NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Dukun Mati.

"Ketua! Ketua suku!" Seorang angsa jantan berlari ke arah Duckiz. "Ketua, a-ada se-sesuatu yang tidak beres!" Bicara gagap saking terkejut dan lelahnya.

"Ada apa? Tenangkan dirimu. Tarik nafas, buang, pelan-pelan." Duckiz bicara lembut dan sopan, menenangkan.

Setelah tenang dan mengambil nafas berkali-kali, barulah dia melanjutkan ucapannya lagi. "Itu, dukun kita mati jatuh di dalam jurang!"

"Apa? Ayo cepat kita lihat!" Duckiz dan lainnya dengan cepat pergi ke jurang yang di maksud saksi, melewati lereng dari arah tepi sungai.

"Ada apa?" Angsa betina lainnya dan para jantan lainnnya bertanya-tanya saat melihat kelompok ketua suku angsa berjalan terburu-buru.

"Yang kudengar barusan, ayahnya Feyyi jatuh ke jurang! Cepat beri tahu Feyyi, dia pasti sedih sekali!"

"Baik, aku akan segera mencari dan mengabari Feyyi."

Sementara di rumah, Riris mengigit kuku, cemas bercampur emosi yang meledak-ledak. Dia mondar-mandir di dalam kamarnya. Tadi, dia kembali memaksa sang suami untuk meracik obat selanjutnya, mengambil kembali darahnya, sehingga keadaan angsa jantan yang kesakitan itu meregang nyawa.

Kehilangan akal, Riris mendorong tubuh suaminya ke jurang lebih dalam, membuat seolah itu kecelakaan saat mengambil bahan-bahan obat serangga.

Di luar gua Riris, terdengar langkah kaki beberapa orang.

"Riris, apa kamu di dalam? Ada sesuatu yang ingin kami bicarakan pada kamu!" Seseorang yang berdiri di luar gua nya memanggil.

Riris memperbaiki raut wajah, rambut dan pakaian, seolah dia baru saja bangun tidur. Membuka pintu gua sambil menguap dan berkata, "Hoam, ya ada apa? Hm, kenapa kalian ramai-ramai mendatangi gua ku? Kalau cari suami aku, dia sedang mencari tanaman obat untuk kita semua, untuk membuat obat pengusir serangga!" Wajahnya menatap malas rombongan Duckiz.

Mereka yang mendengar saling pandang, dengan wajah penuh penyesalan Duckiz sebagai ketua angsa berkata, "Riris, maaf, suami kamu kecelakaan saat mengambil tanaman obat di lereng bukit arah timur. Lihatlah, kami membawa tubuhnya yang jatuh dari jurang dalam. Beberapa bagian tubuhnya patah dan luka menganga, untung saja tidak ada hewan atau monster berbahaya yang mencium aroma darahnya."

'Sial. Seharusnya, di makan monster liar saja di jurang itu!' gerutunya dalam hati.

"Apa? Suamiku jatuh dari jurang tinggi! Tidak! Suamiku!" Riris berpura-pura, menangis histeris seolah sangat sedih kehilangan suami tercintanya.

"Huhuhu. Kamu sedang sakit, tapi demi suku angsa, kamu bela-belain untuk tetap mencari obat, demi kami semua, kamu jadi begini, kamu berkorban begitu banyak suamiku, kamu adalah suami terbaikku." Memeluk tubuh suami angsanya, kemudian terlintas rencana ke-dua.

Dari kejauhan, Feyyi juga berlari, dengan air mata yang banyak, lalu berseru. "Ayah! Kenapa kau meninggalkan aku, sekarang siapa yang akan menjaga dan menyayangi aku? Suamiku tidak bisa mengobati aku, kalau demam ku kambuh, hanya ayah dukun di suku angsa kita. Huhuhu, Ayaaaaaah!" Air mata Feyyi banyak sekali, tapi itu bukan air mata asli. Itu air yang dia teteskan sendiri di wajahnya.

Lalu, Feyyi mendekati ibunya yang tampak bersimpuh memeluk kepala ayahnya, memeluk ibunya dan berbisik. "Bu, kenapa ayah mati? Bukannya kau bilang, ayah akan membuatkan obat terbaik! Ini apa yang terjadi?"

"Tenanglah Sayang. Ada kok satu biji obat yang sudah jadi. Ayahmu kecelakaan karena tidak cukup darah lagi. Kamu tahu sendiri, salah satu bahan obat untuk meracuni dan membuat mabuk berat suami-suami si Liya itu menggunakan darah ayahmu," balas Riris berbisik pada putrinya.

"Sekarang lanjut ke rencana selanjutnya, buka cengkraman tangan ayahmu, barusan ibu meletakkan kain dalaman Liya di sana, kau pasti tahu 'kan rencana selanjutnya!" Riris melepaskan pelukan, berdiri dan membantu Feyyi berdiri.

Baru saja mengangkat bahu Feyyi, betina itu berpura-pura, dia meraung hebat, memeluk tubuh ayahnya, kemudian memegang tangan sang ayah.

"Eh, apa ini!" Menyibak baju sang ayah sampai ke lengan. "Pakaian dalam! Siapa yang sejahat ini!" Berteriak marah.

"Astaga! Itu kan pakaian dalam yang sangat besar. Jangan-jangan...." Semua orang menoleh pada Duckiz.

"Dasar si gendut mesum, selama ini diam-diam mengintai dukun. Apa jangan-jangan, dia memaksa dukun untuk meracik obat, lalu membungkam dukun dengan menduduki tubuhnya, kemudian mendorong dukun ke jurang!" Salah satu teman dekat Feyyi berkata.

Feyyi tersenyum. Akan selalu ada orang bodoh yang membela dirinya dan menyudutkan Liya! 'Hahahaha, rasakan Liya. Beribu banyak cara untuk menyingkirkan kamu!'

"Periksa kelamin dukun, tidak di perkaos Liya si gendut kan?" Tiba-tiba betina lain menyahut.

"Astaga, se-mesum itu? Karena para jantannya tidak mau kawin dan dukun tidak mau membantu memberikan obat, malah ingin berkawin dengan dukun. Parah sekali."

Liya baru saja datang di kerumunan, tadi Berlian memberitahu dia tentang masalah dukun dan kini malah mendengar namanya di sebut-sebut!

Liya melihat tubuh kurus yang tersisa kulit pembalut tulang, benar-benar sudah tua, jelek. Itu bukan karena tubuhnya patah dan berdarah, tapi memang karena benar-benar tidak tampan. Di kasih gratis pun Liya tak selera berkawin dengan tua bangka!

"Dasar para binatang bodoh!" teriak Liya. "Mana mungkin aku berselera dengan jantan tua loyo begitu! Kalau mau memfitnah, yang pintar sedikit kenapa?" Liya berkacak pinggang.

"Kalau mereka pintar, tidak akan mungkin tertipu dengan mereka!" Berlian menambahkan. "Itu pakaian dalam Liya yang sudah lama di buang karena terkena cacing monster Trojan, siapapun yang menyentuh pakaian itu, pasti akan terkena penyakit bengkak bernanah!" tambah Berlian.

"Benarkah?" Yang lain langsung menjauh. Feyyi yang tadi memegang kain itu dengan sombong, cepat-cepat melempar kain itu, jijik sekali, segera mencari air untuk mencuci tangan, begitu pula dengan Ibunya, Riris.

"Kau benar-benar hebat memprovokasi, Berlian!" bisik Liya memuji.

"Tentu saja, aku tidak akan membiarkan duo angsa jahat ini berhasil." Berlian tersenyum lebar.

"Lalu, kenapa pakaian dalam itu ada pada dukun? Apa dukun berniat mencarikan obat untuk menyembuhkan penyakit benjolan bernanah kamu itu?" Tiba-tiba angsa betina tetangga Riris berkata.

"Berniat menyembuhkan? Yang ada dia dan keluarganya yang memberikan aku racun!" Liya membela diri.

"Tidak mungkin. Liya, kamu jangan memfitnah ayahku yang baik. Selama ini, apa kurang baiknya ayahku pada keluarga kamu dan suku angsa ini? Ayahku dukun suku angsa, kalian semua tahu 'kan?"

"Aku tidak memfitnah, aku punya bukti!" Liya menatap tajam Feyyi.

Muka Riris dan Feyyi menegang, mereka saling lirik satu sama lain. 'Dia tidak mungkin punya bukti 'kan? Bukti apa yang bisa dia berikan?'

"Kalau begitu, buktikan!" tantang Feyyi. "Seharusnya, semua orang menghibur dan memberikan pemakaman yang layak untuk ayahku, karena dia sudah sangat banyak membantu suku, tapi malah dituduh sama kamu!"

"Benar. Ketua, kamu harus hukum putri kamu, dan berikan pemakaman yang layak untuk dukun."

"Iya, kalau bukan karena dukun, orang-orang di suku kita yang sakit, siapa yang obati. Anakmu? Dia saja baru membangkitkan elemen kayu, belum bisa berbuat apa-apa! Belum ada bukti dia menyembuhkan orang-orang suku kita!"

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
akhirnya yang ditunggu-tunggu up juga..
semangat up nya kak..
Nasiati
makan enak sibayu 👍
Musdalifa Ifa
semangat semangat dan semangat up Thor💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
semangat up nya lagi akak, di tunggu
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰uupp yg bnyk thorrr..... pidi sudah suka liya dari kecillll
Shakila🪼
Ceritanya mirip dengan PF Ta-pon judul nya "Istri Gendut Yang Dibenci" disana sudah banyak cm beda nama-nama tokohnya aja semuanya mirip
Lestari Ami'ne Zia
kirain hari ini up😌
Musdalifa Ifa
penasaran lanjutannya 🤔
Lestari Ami'ne Zia
Alhamdulillah up up up💪💪💪💪
sasa adzka
🤣🤣🤣 belum tau aja jiwa liya yg sekarang agak bar bar😂😂😂 ayooo liya program diet🤭
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
jadi gak sabar nunggu perubahan Liya menjadi cantik lagi 😁
Lestari Ami'ne Zia
semoga up LG
Lestari Ami'ne Zia
hahaha.....dasar Loki akal bulusss
Lestari Ami'ne Zia
takoballahu minba wa mingkum thor Alhamdulillah up jg😍😍
Musdalifa Ifa
selamat hari raya idul Fitri juga Thor, mohon maaf lahir dan batin bila ada komentar ku yg menyinggung perasaan atau menyakiti hati author 🙏
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu di tunggu kehadiran nya akak
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Selamat hari raya idul fitri juga ya kak, maafkan lahir dan bathin
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
Yani
semangat Thorr, lanjut lagi crita nya 🫰🏻🥰🥰
Yani
wah makacih Thorr sdh double upadate 🥰🥰🥰🥰
Yani: sorry typo
total 1 replies
Musdalifa Ifa
Thor kok tidak up" kami nunggu up dari mu jangan lama" yah😔
Rozh: mulai hari ini up ya kak. kmrin sibuk menyambut lebaran🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!