NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Marah

Wajah Leonel menatap Aldaren, mematikan. Pria itu seolah-olah ingin menelan anak baru itu hidup-hidup. Lalu bukannya pergi, dia masih berdiam di sana, memperhatikan tempat duduk mereka lama, sebelum dengan gerakan yang tak terbaca oleh siapapun, Leonel menarik Nathaniel dengan kasar hingga pria yang belum siap ditarik begitu langsung berdiri, tubuhnya limbung ke samping. Keriuhan itu membuat orang-orang kaget, pun dengan Aira dan sahabat-sahabatnya yang tidak terima Nathaniel diperlakukan seperti itu.

"Leonel, ka—"

Sebelum protes mereka sempat keluar, Leonel yang wajahnya masih menggelap dengan napas yang kasar sudah duduk tepat di sebelah Aira. Dia merapatkan duduknya dengan gadis itu, lalu tanpa rasa canggung menarik pinggang Aira untuk lebih dekat ke arahnya. "Aku juga mau duduk di sini," ujarnya dengan suara yang sangat pelan.

Aira bergeming. Sendok di tangannya jatuh begitu saja ke meja. Beberapa detik dia terdiam, mencerna apa yang baru saja terjadi. Namun begitu sadar, dia langsung berniat menggeser, tapi pinggangnya ditahan kuat oleh tangan kekar yang merengkuh nya itu. Wajah Aira memerah seketika, tubuhnya menegang, namun jantungnya justru berhenti sebentar lalu berdetak jauh lebih cepat dari biasanya saat merasakan rengkuhan yang posesif itu.

"El..." suaranya sangat pelan, melupakan satu hal bahwa dia sedang berusaha menjaga jarak dengan pria itu.

Leonel tidak menjawab. Tapi dia menatap Aira dengan pandangan yang kini berbeda, bukan lagi wajah menggelap dan amarah, melainkan memelas, dengan mata yang berkaca-kaca.

Aira langsung membola tak percaya. Dia berkedip beberapa kali, lalu menggeleng seolah menghapus semua yang ada di depannya, yang dia kira mimpi. Bukan... Leonel tidak pernah begitu. Pria itu tidak berekspresi sama sekali, tapi ini? Sontak tanpa benar-benar sadar, tangannya bergerak dan jatuh ke dahi Leonel. "Kamu sakit, apa kerasukan demit mana?" tanya Aira, membuat teman-temannya menahan tawa.

Leonel makin memelas, mengangguk singkat. "Sakit kepalanya," jawabnya dengan raut yang meyakinkan.

"Benaran? Rasanya gimana?" tanya Aira, panik seketika. Hilang sudah niat dan segala rencananya yang mau tarik ulur. Entahlah itu bisa di lanjut nanti, tapi sekarang dia lebih mengkhawatirkan Leonel yang wajahnya memang terlihat pucat di matanya. Sontak dia berdiri cepat, gerakannya terlalu cepat. "Ayo ke UKS!" ujarnya menarik lengan Leonel.

Pria itu ikut berdiri, wajahnya jelas menahan kemenangan besar, tapi dia benar-benar pandai menyembunyikan apapun. Langkahnya sekarang kontras dengan saat tadi masuk yang penuh dengan tenaga, kali ini seperti orang yang tidak makan berbulan-bulan. Nando dan Rizky yang belum sempat duduk hanya menatap sang sahabat dengan wajah kaget. Pandangan mereka tak beralih sampai punggung Aira dan Leonel menghilang dari balik kantin, setelah itu baru mereka duduk dengan penuh tanya.

"Itu Leonel mendadak sakit setelah menarik Nathan, serius?" tanya Nando, lebih ke bertanya pada dirinya sendiri.

Rizky mengangguk. "Tapi wajahnya meyakinkan. Sepertinya dia sakit mental, karena baru saja seperti orang yang berbeda, Leonel yang sama sekali tidak kita kenal. Memperlihatkan dua sisi berbeda dalam waktu yang sama, sementara selama ini dia jarang berekspresi selain wajahnya yang tenang."

Di meja lain, Aldaren dan teman-teman Aira ikut melongo tak percaya. Pun dengan Nathaniel yang sudah kembali ke posisi duduknya, masih memperbaiki diri setelah tadi ditarik kasar oleh Leonel.

...****************...

Di UKS, Aira membantu Leonel berbaring. Gadis itu masih terlihat peduli, meski tadi pagi dengan lancang bilang membencinya. Leonel melihat itu, dan entah kenapa justru berhasil membuat dadanya sesak.

"Kalau sakit kepala, bisa tidur dulu!" ujar Aira berdiri di sampingnya, menatap Leonel dengan wajah seriusnya. Bukan lagi seperti Aira yang hari-harinya mengacau padanya, tapi Aira versi yang berbeda.

Leonel mengangguk patuh, tapi dia tidak tertidur. Tatapannya terus tertuju pada Aira, seolah takut gadis itu akan meninggalkannya saat dia terpejam.

"Tidur, dibilang!" ujar Aira menatapnya tajam, yang sungguh terlihat lucu di mata Leonel.

"Tapi aku tidak bisa tidur kalau tidak di-puk-puk," ujarnya dengan suara yang sangat pelan, tapi berhasil membuat Aira lagi-lagi membola tak percaya.

"Oh my God, ini kamu beneran? Serius kamu Leonel Bimantara?" Dia mendekat, memegang kepala Leonel, lalu mulutnya komat-kamit seperti seseorang yang sedang membaca mantra.

"Kamu lagi ngapain?" tanya Leonel, sungguh sebuah rekor untuk cowok itu, banyak bicara di depan Aira, setelah selama ini lebih banyak diamnya. Tapi justru karena itu, Aira makin ragu ini Leonel atau bukan.

"Diam, aku sedang baca doa pengusiran roh halus yang merasuki kamu. Mungkin itu sebabnya kamu sakit kepala—"

"Hahahaha—" Tawa Leonel meledak seketika sebelum dia menyadarinya.

Dan Aira, dia mematung. Wajahnya mengerut, memperhatikan detail wajah Leonel seolah ingin mengabadikan dalam ingatannya bagaimana cowok itu tertawa. "Tuh kan, kamu bukan Leonel. Siapa kamu sebenarnya? Hei hantu, keluar!!" teriak Aira, masih memegang kening cowok itu.

"Tidak ada hantu, Aira! Lagian kalau ada hantu beneran yang merasuki aku, dia tidak akan pergi hanya karena kamu bacain doa makan yang bahkan tidak terdengar jelas!" ujar Leonel, tubuhnya kini duduk. Tangannya meraih pinggang Aira yang berdiri di sisinya, menarik gadis itu lebih maju, lalu dia membenamkan wajahnya di sana, memeluk Aira begitu erat.

"Maaf..." ujarnya kemudian, sangat pelan.

"Kemarin aku hanya mengantar Cleo, beneran. Katanya dia sakit, tapi ternyata bohongan. Maaf..." ujar Leonel akhirnya.

Aira bergeming, merasakan wajah pria itu yang tenggelam di perutnya. Tangannya menggantung di udara, satu sisi ada dorongan kuat untuk mengelus punggung pria itu, tapi di sisi lain seolah ada yang menahannya lebih lama, dan berakhir meluruskan kembali tangannya tanpa benar-benar menyentuh Leonel.

"Kamu tidak serius dengan kalimat tadi pagi kan? Kamu tidak boleh membenciku, Aira. Apalagi menjauh, jangan..." lanjut Leonel.

"Kenapa tidak boleh?" tanya Aira.

Leonel tidak menjawab. Mulutnya kelu, dan itu membuat Aira tertawa pelan. "Tidak bisa menjawab?" tanyanya.

"Aku capek, El. Aku lelah. Beri aku waktu sebentar." Lanjutnya kali ini dengan wajah yang kembali serius. Tangannya bergerak melepaskan pelukan Leonel. "Kamu harusnya senang, El. Senang karena akhirnya aku berhenti, kan?"

Leonel menggeleng. Pelan, tapi pasti. Seolah kata senang itu adalah hal paling mustahil yang pernah Aira ucapkan padanya.

"Itu tidak usah dipikirkan. Sekarang kamu istirahat ya, biar kepalanya lebih baik. Aku pergi panggil teman-teman kamu dulu, aku tidak bisa berlama-lama di sini karena setelah ini masuk kelas, El." ujar Aira.

Tapi jauh di dalam hatinya, dia menguatkan diri untuk tidak menubruk ke pelukan cowok itu saat ini. Sejak tadi, ya Tuhan, sejak tadi Aira sudah kegirangan dalam hati, apalagi saat Leonel mau memeluknya. Tapi sial, dia harus bertahan dua bulan seperti kata teman-temannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih dadynya egois😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Betul kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wlekkeke ayok mulai rajin up lagi 🫣 pesan dari outhor yg lbh lama gk up🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Emang kepala akhir2 ini agak2, mana mau baca sebelah belum up lagi😭
total 1 replies
syiidaa
pliss lanjutt thorr🙏
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah kiw kiw malu mlau🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee ketemu camer kiw kiw/Slight//Slight/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
healah gadis ajaib😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieeee gunung es meleleh😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kebalek ege😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣🤣Takutnya nanti Leonel hamil benaran
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bagus kemasan air minum mmg harusnya di buang menyebalkan/Left Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aaaaa aku maluuuu🫣🫣🫣🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
dih gengsi🤣🤣🤣🤣 noh marai cleo dih kesel dasar merk air minum😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kalau kata Anya: Malu Aqua😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jiakkkkk jmkangen sma pembuat onar🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kamu terlalu lama leonel harusnya kl. km mmg suka sama aira jangan belagak gk suka😑 skrg aira ada yg ngejar kmnya cembukur😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah lambat🤣
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee kalah cepat cieee🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya aku bingung kaynaya berangkat dluan thu leonel kok tiba tiba aldaren yg sampe dluan🙄🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wahhh??😱😱😱 bapak negra leonel malu???? 🫣🫣🫣🫣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sih😭😭😭😭😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kannnn😭😭😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
plis gk sanggup baca lanjutannya tkt bgt aku yg baca aku juga yg malu😭😭😭😭🤧
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 😭😭Apalagi aku, malu banget kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gpp thor tpi hari ini tipel ya🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih othor gk asik😑🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
eh visi misi mengejar leonel? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: shok aku
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
thor up lgi yokkkk/Slight//Slight//Slight/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!