NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan Ares

Ares menarik napas pendek yang terasa tajam di paru-parunya. Jemarinya yang gemetar meremat kuat liontin perak itu, satu-satunya jangkar yang tersisa sebelum ia menyerah pada kegelapan. Di depannya, moncong senjata Dorry terasa dingin menempel di pelipisnya. Ares memejamkan mata, menunggu dentuman yang akan mengakhiri segalanya.

Tepat saat jari Dorry mulai menekan pelatuk, raungan mesin motor sport hitam membelah kekacauan tempat itu seperti petir.

Cring!

Sebuah peluru melesat presisi, menghantam badan pistol Dorry hingga senjata itu terlempar jauh ke atas tanah. Dorry tersentak ke belakang, tangannya panas karena getaran logam yang dipaksa lepas. Di sana, di atas motor yang masih melaju stabil, seorang sosok berdiri tegak di atas jok dengan keseimbangan yang mustahil, kedua tangannya mengarahkan moncong pistol hitam dengan tenang.

"Kurang ajar! SIAPA KAU BERANI IKUT CAMPUR!!" teriak Dorry murka, suaranya menggema.

Sosok itu tidak menjawab. Tatapannya dingin di balik helm gelap, mengunci pergerakan anak buah Dorry.

Sementara itu, Ares masih tergeletak lemas. Tubuhnya menggigil hebat--- darah dari luka tembak mulai mengering dan membeku karena suhu udara yang ekstrem, membuat bibirnya yang membiru tampak kaku. Ia membuka mata sedikit, hanya untuk melihat siluet penyelamatnya berdiri di antara cahaya lampu motor yang menyilaukan. Harapan yang tadinya padam, kini berdenyut kembali di dadanya yang sesak.

"Habisi dia!" perintah Dorry pada anak buahnya.

Rentetan tembakan balasan kembali menyalak. Dengan gerakan akrobatik yang terlatih, sosok misterius itu—Claire—melompat dari motornya, menghilang ke balik bayang-bayang pohon besar. Ia bergerak seperti hantu--- melompati batang pohon, detik berikutnya ia sudah berada di dahan yang tinggi.

DOR! DOR!

Dua anak buah Dorry tumbang seketika dengan luka tembak tepat di dada. Dari rimbunnya dedaunan, Claire membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh angin, namun matanya tajam mengunci setiap pergerakan lawan.

"Kau salah memilih lawan," gumam Claire pelan, seraya mengisi ulang pelurunya dengan kecepatan kilat. "Dan kau tidak akan menyentuh pria itu malam ini."

Suasana mencekam menyelimuti tempat itu. Bau mesiu bercampur amis darah yang mulai mendingin di udara.

Anak Buah Dorry berteriak.  "Sana! Di balik pohon itu! Habisi dia!"

Rentetan peluru menghujani dedaunan, namun Claire jauh lebih cepat. Dari atas dahan, ia melepaskan tembakan balasan yang dingin dan mematikan. Setiap peluru yang keluar dari senjatanya seolah memiliki mata, menjatuhkan lawan satu per satu dalam hitungan detik.

Albert menangkis serangan jarak dekat, berteriak parau. "Tuan Muda, Ares! Bertahanlah!"

Albert melirik cemas ke arah Ares yang terkulai. Bibir pria itu sudah membiru, tanda hipotermia dan penyakit lain yang mulai bereaksi menggerogoti nyawanya secara perlahan, Darah yang membeku merenggut kesadarannya sepenuh nya. Di tengah riuh tembakan yang menggema, Claire berbisik pada hembusan angin.

Suara Claire rendah namun tajam. "Kau membuat kesalahan besar. Hari ini, kau berdiri di hadapan maut mu sendiri."

"Habisi dia! Jangan biarkan tikus itu lolos!" perintah salah satu anak buah Dorry.

Dorry, yang melihat pasukannya kocar-kacir dengan senjata yang terangkat mencoba mencari target nya, merangkak dengan penuh dendam untuk meraih senjatanya kembali. Ia membidik kepala Ares yang lunglai—percobaan kedua yang ia yakini takkan gagal. Namun, sepasang mata jeli Claire telah mengunci gerakannya.

"Bermimpilah, untuk menang" gumam Claire dingin.

BANG!

Satu peluru kaliber tinggi menembus pergelangan tangan Dorry sebelum ia sempat menembak. Senjata itu terlepas lagi, berganti dengan jeritan histeris yang membelah kegelapan. Darah segar menyembur, menetes deras ke tanah, membasahi bumi di samping tubuh Ares yang diam tak bergerak. Claire mendarat dengan tenang di tanah, menatap nanar ke arah kerumunan yang mulai kocar-kacir.

" SIALAN! CARI DIA! BUNUH DIA!" perintah Dorry kalap.

Dari kegelapan di antara pohon - pohon tinggi dan besar, Claire membisikkan kata yang hanya didengar oleh angin, "Target terkunci."

Bang! Bang!

Setiap letusan dari balik pohon selalu diikuti dengan tubuh musuh yang tumbang. Claire tidak sekedar menembak--- dia menari di antara maut. Melihat pasukan mereka yang berkurang.

" SIAPA KAU SEBENARNYA?!" raung Dorry, suaranya parau karena rasa sakit dan amarah yang meledak. "KENAPA KAU TIBA-TIBA DATANG DAN MENGACAUKAN SEGALANYA? APA HUBUNGANMU DENGAN BAJINGAN INI?!"

Hening sejenak menyelimuti tempat itu, hanya suara gesekan daun yang tertiup angin dingin. Claire, yang masih tersembunyi di balik rimbunnya dahan pohon raksasa, membiarkan keheningan itu menekan mental Dorry. Ia tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak terlihat namun terasa dingin hingga ke tulang.

"Kau membuang-buang napasmu dengan pertanyaan yang salah," suara Claire mengalun tenang, hampir seperti bisikan maut yang datang dari segala arah. "Siapa aku tidaklah penting bagi orang yang sebentar lagi mungkin tidak akan bisa merasakan jari-jarinya sendiri."

Claire melompat naik dengan ringan, mendarat di dahan pohon tanpa suara di atas tumpukan daun kering. Ia berdiri di antara bayang-bayang, jaket hitamnya menyatu dengan kegelapan malam.

"Aku datang bukan untuk menyelamatkan nya karena belas kasihan," lanjut Claire, matanya yang tajam mengunci sosok Dorry yang gemetar. "Aku hanya menginginkan satu hal, jawaban. Dan jawaban itu hanya tersimpan di dalam kepala pria yang baru saja coba kau lenyapkan. Jadi, jika kau mencoba menarik pelatuk itu sekali lagi... aku akan memastikan bukan hanya pergelangan tanganmu yang berlubang, tapi juga lidahmu, agar kau tidak perlu lagi berteriak berisik seperti itu."

Tanpa membuang sisa detik yang berharga, Claire merogoh balik jaket hitam legamnya, menarik keluar deretan jarum perak yang berkilau dingin dan sebuah panah dart kecil. Di ujung-ujung lancip itu, tersimpan cairan racun neurotoksin hasil eksperimen gelapnya—sebuah formula mematikan yang dirancang khusus untuk membungkam sistem saraf dalam hitungan detik.

Dengan gerakan yang begitu luwes dan terukur layaknya seorang maestro maut, Claire melemparkan jarum-jarum tersebut secara simultan. Senjata kecil itu melesat tanpa suara, membenamkan diri di ceruk leher para anak buah Dorry dengan akurasi mengerikan.

Seketika, hiruk-pikuk serangan itu terhenti--- tubuh-tubuh kekar mereka menegang kaku, sistem motorik mereka lumpuh total saat racun itu menginvasi pusat saraf. Pupil mata mereka melebar, kosong tanpa nyawa, sebelum akhirnya satu per satu tumbang ke tanah dengan suara dentuman daging yang menghantam bumi secara bersamaan.

Dorrt gemetar, mundur perlahan. "Kau... kau bukan manusia. Siapa kau sebenarnya di balik helm itu? Serangan apa itu?!"

"Nama tidak penting bagi orang yang akan mati, kau menyadari sesuatu, bukan? Bahwa sosok yang kau hadapi ini... jauh lebih mematikan daripada mimpi burukmu yang paling gelap."

Dorry membalikkan badan, berniat lari sekuat tenaga meski darahnya masih bercucuran. Namun, Claire hanya mengangkat senjatanya dengan satu tangan, tenang dan tanpa emosi.

"Jangan lari dalam keadaan kotor. Biarkan peluru ini membersihkan dosamu."

KLIK—DOR!

Satu peluru terakhir melesat, membelah udara dengan kecepatan supersonik. Peluru itu menembus kepala Dorry tepat di tengah, menghentikan langkahnya selamanya sebelum tubuhnya tersungkur tak bernyawa.

Albert, yang sedari tadi terpaku melihat pembantaian efisien itu, segera tersadar. Ia berlari kencang menuju sosok yang terkapar di tanah. "Tuan Muda Ares! Bertahanlah, demi Tuhan!" serunya dengan suara parau, meraba leher Ares yang mulai mendingin. " Kau harus kuat!"

Claire berjalan mendekat dengan langkah tenang, suara sepatunya yang beradu dengan bumi terdengar seperti detak jam kematian. "Dia tidak akan mati," ucapnya datar, tanpa emosi. "Setidaknya, tidak malam ini."

Albert mendongak, matanya penuh amarah sekaligus kebingungan. "Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau tiba - tiba muncul disini?"

Claire tidak menjawab dengan kata-kata. Tangannya terangkat, membuka pengait helm hitamnya. Saat helm itu terlepas, rambut panjangnya yang sehitam malam terurai indah, berkibar pelan tertiup angin malam yang dingin. Wajahnya yang tegas namun elegan kini terpapar cahaya bulan.

Mata Albert membelalak sempurna. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. "B—bukankah kau..." lidahnya kelu, sulit dipercaya. "N—Nyonya Julian Lergan? Bagaimana mungkin Anda ada di sini?"

BERSAMBUNG

1
Enah Siti
jdi anak kembar itu bnar anakya ares👍👍👍👍💪💪💪💪
Anne
hmmm penisirin bingitss
Anne
kulkas kalo cair emang suka gtuuu.. damage bukan kaleng kaleng🤣
Anne Soraya
lanjut
Anne
tikungan yg kaya gini yg saya sukaaa...
Sulati Cus
tikung aja🤣
Murni Dewita
tetap double up y thor
ROGUES POINEX: Sehari Dua Kali UP ☺☺☺
total 1 replies
khzaa
kaka semangatttt
khzaa
kaka semangatttt
Anne Soraya
lanjut
Murni Dewita
next
Anne Soraya
lanjut
Anne
seruuuu... ehhh abisss... rasany kaya apa tauu🤭
Sulati Cus
semakin menarik
rajin up
Sulati Cus
lah lg seru2nya mlh di potong😔
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!