NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: tamat
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College / Tamat
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cassandra

"Jadi, kapan kalian balikan? Tau-tau udah jalan aja," tanya Reno pada Rendra dan Sandra. Kini the Fantastic Four plus Sandra tengah berada di Ruang Kopi, cafe langganan mereka. Sandra menatap Rendra yang juga menatapnya.

"Ini tuh cuma taktik, Kak," jawab Sandra.

"Taktik? Taktik apaan?" tanya Reno.

"Taktik buat dapetin Miss Dawai," kata Sandra.

"Hah? Kesana arahnya?" tanya Reno heran.

"Kirain beneran balikan," kata Reno.

"Nggak lah. Ngapain balikan sama Kak Rendra. Dari awal juga kita nggak beneran pacaran," kata Sandra.

"Kenapa lo bantu dia?" tanya Ryan pada Sandra.

"Kasian aja liat abang gue satu ini diusir sama Miss Dawai," kata Sandra dengan nada meledek. Rendra mendengus kesal.

"Diusir? Kapan? Dimana?" tanya Rafa.

"Tadi, di deket XI-IPS 1, gara-gara stalkingin Miss Dawai disana," kata Sandra.

"Kan gue udah bilang, Ren. Tahan," kata Ryan datar.

"Gimana gue bisa tahan kalo dia sama lo pelukan?" bantah Rendra, masih sebal mengingat kejadian di perpustakaan.

"HAH?! PELUKAN?!" tanya Rafa, Reno, dan Sandra serempak, membuat seluruh pengunjung cafe menoleh ke arah meja mereka.

"Gue cuma pinjem bahu dia doang. Salahin dia yang pake ngelus-ngelus kepala gue," kata Ryan datar.

"Wah wah... Lo ngapain pinjem bahu Miss Dawai? Bahu kita kan ada?" tanya Reno pada Ryan.

"Bahu kalian bau ketek. Nggak sedep," kata Ryan asal.

"Sial lo!"

"Serius, Yan. Kenapa?" tanya Rafa mode serius.

"Nggak apa-apa. Bahas Rendra aja," kata Ryan dingin.

"Galau jangan disimpen sendiri, Kak," kata Sandra pada Ryan. Ryan tersenyum simpul membuat jantung Sandra berdetak hebat. Rendra melirik ke arah Sandra dan Ryan bergantian.

"Jadi, taktik apa nih?" tanya Reno kembali ke topik semula.

"Buat bikin cemburu Miss Dawai sekalian ngetes, kira-kira Miss Dawai ada rasa nggak sama Kak Rendra," kata Sandra.

"Mana berhasil? Miss Dawai udah punya cowok," kata Rafa pesimis. Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Cewek, biarpun udah punya cowok, kalo dipepet sama cowok lain juga bakal ada sedikit rasa penasarannya, Kak. Apalagi cowok yang suka ngejar itu tiba-tiba cuek atau lagi deket sama cewek lain," jelas Sandra.

"Masa' sih?" tanya Reno.

"Yang nggak pernah deket cewek mana tau," kata Sandra dengan nada meledek.

"Hhmmm... Iya deh, iyaaa..." kata Reno.

"Trus? Lo mutusin buat ikut taktik Sandra?" tanya Ryan pada Rendra. Rendra mengangguk.

"Awalnya bingung mau sama siapa. Karena Sandra yang ngide, ya udah sama dia aja," kata Rendra.

"Lagian kan kita pernah deket. Rumor balikan pasti cepet menyebar. Jadi, kita bisa cepet tau reaksi Miss Dawai kek gimana," kata Sandra.

"Pinter juga lo, San," puji Rafa.

"Iya dong. Kalo nggak pinter, nggak jadi kesayangan Kak Rendra," kata Sandra.

The Fantastic Four dengan kompak mengacak rambut Sandra. Gemas. Sandra memang satu-satunya cewek di sekolah yang tak segan ataupun canggung mendekati Rendra and the gank. Pasalnya, Rendra dan Sandra pernah memiliki hubungan yang unik.

Tahun lalu, saat Sandra masih kelas sepuluh, Sandra sering menjadi korban bully karena penampilannya yang culun. Suatu ketika, Rendra and the gank memergoki Sandra tengah di bully oleh teman satu kelasnya di dekat gudang peralatan olahraga tempat Rendra dan gengnya biasa nongkrong.

Rendra, yang paling benci dengan bullying, turun tangan dengan mengatakan bahwa Sandra yang culun itu adalah pacarnya. Kebetulan saat itu Rendra sedang tak mempunyai target. Sejak hari itu, Rendra membantu Sandra untuk meng-upgrade penampilannya hingga menjadi Sandra yang sekarang —remaja SMA yang manis dan ceria. Sandra selalu merasa berhutang budi pada Rendra karena kejadian itu.

"Eh, tapi lo yakin cara ini berhasil, San?" tanya Reno, masih ragu.

"Fifty fifty. Sebenernya, gue lebih ke mau ngecek aja sih, Miss Dawai ada ketertarikan nggak sama Kak Rendra. Kalo keliatan ada, kita bisa lanjutin terus sampe Miss Dawai cemburu dan mengakui perasaannya," kata Sandra.

"Mungkin nggak semudah itu," komentar Ryan. Sandra menoleh ke arah Ryan.

"Well, mungkin buat sebagian cewek cara itu akan berhasil. Tapi ini beda. She's a teacher. Dia nggak akan segampang itu buat bilang suka ke Rendra," jelas Ryan.

"Mungkin dia malah akan merasa bahwa hal yang semestinya kalo kalian jadian. Dan dia akan memupus perasaannya," lanjut Ryan.

"Diliat dari orangnya, kemungkinan Miss Dawai akan melakukan seperti yang Ryan katakan," kata Rafa. Sandra menunduk. Mungkin idenya memang bukan ide bagus untuk membantu Rendra. Rendra menyentuh kepala Sandra yang lesu.

"Coba dulu aja. Kalo nggak berhasil, cari cara lain," kata Rendra sambil menatap Sandra yang juga menatapnya. Sandra mengangguk sambil tersenyum.

Begitulah, diskusi mengenai rencana pengujian perasaan Dawai ditutup. Sepanjang sisa malam itu, anak-anak muda itu membicarakan hal-hal lain, seperti festival tahunan setelah tes, art gallery Rendra yang akan segera digarap dan Sandra yang akan mengikuti kompetisi Bahasa Inggris di Singapore awal tahun depan.

'Bagaimanapun hasilnya, yang penting coba dulu aja,'

***

"Sandra sama Rendra pernah pacaran?" gumam Dawai sambil rebahan di kamarnya malam itu.

"Tapi, pas dulu ketemu di depan ruang ekstra keliatan biasa aja," gumam Dawai sambil mengingat-ingat bagaimana ekspresi Sandra dan Rendra saat itu.

"Hmmm... Eh, perasaan, aku nggak pernah liat Rendra ngobrol sama cewek. Cuma sekali, itupun sama Sandra waktu selesai ekstra," Dawai terduduk, mencoba mengingat-ingat.

"Aneh. Aneh banget. Cowok populer di sekolah tapi nggak pernah keliatan ngobrol, nembak, atau ditembak cewek," gumam Dawai, menganalisa.

"Kenapa ya?" gumam Dawai, heran.

"Jaga image? Tapi, bukannya dia sering nentuin target? Image apa yang mau dijaga?" gumam Dawai, mulai menganalisa lebih jauh.

"Atau... Cewek-cewek itu pada nggak berani nembak? Takut ditolak? Secara dia anak orang kaya plus pewaris tunggal," Dawai masih menggumam sendiri memikirkan Rendra.

"Hm. Ya. Pasti itu. Kalo aku jadi temen seangkatannya pasti juga ragu-ragu kalo mau nembak," gumam Dawai.

Hening sesaat.

"Wait! Ngapain juga nembak. Suka juga nggak. Nyebelin!" Dawai kembali menghempaskan badannya ke tempat tidurnya. Kini, dia menatap langit-langit kamarnya.

Sedari pulang sekolah, entah mengapa, Dawai terus memikirkan hubungan Rendra dan Sandra. Bahkan saat Disa menceritakan soal kedai es krim baru yang recommended —yang jadi salah satu kliennya—, Dawai hanya mengomentari dengan kata-kata, "Mmm gitu?" atau "Terus?" tanpa ada nada excited sedikit pun.

Dawai memejamkan matanya, berharap dia berhenti memikirkan seperti apa hubungan Rendra dan Sandra. Namun, bukannya menghilang, gambaran Rendra dan Sandra sedang jalan berdua sambil bergandengan tangan justru nampak jelas dalam pikiran Dawai. Seketika Dawai membuka mata.

'Jangan! Jangan sampe!'

***

1
ione
/Smile/
Anne
kisah yg manis.. thanks thor... sipp aku otw ke novel baru kakaa😍😍
Purnamanisa: terimakasih banyak2 😊😊
total 1 replies
Anne
cieeeeee dawai mkn bersemi dg tuh hati dg seorg rendraaa😍😍
senjaku
makin gak sabar .jalur mereka udah menikah kek gimana
Purnamanisa: part after marriagenya author serahjan pada readers yang budiman 😊😊
total 1 replies
Anne
ehhhh kalo rendra mah ama gerobak gerobakny sekalian kayany yaaa🤭
Purnamanisa: wkwkwkwk... malah diborong sekalian ama yg jualnya, sepaket, suruh pindah lapak ke depan rumah Dawai 🤣🤣
total 1 replies
Anne
bawain martabak rendra... biasany bapak bapak jadul luluh dibawain martabak🤣
Anne
sweet banget sih couple beda usia ini😍
Anne
ehhh ade gemes.. udh mulai nakal yaaa
Purnamanisa: kalo ga ada nakal2nya bikin greget sendiri 🤭🤭
total 3 replies
Anne
manis sekali novel ini
Anne
minal aidzin wal faidzin thor... ditunggu y kelanjutanny nti.. selamat berlibur jga... n trimakasig updateny hr ini😍.. my best regards🙏
Anne
pasti ulet bulu dahhh yg dtg
Anne
plis thor.. buat ini jd alur yg ringan ya.. g ad drama ulet bulu, pelakor yg g tau diri,. hanya kisah perjuangan mereka yg manis 😍
Anne: ahhh makin sayangg.. mkasiiii 😍
total 2 replies
Anne
perjuangan akan bener bner dimulai
Purnamanisa: simak terus kelanjutannya ya 😊😊
total 1 replies
Anne
selamat berjuangggg
Anne
perjuangan cinta kalian akan segera dimulai.. semangat yaa kalian.
Purnamanisa: belum LDR, saingan kalo ada lagi 🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
Anne
it was look simple but it's seem so sweet n deep.. love it😍😍
Purnamanisa: thankyou kakak 😊😊
total 1 replies
Siti Nina
Gak ngerti bhs inggris nya /Sob/
Purnamanisa: 😅😅 intinya rendra nembak dawai lagi pas lulus 😁😁
total 1 replies
Anne
akhirmyaaa dawai luluh juga ama dede emesss
Anne
rendra gemeeeeees banget sehhhhhhhhhh🤣🤣🤣🤣
Purnamanisa: dedek gemesh 🤭🤭
total 1 replies
Ne Ajja
bagus cerita nya 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!