cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
salah paham
pagi ini sengaja Arini membuatkan cake pandan dan beberapa masakan rumahan,dia akan berkunjung ke kantor Bagas untuk memberikan hasil keputusannya...
bersiap dengan dandanan natural dan rapi Arini menaiki taksi lalu turun di depan kantor Bagas,di lirik nya pergelangan tangan nya jam menunjukan pukul 11,sebentar lagi jam makan siang Arini sudah berniat akan menemani Bagas makan siang dan memberikan supreise untuk keputusannya...
menaiki Lift di mana ruangan Bagas berada, membuat Arini menjadi tatapan para lelaki hidung belang yang ada di kantor
Body Arini yang berisi dengan wajah yang cantik dan fress membuat mata lelaki tak berkedip memandang nya
" waw....cantik banget tu cewek, karyawan baru" tanya Ridwan pada Mira resepsionis yang berjaga dilobi
" bukan,,tetapi kaya' nya dia punya tujuan deh keatas soalnya langsung lewat gitu tanpa nanya lagi" jawab sang resepsionis
sesampainya di depan ruangan Bagas Arini menanyakan keberadaan Bagas pada sekretaris nya
" assalamualaikum mbak,,maaf mengganggu pak Bagas nya ada?" tanya Arini lembut
Anita memperhatikan Arini dari ujung kepala sampai kaki,merasa pernah bertemu tetapi lupa
" saya teman nya Naura tempo hari mbak,ingin bertemu pak Bagas" jelas Arini yang mengerti dengan tatapan sang sekretaris
" oh..iya saya lupa,apa mbak sudah ada janji?" tanya Anita ramah
" belum mbak,tetapi saya ada keperluan" ucap Arini
dia sengaja tidak memberi kabar pada Bagas kalau dirinya akan datang
" kalau begitu mbak tidak bisa masuk mbak,pak Bagas sedang ada tamu,kalau mbak mau bertemu beliau harus membuat izin terlebih dahulu" jelas Anita
" oh..begitu ya...kalau mbak sampaikan saja pada pak Bagas saya mencarinya apa tidak bisa mbak,soalnya sedikit penting" bujuk Arini
" gimana ya mbak,saya takut pak Bagas marah,soalnya tamu di dalam juga cukup penting,mantan nyonya" ceplos Anita
" mantan nyonya" gumam Arini
" ya mbak,mantan istri pak Bagas,takutnya mengganggu" ucap Anita lagi
" deg.."
Hati Arini mulai panas tetapi sebisa mungkin dia redam,tidak ingin emosinya meluap disini
" baru saja dimulai,sudah ada masalah,harus berfikir positif,tetapi kenapa mami Naura datang kemari bukankah mereka sudah lama tidak berhubungan bahkan mami Naura sudah menikah" batinnya
" begini saja Mbak,katakan pada pak Bagas Arini menunggu di luar,kalau pak Bagas tidak mau menemui saya,saya langsung pulang" Arini mencoba bernegosiasi sekali lagi pada Anita
" baiklah saya coba ya Mbak"
Anita berdiri dan mengetuk pintu,terdengar ada jawaban dari dalam dia masuk tetapi dengan rasa Penasaran Arini mengikuti langkah Anita dari belakang,pemandangan pertama kali yang di lihat Arini yaitu mami Naura sedang membersikan dasi Bagas dengan tisu karena tumpahan kopi
" kebiasaan kamu mas,dari dulu tidak berubah selalu ceroboh" omel Karin
Bagas menoleh kearah Anita,dan melihat siapa perempuan yang ada dibelakang Anita
" deg"
manik mata mereka bertemu,Bagas langsung berjalan kearah Arini
" Stop,disitu saja pak,ini pesanannya "ucap Arini lalu menaruh bekal yang dibawanya dan berlari keluar
Bagas bingung dengan apa yang diucapkan Arini,dia tidak mengerti
" kenapa memesan makanan dari luar?" tanya Karin membuyarkan lamunan Bagas
" siapa yang memesan" jawab Bagas masih bingung
" astaga.....maaf aku harus mengejarnya" ujar Bagas tersadar dengan apa yang barusan terjadi
Arini telah berlari turun kebawah dengan menyetop taksi yang lewat Arini pergi ke pinggir danau tempat dia dan Naura bersemedi jika sedang galau...
Bagas berusaha menghubungi Arini tetapi nomernya tidak diangkat
" sttt.....kenapa aku bisa jadi ogeb saat Arini datang" umpat Bagas yang mengejar Arini tetapi tidak menemukan nya
"Mir,tadi lihat perempuan cantik pake dress motif bunga lewat sini" tanya Bagas pada resepsionis di lobi
" oh....gadis cantik tadi pak,pas naik saya lihat pas turun juga lihat,dia cantik pak,bawa rantang makanan,malahan saya pikir dia karyawan baru" jelas Ridwan yang dari tadi memperhatikan datang dan perginya Arini
" kemana arahnya??"
" benar karyawan baru ya pak?" tanya Ridwan lagi
" bukan...." bentak Bagas yang membuat semua karyawan yang ada di lobi menundukkan kepala,pasalnya Bagas bos yang ramah,tidak pernah membentak jika kesalahan mereka tidak fatal...
" maaf pak,saya cuma lihat dia naik taksi diluar kantor" ucap Mira sang resepsionis
" dia bukan karyawan tetapi calon istri saya,nyonya bos di sini" jelas Bagas kesal
Semua yang mendengar saling tatap tak percaya dengan selera bosnya kali ini,anak remaja yang cukup terpaut jauh umurnya,tetapi tidak mereka pungkiri kalau Arini memang cantik
sukses selalu thor