sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada waktunya terjatuh
Ketiganya terdiam tanpa kata kata, sama sama mengolah dan menelaah apa yang ada di benak mereka masing-masing, kecurigaan yang belum tentu benar bercokol di otak Laluna, mungkinkah dua orang baik di depannya ini menjadi ilfeel dengan cerita hidupnya, jijik kah?, itu bayangan yang menari nari dalam lamunannya, Fadli buka suara.
"masalah keluarga mu itu adalah urusan mereka, tapi masalah kamu adalah pribadi kamu, kami menghargai kegigihan mu memperjuangkan hidup mu sendiri, seandainya ada yang ingin melindungi mu apakah kamu bersedia, maaf terlalu cepat aku ungkapkan perasaan ku, dan kulihat ibu sangat menyukaimu, bagaimana kalau kita menikah? Meski aku duda tapi umur kita selisih hanya tujuh tahun, bukankah aku belum terlalu tua bagimu, bukankah begitu ibu?" kata Fadli sambil menoleh ke arah bunda nya minta persetujuan dan tanpa di sangka atau menunggu lama Bunda Rahayu mengangguk dengan cepat.
"Hah, lamaran mendadak" batin Luna.
"Aku tahu kamu masih ingin mempertimbangkannya, kami tak butuh jawabanmu sekarang jadi berfikir lah secara matang sebelum memutuskan, kami tidak akan mendesak, katakan pada kami jika kamu sudah benar-benar siap, meski kami yakin kamu mampu melindungi dirimu sendiri tapi kami ingin kamu punya rumah untuk pulang menyambut mu dengan senyuman, bukan rumah yang hanya berbentuk benda tak bernyawa, kami ingin Luna punya keluarga dimana bisa menumpahkan rasa kasih sayang, biar tak merasa sendiri ". Bunda ikut juga memberinya semangat.
Luna sungguh di perlakukan sebagai manusia, sentuhan kasih sayang dari kedua manusia konglomerat berhati malaikat di depannya menyentuh ke dalam kalbunya, sejuk dan nyaman, tetapi meskipun begitu Laluna tak mau gegabah meng iya kan ajakan keluarga Fadli untuk mengikat dirinya dalam suatu pernikahan, banyak sekali yang Luna pikirkan, bagaimana menghadapi orang tuanya ketika dirinya hendak menikah kelak, mengenyampingkan mereka jelas tidak mungkin karena bagaimanapun Luna juga butuh wali nikah, yaitu ayahnya, sebenarnya jika mau Luna bisa minta bantuan pada kakak atau saudara laki-lakinya sang ayah, tapi Luna tidak tahu siapa saudara dari ayah dan ibunya, sungguh pasangan suami istri itu bagaikan terlahir dari seonggok batu, tanpa saudara tanpa keluarga dan tanpa siapapun.
"Maaf bang Fadli dan Bunda, saya tidak menolak tapi belum bisa menjawabnya sekarang, jika di izinkan maka saya ingin bertanya pada sang kuasa, jika memang Abang Fadli benar benar jodohnya Luna pasti akan menemukan jalannya, bagaimana Bunda, Abang bersediakah menanti jawaban ku?" Luna memberi pengertian pada keduanya.
"Kami tidak terburu buru, jadi selama Luna masih ragu ku tunggu sampai Luna benar benar siap". Jawab Fadli.
Dan akhirnya semuanya lega, terutama Luna ternyata fikiran kedua konglomerat ini sangat idealis, tak mencampurkan urusan orang tua dan anaknya, tak ada istilah bibit bebet bobot, yang penting dia bisa melihat karakter wanita yang akan di jadikan bagian dari keluarganya, masalah baik Luna memang baik, sederhana tak neko neko bertanggung jawab dan bukan wanita menye² yang materialistis dan gila harta, dan wanita seperti inilah yang kelak akan di beri tanggung jawab mengurus semua keuangan dan aset kekayaan dari keluarga Aslan.
Setelah semuanya selesai, mereka berdua pun pamit pulang, dan menyuruh sopir menunggu di mobil daripada naik keatas lagi buang buang waktu tapi tidak dengan Azka yang malah tantrum karena tidak dijumpainya sang Tante kesayangannya, dengan terpaksa Fadli mohon ke Luna untuk turun sebentar menjumpai putranya, Luna segera bergegas turun ke bawah dan memberikan pengertian pada si cowok imut itu jika nanti suatu saat Luna akan datang main kerumah.
"Janji ya Tante". Ucapnya sambil terisak, Luna mengangguk karena janjinya kurang meyakinkan maka Azka menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Luna, Luna menurut saja dan itu tandanya perjanjiannya sudah di restui alam, itu menurut Azka.
Di lain tempat Bu Widia yang saat ini tengah hidup berdua dengan berondong nya kini tengah kebingungan, di sisi lain dia takut terlibat urusan si brondong sebut saja namanya Andi yang ternyata seorang pemakai, jika tidak di tolong dia sudah kadung jatuh cinta pada lelaki usia dua puluh satu tahun itu tapi jika di tolong takut namanya akan ikut terseret dan nama baiknya di pertaruhkan.
Bu Widia kali ini kurang waspada, atau mungkin ini awal dari kejatuhannya, tapi di sisi lain dia selalu menyalahkan putrinya, dalam hatinya ini semua karena putrinya yang tak mau menuruti kemauannya, malah mengakibatkan guru mistiknya sampai saat ini kehilangan kekuatannya, terang saja sang guru Ki Kusumo saat ini hanyalah seonggok daging yang tak berguna meski nyawanya belum keluar dari jasadnya, ini semua karena khodam yang melindungi Laluna bertarung dengan si Baraka iblis yang bernaung dalam tubuh sang dukun.
Karena pikirannya kalut dan sangat rancau maka kewajibannya untuk membantu perceraian Kemal jadi tidak fokus dan itu menguntungkan bagi Najwa , di sidangnya yang terakhir Bu Widia menyerah, jika Kemal mau tunjuk pengacaranya lain ya silahkan tetapi jika tidak Bu Widia menganjurkan Kemal untuk menyerah karena bukti perselingkuhan Kemal sudah jelas, dan akhirnya persidangan putusan perceraian di menangkan oleh Najwa, dengan semua harta jatuh atas nama Najwa, pun begitu Najwa bukanlah wanita yang serakah, mobil di serahkan sepenuhnya pada kemal, kini Najwa Syah jadi janda.
Kembali pada Bu Widya yang saat ini sudah keluar dari rumahnya tak mau mengurus suaminya yang kena sakit jantung, Bu Widia malah mengurusi simpanan nya yang lagi kena kasus, pengedar dan pemakai.
Sungguh kasus yang sangat berat, dia mati matian berjuang untuk membebaskan Andi dari jeratan hukum, bahkan dengan menyuap Hakim.
Bukan kemenangan yang di dapatkan nya tapi malah bocornya vidio tak senonoh Bu Widia bersama Andi yang viral di semua aplikasi, Bu Widia malu bukan kepalang, siapa yang menyebarkan vidio itu, padahal vidio bersama berondong nya itu sudah tersimpan rapi di file yang tersembunyi.
Bu Widia merasa hidupnya berakhir saat ini, sungguh suatu kasus yang di luar dugaannya, dia mengira ngira apa mungkin vidio itu di sebarkan oleh teman sejawatnya yang iri padanya atau kah Andi sendiri yang menyebarkan untuk suatu tujuan tertentu? Pada siapa lagi dia minta bantuan, sedang suaminya sudah bukan lagi anggota DPR, hanya mantan karena ketika mencalonkan kembali tak seorangpun yang memilih dia, dulu ketika pak Rohman masih muda gagah dan berkuasa Bu Widia mati Matian mengejarnya meski pak Rohman masih mempunyai istri Syah, dengan segala intrik dan tipu muslihatnya akhirnya pak Rohman berhasil juga tunduk di kaki Bu Widia dengan bantuan Ki Kusumo, jadilah pak Rohman budak dari Bu Widia yang semua keinginan dan urusannya harus di penuhi, karena ternyata pak Rohman kenyang minum air seni Bu Widia dan uap kemenyan yang di bakar oleh istrinya.
@@&@@