NovelToon NovelToon
Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Wang Ta berjalan lurus menuju meja pualam merah Tetua Jin, mengabaikan tatapan merendahkan dari murid-murid di sekitarnya. Setibanya di depan meja, Wang Ta menarik napas dalam-dalam, lalu merogoh ke dalam kantong celemeknya.

Dengan satu gerakan dramatis, Wang Ta meletakkan Cincin Spasial perak kusam itu tepat di atas sempoa giok Tetua Jin.

*Klak.*

Tetua Jin mendengus sinis. "Apa ini? Apakah kau mencoba menyuapku dengan cincin rongsokan untuk mendapatkan tambahan jatah daging babi hutan?"

Dengan malas, Tetua Jin mengalirkan sedikit energi Qi-nya ke dalam cincin itu untuk melihat isinya, berniat mempermalukan Wang Ta di depan umum.

Namun, detik berikutnya...

*PRAK!*

Sempoa giok di tangan Tetua Jin tergelincir, jatuh menghantam lantai hingga butiran-butiran gioknya pecah berhamburan. Mata Tetua Jin membelalak sedemikian lebar hingga bola matanya nyaris melompat keluar dari tengkoraknya. Napasnya terhenti total. Wajahnya yang pucat pasi seketika berubah menjadi ungu karena syok.

Di dalam cincin itu, ia tidak melihat sisa-sisa sayuran. Ia melihat gunung-gunung batu roh tingkat tinggi yang memancarkan cahaya menyilaukan. Ia melihat sungai pil abadi, dan barisan senjata pusaka yang nilainya setara dengan tiga puluh persen dari total aset sekte! Dan yang paling mengerikan... ia mengenali aura spiritual yang mengunci cincin tersebut. Itu adalah aura Pemimpin Sekte Linghu!

"C-Cincin... Cincin Perbendaharaan Kosmik!" jerit Tetua Jin dengan suara pecah yang nyaris seperti rintihan babi dicekik. Tangannya gemetar hebat saat menunjuk ke arah cincin tersebut. Ia melompat berdiri dari kursinya, menatap Wang Ta seolah koki gemuk itu adalah reinkarnasi dewa kekayaan. "B-bagaimana... bagaimana benda suci ini bisa ada di tanganmu?!"

Murid-murid dalam di ruangan itu langsung terdiam, hawa dingin merayap di punggung mereka. Jika Tetua Jin sampai bereaksi seperti itu, cincin tersebut pasti berisi sesuatu yang bisa mengguncang dunia.

Wang Ta menaikkan dagunya, menikmati momen kemenangannya.

"Jaga suaramu, Tetua Jin. Cincin ini adalah milik Master Lin dari Dapur Luar. Sang Eksistensi Kosong," ucap Wang Ta dengan nada pelan namun sarat wibawa yang dipinjam. "Beliau mendelegasikan hamba kemari untuk sebuah misi pengadaan barang yang sangat penting. Misi yang berkaitan langsung dengan sirkulasi Dao Kekosongan beliau."

Mendengar nama "Master Lin" dan "Eksistensi Kosong", lutut Tetua Jin seketika lemas. Ia buru-buru menangkupkan kedua tangannya, keringat dingin membasahi kumis tipisnya. Reputasi Lin Fan di Puncak Utama telah mencapai tingkat mitos; orang yang menghancurkan atap aula dengan filosofi, dan menaklukkan jenius pedang dengan tidur.

"M-maafkan kelancangan mataku yang buta ini, Saudara Wang!" Tetua Jin mendadak mengubah panggilannya dengan sangat sopan. "A-apa yang dibutuhkan oleh Master Lin? Pil Penembus Langit? Armor Sisik Naga? Teratai Es Sepuluh Ribu Tahun? Katakan saja! Paviliun ini akan mengosongkan raknya untuk beliau!"

Wang Ta menggelengkan kepalanya dengan prihatin, seolah menatap seorang balita yang belum paham makna kehidupan.

"Kalian orang-orang di Puncak Utama selalu berpikir terlalu sempit," desah Wang Ta. "Master Lin tidak membutuhkan barang rongsokan yang memicu peperangan fana. Beliau membutuhkan sesuatu yang fundamental. Beliau membutuhkan... sebuah tempat tidur."

Keheningan yang mencekik menyelimuti seluruh lantai dasar paviliun itu.

"S-sebuah... tempat tidur?" ulang Tetua Jin, berkedip berkali-kali, berusaha memproses instruksi tersebut.

"Benar," Wang Ta mencondongkan tubuhnya ke depan, merendahkan suaranya menjadi bisikan konspirasi spiritual tingkat tinggi. "Namun bukan tempat tidur biasa. Master Lin telah mencapai tahap di mana tubuh fisiknya mulai menolak materi yang kaku. Kursi goyangnya sudah tidak mampu menahan ekspansi dimensi astralnya saat beliau bermeditasi tidur. Beliau menginstruksikan secara spesifik: Kasur itu harus seluas samudra, sedatar cermin ketenangan, dan selembut awan surgawi. Beliau ingin... 'tenggelam ke dalam kapas'."

Mata Tetua Jin yang tadinya dipenuhi kebingungan, tiba-tiba memancarkan cahaya pencerahan liar. Otak logistiknya yang brilian mulai merangkai spesifikasi dari permintaan absurd tersebut.

*Tenggelam ke dalam kapas... menolak materi kaku... astaga!* batin Tetua Jin meledak. *Beliau mempraktikkan Teknik Tidur Tanpa Bobot! Jika kasurnya terlalu keras, aliran Qi kosongnya akan membentur permukaan dan memantul kembali, merusak meridiannya! Ini adalah proyek arsitektur spiritual tingkat dewa!*

"Saudara Wang!" Tetua Jin menggebrak meja pualam merahnya dengan sisa tenaganya, matanya berapi-api oleh obsesi. "Aku mengerti! Master Lin sedang menguji perbendaharaan kita! Jika kita memberikan kasur kapas biasa, kita akan menghina wujud transparan Dao miliknya!"

Tetua Jin berbalik dan berteriak kepada puluhan asisten logistik yang berdiri kaku di belakangnya. Suaranya menggelegar mengalahkan badai.

"Tutup Paviliun Harta Karun hari ini! Batalkan semua transaksi!" raung Tetua Jin, memercikkan air liur. "Buka Segel Gudang Bawah Tanah Tingkat Tujuh! Keluarkan 'Kayu Roh Pengapung' dari dasar Lautan Selatan untuk membuat kerangkanya! Kayu itu menolak gravitasi, sempurna untuk meniru ketiadaan beban! Dan untuk kasurnya... kumpulkan semua 'Sutra Awan Bintang' yang kita miliki!"

Salah satu asisten logistik yang masih muda dan pucat maju dengan gemetar. "T-Tetua Jin... Sutra Awan Bintang sangat langka. Kita hanya punya cukup untuk membuat setengah ranjang. Sisanya harus dipintal dari... dari bulu Perut Angsa Surgawi yang usianya seribu tahun..."

"Maka cabut bulu angsa-angsa itu sekarang juga!" teriak Tetua Jin, urat lehernya menonjol. "Gunakan seluruh uang di dalam cincin kosmik ini jika perlu! Master Lin ingin tenggelam ke dalam awan, dan demi surga, kita akan memberinya sebuah gumpalan awan asli untuk ditiduri! Bekerja! Bekerja! Jika kasur ini tidak selesai dan tidak diantarkan sebelum matahari terbenam, aku sendiri yang akan membuang kalian ke Kawah Api!"

Dalam hitungan detik, Paviliun Harta Karun Langit berubah menjadi zona konstruksi paling sibuk, bising, dan penuh histeria dalam sejarah Sekte Awan Mengalir. Para ahli logistik tingkat elit berlarian membawa gulungan kain bercahaya, balok kayu yang mengambang di udara, dan karung-karung berisi bulu spiritual yang memancarkan hawa sejuk.

Wang Ta berdiri di tengah semua kekacauan itu dengan senyum keibuan yang sangat puas. Ia menepuk perut buncitnya.

*Master Lin pasti akan sangat senang,* batin Wang Ta bahagia. *Beliau hanya perlu menjentikkan jarinya, dan seluruh dunia berputar hanya untuk memastikan beliau tidur dengan nyenyak. Inilah yang dinamakan kekuatan sejati.*

Sementara itu, nun jauh di bawah sana, di sudut Dapur Luar, Lin Fan yang sebenarnya masih berbaring di atas kursi goyangnya, tiba-tiba bersin kecil.

"Ukh," gumam Lin Fan, mengusap hidungnya sambil merapatkan Jubah Penolak Gangguan miliknya. "Kenapa aku merasa ada sekelompok orang bodoh yang sedang membuang-buang uangku di suatu tempat? Ah, sudahlah. Selama kasurnya empuk, aku tidak peduli."

Dengan perasaan tenang yang mutlak, Lin Fan memejamkan mata, sama sekali tidak menyadari bahwa permintaan malasnya baru saja memicu krisis inflasi bahan tekstil spiritual di seluruh Puncak Utama, yang akan mengubah sejarah pertukangan kayu di benua itu untuk selamanya.

1
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣💪
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣🤭
Gege
idenya keren tiduran saja bisa ngalahin para ahli...epic dan apik..
Gege
temanya menarik..makin malas makin sakti...belom lagi hadiah hadiah yang diluar nalar... nabok nyilih tangan menang tanpo ngasorake sugih tanpo kerjo...🤣
ikyar
bagus lucu
rinn
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!