NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:120.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Mark Smith—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di Universitas of Oxford tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Mark pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Mark bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Mark tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penaklukan Sang Fajar

Cahaya matahari pagi mulai menembus gorden sutra, menyinari wajah Sheena yang masih terlelap. Mark, yang sudah terjaga sejak fajar, bertumpu pada satu siku sambil memandangi pemandangan paling indah yang pernah ia miliki. Rasa posesif semalam belum juga reda, justru semakin membara saat melihat Sheena meringkuk di balik selimutnya.

Niat jahil muncul. Mark merunduk, membiarkan ujung hidungnya menyentuh daun telinga Sheena. Ia meniupkan napas hangatnya di sana, lalu mulai memberikan kecupan-kecupan basah di sepanjang garis rahang Sheena.

"Mmmhh... Mark, hentikan. Geli," racau Sheena dengan suara serak khas bangun tidur. Ia mencoba mendorong bahu Mark, namun tangannya justru menyentuh kulit dada pria itu yang polos dan panas.

Sentuhan itu seperti pemantik api. Mark menangkap tangan Sheena, menguncinya di atas bantal, lalu mengungkung tubuh kecil itu di bawah tubuh raksasanya. Napasnya mulai memburu saat ia menatap mata Sheena yang perlahan terbuka, tampak berkaca-kaca dan polos.

"Bangun, Babi Kecil. Kau sudah membuatku terjaga sepanjang malam, dan sekarang kau ingin tidur begitu saja?" Bisik Mark, suaranya sangat rendah, hampir seperti geraman lapar.

Mark mulai mencium leher Sheena dengan lebih menuntut, memberikan tanda-tanda kemerahan yang kontras dengan kulit putih istrinya. Ia bisa merasakan tubuh Sheena bergetar di bawahnya. Gairah yang tadinya hanya candaan kini berubah menjadi kebutuhan yang mendesak. Mark ingin lebih. Ia ingin merobohkan seluruh pertahanan Sheena pagi ini.

Mark berhenti sejenak, menatap mata Sheena dengan tatapan yang sangat dalam dan gelap. "Sheena... Jika aku melanjutkan ini, aku tidak akan bisa menahan diri lagi."

Jantung Sheena berdegup kencang hingga ia merasa sesak. Ia melihat gairah yang begitu besar di mata suaminya—pria yang selama ini dingin namun kini tampak sangat memujanya. Perlahan, Sheena melingkarkan kakinya di pinggang Mark, menarik pria itu lebih dekat.

"P-pelan-pelan... ini pertama kaliku," bisik Sheena dengan napas yang terputus-putus.

Kata-kata itu menghancurkan sisa-sisa kendali diri Mark. Ia menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang sangat panas dan dalam, sementara tangannya mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Sheena dengan penuh damba. Pagi itu, di bawah cahaya matahari yang semakin meninggi, Mark melakukan penaklukannya dengan penuh gairah namun tetap penuh kehati-hatian. Setiap erangan Sheena justru membuat Mark semakin "rakus", memastikan bahwa mulai detik ini, Sheena hanya mengenal sentuhannya.

Dua jam kemudian, kamar itu kembali sunyi, hanya menyisakan aroma gairah dan keringat yang bercampur. Sheena benar-benar terkuras tenaganya. Ia jatuh terlelap di dada Mark, terlalu lelah bahkan hanya untuk sekadar menggerakkan jarinya.

Mark mengusap rambut Sheena yang basah oleh keringat, lalu meraih ponselnya. Ia langsung menghubungi Dekan Fakultas Kedokteran.

"Halo, ini aku Mark Smith," ucapnya dengan nada dingin dan penuh otoritas yang biasa. "Istriku, Sheena Katrina, tidak bisa masuk hari ini. Dia sedang tidak enak badan karena... kelelahan. Tolong pastikan absensinya aman dan semua tugasnya dikirim ke email pribadiku."

Di seberang sana, sang dekan tentu saja langsung mengiyakan dengan gemetar. Siapa yang berani membantah seorang Mark Smith?

Setelah menutup telepon secara sepihak, Mark menarik kembali Sheena ke dalam pelukannya. Ia tidak peduli dengan rapat pemegang saham atau dokumen yang menumpuk. Baginya, melihat Sheena yang tertidur pulas setelah "perang" fajar tadi adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya.

"Kau tidak akan ke mana-mana hari ini, Sayang," bisik Mark sebelum ia ikut memejamkan mata di samping istrinya.

1
Edel1215
Saran thor: umur mark 34 tahunan, kalo 24 tu berasa masih mudah bgt, org umum kalo tamat kuliah itu 21 atau 22. Jd berasa bocah sm bocah
W.s • Bae: no sayang, ini sudah segala perhitungan. usia 24 itu lulusan S2. sesuai perhitungan angka usia^^😍
total 1 replies
Fajar Mulia Fitri Maharani
keren cerita nya thor😍
Witha.tarti
Telat ...untuk membaca ini...
Dara Fitriani
seru ceritanya
Inarrr Ulfah
monyat gak tuh🤣🤣🤣
destiana
keren🥰🥰
destiana
aaaaaaaaaa🤗🤗🤗 keren banget ceritanya Thor😘😘😘
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Sri Menanti
mantap thorrrr... 🥰🥰😍keren karya mu.
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
W.s • Bae: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!