NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Raungan murka Taylor Swift menggema memekakkan telinga, memantul pada dinding marmer dingin yang menjadi saksi bisu pembantaian klan Dubois.

Pria sosiopat itu menendang monitor taktis portabel di depannya hingga hancur berkeping-keping.

Napasnya memburu kasar, wajahnya yang tadi dipenuhi keangkuhan kini memerah padam oleh penghinaan yang baru saja dilontarkan oleh seorang remaja berusia enam belas tahun dari seberang.

"Riccardo... Sialan! Bajingan Pantai Barat itu berani mengancamku?!" teriak Taylor, suaranya melengking frustrasi.

Ia memutar tubuhnya dengan sentakan kasar, melangkah lebar mendekati tubuh Issabelle yang masih tergantung lemas pada rantai besi langit-langit.

Sepasang mata Taylor berkilat penuh kegilaan saat ia mencengkeram dagu Issabelle, memaksa gadis itu menatap langsung ke dalam kornea matanya yang dipenuhi kabut dendam.

"Kau... kau tidak tahu siapa yang sebenarnya memberikan bantuan logistik dan dana tak terbatas untuk menghancurkan keluargamu, hah?!" raung Taylor tepat di depan wajah Issabelle.

"Aku tidak menyangka... benar-benar tidak menyangka kalau kau ternyata memiliki hubungan khusus dengan keluarga Riccardo di Amerika! Kau menyembunyikan kartu as ini, Issabelle?!"

Issabelle tidak menjawab. Ia hanya menatap Taylor dengan tatapan dingin yang kosong, meski di dalam dadanya, detak jantungnya berpacu liar setelah mendengar pengakuan Navarro di layar monitor beberapa menit lalu.

Taylor tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat sinis dan memuakkan.

"Kau ternyata hanyalah seorang jalang yang bodoh, Issabelle Reichenbach! Kau mengira bocah Riccardo itu adalah pahlawanmu? Kau mengira klan dari Los Angeles itu datang sebagai penyelamat atas penyerahan dirimu?" Taylor mendekatkan bibirnya ke telinga Issabelle, berbisik dengan nada yang meremukkan seluruh dinding pertahanan jiwa sang mawar es.

"Asal kau tahu... pemicu utama yang mendukung, mendanai, dan memuluskan seluruh gerakan pemberontakan kami sejak awal... adalah klan Riccardo!"

DEG.

Dunia di sekitar Issabelle seolah-olah berhenti berputar seketika.

Seluruh pasokan oksigen di paru-parunya seperti ditarik paksa keluar.

Manik mata abu-abunya terbelalak lebar, memancarkan keterkejutan yang begitu masif hingga meruntuhkan sisa-sisa ketegaran militernya.

Ini bohong batinnya berbisik, menolak kenyataan yang baru saja dilemparkan ke wajahnya. Benarkah yang dikatakan oleh bajingan ini? Tidak... Keluarga Navarro tidak mungkin...

"Kau butuh bukti? Kau mengira aku membual?!" Taylor melepaskan cengkeramannya, lalu merogoh saku jasnya dengan kasar.

Ia menarik sebuah tablet taktis yang berisi arsip aliansi pemberontak.

Dengan beberapa ketukan cepat, Taylor menyodorkan layar digital itu tepat di depan wajah Issabelle.

Di atas layar tersebut, terpampang dengan sangat jelas dokumen transfer dana bernilai ratusan juta yang berasal dari beberapa perusahaan cangkang di bawah kendali The Riccardo.

Dan yang paling menghancurkan jiwa Issabelle adalah sebaris kode konfirmasi otorisasi keamanan tertinggi yang hanya dimiliki oleh satu orang.

Ayah Navarro. Sang pemimpin tertinggi Riccardo.

Issabelle terdiam membeku. Logikanya yang terlatih, seketika dipaksa untuk menyerap kenyataan yang teramat kejam.

Ayah Navarro terlibat secara langsung dalam konspirasi pembantaian keluarganya.

Klan Riccardo adalah dalang di balik layar yang memasok senjata untuk mengeksekusi Daddy-nya, membantai para pelayan setianya, dan menyeret Martha ke liang kubur.

Malam itu di apartemen... malam di mana ia menyerahkan seluruh kesucian dan tubuhnya di bawah sentuhan Navarro... di saat yang bersamaan, garis darah pria itu sedang mematangkan rencana untuk memusnahkan garis darah Issabelle di Jerman.

Ironi dan pengkhianatan ini terasa begitu pekat hingga membuat dada Issabelle berdenyut nyeri, menciptakan rasa sakit yang jauh lebih menyiksa daripada besi rantai yang menguliti pergelangan tangannya.

Belum sempat Issabelle memproses seluruh kehancuran mental tersebut, Taylor Swift sudah bergerak maju dengan sisa-sisa amarah yang telah berubah menjadi berahi.

Kehilangan kendali atas negosiasi aset membuat Taylor memutuskan untuk merusak barang paling berharga milik klan Dubois malam ini juga.

"Jika klan Riccardo ingin menghancurkanku, maka aku akan memastikan aku mencicipi dan merusak mainan kesayangan pewaris mereka terlebih dahulu!" desis Taylor gila.

Pria itu melangkah maju, memposisikan tubuh tegapnya di antara kedua paha Issabelle yang lemas.

Dengan kedua tangan Issabelle yang terikat erat ke atas langit-langit, gadis itu tidak memiliki ruang untuk membangun pertahanan fisik.

Taylor melingkarkan lengan kasarnya pada pinggang ramping Issabelle, menarik tubuh gadis itu agar merapat pada tubuhnya, lalu mulai memberikan sentuhan-sentuhan gila yang kasar di balik robekan baju rajut sutra milik Issabelle.

Rasa muak dan jijik yang teramat sangat seketika menginvasi seluruh indra penemu Issabelle.

Bau parfum Taylor yang bercampur aroma mesiu terasa seperti racun yang mencekik tenggorokannya.

Taylor menurunkan wajahnya, mencoba membenamkan bibirnya ke ceruk leher putih pucat Issabelle, tepat di atas tanda kemerahan yang dulu pernah ditinggalkan Navarro.

Pria sosiopat itu menghirup aroma dengan kasar, mengira sang mawar telah sepenuhnya menyerah pada takdirnya.

Namun, Taylor Swift melupakan satu hal: Issabelle adalah putri kandung Dark Dubois.

Jiwa militernya tidak akan pernah mati bahkan di dalam ruang mayat sekalipun.

Tepat saat kulit lehernya bersentuhan dengan bibir basah Taylor, Issabelle mengumpulkan sisa kekuatan terakhir di otot lehernya.

Dengan gerakan secepat sambaran petir, ia memutar kepalanya, membuka mulutnya lebar-lebar, dan menancapkan deretan gigi taringnya yang tajam tepat pada daun telinga kanan Taylor Swift.

CRASH!

Issabelle menggigit telinga pria itu dengan kekuatan penuh, menghancurkan tulang rawan dan merobek jaringan kulitnya tanpa ampun, tak ubahnya seperti seekor serigala betina yang sedang mengoyak leher mangsanya.

"ARGHHHHHHH!!!"

Raungan kesakitan yang luar biasa histeris meledak dari mulut Taylor Swift.

Pria itu seketika menarik tubuhnya mundur dengan sentakan kasar.

Darah segar berwarna merah pekat langsung memancar deras dari daun telinganya yang kini robek setengah, mengalir membasahi kerah kemeja abu-abu mahalnya dan menetes ke atas lantai marmer.

Issabelle melepaskan gigitannya, membiarkan darah Taylor mengotori sekitar bibir tipisnya sendiri.

Di tengah siksaan rantai dan kehancuran hatinya, sebuah senyuman sinis yang penuh kemenangan terukir di wajah pucatnya.

Ia menatap Taylor yang kini berlutut di lantai sambil memegangi telinganya yang bersimbah darah dengan tubuh gemetar akibat rasa sakit yang membakar.

"Semoga saja telingamu membusuk setelah ini, Bajingan... Cuih!" desis Issabelle, meludahkan sisa darah Taylor dari mulutnya dengan tatapan penuh penghinaan yang murni.

Taylor mendongak dengan wajah yang distorsi oleh rasa sakit dan dendam yang tak terkira.

"Kau... kau benar-benar jalang tak tahu diri! Kau ternyata benar-benar kekasih dari Navarro Riccardo, hah?! Sifat gilanya benar-benar menular padamu!" teriak Taylor, suaranya parau menahan nyeri.

"Anak buah! Cepat kemari! Obati luka ini dan bawa kapak! Aku sendiri yang akan memotong kaki jalang ini!"

Beberapa anak buah Taylor yang berjaga di luar koridor langsung berhamburan masuk ke dalam ruangan.

Suasana mendadak menjadi sangat kacau.

Fokus seluruh pengawal di ruangan itu seketika terpecah; sebagian besar dari mereka panik dan langsung mengerumuni Taylor yang terus berteriak kesakitan di lantai, berusaha menghentikan pendarahan hebat.

Namun, di tengah hiruk-pikuk dan kelengahan massal itulah, rencana sejati yang telah disusun Issabelle selama sebulan ini akhirnya menemui momentumnya.

Tiga puluh hari kebisuan Issabelle di ruang bawah tanah ini bukan sekadar bentuk kepasrahan.

Sebagai seorang Dubois, ia sedang mengulur waktu, menunggu dengan sabar hingga rantai musuh melemah dan titik buta keamanan terbuka seutuhnya.

Dan siang ini, jeritan kesakitan Taylor Swift adalah sinyal pembuka yang sempurna.

DOR! DOR! DOR!

Tiga suara tembakan diredam beruntun mendadak terdengar dari arah pintu masuk belakang ruangan.

Tiga pengawal ring satu Taylor yang berdiri paling dekat dengan pintu seketika tumbang ke lantai dengan lubang peluru tepat di belakang kepala mereka.

Sebelum sisa pengawal lainnya sempat menarik senjata, lima sosok pria berpakaian taktis hitam tanpa atribut dengan topeng telah melesat masuk dari balik bayangan koridor.

Gerakan mereka begitu lincah, taktis, dan senyap—sebuah ciri khas mutlak dari pasukan elit khusus ring satu Dark Dubois yang ternyata masih hidup dan bergerak di bawah tanah selama sebulan ini.

Hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh detik bagi kelima loyalis itu untuk melumpuhkan seluruh anak buah Taylor di ruangan itu, menyisakan Taylor Swift yang merangkak ketakutan di sudut marmer dengan sisa darah yang terus mengucur.

Salah satu loyalis bertubuh tegap maju mendekati posisi Issabelle.

Ia mengeluarkan sebuah kunci mekanis dari sakunya, lalu dengan cepat memasukkannya ke dalam lubang gembok rantai besi yang mengikat kedua pergelangan tangan sang Nona Muda.

KLIK.

Besi pengikat itu akhirnya terlepas seutuhnya.

Tubuh Issabelle sempat merosot jatuh karena kedua kakinya yang lemas setelah sebulan digantung, namun dengan sigap dua loyalis langsung menangkap dan menopang kedua lengan rampingnya.

Issabelle menggerakkan pergelangan tangannya yang telah memar dan membiru akibat gesekan besi, mencoba mengembalikan sirkulasi darahnya.

Ia menatap wajah-wajah bertopeng di depannya dengan sepasang mata abu-abu yang kini memancarkan kembali otoritas dingin seorang Dubois.

"Ah... kalian benar-benar terlambat," ucap Issabelle, suaranya terdengar kaku namun penuh dengan penekanan yang mutlak.

Loyalis utama di depannya langsung menjatuhkan diri dengan satu lutut di atas lantai, menundukkan kepalanya dalam-dalam sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

"Maafkan keterlambatan kami, Nona Muda. Kami harus memutar jalur dan memotong seluruh kabel komunikasi terlebih dahulu. Kami memikirkan bagaimana cara menyelamatkan Anda tanpa meninggalkan luka tambahan pada tubuh Anda."

Issabelle tidak membalas lagi. Ia melepaskan diri dari papahan kedua loyalisnya, lalu memaksakan langkah kakinya yang gemetar untuk berjalan mendekati sudut ruangan.

Tempat di mana jasad ayahnya terbujur kaku di atas marmer dingin.

Issabelle berlutut di samping jasad sang ayah. Ia mengulurkan tangannya yang gemetar, mengusap dahi dingin pria paruh baya yang telah membentuknya menjadi seorang petarung itu.

Air matanya tidak lagi keluar—air mata itu telah habis dibakar oleh api dendam yang kini berkobar dahsyat di dalam jiwanya.

Firasat buruknya sebulan lalu di atap apartemen kini telah menjelma menjadi takdir darah yang harus ia tuntaskan.

"Aku akan membalas semuanya, Dad," bisik Issabelle, suaranya terdengar seperti janji kematian yang mutlak.

"Siapa pun yang terlibat dalam malam kehancuran ini... tidak akan ada satu pun dari mereka yang diizinkan hidup. Termasuk garis keturunan darah Riccardo."

Issabelle bangkit berdiri, berbalik menatap Taylor Swift yang kini telah dikunci oleh moncong senapan.

"Bawa bajingan ini ke helikopter darurat kita. Kita tinggalkan kastil ini sebelum armada udara klan Riccardo dari Los Angeles mendarat di tanah Frankfurt. Perang yang sebenarnya... baru saja dimulai."

1
Game Semut
semoga happy ending issabele dan navvaro serta putri nya Cassandra
Ros 🌷🦋: author suka yang happy ending kak🤭😅
total 1 replies
Game Semut
ini cerita gmna ending nya nih thor kasian bngt kisah percintaan asmara antara issabele dan Navarro...semoga bs bersatu.
Ros 🌷🦋: author buat ending nya happy 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Ros 🌷🦋: masih lanjut ya kak reader🥰😅
total 3 replies
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!