jangan ngomong sembarangan, kita nikah saja baru?."

"Nah kan, justru nikah kita yang baru ini bang biar enggak nyesel kalo kelamaan."

"Enggak, jangan ucapin itu lagi Zi,"

"Terus Abang maunya gimana, Sazi harus menunduk patuh pasrah diperlakukan seperti yang Abang lakuin sama Sazi gitu, Abang datang datang mau nuduh Zi yang enggak enggak tapi pada kenyataannya malah Abang sendiri yang selingkuh hm."

"Bang, Sazi sama sepupu Abang itu udah Besti dari jaman jebot dari jaman smp, jadi kalo Sazi Deket sama dia ya emang udah deket dari lama bukan berarti ada hubungan, lah beda sama Abang yang udah ada rasa sama si Ono."

"Nadia,.namanya Nadia Zi, sudahlah tidak usah dibahas."

"Jadi benar kan kemarin Abang sama dia liburan?." seketika seolah semua jadi berbalik Fadli lah yang kini merasa terpojokkan. Namun begitu cepatnya perubahan sikap Fadli ketika nama itu disebut. Berubah menjadi ketus pada Sazi. Sazi tidak ingin banyak berdebat lagi, pada akhirnya Sazi memilih tidur dan membalikkan tubuhnya memunggungi Fadli.

Fadli yang masih berdiri dan menunduk, ia hanya menarik nafas kasar, tangannya mengacak rambutnya frustasi ia langsung menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan begitu keras, "Brak! Ia pun langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower.

Sazi menoleh sebentar karena terkejut, tapi setelahnya ia pun tak mau ambil pusing, dan meneruskan tidurnya.

Beberapa menit kemudian, Fadli sudah segar dan aroma maskulin begitu menyeruak, selesai mandi ia menoleh sebentar pada istrinya yang sudah tertidur.

Berhubung ia harus ada yang diselesaikan, fadlipun menuruni anak tangga dan "Bugh, satu pukulan melayang saat dirinya berhadapan langsung dengan Sadewa."

"Elo apa apaan main mukul gue gini Wa!?," Fadli sempat akan melayangkan pukulan balasan namun Sadewa berhasil menepisnya dan kembali memukul wajah Fadli sampai sedikit memar.

"Gue mukul elo, bukan tanpa alasan fad, tapi gue enggak suka si Sazi jadi korban sama yang bukan masalahnya dia, asal elo tau semenjak elo ke Bali, si Sazi selalu dapet teror yang enggak jelas faham Lo, bukan cuma Sazi bahkan gue , Tante dan si om dapet kiriman foto dan video antara elo sama selingkuhan elo itu."

Fadli terdiam dan tangannya mengepal menahan emosi, "Jadi, gue ingetin sekali lagi sama elo, kalo elo nyoba nyakitin Sazi, elo berhadapan sama Sadewa bodyguard Sazi sejak SMP faham Lo."

"Cih, naksir kan Lo sama bini gue!, tapi sayang yang dapetin dia malah gue."

"Mau Sazi sama siapapun, gue ga masalah asal dia bahagia Anj*Ng!."

Mendengar keributan dibawah tangga, membuat ayah dan ibu Fadli yang mendengar pun seketika langsung pada bangun dari istirahatnya,..mereka langsung pada menururuni anak tangga menghampiri Sadewa dan Fadli saat itu.

"Ada apa ini ribut ribut sudah malam kalian seperti anak kecil saja, ada masalah apa sih kalian ini.

"Dia tuh yah, saya baru juga turun ke sini malah tiba tiba enggak ada angin dan hujan main mukul orang seenaknya aja."

"Maaf Om, Dewa enggak bisa tahan emosi Dewa sedari tadi Om, Om tau sendiri kan kejadiannya gimana,..dewa cuma mau keadilan buat sahabat dewa om."

"Fadli, ikut ke ruangan ayah!."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!