NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Tertukar

Pewaris Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

Di balik kemewahan keluarga Mahendra, tersembunyi sebuah rahasia kelam. Bertahun-tahun lalu, Alisha Pratiwi diculik dan dipisahkan dari orang tua kandungnya, Ragendra dan Helena Mahendra. Sementara itu, kebohongan besar ditanam rapi oleh dalang licik bernama Bram Santoso.

Tanpa menyadari takdir yang terhubung, Alvaro tumbuh sebagai pewaris keluarga Mahendra, sedangkan Alisha hidup dalam kesederhanaan dengan identitas yang bukan miliknya. Ketika kebenaran perlahan terkuak, cinta, pengkhianatan, dan perebutan hak waris tak lagi bisa dihindari.

Siapakah pewaris yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Dua Alisha

Bab 27 — Dua Alisha

Gudang itu terasa dingin dan sunyi.

Lampu bohlam yang tergantung di langit-langit hanya memberi cahaya redup. Bayangan panjang terlihat di lantai beton yang penuh debu.

Alisha Pratiwi masih duduk terikat di kursi besi.

Tangannya diikat ke belakang dengan tali yang cukup kuat. Ia sudah mencoba beberapa kali melepaskan diri, tetapi tidak berhasil.

Pergelangan tangannya mulai terasa perih.

Alisha menarik napas perlahan.

Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.

Siapa yang menculiknya?

Apa tujuan mereka?

Dan kenapa ia dibawa ke tempat seperti ini?

Beberapa pria berdiri tidak jauh darinya. Mereka hanya berjaga tanpa banyak bicara.

Alisha menatap pintu gudang yang tertutup.

Ia berharap seseorang datang menolongnya.

Beberapa menit kemudian suara mobil terdengar dari luar.

Mesin mobil berhenti.

Langkah kaki terdengar mendekat.

Pintu gudang terbuka.

Cahaya dari luar masuk sesaat sebelum pintu itu kembali tertutup.

Seseorang berjalan masuk.

Langkah sepatu wanita terdengar pelan di lantai beton.

Alisha mengangkat kepalanya.

Saat wajah wanita itu terlihat jelas, matanya langsung membesar.

“Alisha… Mahendra?”

Wanita itu berhenti beberapa langkah di depannya.

Ia mengenakan pakaian yang rapi seperti biasanya. Rambutnya tertata dengan baik.

Penampilannya terlihat sangat kontras dengan gudang tua itu.

Alisha Mahendra menatapnya dengan ekspresi dingin.

Ia tidak langsung berbicara.

Ia hanya berdiri sambil memperhatikan Alisha Pratiwi dari atas sampai bawah.

Alisha Pratiwi terlihat bingung.

“Kenapa aku dibawa ke sini?” tanyanya.

Alisha Mahendra berjalan perlahan mengelilingi kursi tempat Alisha duduk.

Langkahnya tenang.

Seolah ia tidak sedang berada di tempat penculikan.

“Aku tidak menyangka,” katanya akhirnya.

Alisha Pratiwi mengerutkan kening.

“Maksudmu apa?”

Alisha Mahendra berhenti di depan Alisha.

Tatapannya tajam.

“Aku tidak menyangka kamu bisa membuat hidupku menjadi berantakan seperti ini.”

Alisha semakin tidak mengerti.

“Apa yang kamu bicarakan?”

Alisha Mahendra tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak terlihat ramah.

“Jangan berpura-pura tidak tahu.”

“Aku benar-benar tidak mengerti.”

Alisha Mahendra mendekat sedikit.

“Sejak kamu muncul, semuanya berubah.”

Alisha masih terlihat bingung.

“Aku bahkan tidak tahu apa yang kamu maksud.”

Alisha Mahendra tertawa kecil.

“Tentu saja kamu akan berkata seperti itu.”

Ia berjalan beberapa langkah menjauh lalu kembali menatap Alisha.

“Kamu tahu siapa aku?”

“Tentu saja.”

“Aku adalah putri keluarga Mahendra.”

Alisha Pratiwi mengangguk.

“Semua orang juga tahu itu.”

Ekspresi Alisha Mahendra berubah.

“Itulah masalahnya.”

Ia mengepalkan tangannya.

“Aku sudah hidup sebagai putri keluarga Mahendra selama bertahun-tahun.”

“Rumah itu milikku.”

“Keluarga itu milikku.”

“Hidup itu milikku.”

Suara Alisha mulai meninggi.

“Tapi sekarang semuanya terancam hilang.”

Alisha Pratiwi semakin bingung.

“Aku tidak pernah mengambil apa pun darimu.”

Alisha Mahendra menatapnya tajam.

“Kamu bahkan mengambil Alvaro.”

Nama itu membuat Alisha terdiam sejenak.

“Kak Alvaro?”

Alisha Mahendra langsung bereaksi.

“Jangan panggil dia seperti itu!”

Alisha terlihat semakin tidak mengerti.

“Kenapa?”

“Karena dia bukan kakakmu.”

Alisha mengerutkan kening.

“Dia selalu melindungiku.”

“Dia hanya menolongmu,” kata Alisha Mahendra dengan nada kesal.

Alisha menggeleng.

“Aku tidak pernah memikirkan dia seperti yang kamu pikirkan.”

Alisha Mahendra menatapnya dengan curiga.

“Maksudmu?”

“Aku menganggapnya seperti kakak.”

Jawaban itu membuat suasana menjadi sunyi beberapa detik.

Wajah Alisha Mahendra berubah.

Ia terlihat tidak percaya.

“Kamu bercanda?”

“Tidak.”

“Aku benar-benar tidak pernah berpikir seperti itu.”

Alisha Mahendra tertawa kecil.

Tetapi tawa itu terdengar pahit.

“Luar biasa.”

Ia berjalan beberapa langkah menjauh.

“Kamu tidak menginginkan Alvaro?”

Alisha menggeleng.

“Aku hanya berterima kasih karena dia selalu menolongku.”

Jawaban itu tidak membuat situasi menjadi lebih baik.

Sebaliknya, wajah Alisha Mahendra terlihat semakin tegang.

“Kalau begitu kamu pasti menginginkan yang lain.”

“Apa?”

“Keluarga Mahendra.”

Alisha terdiam.

“Aku bahkan tidak mengenal mereka.”

Alisha Mahendra menatapnya dengan tajam.

“Kamu yakin?”

“Tentu saja.”

Beberapa detik mereka saling menatap.

Kemudian Alisha Mahendra berkata pelan.

“Aku mendengar sesuatu beberapa waktu lalu.”

“Apa?”

“Percakapan antara orang tuaku.”

Alisha tidak mengerti.

“Mereka mengatakan sesuatu tentang bayi yang tertukar.”

Alisha mengerutkan kening.

“Aku tidak mengerti.”

Alisha Mahendra mendekat lagi.

Tatapannya tajam.

“Mereka mengatakan kemungkinan anak kandung keluarga Mahendra masih hidup.”

Alisha mulai merasa tidak nyaman dengan arah pembicaraan itu.

“Lalu?”

Alisha Mahendra menatapnya tanpa berkedip.

“Dan orang itu… mungkin kamu.”

Alisha langsung terdiam.

“Apa?”

“Ya.”

Alisha menggeleng.

“Itu tidak masuk akal.”

“Aku juga berharap begitu.”

Alisha terlihat benar-benar bingung.

“Aku tidak tahu apa pun tentang itu.”

Ia menarik napas.

“Aku tidak pernah menginginkan hidupmu.”

Alisha Mahendra menatapnya cukup lama.

Ekspresinya sulit ditebak.

Seolah ia sedang mencoba menilai apakah Alisha berkata jujur atau tidak.

“Kalau kamu tidak menginginkan semua itu,” katanya pelan, “kenapa kamu muncul sekarang?”

“Aku tidak pernah berniat muncul di hidupmu.”

Jawaban itu membuat Alisha Mahendra terdiam.

Beberapa detik kemudian ia berkata lagi.

“Masalahnya bukan niatmu.”

Ia menatap Alisha dengan dingin.

“Masalahnya adalah kamu ada.”

Suasana di gudang terasa semakin tegang.

Alisha mulai menyadari sesuatu.

“Jadi kamu menculikku karena itu?”

Alisha Mahendra tidak langsung menjawab.

Ia hanya berdiri sambil menatap Alisha.

“Selama kamu masih hidup,” katanya pelan, “semua yang kumiliki bisa hilang.”

Alisha menggeleng.

“Aku tidak ingin mengambil apa pun darimu.”

“Tapi keberadaanmu saja sudah cukup.”

Alisha Mahendra memberi isyarat kepada pria-pria yang berjaga.

“Mengawasinya.”

Salah satu pria mengangguk.

“Baik.”

Alisha Mahendra berjalan menuju pintu gudang.

Sebelum keluar, ia berhenti sejenak.

Ia menoleh ke arah Alisha Pratiwi.

Tatapannya masih dipenuhi kemarahan dan ketakutan.

“Kamu tahu apa yang paling menyebalkan?”

Alisha tidak menjawab.

“Kamu bahkan tidak mengerti betapa besar ancamanmu bagiku.”

Setelah mengatakan itu, ia keluar dari gudang.

Pintu kembali tertutup.

Suasana menjadi sunyi lagi.

Alisha Pratiwi masih duduk terikat di kursi.

Pikirannya kacau.

Ia mencoba memahami semua yang baru saja ia dengar.

Tentang keluarga Mahendra.

Tentang bayi yang tertukar.

Tentang kemungkinan bahwa ia adalah anak kandung mereka.

Semua itu terasa tidak masuk akal.

Tetapi satu hal yang ia sadari sekarang.

Hidupnya mungkin jauh lebih rumit dari yang ia kira.

Orang yang menculiknya…

ternyata seseorang yang selama ini ia kenal.

#bersambung

1
Dessy Lisberita
cerita nya jln ditempat
Dessy Lisberita
kadang ya da tau di ikuti masih aja plng sendiri
zanita nuraini
Noted kak
Alisha tidak akan kalah terus kok… justru mulai dari bab berikutnya dia sudah mulai melawan 😉
makasih banyak masukannya, ditunggu ya kelanjutannya~
Dessy Lisberita
kirain alisa menghilang udah bisa belajar bela diri nyatanya sama aja dari yg awal
Dessy Lisberita
belajar karate seh alisa
Dessy Lisberita
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!